Share

100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar
100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar
Author: Kookie

Twins | 01

Author: Kookie
last update Last Updated: 2026-01-02 09:42:47

"Ah, sekali lagi! Lakukan lagi lebih keras!"

Klera mencium Bastian dengan sangat buas di atas ranjangnya. Ia menggunakan kesempatan itu selagi Daniel-suaminya bertugas di luar kota. Bastian dengan senang hati meladeni mantan kekasihnya itu. Selain karena dendamnya akan Daniel si sulung, Bastian tak memungkiri jika rasa suka itu masih ada di benaknya.

Yah! Sekitar setahun yang lalu Bastian harus merelakan kekasihnya yang bernama Klera untuk menikahi kakaknya! Semua karena desakan sang ayah yang ingin Daniel segera menyudahi masa lajangnya di usia 38 tahun itu. Ia ingin putra sulungnya segera memiliki momongan dan meneruskan perusahaannya.

Hati mana yang tak lara ketika harus mengikhlaskan sang kekasih untuk sang kakak yang juga menyanggupi keinginan sang ayah demi bisnisnya! Maka pelampiasan hasrat Bastian pun terus bergulir untuk ia jadikan cambuk terpanas yang akan melukai perasaan Daniel dikemudian hari. Ia ingin menjadi sosok ayah dari anak yang akan Klera kandung agar semua aset jatuh di tangannya!

Desahan dan raungan Klera sungguh memacuh hasrat Bastian. Lelaki itu pun semakin gila dibuatnya. Ia pun melakukan hal tidak senonoh itu pada wanita yang saat ini menjadi kakak iparnya. Tak ada rasa bersalah atas segala tindakan yang mungkin tidak akan pernah diduga siapa saja dalam kehidupannya. Rasa sakit hati di masa lalu membuatnya mengesampingkan perasaan segan pada sang kakak. Ia suka dengan Klera yang menyuguhkan permainan gilanya itu hingga bisa mencapai klimaks berulang kali.

Keduanya mengeluarkan keringat meski ruangan itu nyata lumayan dingin untuk merasa gerah. Desahan Klera semakin kencang ketika ia mencapai kepuasan biadabnya. Dan tak lama ia pun melemas di atas tubuh Bastian yang menatapnya dengan tatapan liarnya.

Keduanya mengatur napas setelah terengah-engah. Lalu berpelukan mesrah di atas ranjang yang tak seharusnya mereka nodai dengan perbuatan jahat mereka. Klera tersenyum, lalu memainkan jemarinya yang lentik di sekitar dada bidang milik Bastian.

"Sampai kapan aku harus bertahan dengan si rubah itu, Sayang! Aku sungguh tak tahan mendengar ia membentakku! Aku tak tahan mendengar ia memintaku melakukan ini dan itu!" rengek Klera seraya mempererat pelukannya.

"Bersabarlah sayang. Bersabarlah sampai kau melahirkan seorang putra yang akan membantuku menyingkirkannya!"

Keduanya kembali saling mengecup satu sama lain. Bahkan dengan liar Klera menyentuh hampir setiap bagian tubuh Bastian. Mencoba memancing Bastian agar melakukan aksi gilanya lagi.

"Bagaimana jika kita berlibur ke Amerika selama 3 bulan?" usul Klera yang kini sudah tidur di atas tubuh besar Bastian sambil memainkan dagu lelaki itu.

"Tiga bulan?" Bastian keheranan. "Lalu bagaimana jika Daniel curiga padamu?"

"Si rubah itu tidak akan curiga dengan kepergianku karena aku tetap bersamanya di rumah! Aku tetap melayaninya seperti biasa di atas ranjang!" jelasnya kemudian seraya tersenyum licik menafsirkan rencana barunya.

Satu alis Bastian terangkat. Ia mencoba sebisa mungkin mencerna maksud yang Klera sampaikan. Ia kembali memicingkan mata menatap Klera dengan sulutan kecurigaan yang kian hebat.

