เข้าสู่ระบบKlera mencoba tetap santai meski keresahan menyerbu batinnya. Wanita itu meraih tisu ditangan Daniel perlahan, lalu menempelkan tubuhnya pada tubuh Daniel. Di tatapnya Daniel dengan tatapan penuh hasrat dan meraba dada bidang suaminya. Memainkan satu peran baru untuk menutupi perbuatan gilanya selama ini. Bagaimanapun juga Daniel tak boleh tahu apa yang ia lakukan dengan Bastian hari ini.
"Aku bermain solo hari ini. Karena aku sudah terlalu menginginkanmu hari ini." bisiknya yang secara perlahan menjatuhkan tubuh besar itu di atas ranjang. Dengan wajah menggoda itu Klera menimpah tubuh Daniel. Dilepasnya satu persatu kancing baju Daniel dan memandangi wajahnya dengan tatapan tajam. Manatap wajah tampan suaminya dengan gejolak hasrat yang jua terkadang ia simpan saat memperhatikan postur tubuh menggiurkan pada diri suaminya yang selalu bersikap dingin padanya itu. Tapi kemudian... "Aku lelah! Jangan menyentuhku!" ujar Daniel seraya menghadang tangan Klera yang hampir melepas semua kancing baju Daniel. Laki-laki itu seakan tengah membangun satu tembok pembatas yang sangat tinggi agar sang istri tak menyentuh tubuhnya. Klera pun menumbangkan tubuhnya di samping Daniel. Melepas lelaki itu dari jeratannya. Membiarkan Daniel pergi ke bilik kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. "Beruntung sekali kau menolakku!" gumam Klera sambil tersenyum menatap pintu bilik kamar mandi yang tertutup itu. "Asal kau tahu, aku pun tak pernah ingin melakukannya dengan patung bodoh sepertimu! Wajahmu tampan, tubuhmu juga menawan, tapi sayang permainanmu mungkin tak selihai adikmu!" Klera menarik selimutnya. Wanita itu pun akhirnya tertidur pulas tanpa menunggu lagi sosok Daniel yang mungkin mengharapkannya malam ini. Ia sungguh kelelahan setelah seharian bergerilya penuh kegilaan bersama Bastian. Setengah tersenyum ia menikmati rasa penatnya. Terlelap dan memimpikan banyak hal yang sangat diinginkannya. Tak lama waktu berselang, Daniel keluar dari kamar mandinya. Ia keluar seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil di tangannya. Kemudian lelaki itu nampak kecewa ketika melihat sang istri sudah lelap dalam tidurnya. "Dia menggodaku, tapi dia meninggalkan aku lebih dulu! Hh!" gumamnya yang kemudian memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Daniel memutuskan menghabiskan waktunya dengan menikmati beberapa gelas wine di minibar yang letaknya ada di lantai dasar rumah. Dalam ruangan yang sunyi itu Daniel meneguk segelas wine dan tampak sedang memikirkan sesuatu. Kemudian menyeringai lebar menatap segelas wine di tangannya. "Hh! Entah sampai kapan aku harus berpura-pura." gumamnya sambil untuk kesekian kalinya meneguk wine itu di tangannya. "Aku akan mengikuti permainan kalian.." Daniel mengeluarkan ponselnya. Lalu memutar video menjijikkan yang ia terima dari beberapa kamera di sisi kamarnya. Ia menonton semua adegan itu. Lalu tersenyum smirk melihat aksi brutal sang istri dengan adiknya. Ini bukan kali pertama Daniel, ia sudah cukup sering menonton hal menjijikkan serupa yang dimainkan oleh istri dan adik kandungnya sendiri. Ia sudah tidak terkejut dengan pengkhianatan dua manusia yang ada di sekitarnya itu. "Kalian lupa sedang berhadapan dengan seorang Daniel? Teruskan skenario kalian, aku pun akan melanjutkan skenarioku!" Daniel terkekeh menatap layar ponselnya. Ia menonton ulang adegan panas yang sangat menjijikkan antara adik kandung dan juga