author-banner
Ahza Rumaisha
Ahza Rumaisha
Author

Novel-novel oleh Ahza Rumaisha

Belenggu Dendam Suamiku

Belenggu Dendam Suamiku

Kayana pikir, menikahi pria yang ia kenal akan membawa kebahagiaan dalam pernikahan. Namun, bukannya membuatnya bahagia. Eiser justru membuat Kayana menderita. Tanpa ia ketahui, pria itu datang dengan sejuta dendam yang membara. Membuat Kayana menderita adalah tujuan awal pernikahannya. Seolah tak cukup membawa nasib buruk. Eiser juga menjadikannya tawanan, membelenggunya dengan dendam yang tak berkesudahan. Akankah Kayana menemukan kebahagiaannya? Bagaimana nasib pernikahan keduanya?
Baca
Chapter: Bab 16. Obsesi
Gerakan kaki Kayana begitu cepat menuruni anak tangga. Di belakangnya, Eiser mengekor dengan langkah yang tak kalah cepat. "Biar aku yang buka pintu. Kamu urus kekasihmu itu." Yang dikatakan Kayana ada benarnya. Ia harus memberitahu Ivana agar tidak bersuara atau melakukan sesuatu yang dapat memicu perhatian ibunya. Sebab kalau sampai wanita yang telah melahirkannya itu tahu Ivana berada di sini. Entah seberapa besar murka yang dikeluarkannya. Pintu utama dibuka, wanita paruh baya dengan gaun berwarna gelap berdiri dengan senyum elegannya. "Mama," ucap Kayana. "Halo, Sayang." Lusi memberi pelukan pada sang menantu yang disambut hal yang sama oleh Kayana. "Kenapa tidak memberitahu kalau ingin datang?" Tidak biasanya, ibu mertuanya ini datang secara tiba-tiba. "Mama ada kunjungan ke toko roti, jadi Mama sekalian mampir." Kayana hampir lupa, kalau ibu mertuanya ini mengelola toko roti yang terkenal memiliki cabang di beberapa daerah. "Ini ada oleh-oleh buat kamu." Lusi menyodorka
Terakhir Diperbarui: 2023-07-17
Chapter: Bab 15. Ular Berbisa
"Apa terjadi sesuatu?" Eiser sungguh penasaran, apa yang membuat wanita yang menjalin kisah asmara dengannya selama lima tahun itu dirundung kecemasan. "Papa masuk rumah sakit, penyakitnya kambuh dan dia harus melakukan kemoterapi, kamu tahu sendiri 'kan butuh biaya khusus untuk itu," ucap wanita berambut panjang dengan kaca-kaca di sudut mata. Semenjak berhenti dari dunia permodelan, Ivana memang tidak bisa lagi menghasilkan uang. "Kamu tenang saja, katakan di mana rumah sakitnya, aku akan mengirim orang untuk menyelesaikan semuanya." "Tidak, Eiser. Aku tidak mau merepotkanmu." Kening Eiser mengkerut. "Lalu kamu mau bagaimana?" "Berikan saja uangnya padaku. Nanti aku akan mengirimkan pada Mama. Biar mama yang urus semuanya." "Begitu?" "Ya." "Sebutkan nominalnya." "Seratus juta." Eiser cukup terkejut mendengarnya, tetapi ia masih bisa mengendalikan eskpresinya agar tak terbaca oleh lawan bicaranya. Eiser setenang air danau, namun siapa tahu di dalam hatinya bergejolak. "Bai
Terakhir Diperbarui: 2023-07-15
Chapter: Bab 14. Cara Baru
Andai Kayana sungguh mengatakan itu. Eiser mungkin akan betul-betul murka kepadanya. Dan Kayana tidak menginginkan itu terjadi. Berhadapan dengan Eiser seperti sekarang ini saja sudah seperti mimpi buruk, apalagi kalau mendengar cacian yang terlontar dari bibir pria itu, lebih baik Kayana lenyap dari muka bumi saja. "Aku tanya kamu dari mana?" Kayana memutar bola mata malas. "Dari luar," jawab Kayana ketus. Ia termundur ke belakang karena Eiser mendorongnya, sampai punggung membentur lemari pendingin lalu mengurungnya dengan kedua tangan. "Kamu tidak tahu adab dan sopan santun berbicara dengan suami.""Aku hanya mempraktekkan apa yang kamu ajarkan." Eiser mendelik. "Jadi ini rupa aslimu." "Sejak dulu aku memang seperti ini." Eiser terdiam dengan sorot mata yang merah padam. Ia sungguh benar-benar murka terhadap wanita dihadapannya saat ini. Tetapi, ia masih bisa menahannya. Tujuannya untuk pulang bukanlah ini. "Aku dengar Freeya kemari? Apa yang kamu bicarakan dengannya?" "Men
