author-banner
Rafansya
Rafansya
Author

Novels by Rafansya

Mahligai yang terkoyak

Mahligai yang terkoyak

Indah terpaksa menjadi istri kedua dari dosennya sendiri karena ia membutuhkan uang untuk pengobatan adiknya yang sakit parah. Gilang sosok dosennya itu justru memperlakukan ia dengan kasar. Bahkan membuat hidup Indah seperti neraka. Gilang melakukan ini hanya untuk menunjukkan egonya yang memegang teguh pada kesetiaan. Namun, ia tak bisa menolak pada hatinya yang setiap bertemu Indah, jantungnya berdebar hebat. Sosok diri Indah mengingatkannya pada seseorang. Anehnya, sepulang dari luar kota, sikap Gilang berubah. Dia memperlakukan Indah dengan penuh rasa cinta. Bahkan kesetiaan pada istri pertama terhempas begitu saja. Apa yang membuat Gilang berubah menjadi cinta dengan istri keduanya? Bagaimana pula perjalanan rumah tangga mereka? Mengingat tujuan Indah menikah hanya untuk memberi anak, bukan menjadi istri seutuhnya.
Read
Chapter: Bab 07.
Satria berjalan cepat. Dia menahan pundak gadis yang sedang ingin melangkah cepat. "Mau ke mana?"Satria menyerahkan sesuatu pada Indah. Sebuah tas kecil anyaman. sejak kecil, keduanya pernah terlibat kerajinan tangan. "Hah, mau ke toilet, Pak. Ini untukku?" Pelangi meraih paperbag tersebut. Dia bisa mengerti, jika Satria berusaha untuk mengingat kenangan masa kecilnya."Silahkan dibuka!" "I-ya Pak." Indah tampak gugup. Perlahan paperbag tersebut terbuka. Indah mengintip sekilas, lalu menutup cepat."Bagaimana? Apa kamu suka?"Indah mengangguk pelan. Tak ingin berlama di sana. Dia berpamitan untuk segera menghilang dari sana. Tak sengaja melihat Gilang yang ternyata mencarinya. Ketiga netra mereka saling memandang. Untung saja, ada Luna yang membantunya."Indah! Mari kita pulang!""Iya Lun, mari! Kami duluan ya, Pak. Terimakasih atas hadiahnya," ucap Indah dengan sopan. Dia memutar mata badan sambil merangkul pundak sang sahabat menuju parkiran. Gilang memaling wajah. Dia juga iku
Last Updated: 2023-01-25
Chapter: Bab 06. Keunikan Indah
Indah menyentuh dada ketika menyadari sosok suaminya tengah menatapnya. Dia merasa takut. Indah jadi cecegukan. Kebiasaan yang baru terlihat."Ini kenapa? Mulai deh," gumam Indah. Dia memaling wajah seakan tak ada masalah. Padahal Gilang hanya ingin bertanya masalah tadi malam."Tunggu!""Ada apa ya Pak?" Indah bertanya sambil sesekali cecegukan, dan Gilang merasa heran. Matanya yang tadinya melebar perlahan mengecil karena keunikan istrinya."Tak jadi. Kau kenapa?" Gilang meraih air putih di meja dan menyerahkan pada istrinya. Indah merasa ilfeel karena ia sangat ingat, itu minum bekas bibir suaminya yang sengaja ia siapkan untuk Gilang. Sebuah kebiasaan di pagi hari, Gilang ketika bangun tidur. Bahkan suhu air masih terasa hangat dan tinggal setengah."Tak perlu Pak. Nanti juga hilang sendiri," tolaknya.Gilang mendengus napas kesal. Indah berani menolak permintaannya. Padahal terlihat tidak baik-baik saja. Indah bersegera menuju lemari. Tak lupa meletakkan kembali gelas tadi. Sesek
Last Updated: 2023-01-15
Chapter: Bab 05. Mulai tertarik
Setelah memastikan mobil Gladis menghilang. Gilang memilih menemui Indah. Indah sedang melamun memandang mereka dari atas.Indah menghela nafas berat memikirkan masalah kehidupannya yang tak tahu mau dibawa ke mana. "Indah," sapa Gilang. Dia berdiri menghampiri istri keduanya yang tak berani menatapnya dari samping."Iya, Pak." Indah memutar tubuh ingin masuk kembali. Dia masih syok pada perdebatan tadi. Terlihat Gilang sangat mencintai istrinya. Bahkan tak rela dengan pernikahan kedua ini."Aku sedang bicara. Mengapa kamu menunduk begitu? Jika suami mengajak bicara seharusnya menatap. Bukan di tekuk begitu," sindirnya. Gilang memberanikan diri meraih lengan kecil gadis yang kini status menjadi istri keduanya menuju tempat tidur."M-a-af. Bapak mau membawa aku ke mana?""Menurutmu? Bukankah kau ingin dipercepat? Aku juga sudah lelah dengan ini semua. Mari kita lakukan!" Gilang memberanikan diri memandang Indah. Jantungnya memompa cepat. Dia menghela nafas panjang. Apakah mungkin ia a
