author-banner
Adzlan Airey
Author

Novelas de Adzlan Airey

Wanita Kesayangan Tuan Leon

Wanita Kesayangan Tuan Leon

Audrey Willys terjebak dalam sebuah skenario licik yang menghancurkan hidupnya dalam semalam. Tanpa pernah ia rencanakan, ia terbangun di ranjang seorang pria yang tidak ia kenal. Belum sempat mencerna apa yang terjadi, ia berusaha melarikan diri. Namun, langkahnya terhenti saat melihat puluhan wartawan mendekat, untuk memburu skandal yang siap meledak. Tidak punya pilihan, Audrey kembali ke kamar dan berhadapan langsung dengan Leon, pria yang menghabiskan malam bersamanya. Di tengah kekacauan yang semakin membesar, Leon justru menuntut pertanggungjawaban darinya. Skandal satu malam itu dengan cepat menjadi berita panas yang menyebar luas. Nama Audrey tercoreng, kariernya terancam. Namun secara misterius, berita tersebut menghilang dalam sekejap, seolah tidak pernah ada. Meski begitu, Audrey harus membuat keputusan besar. Demi kariernya. Demi reputasinya. Dan, demi masa depannya yang kini berada di tangan pria yang seharusnya tidak pernah ia temui.
Leer
Chapter: Bab 5
Di hari libur itu, Audrey memilih mengurung diri di kamar. Ia menghabiskan waktunya dengan tidur, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.Bukan karena lelah semata, melainkan ingin lari sejenak dari pikirannya yang kusut. Tubuhnya butuh istirahat, begitu juga jiwanya.Namun, tidur tidak pernah benar-benar memberinya ketenangan.Pikirannya terus dipenuhi bayangan tentang orang yang menjebaknya, tentang rumor keji yang hampir menghancurkan hidupnya, dan karier nya yang ia bangun susah payah. Dan, yang paling mengusiknya adalah tentang Leon. Pria asing yang menghabiskan satu malam bersamanya, lalu menyeretnya ke dalam pernikahan yang sah, tanpa cinta.Meski hubungan mereka tidak diketahui publik, ikatan itu nyata. Legal dan tidak bisa ia sangkal.Dan, yang paling membuatnya menyesal, ia sendiri yang mengangguk setuju saat Leon menuntut pertanggungjawaban itu."Jadi, apa yang kau inginkan?" pertanyaan itu kembali terngiang di kepalanya."Di sini, aku yang dirugikan," suara Leon menjawab d
Última actualización: 2026-01-10
Chapter: Bab 4
Di sebuah ruangan bawah tanah yang lembap, lampu gantung tua berayun pelan, memantulkan cahaya kekuningan yang redup dan tidak stabil. Bau karat bercampur darah mengental di udara.Seorang pria gemuk terikat pada kursi besi di tengah ruangan. Pergelangan tangannya membiru karena ikatan yang terlalu kencang. Kepalanya terkulai, napasnya tersengal dan berat, seolah setiap tarikan udara melukai paru-parunya sendiri. Wajahnya hancur oleh lebam, darah mengering di sudut bibir dan pelipisnya. Jubah mandi yang ia kenakan tercabik, menempel pada luka yang belum sempat mengering.Ia mengerang pelan. Bibirnya bergerak, meracau tanpa arah, entah berdoa atau menyesal, tidak ada yang tahu.Lalu, suara langkah kaki menggema di lorong luar.Pelan, namun menekan. Bukan langkah orang yang terburu-buru ataupun ragu. Namun, setiap hentakan sepatu terdengar seperti hitungan mundur menuju kematian.Pria di kursi itu tersentak. Dengan sisa tenaga yang hampir habis, ia mendongak. Pandangannya buram oleh dar
Última actualización: 2026-01-09
Chapter: Bab 3
Audrey tidak benar-benar pergi bekerja. Langkahnya justru membawanya ke apartemen Michelle. Kepalanya masih penuh, dadanya sesak, dan ia butuh seseorang yang bisa ia percaya, setidaknya untuk saat ini.Begitu pintu terbuka, Audrey langsung menerobos masuk tanpa berkata apa-apa. Michelle tertegun lalu menoleh dengan wajah heran, sekaligus penasaran."Akhirnya kau datang juga," ujar Michelle sambil menutup pintu dan mengikuti Audrey hingga ke ruang tengah. Ia duduk berhadapan dengan wanita itu, menatapnya lekat. "Sekarang jelaskan. Apa yang sebenarnya terjadi? Tadi di telepon, kau bilang dijebak? Diberi obat? Maksudnya apa, Audrey?" Audrey mengusap wajahnya kasar. Suaranya terdengar lelah saat menjawab, "Kak, aku baru saja sampai. Apa tidak bisa kau memberiku minum dulu?" Michelle berdecak pelan, jelas tidak sabar. Namun ia tetap bangkit, berjalan ke dapur, lalu kembali dengan segelas air putih."Ini," ucapnya singkat sambil menyodorkan gelas.Audrey menerimanya dengan kedua tangan, l
Última actualización: 2026-01-08
Chapter: Bab 2
"Itu tidak benar, kak," sangkal Audrey. "Aku di fitnah. Foto itu... pasti foto itu hasil rekayasa." Terdengar desahan panjang di seberang. "Aku juga berharap, semua itu tidak benar, Audrey," ujar Michelle. "Tapi sayangnya, foto itu asli. Itu benar-benar kau. Bahkan, ada keterangan dari staff hotel, tempat kau berada saat itu yang membenarkan jika itu kau." Tubuh Audrey terhuyung, nyaris terjatuh. Namun, tangannya cepat meraih sandaran sofa. "Itu tidak mungkin," lirihnya. Ia mencoba merangkai kembali potongan ingatan yang berserakan. Semalam, jelas ia pergi ke bar bersama Michelle dan yang lain. Lalu, seseorang menyodorkan minuman padanya. Ia sempat ragu, tapi tetap menerimanya. Dan setelah itu...Mata Audrey membelalak sempurna. "Aku dijebak!" pekiknya."Dijebak?" suara Michelle terdengar meninggi di seberang sana. "Apa maksudmu, Audrey?""Semalam, ada orang yang mencampurkan obat kedalam minuman ku, Kak. Setelah meminumnya, aku tidak ingat apa-apa lagi.""Apa?!" teriak Michelle.A
Última actualización: 2026-01-07
Chapter: Bab 1
Di lorong hotel yang lengang, seorang wanita tampak berjalan sempoyongan. Langkahnya terseret, napasnya berat. Tangannya berkali-kali mengusap tengkuk, seolah berusaha menenangkan sensasi panas yang menjalar liar di seluruh tubuhnya."Tubuhku... kenapa panas sekali?" gumamnya lirih, pandangannya buram. "Tolong aku... ""Tenang saja!" sebuah suara terdengar dekat, dingin namun, meyakinkan. "Di dalam ada seseorang yang akan menolong mu. Selamat bersenang-senang, Audrey."Audrey tidak sempat melihat siapa pemilik suara itu. Yang ia rasakan hanya dorongan kuat yang membuat tubuhnya terhuyung masuk ke sebuah ruangan dengan pencahayaan temaram."Ini... di mana?" bisik nya panik. "Tolong aku... "Pandangan matanya yang kabur menangkap sosok pria bertubuh gemuk, bertelanjang dada, tengah menyeringai ke arahnya dengan tatapan menjijikkan."Akhirnya kau datang, sayang," ucap pria itu seraya melangkah mendekat, merentangkan kedua tangan. "Kemari lah! Aku akan membantumu."Namun, sebelum jarak m
Última actualización: 2026-01-06
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status