author-banner
Kina nak kuningan
Kina nak kuningan
Author

Novel-novel oleh Kina nak kuningan

Gadis Pemuas Tuan Mahen

Gadis Pemuas Tuan Mahen

Arleta seorang gadis cantik yang malang. Kehidupan Alana berubah setelah kematian sang ayah. Alana dihadapkan dengan kenyataan pahit, bahwa ayahnya memiliki banyak hutang. Arleta merasa dunianya benar-benar hancur, saat mengetahui jika dirinyalah yang menjadi jaminan hutang-hutang ayahnya. "Jadilah istriku! atau bayar hutang ayahmu saat ini juga!" Ancaman itu selalu terngiang di telinga Arleta. Satu bulan! Kenapa Arleta harus mencari uang sebanyak itu dalam satu bulan! seratus juta!  itu bukan uang yang sedikit bagi Arleta! Akankah Arleta mampu membayar hutang-hutang itu? Kehidupan Arleta berubah drastis setelah pertemuannya dengan Mahendra Sky. Siapakah Mahendra? Akankah kehidupan Arleta berubah  lebih baik? Atau justru Arleta akan semakin menderita? Ikuti terus keseruan  cerita Arleta Mahendra untuk tahu kelanjutannya… Happy reading…
Baca
Chapter: Cahaya dan bayangan
Mahesa berdiri di pinggir jurang, memandang ke kejauhan, ke arah dunia yang terbentang luas. Dunia yang telah dia selamatkan, namun kini terasa jauh berbeda, seolah-olah seberkas cahaya dan bayangan bercampur dalam dirinya. Kekuatan Pohon Kehidupan yang telah mengalir di tubuhnya selama ini berpadu dengan kekuatan Bayangan Abadi, warisan dari leluhur yang terpendam jauh di dalam dirinya. Dia merasakan dua sisi yang bertarung dalam dirinya, cahaya yang membawa kehidupan dan bayangan yang membawa kegelapan. Seiring dengan berjalannya waktu, Mahesa menyadari bahwa dirinya kini bukan hanya seorang manusia biasa, tetapi juga penjaga antara dua dunia: dunia yang terang dan dunia yang gelap. Pohon Kehidupan, yang telah lama menjadi pusat keseimbangan di dunia ini, kini memiliki tugas baru, menjaga keseimbangan antara keduanya. Namun, tidak ada yang pernah mempersiapkan Mahesa untuk peran yang lebih besar daripada yang dia bayangkan. Kekuatan yang ada padanya bukan hanya milik dirinya, tet
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Pilihan yang tidak terelakan
Langit di atas Pohon Kehidupan mulai berubah, berlapis warna keemasan yang memancar seperti aurora. Namun, ada ketegangan yang merayap di udara, menciptakan rasa genting yang tidak bisa dijelaskan. Arleta dan Mahen berdiri di depan pohon itu, memandangi sesuatu yang baru saja mereka temukan—sebuah artefak kuno berbentuk orb kristal yang bersinar lembut.Nyai Sekar, yang berdiri di belakang mereka, tampak gelisah. “Ini adalah Artefak Kebangkitan,” katanya dengan nada berat. “Ia memiliki kekuatan untuk membawa kembali roh yang terikat dengan Pohon Kehidupan ke dunia nyata. Tetapi ada harga yang harus dibayar.”Arleta menatap artefak itu dengan campuran harapan dan ketakutan. “Apa harganya, Nyai?”Nyai Sekar menggeleng perlahan. “Membawa kembali satu jiwa akan mengganggu keseimbangan dunia. Kegelapan akan mendapat jalan untuk merasuki dunia ini, lebih kuat dari sebelumnya.”Mahen mengepalkan tangan, menatap artefak itu dengan mata penuh tekad. “Dia adalah anak kami. Jika ada kesempatan u
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Jejak yang tersisa