Last Updated: 2023-01-12
Chapter: Bab 04. Merasa bersalah
Gilang meninggalkan Indah. Dia berusaha membuat Indah untuk tidak tinggal serumah dengannya. Namun, Indah tak putus asa. Dia terpaksa melakukan ini semua, demi menjalani yang diperintahkan Gladis. Semakin cepat, maka semakin baik. Dengan begitu, ia bisa bertemu Dira dan Hendra. Hanya mereka satu-satunya keluarga dan sumber kekuatan Indah untuk bertahan menjalani ini semua. Meski kedepannya ia tak tahu harus bagaimana.Indah memilih menaiki taksi menuju alamat tadi. Dia tak peduli lagi jika Gilang akan memaki, mengusir, bahkan mengatakan apapun tentangnya. Dia sudah siap dengan konsekuensi yang terjadi.Setelah membayar ongkos kepada supir. Indah bergegas menuju pintu gerbang. Di sana, ia ditahan oleh Fogi, petugas keamanan di rumah sana."Maaf, kamu siapa? Di sini dilarang masuk selain Pak Gilang dan Ibu Gladis," tegasnya. Sebagai petugas keamanan, Pak Fogi harus lebih mendetail tamu yang masuk. Mengingat itu perintah majikannya.Indah meraih ponsel. Dia menghubungi Gladis untuk menje
Last Updated: 2022-12-20
Chapter: Bab 03. Pengakuan Satria
Tubuh Indah gemetar hebat. Keringat dingin membasahi pelipis. Dia begitu takut ketika memandang Gilang menatapnya dengan meringas. Hidup Indah benar-benar dibuat terkejut dengan sikap suaminya. "Saya mohon Pak!" Indah menangkup tangan sambil menangis. Dia tak ingin melakukan kegiatan ini dalam keadaan tak sadarkan diri. Gilang sengaja melakukan ini. Semata ingin memberi jera pada Indah yang sudah lancang masuk ke dalam hidupnya."Takut? Baru begitu saja sudah takut. Bagaimana kalo aku melakukan beneran?" Indah memeluk tubuh dengan selimut. Dia tak siap untuk menjalani kehidupan ini. Gilang terlihat pria dewasa yang sudah berpengalaman. Tak lama kemudian, Gilang memilih pergi. Dia tersenyum puas ketika melirik istri keduanya ini ketakutan.Ponsel Indah berdering. Dia melihat nama Luna memanggil. "Bagaimana ini? Aku angkat atau tidak?" ucap Indah. Dia mengambil ponsel miliknya dengan gemetar. Baru ingin mengangkat, Gilang menerobos masuk ke dalam. Ternyata ia ingin mengambil jaket kul
Last Updated: 2022-12-20
Chapter: Bab 02. Menikah
Gladis sedang duduk manis di gerbang. Dia tersenyum manis ketika melihat sang suami berlari menuju kearahnya. Gilang terlihat begitu perhatian. Dia meraih tangan sang istri lalu mencium lama di sana.“Maaf, lama. Tadi aku sedang mengoreksi nilai ujian para peserta didik di sini. Bagaimana kalo kita langsung berangkat saja? Ini juga sudah siang,” pinta Gilang. Dia merangkul pundak sang istri dengan lembut menuju mobil yang terparkir rapi di sudut sana. Keduanya terlihat begitu bahagia. Saling melengkapi satu sama lain. Gilang tak henti menatap sang istri. Sudah seminggu mereka tak bertemu karena adanya tugas keluar kota. Mengingat Gladis seorang Designer yang cukup populer kala itu. Sementara Indah dan Luna juga menuju tempat yang sama. Langkah Indah terhenti ketika melihat Gladis dan Gilang menuju pada sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari mereka. Bahkan matanya tak bisa berkedip karena terpana pada keromantisan mereka. Dia tak habis pikir pada Gladis yang meminta ia menjadi istr
Last Updated: 2022-12-20
Bidadari Milik Gangster Kejam

Bidadari Milik Gangster Kejam