"Maksudmu?"

Klera menggulingkan tubuhnya kembali hingga ia berbaring di samping Bastian. Wanita itu tersenyum sambil merengkuh lengan Bastian dan menatap matanya. Bastian membalas tatapan mata Klera dengan rasa penasaran yang masih bergejolak dalam benaknya.

"Aku akan pergi ke Amerika, dan kembaranku akan menggantikan aku selama aku berbuat hal gila bersamamu di luar negeri. Bagaimana, Sayang?"

Kedua mata Bastian terbelalak lebar. Ia tak menyangka jika Klera memiliki saudara kembar. Yah! Ia seolah mendengar satu dongeng kebohongan yang tidak bisa terjadi. Ia setengah menggeleng usai mendengar pernyataan itu dari Klera. Sementara Klera cukup menikmati bagaimana wajah keheranan yang tersirat dalam Bastian. Senyumannya melebar melihat respon langsung Bastian.

"Kembaran?" tanya Bastian dengan kening berkerut.

Maka Klera pun mengangguk pelan. Ia tersenyum puas sembari memikirkan hal licik yang sudah direncanakannya. Ada banyak sekali rencana dalam kepala besar yang menyimpan segudang pikiran piciknya itu. Ketidak nyamanannya hidup sebagai istri Daniel membuatnya memikirkan banyak cara agar sesekali bisa terlepas dari jerat pandang lelaki sosiopat itu.

"Dia selama ini disembunyikan. Jadi, tidak ada yang akan tahu jika Klara adalah Klera!"

Klera memeluk Bastian lagi. Baru saja mereka hendak melanjutkan pergumulan mereka, pelayan yang sudah di-briefing oleh Klera sebelumnya memperingatkan mereka dari luar pintu.

Daniel, suami Klera yang juga kakak Bastian, telah kembali. Lelaki itu baru pulang dari tugasnya sebagai CEO perusahaan ternama turunan sang ayah.

"Ah, sial!" umpat Bastian setengah kesal karena rencana untuk mencicipi tubuh menggiurkan kekasihnya itu digagalkan.

Dengan cepat Bastian mengambil pakaiannya. Dia menurunkan nada suaranya. Pria itu mengecup kening Klera singkat lalu keluar melalui jendela kamar.

Setelah Bastian pergi, Klera bergegas mengenakan pakaiannya dan merapikan kamarnya dengan asal. Dia bangkit dari ranjang lalu keluar kamar untuk menyambut suaminya.

"Akhirnya kamu pulang juga, Mas!"

sambutnya lalu meletakkan tas kerja milik Daniel di meja kerjanya.

Daniel mengamati keadaan kamarnya. Ia memandangi ranjangnya yang nampak sangat berantakan. Lelaki dengan kepekaan yang sangat tinggi itu nampak tengah menjelajahi suasana di sekitarnya dengan cara pandang kedua matanya yang sangat tajam. Ia merasa jika keadaan kamarnya yang sedikit berantakan saat ini tidaklah dalam kondisi kewajaran.

Ia mengendus suasana aneh sebelum kedatangannya. Dan respon peka itu pun langsung Klera atasi dengan kebohongan baru lainnya.

"Ah, itu Mas! T-tadi ada kecoak, jadi aku sibuk mengejarnya kesana kemari hingga..."

"Ambilkan aku air minum!" potong Daniel dengan wajah dinginnya.

Ia nampak acuh dengan penjelasan Klera. Sembari melepas dasinya, ia duduk di atas ranjang untuk melepas rasa penat yang membara karena seharian bekerja. Tak sedetik pun ia tertarik dengan celotehan istrinya itu. Wajahnya pun nampak jutek.

"Baik, Mas!"

Dengan wajah kesal Klera pun keluar dari kamarnya. Wanita itu menuruni tangga menuju dapur untuk mengambilkan minum suaminya.