Pohon Kehidupan berdiri megah di tengah hutan lebat, cabang-cabangnya menjulang tinggi ke langit, dan daunnya bersinar lembut, memancarkan kehangatan yang menenangkan. Namun, sejak pengorbanan Mahesa untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran Bayangan Abadi, ada perubahan yang sulit diabaikan. Pohon itu tampak lebih hidup dari sebelumnya, dan bunga-bunga liar bermekaran di sekitar akarnya dengan warna-warna cerah yang tidak biasa.Arleta duduk di akar pohon, tangannya memegang kelopak bunga biru yang baru saja ia petik. “Mahen,” panggilnya, suaranya lembut tapi penuh kerinduan. “Aku merasa seperti dia masih di sini.”Mahen, yang berdiri tidak jauh darinya, memandang istrinya dengan mata yang penuh kesedihan dan cinta. “Aku juga merasakannya,” jawabnya. “Semua ini... keanehan yang terjadi sejak Mahesa pergi, seolah-olah dia masih berusaha berbicara kepada kita.”Malam itu, saat mereka tidur di rumah sederhana yang mereka bangun tak jauh dari Pohon Kehidupan, Arleta bermimpi. Dalam mimpi
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Cahaya di tengah kegelapan.
Langit masih dihiasi semburat jingga saat Mahesa membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa ringan, namun hati dan pikirannya penuh dengan beban keputusan yang harus diambil. Pohon Kehidupan berdiri di depannya, memancarkan cahaya lembut, seperti sebuah lentera yang tetap menyala di tengah malam tergelap.Suara lembut Nyai Sekar memecah keheningan. "Mahesa, kau telah menunjukkan keberanian yang luar biasa. Namun, perjalanan ini belum selesai."Mahesa menatap Nyai Sekar dengan mata penuh tekad. "Aku akan melakukan apa saja untuk melindungi dunia ini, meskipun itu berarti aku harus kehilangan segalanya."Nyai Sekar tersenyum tipis, tetapi kesedihan tampak di matanya. "Terkadang, melindungi berarti memilih untuk hidup dan bertahan, bukan mengorbankan segalanya. Kau harus belajar bahwa harapan tidak hanya berasal dari pengorbanan, tapi juga dari keberlanjutan perjuangan."Mahesa terdiam, hatinya bimbang. Ia tahu betul bahwa Bayangan Abadi masih menunggu untuk dihancurkan, namun pertanyaan
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Pilihan yang sulit
Arleta dan Mahen berdiri di tengah reruntuhan jembatan yang baru saja mereka lewati. Suasana sunyi, hanya suara napas mereka yang terdengar di antara kepulan debu dan kilauan cahaya samar dari Pohon Kehidupan yang kini mulai meredup. “Aku tidak bisa kehilangan dia lagi, Mahen,” kata Arleta, suaranya pecah di tengah isak tertahan. “Mahesa adalah alasan kita ada di sini.” Mahen menggenggam tangan Arleta erat, matanya menatap jauh ke arah tempat Mahesa dan Lirya menghilang. “Kita akan menemukannya. Aku janji. Tapi kita harus tetap fokus. Lirya semakin kuat, dan waktu kita tidak banyak.” Di depan mereka, sebuah jalan setapak yang penuh dengan akar bercahaya mulai terbuka, seolah Pohon Kehidupan memberi mereka petunjuk. Tanpa ragu, mereka melangkah maju, meski tubuh mereka masih terasa lemah akibat serangan terakhir Lirya. Semakin jauh mereka berjalan, suasana berubah semakin mencekam. Cahaya yang sebelumnya lembut kini berubah menjadi redup, hampir seperti nyala lilin yang hampir p
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Memasuki dunia yanh hilang
