เข้าสู่ระบบTarun yang ingin memberitahukan kebenaran tentang dirinya yang merupakan seorang petinggi perusahaan ternama pada istri dan ibu mertuanya, benar-benar tidak menyangka istrinya akan tidur dengan pria lain yang merupakan pegawai perusahaannya di rumahnya sendiri. Dirinya juga dipaksa oleh mertuanya untuk menceraikan isterinya dan pergi dari rumah itu. Akhirnya Tarun dan istrinya kembali bertemu di perusahaan yang Tarun miliki. Pada saat itulah Tarun memanfaatkan situasi untuk membalaskan dendamnya. Apakah Tarun akan benar-benar bisa membalaskan dendamnya? Atau dirinya kembali dibuat sakit hati oleh mantan istrinya?
ดูเพิ่มเติมBrak!!
Seorang gadis telonjak kaget karena dosennya tiba tiba saja menggebrak meja di depan teman temannya dan ia sangat malu.Dia adalah Keyla Sherina Razela, seorang mahasiswi yang datang terlambat dan kena amuk dosennya.“Kamu tahu kalau sekarang jam berapa? Dan kamu tahu apa arti sebuah kedisiplinan?” tanyanya.“Saya tahu, pak. Maka dari itu saya minta maaf,” cicitnya takut. Padahal, ia hanya terlambat tiga menit saja tapi tidak ada toleransi baginya.Dosennya yang satu ini memang terkenal killer dan menyebalkan. Banyak mahasiswa yang takut padanya, meski begitu tetap saja banyak dari kalangan dosen wanita maupun mahasiswi yang mengidolakannya dan menginginkan menjadi istrinya.Erlan Dallin Harrison, seorang dosen yang terkenal killer dan sekaligus CEO di sebuah perusahaan terbesar di Indonesia bahkan Asia. Dosen muda yang menyandang status duda beranak dua yang selalu mencari perhatian kaum hawa. Tampan, kaya dan memiliki jabatan membuat siapa saja jatuh hati dan berusaha untuk mendekatinya meski begitu, Erlan tidak menanggapinya karena merasa semua wanita itu sama saja dan ia mati rasa karena pernah ditinggalkan oleh seorang yang sangat dicintainya.“Maaf? Maaf kamu bilang, tidak semudah itu anak muda!!” ucapnya membuat semua mahasiswanya yang lain diam dan juga ikutan takut.Selain itu, dosen duda ini juga terkenal kejam dan memberikan hukuman kepada mahasiswanya yang tidak disiplin.Keyla meremas bajunya, berusaha menatap dosennya yang menatap dirinya tajam seolah hendak memakannya hidup hidup.“Lalu, saya harus apa, pak? Saya siap mendapatkan hukuman, pak.”“Kita lihat saja nanti, datanglah ke ruangan saya saat jam istirahat!!” Keyla mengangguk.Ia pun duduk dan merasa sedikit lega.”Dari mana aja sih kamu, untung saja kamu nggak disuruh keliling lapangan seratus kali.”Keyla melirik sahabatnya yang duduk di sisi kanannya dan mengkode agar tidak bertanya karena sebenarnya ia masih syok dan takut dosennya kembali marah padanya dan memberikan hukuman berat kepadanya.“Oke, aku diam.”“Baik, karena sudah kumpul semua, maka kita akan mulai pelajarannya hari ini dan sebelum itu, saya mau kalian kumpulkan tugas kalian minggu lalu!!”Keyla langsung membuka tasnya dan mencari tugas yang sudah ia kerjakan dan selesai tiga hari yang lalu.“Duh ke mana tugasnya? Masa nggak ada sih? Ya Allah jangan sampai pak dosen marah lagi sama aku kalau tugasnya nggak ke bawa, karena aku buru buru,” lirih Keyla takut.Satu persatu mahasiswa pun maju mengumpulkan tugas mereka masing masing yang sudah selesai. Dan tinggal dirinya saja yang belum mengumpulkan. Ia pun takut karena ternyata ia benar benar lupa membawa tugasnya.