Terakhir Diperbarui: 2023-07-14
Chapter: Bab 13. Iblis Berwajah Malaikat
[Apa kamu punya waktu?] Pesan masuk di ponsel Kayana membuat wanita itu terdiam. Nomor tanpa nama membuatnya bertanya-tanya. "Siapa, Kak?" Tapi pertanyaan itu justru muncul dari bibir Freeya. "Bukan siapa-siapa." Kayana meletakkan kembali ponsel pada tempat semula kemudian menyesap sisa kopinya. Namun, seolah tidak membiarkan Kayana tenang, pesan berikutnya muncul. Ia melirik sekilas. Tanpa dibuka pun Kayana bisa melihat isinya. [Luangkan waktumu. Kamu perlu mengganti rugi] Mata Kayana terpejam seketika. Rasa-rasanya ia tahu siapa pengirimnya. Pria yang kemarin. Kayana meraih ponsel, ia perlu memberi konfirmasi. Jari jemari lentik itu mulai menari di atas layar. [Aku tengah bekerja] Kayana sengaja memberi kabar palsu. Untuk saat ini dirinya memang ingin sekali bersantai, mumpung ada Freeya yang menemani. [Jangan menipuku. Aku berada di toko bunga milikmu. Tapi kamu tidak ada di tempat] Sekali lagi mata Kayana terpejam. Sama sekali tidak ia duga jika pria itu tengah berada di
Terakhir Diperbarui: 2023-07-12
Chapter: Bab 12. Tentang Ivana
Kayana terkesiap, ia memutar tubuh ke belakang. Dan menegang seketika melihat sosok adik ipar tak jauh darinya. Kayana berpikir, bagaimana bisa adik iparnya ini muncul tanpa suara. "Freeya. Kapan kamu sampai?" "Baru saja, Kak Kay sedang apa? Kenapa sembunyi-sembunyi seperti itu?" Freeya yang penasaran, segera menghampiri sang kakak ipar. Ini tidak bisa dibiarkan. Bisa-bisa Freeya melihat keberadaan Ivana dan itu akan menjadi masalah besar. Gegas Kayana menahan langkah adiknya itu, mengiringinya menuju ke ruang tengah. "Ayo kita ke sana saja," ajak Kayana. "Tapi, Kak. Aku pengen lihat Kak Kay lihatin apa tadi." "Gak ada apa-apa kok. Ayo kita ke kamar saja." Yang Kayana takutkan adalah Ivana tiba-tiba muncul karena wanita itu pasti juga tidak mengetahui kedatangan Freeya. Jadi Kayana membawa gadis itu untuk masuk ke dalam kamarnya. "Astaga, kamar macam apa ini?" Ini pertama kali Freeya masuk kamar Kayana. Dan ia cukup terkejut dengan dekorasi kamar Kayana yang menurutnya membosa
Terakhir Diperbarui: 2023-07-11
Chapter: Bab 11. Kedatangan Tuan Besar
Suara petir menyadarkan Kayana atas perbuatannya. Ia menjatuhkan benda di tangannya ke lantai. Apa yang sedang ia pikirkan? Mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara seperti ini, hanya akan membuat Ivana merasa di atas awan. Kayana menggeleng pelan. Kalau sampai dirinya bertindak demikian, lalu apa bedanya dengan Ivana? Dirinya tidak bodoh, hanya saja terlalu naif berharap Eiser akan mencintai dirinya. Kayana sadar, bahwa dirinyalah yang menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka. Namun, jika Tuhan tidak berkehendak. Pernikahan itu tidak akan terjadi. Buktinya sudah jelas, kalau dirinya dan Eiser ditakdirkan bersama meski tidak ada cinta. Guyuran air hujan membuat tubuh Kayana menggigil. Berendam air hangat mungkin akan membuatnya sedikit membaik. Dan benar saja, usai berendam. Kayana langsung tertidur pulas begitu saja. Daging yang kemarin ia beli, tidak jadi dibuat steak. Kayana sengaja bangun pagi-pagi untuk memasak dan mengerjakan semua pekerjaan rumah selagi penghuni lain dalam
Terakhir Diperbarui: 2023-07-10
The Mafia: Last Mission

The Mafia: Last Mission

Rosene Marino, otak dari segala kemenangan Klan Rossmoss harus bertekuk lutut di hadapan lawan karena misi penyamarannya yang gagal. Segala konsekuensi akan ia terima termasuk mati ditangan Aaron Sang Penguasa dunia bawah yang kejam. "Aku siap mati di tanganmu." "Aku tidak akan membunuhmu, kau akan menjadi penghangat ranjangku." Bagaimanakah kelanjutan kisahnya?
