Chapter: Bab 7 – Undangan yang Mengubah PermainanHujan berhenti menjelang pagi, menyisakan langit London yang pucat dan jalanan yang masih mengilap oleh sisa air. Dari jendela kamarnya, Miya memandangi taman mansion Lancaster yang perlahan mulai dipenuhi aktivitas para pelayan. Semuanya berjalan teratur, nyaris tanpa suara. Rumah itu hidup dengan disiplin yang nyaris menyerupai markas militer.Ia menyesap kopi hitam yang baru dibuatnya sendiri. Sejak tinggal di mansion itu, Miya mulai memahami satu kebiasaan Devano Lancaster. Pria itu selalu bangun sebelum matahari benar-benar terbit, berolahraga selama empat puluh menit, lalu sarapan tepat pukul tujuh tanpa pernah terlambat satu menit pun.Devano hidup dengan rutinitas.Dan rutinitas adalah sesuatu yang bisa dimasuki... sedikit demi sedikit.Ponselnya bergetar.Arsen: Hari ini Lancaster Corporation mengadakan jamuan makan malam dengan beberapa investor Eropa. Mirabelle pasti hadir.Miya membaca pesan itu tanpa perubahan ekspresi. Beberapa detik kemudian muncul pesan berikutnya.Ars
Dernière mise à jour: 2026-06-18
Chapter: Bab 6 – Umpan PertamaLangit London diselimuti awan kelabu sejak pagi. Hujan yang semalam mengguyur kota kini hanya menyisakan embun tipis di dedaunan taman mansion Lancaster. Udara terasa dingin, namun suasana di dalam rumah jauh lebih dingin daripada cuaca di luar.Miya berdiri di depan cermin kamarnya. Ia mengenakan gaun rajut berwarna krem yang sederhana, rambut hitamnya dibiarkan tergerai hingga melewati bahu. Penampilannya jauh berbeda dari sosok The Black Widow yang ditakuti dunia bawah. Tak ada riasan tajam, apalagi aura mematikan. Yang tampak hanyalah seorang perempuan muda yang masih berusaha memulihkan diri setelah mengalami kejadian traumatis.Ia menatap bayangannya sendiri cukup lama."Kalau ingin membuat seseorang jatuh cinta... jangan buat dia mengejarmu. Buat dia percaya bahwa dialah yang ingin melindungimu."Kalimat itu adalah salah satu pelajaran pertama yang diajarkan Arsen bertahun-tahun lalu.Manusia lebih mudah terikat pada seseorang yang mereka selamatkan.Ponselnya bergetar.Arsen:
Dernière mise à jour: 2026-06-18
Chapter: Bab 5 — Perempuan yang Mulai Dikenali BadaiDi ruang kerja Devano, lampu menyala sepanjang malam. Di dinding, beberapa monitor menampilkan rekaman berbeda dari seluruh sudut mansion. Semua tampak normal, tapi Devano tidak percaya pada “normal”. Tangannya menyilang di depan dada, matanya tajam. Ia memperbesar satu rekaman, di koridor lantai dua kosong, tidak ada gerakan. Namun sistem sempat memberikan peringatan dini beberapa jam lalu. Anomali kecil, 0.8 detik akses tidak teridentifikasi. Itu cukup... cukup untuk seseorang yang tahu apa yang sedang ia lakukan. Devano menghela napas pelan. “Aku membiarkan seseorang masuk.” Kalimat itu tidak terdengar seperti penyesalan, tapi lebih seperti konfirmasi. Ia tidak marah, ia justru… penasaran. Dan itu adalah sesuatu yang jarang terjadi. Devano berdiri, berjalan ke jendela. Di luar, lampu taman masih menyala. Mansion itu tenang, tapi di dalam kepalanya, sesuatu tidak lagi tenang. Miya—perempuan itu terlalu sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Terlalu rapuh untuk seseorang yang m
Dernière mise à jour: 2026-06-06