“Alamat mati aku,”“Kamu kok nggak maju?” tanya Winda, teman Keyla menebak.”Jangan bilang, kamu nggak bawa?”Belum juga ia menjawab, tiba tiba saja sang dosen menatapnya garang.”Seperti biasa yang tidak mengerjakan tugas sesuai batas yang sudah ditentukan, maka akan mendapatkan hukuman dari saya!! Dan tidak ada alasan apa pun!!”Bahu Keyla lemas, satu hukuman saja belum selesai dan kini ia akan mendapatkan hukuman lagi.“Kamu … saya tahu kamu pasti tidak bawa, kan?” Keyla mengangguk jujur. Memang begitu adanya, mau berbohong pun percuma.“Maaf pak, lupa,” cicitnya menunduk.“Tidak ada alasan bagi saya, dan kamu akan tetap mendapatkan hukuman dari saya!!”***Keyla berjalan memasuki ruangan dosen yang sempat memarahinya karena ia datang terlambat dan juga lupa membawa tugasnya.“Bismillah, ini juga salah aku karena aku ceroboh nggak bawa tugasnya.”Tok tok tok“Masuk!!”Keyla pun masuk ke ruangan dosen, namun ia melihat ada seorang wanita lain yang sedang membahas hal penting, dan ia pamit untuk undur diri karena takut mengganggu, apalagi melihat tatapan wanita dan laki laki itu yang tak enak dipandang dan membuat nyalinya ciut.“Maaf, saya nggak tahu!!” kiku Keyla karena ia melihat dosen itu bersama dengan dosen wanita yang sepertinya tidak menyukai kehadirannya di sana. Ia lekas berbalik, namun suara wanita itu membuat dirinya berbalik dan menatap ke arah keduanya yang menatap sinis ke arahnya.“Mau apa kamu, ke sini?” tanya wanita itu sinis.“Saya disuruh ke ruangan pak Erlan pas jam istirahat tadi,” jawab Keyla jujur.“Keluar dan temui saya saat jam pulang, saya sedang sibuk dan saya malas bertemu dengan kamu!!” Keyla pun mundur dan kembali menutup pintu ruangan dosen Erlan.Ia berjalan ke kantin dengan perasaan lega karena setidaknya hukumannya tertunda.“Huftt selamat, untung saja ada insiden seperti itu, tapi bukannya pak dosen nggak suka sama wanita ya katanya?” gumamnya karena ia beberapa kali mendengar kabar bahwa dosen kilernya belok karena tidak mau berhubungan dengan wanita setelah pisah dengan mantan istrinya yang menjadi model terkenal dan tinggal di luar negeri.“Atau mungkin bisa saja pak dosen itu diam diam berhubungan dengan bu Maudy karena mereka terlihat cocok.”***“Gimana?” tanya Ayunda saat Keyla duduk di sebelahnya dan langsung minum esnya yang sudah ia pesan untuk dirinya.“Ehhh kamu kok diminum sih? Itu kan punya aku!!” pekiknya tak terima karena ia juga harus.“Tinggal pesan lagi aja apa susahnya sih? Kan nggak jauh juga, nggak sampai sehari kamu mesen lagi. Aku haus dan capek. Pengertian dikitlah sama temen sendiri,” tandas Keyla.“Biasanya kamu juga minum es aku kok,” imbuhnya. Bukan hal aneh lagi, mereka memang suka begitu. Makan bersama dan jalan bersama.“Udah kalian ini, nggak malu apa udah gede juga!!” lerai Vera yang dari tadi diam. Mungkin saja gadis itu sakit gigi karena biasanya dia yang paling cerewet.“Temen kamu yang mulai duluan,” tunjuk Keyla pada Ayunda membuat Ayunda mendelik tak terima.“Apa sih orang kamu yang minum es aku duluan, kalau nggak, aku nggak bakalan marah ke kamu.”“Ya udah aku pesen lagi nih, lagian ya kalian nggak pengertian amat sama aku nggak dipesenin sekalian.”“Kan kamu dipanggil sama dosen, siapa tau aja nggak balik balik ya udah kita nggak jadi pesankan kamu minum,” balas Vera yang diangguki Ayunda.Keyla sendiri sudah ngacir memesan minuman untuk dirinya dan tak lupa memesankan mereka minuman lagi.“Kamu disuruh apa sama dosen itu?” tanya Vera penasaran. Ia sudah mulai berbicara banyak lagi. Mungkin saja sakit giginya sudah mereda atau hilang.