istrinya. Lelaki itu nampak sangat menikmati adegan yang berlalu. Sesekali ia mengangguk, seolah merasa bahwa adegan menjijikkan itu menjadi hal paling lucu ketika ia yang menontonnya. Setelah puas menonton, Daniel memasukkan kembali ponselnya. Ia juga meletakkan sebotol wine kosong di meja, lalu berjalan sempoyongan menuju kamar untuk menemui istrinya. Kret! Ketika ia membuka pintu kamarnya, ia melihat sosok cantik itu semakin pulas dalam tidurnya. Dengan wajah licik itu ia menghampiri Klera, naik ke atas ranjang dan menarik tubuh wanita yang sudah menghianatinya itu dalam dekapannya. "Klera? Apa kau bisa mendengar suaraku?" tanyanya sambil mengelus pipi Klera. Daniel menyentuh wajah mulus rupawan milik istrinya. Menatap dalam wanita yang saat ini tengah terlelap dalam tidurnya. Ia memahami bagaimana lelahnya Klera setelah melihat video gila itu di minibar sembari meneguk segelas wine di tangannya. Wanita itu tak merespon. Kali ini Klera benar-benar tidur dengan sangat nyenyak. Lalu perlahan Daniel membuka satu kancing piyama Klera dan memandangi satu tanda lahir berupa tahi lalat di dada kiri wanita itu. Meraba permukaan itu dengan wajah liciknya. "Tidakkah kau tahu, sesungguhnya aku lebih mengenal siapa dirimu dibanding dengan dirimu sendiri." ucapnya sambil menatap tanda lahir itu dengan senyuman. "Tidurlah yang nyenyak Klera! Bermimpilah hal indah tentang cintamu..." Lalu satu persatu kancing baju itu dilepasnya. Membiarkan dirinya menatap tubuh polos yang sangat indah dari sosok wanita yang tidak pernah berniat mencintainya selama ini. Membayangkan bagaimana tubuh itu sudah berhasil dinikmati sang adik yang selama ini diam-diam juga mengkhianati dirinya. Dirabanya satu persatu bagian tubuh sensual milik Klera hingga kemudian wanita itu terbeliak menatap matanya. Dan Daniel pun menyuguhkan senyumannya. Ia tak peduli seberapa terkejutnya Klera menyadari keberadaannya. Lelaki itu sudah menindih tubuhnya, lalu dengan liar ia pun melakukan hal yang selama ini tak pernah ia lakukan dengan benar kepada Klera. Dan wanita itu pun tak bisa menolak. Meski ia harus menjerit dalam hati, ia tetap harus meladeni tingkah suaminya yang sangat langka kali ini. Klera tak menyangka jika ternyata Daniel pun lihai dalam permainan kasar yang ia sukai. Hingga Klera pun lupa jika lelaki di hadapannya itu adalah lelaki yang tak pantas mendapatkan tubuhnya. Ia lupa jika lelaki di hadapannya itu adalah lelaki yang ia benci karena kehadirannya membuat kandasnya hubungan asmara yang sudah lama terjalin antara dirinya dengan Bastian. Nikmat tiada tara itu membuat Klera meraung hingga mencakar punggung lelaki itu. Ia bahkan nyaris menjerit menerima permainan kasar yang sangat disukainya dan selama ini hanya ia dapatkan dari Bastian. Daniel menatapnya dengan tatapan dingin. Berbeda dengan Bastian yang selalu menyuguhkan wajah nakal untuk menggodanya. Namun entah mengapa, untuk pertama kalinya wajah dingin itu malah menaikkan gairahnya. Wajah dingin yang Daniel suguhkan seketika membuat Klera terlena. Sentuhan lembut lelaki yang selalu cuek padanya itu seakan membakar hatinya. Gairah gila yang bersamayam di dalam benak Klera pun membuat wanita itu melupakan bagaimana perangai menyebalkan lelaki yang sudah menikahinya selama ini. Hingga Klera pun membuat Daniel berada di bawah tubuhnya "Biar aku yang melakukannya, Mas..." bisiknya dengan dua mata sayu karena menikmati setiap sentuhan yang Daniel rasakan. Daniel