Share

Twins | 04

Author: Kookie
last update Last Updated: 2026-01-02 10:06:31

Lima hari kemudian...

"Aku hanya melakukan ini demi ibu. Aku harus bisa melalui semuanya!"

Klara berusaha meyakinkan keputusan gilanya itu. Ia beberapa kali mengangguk dan mencoba untuk memberi semangat pada dirinya sendiri. Pilihannya saat ini hanyalah semata demi satu keberadaan dirinya agar bisa merasakan kasih sayang sang ibu yang tak pernah ia dapatkan sejak usia dini.

Klara melangkahkan kakinya ketika dua orang pelayan membukakan pintu rumah yang sangat megah itu untuknya. Dengan dandanan mewah yang sudah Klera siapkan sebelum keberangkatannya, Klara masuk ke dalam kediaman Daniel Craig yang merupakan suami dari adik kembarannya itu.

Langkah demi langkah yang penuh keraguan itu membuat Klara kian gelisah. Peluh di sekujur tubuh pun seakan membuatnya tak mampu lagi untuk berjalan dengan sangat anggun seperti bagaimana Klera selama ini. Hingga kedua kakinya terhenti saat ia melihat seorang Daniel tengah menikmati sarapan di meja makan seorang diri. Lelaki itu bahkan tidak menoleh ke arahnya meski menyadari kedatangan Klara lewat suara langkah kakinya.

"Kamu baru pulang dari pesta semalam?" tanya Daniel tanpa menoleh sedikit pun ke arah Klara.

Klara memainkan jari-jarinya yang kini gemetaran. Ia menatap lelaki itu dengan tatapan ragu. Ia sungguh tak bisa memahami dengan benar tentang apa yang telah Daniel tanyakan padanya. Selain itu, Klara merasa sangat takut jika satu kalimat yang muncul dari mulutnya membuat Daniel marah.

"Apa setelah minuman keras yang kau teguk di pesta semalam membuatmu kehilangan mulutmu untuk berbicara?" singgung Daniel yang lagi-lagi tak memandang ke arah Klara.

Klara menghela napas sejenak. Ia mencoba mengumpulkan keberanian dan menatap Daniel yang menurut cerita Klera, lelaki itu tak pernah peduli padanya. Ia juga mencoba meyakinkan diri setelah sempat mendengar bahwa Daniel tidak akan pernah menyentuhnya! Yah! Lelaki yang selalu lebih rela bermain solo itu tak akan pernah menyentuh tubuh Klara seperti apa yang ia lakukan pada Klera.

Maka Klara pun tersenyum. Dengan rasa kepercayaan dirinya yang mulai tinggi Ia menghampiri sosok Daniel di tempat duduknya. Wanita itu berdiri di samping Daniel, lalu perlahan menuangkan teh ke dalam cangkir kosong milik Daniel.

"Apa kamu marah karena aku tidak pulang semalam, Mas?" tanya Klara yang kemudian ikut duduk di samping Daniel yang masih sangat menikmati makanannya.

Barulah Daniel menatap mata Klara.

Seketika lelaki itu membuat Klara tertegun dengan ketampanannya.

Membuat Klara terperangah dengan sosok dingin berparas tampan yang menurut Klera tak pernah sedikit pun menyukainya. Dan secara tidak langsung membuat Klara penasaran mengapa sosok Klera lebih mementingkan kekasih gelapnya daripada sosok rupawan nan gagah seperti Daniel yang merupakan suaminya sendiri.

Bagaimana tidak?! Lelaki di hadapannya itu tak juga gagah, ia memiliki dua mata yang sangat tajam ketika memandang.

Apalagi ketika Daniel menaikkan satu alis tebalnya. Seketika sosok itu seakan sudah berhasil mematikan pergerakan wanita manapun yang menatapnya.

"Kenapa tiba-tiba kau seperti ini?" tanya Daniel dengan satu alis tebalnya yang terangkat.

DEG!

Debaran hebat kian menyerang ketika lagi-lagi Daniel menatap kedua matanya. Bola matanya yang besar itu mendadak menguasai pergerakan Klara yang mulai kebingungan.

"Se-seperti ini?" Dan Klara pun kebingungan dengan deretan kalimat yang baru saja Ia dengar dari Daniel.

Kedua mata lelaki itu masih menatap mata bulat milik Klara. Membuat Klara sejenak menggigit bibirnya karena merasa sangat gugup dengan cara Daniel menatapnya. Wanita itu merasa takut jika dirinya akan sangat mudah Daniel ketahui kebenarannya.

"Menyeduh teh. Kenapa tiba-tiba melakukannya?" terang Daniel dingin.

Yah, nampak aneh di kata Daniel sosok Klera pagi ini. Wanita yang sejak awal tidak begitu peduli itu sangat mustahil menyeduh teh untuk Daniel tanpa di suruh. Wanita secuek Klera benar-benar juga nampak sangat aneh ketika ia meminta maaf sebab tak pulang hari ini. Wanita yang selalu berlaku semaunya itu, tak akan pernah merasa bersalah kepada Daniel.

