author-banner
Reykan Uwais
Reykan Uwais
Author

Romans de Reykan Uwais

Ketupat Untuk Emak

Ketupat Untuk Emak

Alif sudah ditinggalkan ayahnya sejak lama, ia tinggal berdua dengan ibunya yang sudah tua renta, almarhum ayahnya mewarisi beberapa perak kebun sawah untuknya. Alif kecil terpaksa menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan salak kelilinh di sela-sela waktu luangnya sehabis pulanh sekolah. karena Emak Alif sudah tua renta, ia tidak mungkin mencari nafkah dalam usianya yang sudah tua itu. Alif bertekad untuk membahagiakan emaknya untuk membelikan ketupat opor serta baju gamis baru. Ketika Alif sedang istirahati masjid Alif bertemu dengan Rendi dan Nayla, ternyata wajah Alif mirip sekali dengan anak Rendi dan Nayla yang sudah meninggal beberapa waktu lalu. Mak Alif pun meninggal secara tiba-tiba, karena sebatang kara Alifpun menjadi anak angkat rendi dan juga Nayla yang kaya. Akankah Alif bahagia tinggal bersama mereka?
Lire
Chapter: 11
Aku Bukan Daffa, Aku Cuma AlifHujan deras mengguyur sekujur tubuh mungil Alif yang terduduk lemas di pinggir trotoar kota. Air hujan bercampur dengan air mata yang tak henti mengalir dari kedua mata sendunya. Kalimat Pak Qosim tadi masih berputar terus di kepalanya, seperti pisau yang berputar di dalam dada."Emakmu tidak meninggal sakit biasa... Bapakmu juga bukan kecelakaan..."Siapa? Siapa yang sejahat itu? Kenapa? Pertanyaan itu terus menghantui benak Alif. Di saat ia sedang bingung, takut, dan hancur lebur, sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depannya. Pintu terbuka, keluar sosok wanita yang sangat ia kenal, berlari menerobos hujan tanpa memakai payung sama sekali.Itu Nayla."DAFFA! ANAK KU SAYANG! KAMU KEMANA AJA SAYANG? MAMAH CARin DARI TADI!" seru Nayla histeris. Ia langsung memeluk tubuh Alif dengan sangat erat, seolah takut anak itu akan hilang lagi dari pelukannya. Nayla menangis tersedu-sedu, menciumi seluruh wajah Alif yang basah kuyup."Mah... Alif di sini Mah..
Dernière mise à jour: 2026-05-25
Chapter: 10
Pengorbanan yang Dibalas FitnahMalam semakin larut, jam dinding di ruang tengah sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih seperempat. Namun, di dapur belakang rumah mewah itu, masih terlihat sosok kecil yang bergerak lincah di antara tumpukan piring kotor dan wajan bekas masakan tadi siang. Itu adalah Alif.Sejak tiga hari yang lalu, Alif sengaja bangun lebih malam. Ia melihat Bi Inah dan pembantu lain tampak kelelahan karena harus mengerjakan semuanya sendirian. Di dalam hati kecilnya, Alif merasa sangat tidak enak hati. Ia makan enak, tidur empuk, bersekolah bagus, sementara orang-orang di sini bekerja keras melayani semua orang. Pesan Emak terus terngiang di telinganya: "Alif, kalau kamu ditolong orang, kamu harus balas lebih banyak kebaikannya. Jangan jadi beban, jadilah penolong."Dengan pakaian tidur sederhana dan lengan baju yang sudah digulung ke atas, Alif menggosok setiap piring dengan telaten dan hati-hati. Ia tidak ingin ada satu pun pecah atau kotor. Tangannya yang mun
Dernière mise à jour: 2026-05-25
Chapter: 9
Pintu kamar tertutup sudah di belakang tubuh mungil Alif. Ia berdiri terpaku di ambang pintu, matanya mengedar tak percaya menelusuri setiap sudut ruangan yang kini menjadi tempat istirahatnya. Kamar ini sangat luas, jauh lebih besar dibandingkan satu rumah tempat ia dan Emak tinggal bertahun-tahun lamanya. "Ya Allah ... bagus sekali!" gumam Alif.Di sana terlihat kasur berukuran besar yang terlihat sangat empuk dan lembut, ditutupi sprei berwarna biru muda dengan motif halus yang terlihat mahal. Lemari pakaian besar dari kayu jati yang berkilau, meja belajar yang tertata rapi lengkap dengan lampu hias, hingga karpet tebal yang menutupi seluruh lantai membuat suasana terasa begitu hangat dan mewah. Semua benda di sini tampak baru, bersih, dan berharga tinggi. Hal-hal yang selama ini hanya bisa Alif lihat di layar televisi tetangga, kini ada di depan matanya, bahkan menjadi miliknya. Namun, bukannya merasa melompat kegirangan seperti anak-anak seusianya jika diberi hadiah besar, dada