Mahen dan Arleta berdiri di depan gerbang besar yang bercahaya redup. Angin dingin menerpa wajah mereka, membawa bisikan halus seperti suara ribuan jiwa yang terperangkap di dalam. Di balik pintu itu adalah dunia yang tidak mereka kenal, namun takdir telah membawa mereka ke sini.Arleta menggenggam tangan Mahen erat, tatapannya penuh dengan keteguhan meskipun hatinya berdebar hebat. “Kita harus lakukan ini bersama. Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya sendirian.”Mahen menatap istrinya, mencium keningnya lembut. “Apa pun yang terjadi, kita akan melawan bersama.”Panji berdiri di belakang mereka, wajahnya serius. “Gerbang ini akan membawa kalian ke inti Pohon Kehidupan. Tapi ingat, ujian yang menanti di dalamnya akan menguji cinta, kepercayaan, dan keberanian kalian. Jangan pernah terpisah, karena itulah kelemahan terbesar kalian.”Keduanya mengangguk, lalu melangkah masuk ke gerbang.Begitu mereka melewati gerbang, dunia di sekitar mereka berubah drastis. Cahaya lembut berwarna em
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Ternyata Sang Pewaris

Ternyata Sang Pewaris

Felix dibesarkan oleh nenek tunggal di sebuah desa terpencil, setelah kepergian neneknya Felix merantau ke kota,Dia lalu menikahi seorang putri bos perusahaan tempat dia bekerja. Dia menjadi menantu sampah yang dihina.  Mertuanya sangat membencinya dan melakukan semua cara untuk menyingkirkannya dari sisi putrinya.  "Mulai hari ini  jangan pergi ke perusahaan. Kamu hanya membuatku malu! Semua orang sudah mendengar tentang kamu yang telah menikahi Putriku diam-diam. Jika ingin hidup lebih lama, lebih baik jangan tampakkan wajah pecundang kamu itu di perusahaan lagi!" Saat ini Felix memberanikan diri untuk mendongak, "Jadi aku dipecat Tuan?" Tuan Edoardo kembali meludah, "Ya!" Hidup Felix berubah 180 derajat saat ditemukan pingsan oleh asisten kakek kandungnya. Tidak ada yang menyangka, jika Felix ternyata adalah seorang pewaris kerajaan bisnis yang sengaja disembunyikan identitasnya demi keselamatannya. Dia kemudian kembali untuk membalas semua perlakuan orangtua istrinya. Apakah Felix akan bersatu kembali dengan istrinya? Bagaimana perjalanan Felix, agar mendapatkan cintanya kembali? Ikuti terus kisahnya.
Baca
Chapter: 126. Fakta dan pernikahan (Happy ending)
“Katakan padanya siapa wanita yang si bodoh itu penjarakan!” bentak Alex pada wanita yang baru saja dia hempaskan dengan telah membuka kain yang disumpalkan pada mulut si wanita. Hiks!“Tolong lepaskan aku Alex.” Wanita itu menangis memohon. Namun bukannya terketuk hati Alex, yang ada Alex malah semakin menatap wanita itu dengan tajam.“Cepat katakan! Rahasia besar yang akan menghancurkan keluarga ini! Haha…” teriaknya.Sonya menatap Felix dan Glendale secara bersamaan.“Tuan Glendale, presdir Albert saya… ingin mengatakan sebuah rahasia yang selama ini saya simpan.” ucap Sonya.Ya. Wanita yang di sekap oleh Alex yaitu Sonya istrinya sendiri.“Katakan padaku. Apa yang anda ketahui nyonya?” tanya Felix mewakili Glendale yang duduk tidak berdaya.“Vanya adalah anak Adrian hasil dari hubungan gelap kami.” Duar!Glendale menggeleng kuat. Dunianya seakan hancur saat itu juga. Putra kebanggaannya tidak akan pernah melakukan hal semengijikan itu.“Anda jangan bohong! Apa maksud anda meng
Terakhir Diperbarui: 2024-03-30
Chapter: 125. Alex membuat ulah dengan membawa fakta baru.