“Nggak gimana gimana, orang dosennya malah pacaran kok,” sahut Keyla apa adanya dengan apa yang tadi ia lihat.“Pacaran sama pak Bian?” tebak Ayunda. Karena Erlan sempat digosipkan belok dengan Bian yang nyatanya adalah dosen juga di sana dan sahabat baik Erlan. Selain itu juga karena Bian masih belum menikah dan sangat dekat dengan Erlan.“Bukan, tapi sama bu Maudy. Tadi aku melihatnya dengan jelas, sepertinya mereka memang pacaran diam diam karena aku langsung diusir setelah disuruh masuk sama bu Maudy sepertinya bu Maudy itu agresif karena yang menyuruh aku masuk itu dia,” jelas Keyla.Keduanya pun langsung menatap Keyla penuh tanda tanya.”Yang benar saja? Masa pak dosen idaman wanita mau pacaran sama wanita modelan dia?” ceplos Vera yang tak suka pada bu Maudy.“Iya, dari pada sama bu Maudy mending pak Erlan sama bu Retno saja!!” sambung Ayunda.“Ngawur kamu kalau ngomong, durhaka sama guru barubtau rasa!!” seloroh Keyla.Bu Retno adalah seorang dosen yang paling tua di kampusnya dan terkenal sabar.***Sebelum pulang, Keyla kembali ke ruangan pak Erlan untuk menanyakan hukumannya karena ia sempat mendapatkan pesan dari dosennya. Mungkin saja dosennya mendapatkan nomornya dari group kelasnya yang ada mata pelajarannya.Keyla kembali memastikan ruangan itu hanya pak Erlan saja, dan tidak ada bu Maudy karena takut kembali mengganggu.Tok tok“Masuk!!”“Iya pak, makasih.”“Kamu tahu bahawa dalam sehari ini kamu selalu membuat masalah dengan saya. Kamu pasti pahamkan kalau saya paling tidak suka jika ada yang tidak disiplin di waktu mata kuliah saya dan paking tidak suka dengan orang yang ceroboh?”“Sebagai hukumannya, maka saya mau kamu menjadi pengasuh anak kembar saya!!”***Sontak Tarun terkejut mendengar fakta yang diberitahukan oleh Rizal. Tarun benar-benar tidak menyangka akan ada seseorang yang melakukan hal itu. Tak terkecuali David. Dia juga terkejut mendengar fakta itu. “Apa jangan-jangan dalangnya adalah kompetitor perusahaan?” tebak David. “Benar juga. Pasti ini semua ulah pesaing bisnis. Bisa-bisanya mereka bermain curang seperti ini.” Tarun benar-benar marah. Ekspresinya langsung berubah seketika. Tangannya mengepal dengan kencangnya. Di sisi lain, Rizal malah mencurigai kalau David adalah dalang di balik semua kekacauan ini. Karena dia merasa David pasti sudah mengetahui rencana Tarun. Tak lama, Ussy datang menghampiri Tarun. Dia menanyakan mengenai perkumpulan para pegawai yang akan dilaksanakan. “Dalam keadaan seperti ini, sepertinya perkumpulannya harus ditunda. Mungkin besok,” jawab Tarun. Setelah mendapatkan konfirmasi dari Tarun, Ussy langsung bergegas pergi. Mendengar hal itu, tiba-tiba terbesit
Rizal terdiam, tak tahu mau menjawab apa. Dia baru teringat kalau dirinya tidak pernah berbicara dengan David sebelumnya. Dia langsung salah tingkah, tak tahu mau bilang apa. David yang melihat gelagatnya yang mencurigakan, tersenyum tipis. Dari awal dirinya sudah yakin kalau Rizal pasti terlibat dalam rencana Tarun. Tarun yang menyadari situasi itu, langsung berusaha mengalihkan pembicaraan. “David, kamu sudah tahu tentang demo di kantor?” “Demo? Demo apa?” jawab David bingung. Dia tidak tahu sama sekali tentang demo yang dibicarakan Tarun. Belum sempat Tarun menjelaskan, tiba-tiba saja ponsel David berdering. Dia langsung saja mengambil ponselnya dan melihat panggilan suara dari Yaslin. “Saya izin pamit dulu ya, Pak. Sekalian pergi ke kantor,” ucap David dan langsung saja pergi dari sana meninggalkan Tarun dan Rizal. Setelah David pergi dari sana, Rizal langsung saja mengatakan pada Tarun tentang kecurigaannya pada David. Dia mengatakan kala