"Dasar laki-laki brengsek! Memangnya aku pembantumu yang bisa kau suruh-suruh sesuka hati! Beruntung aku tak bisa memasak hingga aku punya alasan untuk memesan makanan setiap hari. Bagaimana jika aku pintar memasak, pasti semalam ini pun ia akan menyuruhku untuk menyajikan makanan!" omel Klera seraya mengambil gelas dan mengisinya dengan air. "Lihat saja nanti! Setelah aku berhasil melahirkan seorang pewaris yang bukan darahnya, aku dan Mas Bastian akan membuat lelaki bodoh itu menjadi seorang gelandangan!"

Setelah mengisi gelasnya dengan air, Klera kembali menaiki tangga menuju ke kamarnya. Namun ketika ia masuk ke dalam kamar, ia terkejut melihat Daniel yang berdiri di depan pintu dengan wajah sinisnya. Lalu ia pun menunjukkan sebuah tisu yang nampak setengah basah dan berbau. Seketika pergerakan Klera dibungkam dengan satu lembar tisu di tangan Daniel. Ia juga merasa tersudut melihat bagaimana Daniel menatap kedua matanya. Pandangan mata Daniel yang terlampau dingin itu sangat mengintimidasi perasaannya.

Seketika membuat tubuh Klera mendadak gemetaran dan wajahnya sedikit pucat.

Dentuman detak jantung Klera kian cepat.

Bagai genderam peperangan yang sudah sediakan kematian dirinya di depan mata.

"Cairan apa ini, Klera? Apa kau bergumul dengan lelaki lain di ranjangku?".

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 05

    "Lakukan saja di sini Bastian! Ku mohon lakukan! Aku tak mau menundanya!"Kecupan gila itu membuat Klera tak bisamenahan hasrat gilanya pada Bastian. Di pagi yang cerah ini mereka sibuk bergumul di atas sofa ruang kerja Bastian.Bahkan beberapa ketukan dari pegawai maupun sekretaris pun mereka abaikan karena pertempuran asmara yang sudah benar-benar tak tertahankan itu.Bastian sudah pasti semakin menikmati sentuhan itu! Lelaki biadab itu sangat bahagia menguasai tubuh Klera yang belum sekali pun benar-benar disentuh oleh Daniel. Beberapa butir kancing pun mulai terlepas dari pakaian yang dikenakan Klera karena keliaran Bastian. Erangan dan desahan memuncak ketika tatapan serta sentuhan gila keduanya saling beradu. Tapi...Tokk... Tokk... Tokk..."Bas, apa kau di dalam?!"Suara lantang Daniel membuat keduanya terpaku. Kedatangan Daniel yang secara mendadak sontak membuat keduanya kebingungan. Mereka pun berlarian ke sana ke mari untuk merapikan beberapa benda yang jatuh agar tak menu

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 04

    Lima hari kemudian..."Aku hanya melakukan ini demi ibu. Aku harus bisa melalui semuanya!"Klara berusaha meyakinkan keputusan gilanya itu. Ia beberapa kali mengangguk dan mencoba untuk memberi semangat pada dirinya sendiri. Pilihannya saat ini hanyalah semata demi satu keberadaan dirinya agar bisa merasakan kasih sayang sang ibu yang tak pernah ia dapatkan sejak usia dini.Klara melangkahkan kakinya ketika dua orang pelayan membukakan pintu rumah yang sangat megah itu untuknya. Dengan dandanan mewah yang sudah Klera siapkan sebelum keberangkatannya, Klara masuk ke dalam kediaman Daniel Craig yang merupakan suami dari adik kembarannya itu.Langkah demi langkah yang penuh keraguan itu membuat Klara kian gelisah. Peluh di sekujur tubuh pun seakan membuatnya tak mampu lagi untuk berjalan dengan sangat anggun seperti bagaimana Klera selama ini. Hingga kedua kakinya terhenti saat ia melihat seorang Daniel tengah menikmati sarapan di meja makan seorang diri. Lelaki itu bahkan tidak menoleh