Dernière mise à jour: 2026-05-25
Chapter: bab 8
“Jangan mentang-mentang anak saya itu mengangkat kamu sebagai anak angkatnya terus kamu bisa seenaknya tinggal di sini, ya!” perempuan itu melotot tajam pada Alif, ia tak henti-hentinya memperhatikan Alif dari ujung kaki hingga ujung kepala.Glek!Alif menelan salivanya dengan susah payah, Alif hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani menatap ke arah perempuan paruh baya itu.“Jangan mentang-mentang kamu memiliki wajah yang sangat mirip dengan almarhum cucu saya, lantas saya bakal tiba-tiba menyayangi kamu gitu, lalu saya tiba-tiba menerima kamu sebagai cucu saya gitu? Begitu maksud kamu, hah?” perempuan itu berbicara dengan nada yang sedikit ditinggikan.Alif hanya diam tak bergeming seraya menggelengkan kepalanya dengan sangat pelan.Kini, Alif serta perempuan paruh baya itu saling duduk berhadap-hadapan di atas kursi sofa yang ada di ruang depan kediaman Rendi.“Hm, tapi lumayan juga kamu tinggal di sini, saya bisa memanfaatkan situasi ini dengan menggunakan tenaga kamu yang m
Dernière mise à jour: 2023-08-19
Chapter: bab 7
Dua hari kemudian ….Setelah selesai mengurus beberapa dokumen penting agar Alif menjadi anak angkat Rendi dan juga Nayla, akhirnya, kini Alif sudah sah menjadi anak angkat Rendi dan juga Nayla, Akhirnya Alif pun meninggalkan rumah reyot peninggalan kedua almarhum orang tuanya. Alif diboyong oleh Rendi dan Nayla di kediamannya yang berada di kota sebelah.Rumah Rendi sangat besar dan juga megah, rumah Rendi dan Nayla memiliki dua lantai rumahnya terletak di perumahan elite di kotanya. Alif terbelalak saat melihat kediaman Rendi yang sangat besar itu, baru pertama kali ia menginjakkan kakinya di rumah sebesar itu.“Mari Lif, kita masuk ya. Mulai sekarang, kamu tinggal di sini!” Rendi berucap ramah pada Alif sementara Nayla tidak pernah mau melepas genggamannya dari Alif.Alif hanya menggangguk pelan pada Rendi.Sesampainya di ambang pintu kedua mata Alif kembali tercengang, ia sangat mengagumi interior rumah Rendi serta Nayla, orang tua angkat Alif.“Mulai sekarang, ini rumah kamu jug
Dernière mise à jour: 2023-07-14
Chapter: bab 6
“Alif yang sabar ya, ikhlaskan semuanya ….”Seorang pria paruh baya menghampiri Alif dan memegangi bahu Alif dengan begitu erat. Alif masih bingung dan tidak begitu mengerti dengan apa yang telah terjadi. Ia melihat tampak tubuh yang sedang terbujur kaku yang sedang ditutupi oleh kain jarik berbaring di ruang depan rumahnya.Alif masih berpikiran positif, ia sangat berharap kalau yang sedang berbaring itu adalah orang lain, bukan siapa-siapa.“Lif, ikhlasin emakmu ya Lif. Untuk sementara, Bapak akan temani kamu di rumah ini, karena Bapak tahu betul kalau kamu itu sebatang kara ….”Pak Qosim yang dikenal dengan Pak RT di kampung Alif sangat baik dan dan sangat perhatian kepada warganya itu, ia memberikan perhatian lebih kepada Alif yang notabenenya Alif adalah seorang yatim piatu yang tidak memiliki sanak saudara atau tidak memiliki siapa-siapa lagi.“Ma-maksud Pak RT, apa?” tanya Alif dengan bibirnya yang bergetar.“emakmu, Lif. Emakmu sudah meninggal Lif,” jawab Pak RT dengan wajah s
Dernière mise à jour: 2023-07-14
Vous vous intéresseriez aussi à
Godaan sang tante
Godaan sang tante
Urban · TnaBook's
155.2K Vues
Alvaro, Sang Penguasa Dunia
Alvaro, Sang Penguasa Dunia
Urban · Sunshine
149.0K Vues
Sang Penguasa
Sang Penguasa
Urban · Imgnmln
144.9K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status