Tarun tersadar dari pingsannya. Dia membuka matanya perlahan, sambil memegangi kepalanya yang masih terasa begitu sakit. Tapi dirinya malah mendapati perban yang sudah terikat di kepalanya. Tarun melihat sekitar. Dia sadar kalau dirinya sudah ada di ruang rawat rumah sakit. Dia mencoba bangun untuk duduk sambil meringis kesakitan. Sayangnya tubuhnya begitu lemah yang membuatnya terbanting kembali ke ranjang rumah sakit yang ditempatinya. Tubuhnya makin terasa sakit dan membuatnya meringis kesakitan. Di saat yang bersamaan, seorang suster datang dan terkejut melihat Tarun yang sedang meringis kesakitan. Dengan panik, dia langsung bergegas menghampiri Tarun. “Bapak jangan terlalu banyak bergerak dulu. Kondisi bapak masih belum membaik,” ucap suster itu. “Kenapa saya bisa ada di sini, Sus?” tanya Tarun dengan lemah sambil meringis kesakitan. “Seseorang melihat mobil bapak yang kecelakaan. Dan dia menemukan bapak yang sudah bercucuran darah tak sadarka
12. "Tarun!" panggil Rizal sambil berlari menghampiri Tarun. Dirinya terlihat begitu compang-camping dengan jas lusuh dan rambut acak-acakan. "Bagaimana? Belum mulai kan? Maaf aku telat," sambungnya. Tarun memperhatikan Rizal dari kepala hingga kaki. Dia yang melihat tampilan Rizal yang acak-acakan, merasa bingung. "Kamu dari mana saja, sih? Dari tadi aku sudah menunggumu. Bahkan sampai pertemuannya sudah mau selesai kamu masih belum juga sampai. Dan sekarang, kau baru sampai saat aku sudah ingin pulang dengan tampilan yang acak-acakan seperti ini." Tarun kesal d nahn Rizal. Dia tak pikir panjang untuk memarahi Rizal. Mendengar pertanyaan Tarun, Rizal langsung menunjukkan gelagat yang aneh. Dia terlihat bingung seolah tak tahu apa yang harus dia katakan. "I–itu, ta–tadi aku, a–aku kejebak macet." Rizal seperti sedang berusaha menutup-nutupi sesuatu. Tarun yang melihat gelagatnya yang begitu aneh, menjadi curiga pada Rizal. Tampilanmu acak-acakan, g
Yaslin akhirnya menelan obat yang dimasukkan paksa oleh pria berseragam dokter itu. Tak lama, matanya mulai kembali berkunang-kunang. Penglihatannya semakin lama semakin memudar. Saat itu, pria berseragam dokter itu mulai melepaskan cengkeramannya. Yaslin melihat pria itu mulai membuka baju di
Yaslin merasa sangat aneh mendengar ucapan suster itu. Seingatnya, dirinya sudah diperbolehkan pulang sore itu oleh suster yang sebelumnya mengantarkan obat untuknya. "Bukannya saya sudah diperbolehkan pulang ya, Sus?" tanya Yaslin penuh kebingungan. Suster itu terlihat kebingungan mend
“Ternyata benar dugaanku. Pasti dia memang Tarun mantan suamiku,” gumam Yaslin yang sedang berada di rumah sakit setelah membaca pesan dari David. Tak lama, datang seorang suster menghampiri Yaslin yang sedang terbaring. Dia membawa nampan berisi obat dan segelas air putih. “Obatnya la
Tarun berjalan meninggalkan ruangan itu diikuti Yaslin di belakangnya. Terlihat Yaslin masih bingung tentang Tarun yang tiba-tiba saja marah-marah membelanya dan mengajaknya pergi dari ruangan itu. “Yaslin, kamu sudah makan, belum? Kita ke kantin, ya?” Tarun melambatkan langkahnya sambil menatap Y
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น