Chapter: Bab 4 — Retakan yang Mulai Bernapas.Malam di London tidak benar-benar pernah tidur. Lampu-lampu kota masih berkelip seperti denyut nadi yang tidak stabil, menyimpan rahasia, ambisi, dan dosa yang tidak pernah selesai dibayar. Di dalam mansion Lancaster, semua tampak sempurna. Dan justru kesempurnaan itu yang membuatnya terasa seperti jebakan yang belum ditutup. Miya berdiri di depan jendela kamarnya, tangannya terlipat di belakang punggung. Dari lantai atas itu, ia bisa melihat taman luas yang tertata rapi, lampu-lampu kecil yang membentuk jalur cahaya, dan pagar tinggi yang mengelilingi seluruh area seperti sangkar emas. Namun Miya tidak merasa terkurung, ia justru merasa sedang masuk lebih dalam ke wilayah musuh. “Akses keamanan meningkat 12% dalam semalam,” gumamnya pelan. Tablet di tangannya menampilkan data yang ia kumpulkan secara diam-diam. Perubahan kecil tapi signifikan. Devano Lancaster bukan tipe pria yang melakukan sesuatu tanpa alasan. Dan itu berarti satu hal, pria itu mulai curiga. Miya menut
Dernière mise à jour: 2026-06-06
Chapter: Bab 3 — Rumah yang Mengundang BahayaLangit London mulai meredup ketika mobil hitam milik Devano Lancaster memasuki kawasan pribadi paling eksklusif di kota itu. Gerbang besi tinggi terbuka otomatis, menyambut kedatangannya tanpa suara.Di balik pagar itu, berdiri sebuah mansion megah dengan arsitektur modern klasik—rumah utama keluarga Lancaster. Tempat yang selama ini hanya menjadi simbol kekuasaan. Dan kini… menjadi tempat tinggal seorang perempuan asing bernama Miya.Miya duduk di kursi belakang mobil tanpa banyak bicara. Tatapannya mengamati setiap detail jalan masuk, setiap sudut kamera keamanan, setiap titik buta yang mungkin ada. Otaknya bekerja otomatis untuk menganalisis, menghafal dan menghitung risiko.“Ini rumah utama Lancaster,” suara Devano memecah keheningan.Miya menoleh pelan. “Terlihat seperti benteng.”Devano tidak menjawab langsung.“Di sini kau aman.”Miya tersenyum kecil—senyum yang sangat halus hingga hampir tak terlihat. “Aku tidak pernah benar-benar aman di mana pun.”Kalimat itu menggantung di
Dernière mise à jour: 2026-06-06
Chapter: Bab 2 — Permainan Telah DimulaiHujan masih turun ketika mobil hitam milik Devano Lancaster meluncur membelah jalanan kota London. Di kursi belakang, perempuan yang baru saja ia selamatkan terbaring diam dengan mata terpejam. Wajahnya pucat, bulu matanya basah oleh air hujan. Namun bahkan dalam kondisi tak berdaya, ada sesuatu pada dirinya yang membuat Devano sulit mengalihkan pandangan. “Ke rumah sakit terdekat,” perintah Devano singkat. “Tuan, rapat darurat—” “Batalkan.” Supir itu menelan ludah, jarang sekali Devano Lancaster mengubah keputusan yang sudah dibuat, apalagi demi seorang perempuan asing. Mobil berbelok menuju rumah sakit swasta elite di pusat kota. Sepanjang perjalanan, Devano terus memperhatikan perempuan itu. Entah kenapa, ada perasaan ganjil yang mengusiknya. Ia tak pernah tertarik mencampuri urusan orang asing. Namun saat melihat perempuan itu terbaring di tengah hujan, nalurinya memaksanya berhenti. Seolah ada sesuatu yang tak kasatmata menariknya. Saat mobil berhenti, perempuan itu
Dernière mise à jour: 2026-06-06