hanya terdiam. Wajahnya nampak dingin seperti menit-menit sebelumnya. Ia pun membalas setiap gerak yang Klera lakukan. Hingga... "Sudah." Dengan sangat sengaja Daniel menyudahi aksi Klera tanpa peduli jika kepemilikan wanita itu mendambakan hal serupa berulang dalam tempo yang lama. Lelaki itu merobohkan tubuh Klera hingga berada di sisinya. Tidur di samping Klera tanpa sedetik pun berniat menatap mata istrinya. "Mas,-" Klera menahan tangan Daniel. Lelaki itu hendak pergi meninggalkannya. "Bukankah kau belum mencapai klimaksmu? Kenapa mengakhirinya?" Daniel tersenyum sinis, lalu secara perlahan membuat tangan Klera tak lagi memegangi tangannya. Lelaki itu menggapai boxer miliknya dan mengenakannya kembali. "Mas! Kamu mau kemana?" tanya Klera yang masih dihauskan dengan hasrat gilanya akan sosok Daniel yang untuk pertama kalinya menyajikan satu permainan seru yang membuatnya tergiur. "Aku mau bermain solo!" ujarnya lalu berlalu begitu saja meninggalkan Klera yang sudah kesal karena hasratnya tak jua mencapai klimaks setelah Daniel menyudahinya. Klera menarik selimutnya dengan wajah kecewa. Ia pun berusaha mengakhiri bayangannya akan nikmat yang baru saja Daniel berikan. "Setelah beberapa bulan, kenapa malam ini rasanya dia benar-benar sangat menghancurkan aku." gumamnya sembari menggigit ujung bibirnya sendiri ketika terbayang bagaimana wajah menawan dengan perawakan gagah itu menggodanya tadi. "Ah, sial! Kenapa ia harus menarik perhatianku di saat aku benar-benar sudah tak berniat menggapainya?" Tak berapa lama kemudian, Daniel keluar dari bilik kamar mandinya bertelanjang dada sambil mengeringkan rambutnya yang basah usai mandi. Klera pun sudah menyiapkan gerak-gerik menarik untuk menggoda suaminya, namun lelaki itu memilih untuk tidak menatapnya dan langsung masuk ke dalam selimutnya. Daniel tidur membelakangi Klera yang sudah sangat haus akan pesonanya. Wanita itu pun berakhir dengan kecewa dan memutuskan untuk juga tidur membelakangi suaminya. Klera menutup tubuhnya dengan selimut rapat-rapat. "Sial! Ia bahkan bersikap seolah-olah tidak melakukan apapun padaku!" gumamnya kesal. Klera melirik ke arah Daniel yang bertahan membelakanginya. Lalu ia kembali meraih guling di hadapannya dan mengigiti ujung-ujungnya. Klera merasa sedang mendapat satu hukuman paling menyakitkan dari sosok Daniel yang dalam setahun ini tak pernah melakukan adegan panas itu dengan benar. "Benar-benar brengsek! Bahkan wanita sepertiku tak lebih menarik dari permainan solonya! Bisa-bisanya ia memberiku rasa yang teramat menyakitkan seperti ini di kepalaku karena sentuhannya yang terjeda! Sial!""Lakukan saja di sini Bastian! Ku mohon lakukan! Aku tak mau menundanya!"Kecupan gila itu membuat Klera tak bisamenahan hasrat gilanya pada Bastian. Di pagi yang cerah ini mereka sibuk bergumul di atas sofa ruang kerja Bastian.Bahkan beberapa ketukan dari pegawai maupun sekretaris pun mereka abaikan karena pertempuran asmara yang sudah benar-benar tak tertahankan itu.Bastian sudah pasti semakin menikmati sentuhan itu! Lelaki biadab itu sangat bahagia menguasai tubuh Klera yang belum sekali pun benar-benar disentuh oleh Daniel. Beberapa butir kancing pun mulai terlepas dari pakaian yang dikenakan Klera karena keliaran Bastian. Erangan dan desahan memuncak ketika tatapan serta sentuhan gila keduanya saling beradu. Tapi...Tokk... Tokk... Tokk..."Bas, apa kau di dalam?!"Suara lantang Daniel membuat keduanya terpaku. Kedatangan Daniel yang secara mendadak sontak membuat keduanya kebingungan. Mereka pun berlarian ke sana ke mari untuk merapikan beberapa benda yang jatuh agar tak menu