Klara mendadak pucat. Ia menatap secangkir teh milik Daniel yang baru saja Ia tuang. Lalu kembali menatap Daniel yang tak berhenti menatap kedua matanya.

"A-aku... A-aku hanya..."

GREP!!!

Mendadak lelaki itu meraih pinggangnya. Lalu dengan cepat memindahkan Klara dalam pangkuannya. Seketika hal itu membuat kedua mata Klara terbelalak lebar. Ia sangat terkejut ketika sosok dingin nan kejam itu menatap dan juga merengkuh pinggang rampingnya.

Cara Daniel menatap Klara benar-benar membuatnya tak mampu harus berkata apa. Wanita itu sangat takut kalau-kalau Ia akan melakukan kesalahan di hari pertamanya. Bahkan Klara harus mampu bertahan ketika satu tangan Daniel meraba paha mulusnya dan kedua matanya masih terus menghujam pandangan Klara.

"Siapa kau?"

DEG!

Yah! Sejak awal wanita itu datang Daniel sudah menemukan kejanggalan.

Klera yang Daniel kenal tak akan tersenyum setelah itu. Klera yang Daniel kenal tak akan menyeduh teh tanpa Daniel perintahkan. Dan Klera yang Daniel kenal akan menatapnya dengan tatapan genit ketika tangan Daniel bermain di pahanya.

"Aku..."

Daniel masih memandang Klara dengan tatapan tajam. Mengintimidasi wanita itu dengan tatapan dinginnya. Membuat wanita itu seketika tak berkutik di hadapannya.

"Aku..."

Belum selesai berucap, Klara dikejutkan dengan layanan buas dari Daniel. Lelaki itu mencecap bibirnya tanpa ampun.

Membuat Klara yang baru pertama kali merasakannya pun bingung harus berbuat apa. Wanita itu hanya bisa terdiam dan tanpa sadar mencakar dada Daniel karena merasa sangat takut.

'Klera akan membalasku, tidak diam seperti ini!' gumam Daniel sambil terus mencecap bibir sensual milik Klara.

Klara hanya diam. Ia menerima kecupan itu tanpa perlawanan hanya karena tak ingin semua rencananya gagal. Hingga tak lama lelaki itu melepas kecupannya dan menyingkirkan Klara dari pangkuannya.

"Kau membosankan!" tutur Daniel dan berlalu begitu saja.

Klara masih terdiam. Ia mematung memandang Daniel yang sudah melangkah pergi keluar rumah. Ia masih mematung sambil meraba bibirnya yang baru saja mendapat serangan kecupan untuk pertama kalinya.

Beberapa menit kemudian ponsel pemberian Klera berdering di dalam tas kecil milik Klara. Membuat Klara tersadar dan tergopoh-gopoh meraih benda berukuran sedang itu.

Ia pun kembali terpaku ketika tulisan 'Si Keparat Daniel' nampak di layar ponsel.

Lalu dipandang sosok Daniel yang sudah menatapnya dari kejauhan dengan menempelkan ponsel di telinganya.

"Ha-halo?" sapa Klara gugup.

Sorot mata tajam itu masih membuatnya takut meski berada di jarak yang jauh sekalipun. Mata yang selalu mengintimidasi sejak detik awal kedatangannya itu membuat jantung Klara berdetak sangat cepat.

"Setelah aku merasakannya, aku rasa nanti malam aku tak ingin bermain solo di kamar mandi lagi." ujar Daniel dari kejauhan melalui panggilan teleponnya.

"Hah?" respon Klara yang masih sangat tidak mengerti dengan apa yang sedang Daniel bicarakan. "Ma-maaf, Mas. Aku gak ngerti maksud perkataanmu!"

Daniel tersenyum smirk. Lalu dari kejauhan lelaki itu nampak sedang melirik jarum jam tangan yang dipakainya. Dan tak lama setelahnya kembali menatap Klara dengan tatapan sinis.

"Jangan berpura-pura menjadi wanita polos Klera. Bukankah malam ini yang kau inginkan dariku?" ujarnya. "Pakai lingeri hitam itu dan buat aku tak mau lagi bermain solo!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 05

    "Lakukan saja di sini Bastian! Ku mohon lakukan! Aku tak mau menundanya!"Kecupan gila itu membuat Klera tak bisamenahan hasrat gilanya pada Bastian. Di pagi yang cerah ini mereka sibuk bergumul di atas sofa ruang kerja Bastian.Bahkan beberapa ketukan dari pegawai maupun sekretaris pun mereka abaikan karena pertempuran asmara yang sudah benar-benar tak tertahankan itu.Bastian sudah pasti semakin menikmati sentuhan itu! Lelaki biadab itu sangat bahagia menguasai tubuh Klera yang belum sekali pun benar-benar disentuh oleh Daniel. Beberapa butir kancing pun mulai terlepas dari pakaian yang dikenakan Klera karena keliaran Bastian. Erangan dan desahan memuncak ketika tatapan serta sentuhan gila keduanya saling beradu. Tapi...Tokk... Tokk... Tokk..."Bas, apa kau di dalam?!"Suara lantang Daniel membuat keduanya terpaku. Kedatangan Daniel yang secara mendadak sontak membuat keduanya kebingungan. Mereka pun berlarian ke sana ke mari untuk merapikan beberapa benda yang jatuh agar tak menu