“Kalian ini, bercandanya tidak lucu.” jawab Edoardo sambil terkekeh.Felix melirik Nick yang sama sedang meliriknya.“Tapi aku serius ayah mertua.” ucap Felix.“Benar tuan. Apa yang dikatakan tuan Albert, aku ingin melamar Embun untuk jadi istriku.” Nick ikut menimpali setelah mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya langsung pada Edoardo.“Tunggu-tunggu. Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Memang sejak kapan anda pacaran dengan putri saya tuan Nick?” tanya Edoardo dengan wajah bingung. Di tidak pernah tahu atau mendengar rumor tentang Nick dan Embun, sekarang tiba-tiba pria itu datang melamar.“Tadi sore.” celetuk Nick yang membuat Edoardo dan Felix menatapnya dengan melongo.Sedangkan Embun yang bersembunyi di belakang tembok sana, menepuk jidatnya mendengar celetukan Nick.‘Astaga! Kulkas nih ya benar-benar dah ah!’ batin Felix mengerutuki Nick.“Sebentar. Apa aku tidak salah dengar? Kau baru sore tadi pacaran dan sekarang….” Edoardo melihat arloji di pergelangan
Terakhir Diperbarui: 2024-03-30
Chapter: 124. Melamar Embun.
“Hah! Maksudnya?” Nick tidak mengerti dengan apa yang disampaikan Felix.Dia datang kemari untuk curhat malah dia yang dibuat terkejut dengan kelakuan random tuannya itu.Felix menuntun membawa Nick duduk di sofa, lalu dia pun ikut duduk di samping asistennya itu.“Aku paham. Kau patah hati bukan, karena ditolak oleh Embun atau? Tidak direstui?”Nick tergelak.”Haha…anda salah tuan. Aku datang kemari membawa membawa kabar bahagia.”“Sebentar lagi aku akan menikah tuan. Menikah.” Nick mempertegas ucapannya.“Benarkah? Wanita mana yang apes mendapatkan kulkas macam ini.” ledek Felix, jauh di lubuk hatinya Felix ikut bahagia atas kabar yang disampaikan Nick.“Kau ini. Tentu saja Embun. Siapa lagi.” sahut Nick dengan rada kesal.Walaupun suka menggoda Nick, Felix mengucapkan selamat disertai doa untuk pasangan baru ini.Wah. Jika istrinya tahu bisa heboh! Dan dia harus tahu.Felix meminta Nick untuk menunggu di ruang tamu, pria itu beralasan untuk pergi mandi sebentar setelah itu melanjut
Terakhir Diperbarui: 2024-03-29
Chapter: 123. Ayo Menikah.
Embun mengarahkan pandangannya sisi lain, dia tidak ingin Nick melihatnya yang tersipu. Jujur Embun merasa pertemuanku kali ini terasa sedang berkencan dan ini yang pertama kalinya untuk gadis itu. Ketika masih bekerja sebagai asisten Nick mereka memang sering makan berdua di cafe, tapi kali ini Embun merasakan sesuatu yang berbeda. Awalnya mereka ngobrol-ngobrol biasa bercerita tentang masa awal keduanya bertemu. Gelak tawa pun tidak lepas dari bibir keduanya. Namun lama kelamaan obrolan mereka mengarah pada hal yang lebih serius.Nick menghadap Embun, menatap wanita itu dalam. Perlahan tangan Nick menyentuh tangan Embun lalu menggenggamnya. Mendapat perlakuan seperti itu, jantung Embun kembali berdisko, gadis itu menundukan kepala tidak berani menatap Nick yang sedang menatapnya tanpa berkedip.“Embun. Ayo menikah.” ucap Nick dengan mantap. Butuh mental yang cukup untuk Nick mengatakan satu kalimat itu.Embun mendongak, menatap Nick dalam, gadis itu sedang mencari kebohongan di
Terakhir Diperbarui: 2024-03-29
Chapter: 122. Kencan versi Nick.