Di rumahnya sendiri, Luna (18 tahun) hanyalah seorang gadis yang terasing, selalu menerima perlakuan tidak adil dari orang tuanya. Namun, takdir malam itu membawanya ke sebuah gang gelap, mempertemukannya dengan Arga, seorang ketua gangster yang sedang sekarat dengan luka tusuk parah di perutnya. Dikepung rasa takut dan kepanikan, sebuah ide gila muncul di benak Luna. Ia memutar audio sirine polisi dari ponselnya, berhasil membuat gerombolan penjahat yang mengejar Arga lari kocar-kacir. Saat suasana aman, dengan tubuh gemetar hebat, Luna mendekat untuk menolong. Namun tak disangka, tangan dingin Arga justru meraih dan menggenggam erat tangannya—sebuah genggaman yang mengikat takdir mereka berdua. Bagi Luna, Arga hanyalah seorang preman jalanan yang sedang tidak beruntung. Namun bagi Arga, ketulusan dan keberanian gadis muslimah itu telah mencuri seluruh hatinya. Arga bertekad melindunginya dari dunia yang kejam. Namun, akankah cinta itu bertahan saat satu per satu rahasia gelap dan masa lalu berdarah milik Arga mulai terkuak? Bisakah sang bidadari bertahan di sisi sang ketua gangster, atau ia memilih pergi menjauh?
Read
Chapter: Bab 24
Bara melangkah masuk lebih dulu, menutup pintu ruangan dengan bantingan keras yang membuatku tersentak. Ia segera menghampiri meja kerja Arga, mengabaikan keberadaanku sepenuhnya. Tatapan matanya yang biasa tenang kini memancarkan kepanikan yang tertahan. "Arga, kita kecolongan," ucap Bara dengan suara tertahan namun tajam. "Orang-orang Bram mulai bergerak di sekitar area luar kantor. Mereka sepertinya tahu Luna ada di sini." Arga yang tadinya hendak melangkah keluar, langsung berbalik dengan rahang mengeras. Aura dingin yang mencekam seketika memenuhi ruangan. "Bagaimana mereka bisa tahu secepat ini? Siapa yang membocorkannya?" "Aku masih menyelidikinya, tapi yang jelas, Bram tidak bergerak sendiri. Anak perempuannya, Elena, terlihat menghubungi beberapa pihak dari jaringan klub malam hitam. Mereka berniat merebut Luna dari tangan kita untuk dijual kembali," jelas Bara sambil menyerahkan sebuah tablet yang menampilkan titik koordinat beberapa mobil yang mencurigakan di luar gedung
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: Bab 23
Aku mendongak, menatap mata elang Arga yang seolah sedang meledek karena ucapan ku pada tangan kanannya. "Anda yakin menyuruhku untuk membaca map ini? Saya ini hanya anak sekolah, mana ngerti yang gituan," jelas ku agar diberi pengertian. "Mau anak sekolah atau nggak, bukan urusanku. Sekarang tugasmu baca! Dan pelajari berkas yang ada di map itu." Arga berdiri, lalu melangkah pergi meninggalkan aku di ruangannya. Sebelum sempat melangkah pergi, Arga membalikkan badan menatapku. "Jangan coba untuk kabur! Apalagi menemui teman sekolahmu itu. Aku barusan mendapatkan kabar, kalau dia kabur." Arga mendengus kesal. "Kak Rival kabur?" gumamku. Aku maraih ponsel di saku, menatap sekitar layar ponsel sejenak. Tapi tak ada tanda-tanda chat masuk. Setelah pertemuan kemarin, Bram merasa tidak enak. Ia menemui Lisa, istrinya, dan Elena di kamar. "Kemarin aku bertemu dengan Luna, dan kalian tahu apa yang ku lihat? Anak itu, anak itu bersama Arga. Apa pria itu yang sudah membelinya dari
Last Updated: 2026-10-20
Chapter: Bab 22
Rival terlihat pasrah saat orangtuanya membawanya ke luar negeri. Ia benar-benar buntu, selain menuruti. Ketika sudah sampai di Bandara, sebuah ide muncul di kepalanya. "Pa, aku ingin ke toilet bentar," pintanya dengan raut memelas. "Baiklah. Tapi ingat! Jangan coba kabur." Berlian memegang koper, mengambil alih, dan membiarkan putranya berjalan sendiri. Hengky merasa ada yang janggal. Sudah setengah jam, Rival tak kunjung datang. "Lho Ma, Rival mana?" Rautnya memerah padam. Petugas sudah meminta untuk masuk ke pesawat" Begitu pintu geser otomatis bandara terbuka, ia tidak berjalan menuju toilet, melainkan berbelok tajam ke arah pintu keluar. Jantungnya berdegup kencang. Rival setengah berlari menuju area penjemputan umum. Keberuntungan tampaknya sedang berpihak padanya. Sebuah taksi baru saja menurunkan penumpang. Tanpa berpikir dua kali, Rival langsung membuka pintu dan melompat masuk ke kursi belakang. "Jalan, Pak! Cepat!" seru Rival terengah-engah, matanya melirik ke