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 04

    Lima hari kemudian..."Aku hanya melakukan ini demi ibu. Aku harus bisa melalui semuanya!"Klara berusaha meyakinkan keputusan gilanya itu. Ia beberapa kali mengangguk dan mencoba untuk memberi semangat pada dirinya sendiri. Pilihannya saat ini hanyalah semata demi satu keberadaan dirinya agar bisa merasakan kasih sayang sang ibu yang tak pernah ia dapatkan sejak usia dini.Klara melangkahkan kakinya ketika dua orang pelayan membukakan pintu rumah yang sangat megah itu untuknya. Dengan dandanan mewah yang sudah Klera siapkan sebelum keberangkatannya, Klara masuk ke dalam kediaman Daniel Craig yang merupakan suami dari adik kembarannya itu.Langkah demi langkah yang penuh keraguan itu membuat Klara kian gelisah. Peluh di sekujur tubuh pun seakan membuatnya tak mampu lagi untuk berjalan dengan sangat anggun seperti bagaimana Klera selama ini. Hingga kedua kakinya terhenti saat ia melihat seorang Daniel tengah menikmati sarapan di meja makan seorang diri. Lelaki itu bahkan tidak menoleh

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 03

    Desa Dahlia..."Klaraaa!!! Cepat antar bunganya!!!"Wanita bermata besar dengan rambut panjangnya itu berlari ketika suara pemilik kios terdengar memekik telinganya. Wanita cantik si pengantar bunga bernama Klara itu dengan cepat menghampiri sang tuan yang sudah berdiri di depan mobil pickup."Maaf, Bu."Klara langsung menggotong satu per satu bunga-bunga dalam pot berukuran besar itu ke atas mobil. Ia bahkan tersenyum ketika sang majikan mendengus kesal ke arahnya. Tanpa peduli seberapa berat benda yang ia angkat, dengan semangat membara Klara melakukan tugasnya itu."Kalo gak kasihan sama kamu, aku sudah memecatmu dari tahun lalu! Dasar lambat!" celoteh sangat pemilik Kios seraya memainkan kipas di tangannya.Sang tuan nampak sangat ketus terhadap salah seorang pegawai wanita yang terkenal sangat miskin di desanya. Ia menatap rendah wanita bernama Klara itu karena sangat bergantung pada pekerjaan yang diberikannya.Tak ada balasan dari Klara. Wanita itu malah masih bisa tersenyum me

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 02

    Klera mencoba tetap santai meski keresahan menyerbu batinnya. Wanita itu meraih tisu ditangan Daniel perlahan, lalu menempelkan tubuhnya pada tubuh Daniel. Di tatapnya Daniel dengan tatapan penuh hasrat dan meraba dada bidang suaminya. Memainkan satu peran baru untuk menutupi perbuatan gilanya selama ini. Bagaimanapun juga Daniel tak boleh tahu apa yang ia lakukan dengan Bastian hari ini."Aku bermain solo hari ini. Karena aku sudah terlalu menginginkanmu hari ini." bisiknya yang secara perlahan menjatuhkan tubuh besar itu di atas ranjang.Dengan wajah menggoda itu Klera menimpah tubuh Daniel. Dilepasnya satu persatu kancing baju Daniel dan memandangi wajahnya dengan tatapan tajam. Manatap wajah tampan suaminya dengan gejolak hasrat yang jua terkadang ia simpan saat memperhatikan postur tubuh menggiurkan pada diri suaminya yang selalu bersikap dingin padanya itu.Tapi kemudian..."Aku lelah! Jangan menyentuhku!" ujar Daniel seraya menghadang tangan Klera yang hampir melepas semua kanc

  • 100 Hari Berpura-Pura Jadi Istri Kakak Ipar   Twins | 01

    "Ah, sekali lagi! Lakukan lagi lebih keras!"Klera mencium Bastian dengan sangat buas di atas ranjangnya. Ia menggunakan kesempatan itu selagi Daniel-suaminya bertugas di luar kota. Bastian dengan senang hati meladeni mantan kekasihnya itu. Selain karena dendamnya akan Daniel si sulung, Bastian tak memungkiri jika rasa suka itu masih ada di benaknya.Yah! Sekitar setahun yang lalu Bastian harus merelakan kekasihnya yang bernama Klera untuk menikahi kakaknya! Semua karena desakan sang ayah yang ingin Daniel segera menyudahi masa lajangnya di usia 38 tahun itu. Ia ingin putra sulungnya segera memiliki momongan dan meneruskan perusahaannya.Hati mana yang tak lara ketika harus mengikhlaskan sang kekasih untuk sang kakak yang juga menyanggupi keinginan sang ayah demi bisnisnya! Maka pelampiasan hasrat Bastian pun terus bergulir untuk ia jadikan cambuk terpanas yang akan melukai perasaan Daniel dikemudian hari. Ia ingin menjadi sosok ayah dari anak yang akan Klera kandung agar semua aset j

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status