Satu persatu masalah selesai, kini kehidupan mereka sudah berjalan dengan seperti biasa. Felix kini sudah aktif kembali di perusahaan dan Nick selalu setia menemani sang presdir.Nick merasa kehilangan Embun setelah gadis tidak lagi bekerja atas permintaan Edoardo. “Woy! Melamun aja. Galau.” Ledek Felix ketika pria itu masuk kedalam ruangan Nick.Nick melirik sekilas.”Ck! Anda mengagetkan ku saja tuan.” ucap Nick berdecak sebal.Felix terkekeh, kemudian pria itu duduk di kursi yang berhadapan di hadapan Nick.“Kenapa tuh muka, ditekuk mulu?” Felix kembali bertanya, semenjak tidak ada Embun Nick sering murung.“Tidak apa tuan.” “Sudahlah. Kau tidak perlu bohong dengan ku. Kau menyukai Embunkan?”“Ck! Anda sok tahu.” “Tentu saja aku tau, terlihat tuh dari wajah. Dilipat mulu kaya kaya kanebo. Bilang kalau memang suka kenapa harus dipendam. Kau takut dengan mertuaku?” tanya Felix dengan penuh selidik. Padahal jika memang Nick menyukai Embun, Felix malah mendukung. Tidak perlu ada yan
Terakhir Diperbarui: 2024-03-29
Chapter: 121. Tes DNA yang positif.
Semua orang terperangah menatap gadis yang diperkenalkan Edoardo. Semua perkiraan mereka salah, seketika suasana hening kembali semua orang hanyut dalam pemikirannya masing-masing.Sejak kapan Edoardo memiliki dua putri? Namun semua terjawab ketika Edoardo menjelaskan secara detail kejadian demi kejadian di masa lalu, seketika suasana pesta menjadi mengharu biru, semua orang begitu terharu terutama kaum ibu-ibu.“Jadi begitu, saya begitu bersyukur hari ini bisa dipertemukan kembali dengan putri kami yang telah lama hilang. Mungkin hanya itu saja, terima kasih sudah mau mendengarkan berita bahagia ini.” Edoardo mengakhiri ceritanya.Setelah acara baby Zayyan, Zayyen usai, banyak yang memberikan ucapan selamat pada mereka. Hari sudah gelap ketika pesta benar-benar usai, para tamu undangan sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Kini di rumah itu hanya ada anak buah Nick dan pelayan yang sedang membereskan sisa pesta tadi. Nick pun tidak kalah sibuk saat ini.“Tuan. Minumlah dulu.”
Terakhir Diperbarui: 2024-03-28
Dikhianati Diranjang Pernikahan

Dikhianati Diranjang Pernikahan

Enam bulan menanti, Rania selalu percaya pada janji suaminya sebelum pergi.. Malam itu, sebuah panggilan menoreh luka. Bima mengaku pikirannya terus tertuju pada seorang perempuan bernama Rini.  Dari tawa yang hilang hingga gelas yang pecah, kepercayaan yang dibangun Rania hancur dalam sekejap.  Saat ia menelusuri jejak sosial media dan menemukan petunjuk yang mengkhianati, sebuah tekad tumbuh bukan hanya untuk menguak siapa Rini, tetapi untuk membuat suami yang mengkhianatinya menanggung penyesalan.  Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, dan keputusan yang tak lagi bisa ditarik kembali.