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 03

    Desa Dahlia..."Klaraaa!!! Cepat antar bunganya!!!"Wanita bermata besar dengan rambut panjangnya itu berlari ketika suara pemilik kios terdengar memekik telinganya. Wanita cantik si pengantar bunga bernama Klara itu dengan cepat menghampiri sang tuan yang sudah berdiri di depan mobil pickup."Maaf, Bu."Klara langsung menggotong satu per satu bunga-bunga dalam pot berukuran besar itu ke atas mobil. Ia bahkan tersenyum ketika sang majikan mendengus kesal ke arahnya. Tanpa peduli seberapa berat benda yang ia angkat, dengan semangat membara Klara melakukan tugasnya itu."Kalo gak kasihan sama kamu, aku sudah memecatmu dari tahun lalu! Dasar lambat!" celoteh sangat pemilik Kios seraya memainkan kipas di tangannya.Sang tuan nampak sangat ketus terhadap salah seorang pegawai wanita yang terkenal sangat miskin di desanya. Ia menatap rendah wanita bernama Klara itu karena sangat bergantung pada pekerjaan yang diberikannya.Tak ada balasan dari Klara. Wanita itu malah masih bisa tersenyum me

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 02

    Klera mencoba tetap santai meski keresahan menyerbu batinnya. Wanita itu meraih tisu ditangan Daniel perlahan, lalu menempelkan tubuhnya pada tubuh Daniel. Di tatapnya Daniel dengan tatapan penuh hasrat dan meraba dada bidang suaminya. Memainkan satu peran baru untuk menutupi perbuatan gilanya selama ini. Bagaimanapun juga Daniel tak boleh tahu apa yang ia lakukan dengan Bastian hari ini."Aku bermain solo hari ini. Karena aku sudah terlalu menginginkanmu hari ini." bisiknya yang secara perlahan menjatuhkan tubuh besar itu di atas ranjang.Dengan wajah menggoda itu Klera menimpah tubuh Daniel. Dilepasnya satu persatu kancing baju Daniel dan memandangi wajahnya dengan tatapan tajam. Manatap wajah tampan suaminya dengan gejolak hasrat yang jua terkadang ia simpan saat memperhatikan postur tubuh menggiurkan pada diri suaminya yang selalu bersikap dingin padanya itu.Tapi kemudian..."Aku lelah! Jangan menyentuhku!" ujar Daniel seraya menghadang tangan Klera yang hampir melepas semua kanc

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 01

    "Ah, sekali lagi! Lakukan lagi lebih keras!"Klera mencium Bastian dengan sangat buas di atas ranjangnya. Ia menggunakan kesempatan itu selagi Daniel-suaminya bertugas di luar kota. Bastian dengan senang hati meladeni mantan kekasihnya itu. Selain karena dendamnya akan Daniel si sulung, Bastian tak memungkiri jika rasa suka itu masih ada di benaknya.Yah! Sekitar setahun yang lalu Bastian harus merelakan kekasihnya yang bernama Klera untuk menikahi kakaknya! Semua karena desakan sang ayah yang ingin Daniel segera menyudahi masa lajangnya di usia 38 tahun itu. Ia ingin putra sulungnya segera memiliki momongan dan meneruskan perusahaannya.Hati mana yang tak lara ketika harus mengikhlaskan sang kekasih untuk sang kakak yang juga menyanggupi keinginan sang ayah demi bisnisnya! Maka pelampiasan hasrat Bastian pun terus bergulir untuk ia jadikan cambuk terpanas yang akan melukai perasaan Daniel dikemudian hari. Ia ingin menjadi sosok ayah dari anak yang akan Klera kandung agar semua aset j

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status