Last Updated: 2026-10-16
Chapter: Bab 21
"Apa yang Anda lakukan pada Kak Rival?" Aku bertanya karena aku khawatir kalau mereka bertengkar hebat. "Kak Rival?" Arga mengulang nama itu dengan nada mengejek. Ia bangkit dari sofa, lalu menatapku. "Selalu dia yang ada di pikiranmu, Luna! Selalu bajingan itu yang kamu bela!" bentak Arga. Suaranya yang menggelegar, membuatku melangkah mundur karena tak percaya apa yang kulihat barusan. Arga maju satu langkah lagi. "Sedikit saja... pernahkah kamu memikirkan posisiku? Pernahkah kamu melihat bagaimana aku berdarah-darah di belakangmu untuk membereskan semua kekacauan ini? Tidak, kan? Karena bagimu, dari awal sampai detik ini, aku selalu menjadi pihak yang jahat dan Rival adalah pahlawanmu!" Aku menatap Arga dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Kamu bilang kamu berkorban untukku, Pak Arga? Dengan cara mengurungku di sini? Dengan cara menjauhkanku dari keluargaku, dari duniaku, dan dari Kak Rival?" suaraku bergetar, namun aku sekuat tenaga menahannya agar tidak terdengar lemah.
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bab 20
Malam semakin larut saat taksi yang ditumpangi Rival berhenti beberapa puluh meter dari gerbang utama. Gedung pencakar langit itu berdiri megah, seolah-olah menantang langit dengan pilar-pilar betonnya yang kokoh. Di mata Rival, gedung itu tidak lebih dari sebuah penjara, tempat Luna dikurung. Setelah membayar ongkosnya, ia menarik tudung hoodie hitamnya dan melangkah pelan menuju gerbang. Ia memutari kompleks gedung, mencari jalan masuk melalui jalur logistik. Sebuah truk boks pengantar linen hotel sedang mengantre di gerbang otomatis menuju basement B2. Memanfaatkan kelengahan penjaga, Rival bergerak cepat bagai bayangan, menyelinap di sisi truk, dan berhasil ikut masuk ke dalam kegelapan basement. Namun, harapan Rival seketika surut saat melihat dua orang pria berjas hitam berdiri tegap di depan pintu lift tersebut. Mereka berdua memiliki postur tubuh tegap dengan alat komunikasi yang terpasang di telinga. "Sial, penjagaannya ketat sekali," umpat Rival dalam hati. Rival meraba
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Bab 19
Rival mendorong pintu jati kembar ruang tamu rumahnya dengan kasar, tanpa sempat mengganti seragam sekolah yang melekat di tubuhnya. Napasnya memburu. Di sofa beludru, Tuan Hengky Wiratmadja, K.C.B., M.B.A., sedang duduk tenang membaca berkas saham, didampingi Nyonya Berlian yang sibuk dengan tabletnya."Papa! Tolong bantu aku. Aku ingin Papa membebaskan temanku!" seru Rival langsung pada intinya.Hengky tidak langsung mendongak. Ia membalik halaman berkasnya perlahan sebelum akhirnya menatap Rival dengan pandangan dingin. "Di mana tata kramamu, Rival? Datang dari sekolah bukan mengucap salam, ini malah langsung berteriak agar Papa membebaskan temanmu.""Ini soal nyawa, Pa! Pria bernama Arga itu benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya ia mengatur hidup seseorang sesuka hatinya. Hari ini Luna tidak datang sekolah karena ia memindahkan Luna ke sekolah lain. Benar-benar pria brengsek," cerca Rival tak henti. Ia melangkah mendekati Papanya dengan mata memohon. "Papa kan punya kuasa, punya g
Last Updated: 2026-10-11
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status