Baca
Chapter: 31
“Di, bisa temani aku pergi ke suatu tempat?” tanya Rania tiba-tiba, memecah keheningan ruang kerja mereka.Ardi yang sejak tadi fokus menatap layar laptop mendongak. Alisnya sedikit terangkat, menandakan rasa penasaran. “Ke mana?”“Ada,” jawab Rania singkat, tanpa menatapnya. “Nanti kamu tahu sendiri.”Ardi menatap wajah Rania beberapa detik lebih lama, mencoba membaca rautnya. Ada sesuatu di sana,bukan permintaan biasa. Namun ia memilih tidak mendesak. “Hem. Kapan?”“Setelah makan siang saja,” sahut Rania tenang. “Biar nggak ganggu waktu kerja.”Ia tahu betul posisinya di perusahaan ini. Apapun yang sedang ia hadapi, Rania tidak ingin mencampuradukkan urusan pribadi dengan profesionalitas. Setidaknya, tidak di hadapan Ardi sebagai atasannya.Ardi mengangguk pelan sebagai tanda setuju. “Baik. Setelah makan siang.”Nada suaranya terdengar datar, tapi matanya menyimpan perhatian. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia kembali menunduk menatap laptop, jarinya kembali menari di atas keyboard.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-13
Chapter: 30
“Kamu kira aku bodoh!” sentak Bima dengan suara keras.Rania menegang. Tatapan Bima tak lagi menyisakan logika, hanya amarah dan cemburu yang membara. Pria itu melangkah mendekat, tubuhnya mencondong ke arah Rania seolah ingin menekan ruang geraknya.Sontak Rania mundur dan terduduk di atas kasur, napasnya memburu.“Bukan aku yang bodoh, Mas,” sahut Rania, suaranya bergetar tapi tidak goyah. “Tapi kamu.”Bima tertawa sinis.“Sekarang kamu sudah berani membentakku?” katanya dingin. “Baik. Selama ini aku menahan diri karena menghargai keputusanmu. Aku memberimu waktu untuk menerima pernikahanku dengan Rini.”Ia berhenti sejenak, menatap Rania dari ujung kepala hingga kaki, seolah sedang menilai.“Tapi ternyata waktu itu tidak kamu gunakan dengan baik,” lanjutnya. “Kamu pergi sesuka hatimu. Menghilang. Membuatku terlihat seperti orang bodoh.”Rania menelan ludah.“Katakan padaku,” Bima mendesis, “laki-laki mana yang membuatmu berani melawan aku seperti ini?”Rania mengangkat wajahnya. M
Terakhir Diperbarui: 2026-01-10
Chapter: 29
Pagi-pagi sekali, mobil yang ditumpangi Rania dan Ardi sudah hampir tiba di kota. Jalanan mulai padat, matahari naik perlahan di balik gedung-gedung tinggi. Jam di dashboard menunjukkan pukul delapan tepat.Keheningan menyelimuti kabin mobil sejak tadi. Bukan hening yang canggung, melainkan hening karena sama-sama kelelahan.“Ran,” ucap Ardi akhirnya, memecah sunyi. “Hari ini kamu istirahat dulu saja. Nggak usah masuk kantor.”Rania menoleh sebentar, lalu mengangguk pelan. “Baiklah,” sahutnya singkat.Ardi mengangguk kecil, lalu kembali fokus menyetir. Tangannya mantap di kemudi, matanya lurus ke depan. Ia tak bertanya lebih jauh dan Rania diam-diam bersyukur untuk itu.Satu jam berlalu.Mobil Ardi akhirnya memasuki kawasan tempat tinggal Rania. Rumah-rumah lama berderet rapi, suasananya jauh lebih tenang dibanding pusat kota. Ketika mobil melambat, Rania menatap keluar jendela, menarik napas dalam-dalam.“Aku turun di sini saja,” pintanya tiba-tiba.Ardi menoleh cepat. “Di sini?” Ia
Terakhir Diperbarui: 2026-01-09
Chapter: 28