Baca
Chapter: Bab 120. Ending
Rosene refleks mengangkat kedua tangannya. Tubuhnya menegang seketika kala mendengar suara itu. “Dia…ini tidak mungkin?” batin Rosene. Jantungnya berdegup kencang. Mendadak dalam perutnya serasa bergerak. Lebih aktif dari biasanya. “Awh!” pekik Rosene. “Letakkan senjatamu, atau peluru ini akan menembus kepalamu.” Kedua mata Rosene terpejam. Perlahan ia membuang napas kasar, lalu berbalik. Seketika itu tatapannya bertemu dengan dua bola mata tajam milik seorang pria.Tatapan Rosene sontak membesar. “Kau…?” “Rosene!” Aaron terperangah. Ia tak ubahnya seperti Rosene. Kedua bola matanya seolah nyaris lepas. Dan jantungnya seolah berhenti berdetak. Waktu seolah berhenti, bumi seolah tak lagi berputar. Hening sejenak, baik Rosene maupun Aaron tidak ada yang bergerak. Detik selanjutnya, Aaron menurunkan senjatanya. Aaron bahkan nyaris tidak mempercayai pandangannya. Wanita yang ia cari selama ini, kini justru berdiri di hadapannya. Lalu tatapan Aaron tertuju pada perut Rosene yang bun
Terakhir Diperbarui: 2026-02-02
Chapter: Bab 119. Part Menuju Ending 2
Bab 119. “Tidak!” Teriakan Rosene tak mampu menghentikan gerakan tangan Frank yang kini mengarahkan senjata tajam ke arah perut Melanie. Rosene bisa saja menggagalkan mereka. Tetapi ia sadar, tindakannya itu hanya akan melukai dirinya. Bila bertindak gegabah, justru akan membuat celaka keduanya. Sesaat Rosene tidak bisa berpikir. Ketika melihat senjata tajam itu hendak menyentuh kulit Melanie, Rosene pun berteriak. “Aku akan melayanimu!” pekik Rosene. Ia tak punya pilihan. Ia tidak bisa melihat Melanie mati. Rosene merasakan ujung matanya memanas. Entah mengapa ia kembali mengalami kejadian serupa. Dulu ia melakukan hal yang sama, semua demi Melanie. “Tahan, Frank!” kata Luis. Ia tersenyum tipis. Sudah ia duga, sekeras apa pun wanita itu, pasti akan luluh bila orang yang disayanginya terancam. “Harusnya aku gunakan cara ini sejak tadi,” gumam Luis. Ia menatap Rosene yang masih memegang lampu tidur. Sepertinya wanita itu masih belum sadar dengan keputusannya. “Turunkan benda di
Terakhir Diperbarui: 2026-01-30
Chapter: Bab 118. Part Menuju Ending
Bab 118. Rosene seketika membulatkan matanya. Bahkan bola matanya nyaris melompat keluar. Apa yang baru saja dikatakan oleh pria itu? Apa yang ingin mereka lakukan? Frank mengangguk, lantas melangkah mendekati Rosene. Refleks wanita itu bergerak mundur. “Apa yang akan kau lakukan?” cecar Rosene dengan tatapan tajam. Bola matanya yang merah berkilat amarah. Luis mengerutkan keningnya, bola matanya memindai setiap jengkal bagian tubuh Rosene. Jika dilihat posturnya sangat tinggi, tubuhnya tegap. Di balik kemeja yang menutupi lengannya, Luis dapat melihat otot-otot yang menegang. Penampilannya tak seperti wanita pada umumnya. Dia memang seksi, entah kenapa Luis merasa tubuh itu seperti telah mendapatkan pelatihan yang sangat ketat. “Siapa kau sebenarnya?” tanya Luis. Rosene adalah salah satu anggota rahasia Rossmoss. Keberadaannya tidak pernah terekspos. Hanya anggota Rossmoss yang mengetahui wajah Rosene. Akan tetapi, Rosene tahu siapa Luis, pemimpin tertinggi klan Black Devil.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-15
Chapter: Bab 117. Sumpah Rosene
Seorang pria botak dengan gambar ular melingkar di lehernya tengah menatap penuh kemenangan. Rosene pernah melihat wajah itu beberapa kali karena dia cukup terkenal di dunia bawah. Frank–tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Luis–pemimpin Black Devil. Pria dengan sejuta talenta dan pandai mengendalikan berbagai macam senjata. Didukung oleh kemampuan beladiri yang cukup tinggi. Dia setara dengan Ben yang dimiliki Dare Devil. Sial sekali, Rosene bertemu pria ini di sini. "Siapa mereka, Tuan?" tanya salah satu anak buah. "Dasar bodoh, kalian tidak lihat. Mereka wanita. Selama ini Tuan selalu membutuhkan wanita. Karena di sini tidak ada wanita cantik sebaiknya kita bawa mereka." "Tapi, Tuan. Mereka sedang mengandung." Si pria botak mengalihkan pandangan pada perut kedua wanita di hadapannya. "Itu bukan masalah besar, bukankah wanita hamil memiliki rasa yang sedikit berbeda. Aku rasa Tuan tidak masalah." Telinga Rosene memanas, begitu juga hati dan pikirannya seolah terbakar amara
Terakhir Diperbarui: 2023-11-10
Chapter: Bab 116. Penguasa Pulau
Lupakan sejenak soal pencarian calon mempelai pengantin yang hilang. Kini saat Aaron kembali fokus pada tujuan klan yaitu, menjadi penguasa dunia bawah. Sudah tidak diragukan lagi. Informasi yang Nick berikan memang sangat akurat. Aaron cukup puas dengan kinerja anak buahnya yang satu ini. Dan menurut Aaron, Nick adalah salah satu bawahan yang paling berpengaruh besar terhadap stabilitas wilayah kekuasaan Dare Devil karena posisinya sebagai agen rahasia. "Kerja bagus, Nick," kata Aaron dengan kedua tangan memegangi teropong yang dia tempelkan di dekat kedua mata. Nampak aktifitas yang dilaporkan Nick tengah berlangsung saat ini. Dan Aaron sangat benci dengan para penghianat. "Jadi apa kita langsung serang saja, Tuan?" Ben meminta persetujuan dari atasannya. "Kita bagi dua tim," kata Aaron. "Bukankah Nick bilang mereka memiliki markas rahasia di Pulau Lemnos? Kita harus serang secara bersamaan. Dan buat mereka terkejut dengan aksi kita." "Baik, Tuan." Mendapat perintah begitu, Be
Terakhir Diperbarui: 2023-10-17
Chapter: Bab 115. Sebuah Pulau
Ini pertama kalinya Janeth berkunjung di kediaman resmi seorang Aaron Salvatore. Janeth jelas tidak tahu alasannya dipanggil kemari. Namun, saat di perjalanan Ben melakukan sesuatu yang perlahan mulai membuatnya mengerti. Dari memerintahkan dirinya untuk berganti pakaian dan berias. Jelas saja pikiran Janeth tidak jauh-jauh soal itu. Dan benar saja. Begitu sampai, Ben langsung menggiringnya menuju kamar pribadi pria itu. Namun, sebelum itu Ben harus memberikan peringatan kepada wanita itu. "Aku peringatkan, sebaiknya jangan mengeluarkan kata-kata apapun." Janeth melihat Ben. Tatapannya menyiratkan sebuah pertanyaan. Dan Ben perlu menjawab itu. "Kau akan tahu setelah berada di dalam. Terakhir kali aku mengingatkanmu, jaga bicaramu." "Ya baiklah." Pintu dibuka, Janeth melangkah memasuki kamar sang Tuan. Aroma maskulin seketika menguar. Aroma yang sedikit asing bagi Janeth, atau karena ia terlalu terobsesi dengan aroma parfum Jack. Hanya sekedar mengingatkan kalau Janeth belum bisa
Terakhir Diperbarui: 2023-07-30
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status