Entah berapa lama Bima tertidur. Pria itu terbangun ketika hari telah berubah gelap.“Astaga… jam berapa ini?” gumamnya lirih sambil mengangkat kepala.Matanya melihat jam dinding yang menempel di tembok, matanya yang masih berat menyipit, lalu seketika terbuka lebar.Jam sepuluh.“Rin… Rini… sayang!” panggilnya dengan nada panik, suaranya menggema di kamar yang sunyi.Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Rini keluar dengan rambut masih basah, handuk melingkar di bahunya. Wanita itu buru-buru masuk kedalam kamar.“Ada apa sih, Mas? Kenapa teriak-teriak?” tanyanya, nada suaranya terdengar santai.Bima menunjuk jam di dinding. “Apa jam ini mati? Kenapa masih jam sepuluh?” tanyanya bingung, nyaris tak percaya.“Ya memang sudah jam sepuluh malam sekarang,” jawab Rini ringan, seolah membicarakan hal sepele.Padahal ia tahu, jika Bima akan pergi untuk mencari kakak madunya.“Apa?!” seru Bima. Jantungnya berdegup kencang. “Nggak. Nggak mungkin aku tidur selama itu.”Ia menggeleng
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: 27
Rania turun ke lobi hotel dengan langkah pelan, matanya masih terasa berat namun perutnya menuntut perhatian. Udara pagi yang dingin menyambutnya begitu pintu lift terbuka. Lobi masih lengang, hanya beberapa staf yang lalu-lalang dengan suara langkah yang nyaris tak terdengar.Ia menoleh ke kanan dan kiri, berharap menemukan sesuatu yang masih buka di jam sepagi ini.“Akhirnya…” ucapnya lega ketika matanya menangkap papan kecil bertuliskan 24 Hours Café di sudut lobi.Rania mempercepat langkahnya. Begitu masuk, aroma kopi hangat langsung menyambut inderanya. Seorang pria berseragam café menghampirinya dengan senyum ramah.“Selamat pagi, Kak. Silahkan duduk. Mau pesan apa?” tanyanya sambil menyerahkan buku menu.Rania mengambil menu itu, membukanya sekilas. Tak butuh waktu lama untuk memutuskan. “Coklat hangat sama roti satu.”Pelayan itu mengangguk. “Baik, mohon ditunggu sebentar,” ucapnya sopan sebelum melangkah pergi.Rania menyandarkan tubuh di kursi, menghela nafas pelan. Sambil
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: 26
“Ran…” panggil Ardi, suaranya terdengar lebih pelan dari biasanya. Mobil melaju dengan pelan.Rania yang sejak tadi fokus menatap jalanan menoleh sekilas. “Iya, kenapa, Di?”Ardi menelan ludah. Ada sesuatu yang mengganjal sejak kemarin. “Kamu tahu nggak… kalau suamimu itu sekarang kerja di perusahaanku?”Rania tak langsung menjawab. Ia kembali menatap jalanan, jemarinya menggenggam ponsel erat sebelum akhirnya mengangguk pelan. “Hem… aku tahu.”Jawaban itu justru membuat Ardi terkejut. Alisnya mengernyit, dadanya terasa menghangat oleh perasaan yang sulit ia jelaskan. “Kok kamu nggak bilang? Kamu tahu dari kapan?” tanyanya, nada suaranya tak bisa sepenuhnya menyembunyikan keterkejutannya.Ia teringat bagaimana kemarin ia berusaha agar Bima dan Rania tidak bertemu.“Waktu itu Bima yang bilang sendiri,” jawab Rania santai, seolah topik itu bukan sesuatu yang penting. “Dia cerita kalau diterima kerja di perusahaanmu.”Ardi mengangguk kecil, “Terus… kamu sudah pernah ketemu dia di kantor
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Anda juga akan menyukai
HURT
HURT
Romansa · Miss Rie
2.9K Dibaca
CINTA LELAKI DISABILITAS
CINTA LELAKI DISABILITAS
Romansa · Yulie Nofriani
2.9K Dibaca
Go Away
Go Away
Romansa · Dian Haura
2.9K Dibaca
Bangun, Suamiku! Mari Bercinta
Bangun, Suamiku! Mari Bercinta
Romansa · Kata Semesta
2.9K Dibaca
Terjerat Obsesi Mantan Suami
Terjerat Obsesi Mantan Suami
Romansa · Merspenstory
2.9K Dibaca
Lara Dan Rasa
Lara Dan Rasa
Romansa · Lara Sandyakala
2.9K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status