Lima hari kemudian..."Aku hanya melakukan ini demi ibu. Aku harus bisa melalui semuanya!"Klara berusaha meyakinkan keputusan gilanya itu. Ia beberapa kali mengangguk dan mencoba untuk memberi semangat pada dirinya sendiri. Pilihannya saat ini hanyalah semata demi satu keberadaan dirinya agar bisa merasakan kasih sayang sang ibu yang tak pernah ia dapatkan sejak usia dini.Klara melangkahkan kakinya ketika dua orang pelayan membukakan pintu rumah yang sangat megah itu untuknya. Dengan dandanan mewah yang sudah Klera siapkan sebelum keberangkatannya, Klara masuk ke dalam kediaman Daniel Craig yang merupakan suami dari adik kembarannya itu.Langkah demi langkah yang penuh keraguan itu membuat Klara kian gelisah. Peluh di sekujur tubuh pun seakan membuatnya tak mampu lagi untuk berjalan dengan sangat anggun seperti bagaimana Klera selama ini. Hingga kedua kakinya terhenti saat ia melihat seorang Daniel tengah menikmati sarapan di meja makan seorang diri. Lelaki itu bahkan tidak menoleh
Desa Dahlia..."Klaraaa!!! Cepat antar bunganya!!!"Wanita bermata besar dengan rambut panjangnya itu berlari ketika suara pemilik kios terdengar memekik telinganya. Wanita cantik si pengantar bunga bernama Klara itu dengan cepat menghampiri sang tuan yang sudah berdiri di depan mobil pickup."Maaf, Bu."Klara langsung menggotong satu per satu bunga-bunga dalam pot berukuran besar itu ke atas mobil. Ia bahkan tersenyum ketika sang majikan mendengus kesal ke arahnya. Tanpa peduli seberapa berat benda yang ia angkat, dengan semangat membara Klara melakukan tugasnya itu."Kalo gak kasihan sama kamu, aku sudah memecatmu dari tahun lalu! Dasar lambat!" celoteh sangat pemilik Kios seraya memainkan kipas di tangannya.Sang tuan nampak sangat ketus terhadap salah seorang pegawai wanita yang terkenal sangat miskin di desanya. Ia menatap rendah wanita bernama Klara itu karena sangat bergantung pada pekerjaan yang diberikannya.Tak ada balasan dari Klara. Wanita itu malah masih bisa tersenyum me
Klera mencoba tetap santai meski keresahan menyerbu batinnya. Wanita itu meraih tisu ditangan Daniel perlahan, lalu menempelkan tubuhnya pada tubuh Daniel. Di tatapnya Daniel dengan tatapan penuh hasrat dan meraba dada bidang suaminya. Memainkan satu peran baru untuk menutupi perbuatan gilanya selama ini. Bagaimanapun juga Daniel tak boleh tahu apa yang ia lakukan dengan Bastian hari ini."Aku bermain solo hari ini. Karena aku sudah terlalu menginginkanmu hari ini." bisiknya yang secara perlahan menjatuhkan tubuh besar itu di atas ranjang.Dengan wajah menggoda itu Klera menimpah tubuh Daniel. Dilepasnya satu persatu kancing baju Daniel dan memandangi wajahnya dengan tatapan tajam. Manatap wajah tampan suaminya dengan gejolak hasrat yang jua terkadang ia simpan saat memperhatikan postur tubuh menggiurkan pada diri suaminya yang selalu bersikap dingin padanya itu.Tapi kemudian..."Aku lelah! Jangan menyentuhku!" ujar Daniel seraya menghadang tangan Klera yang hampir melepas semua kanc
"Ah, sekali lagi! Lakukan lagi lebih keras!"Klera mencium Bastian dengan sangat buas di atas ranjangnya. Ia menggunakan kesempatan itu selagi Daniel-suaminya bertugas di luar kota. Bastian dengan senang hati meladeni mantan kekasihnya itu. Selain karena dendamnya akan Daniel si sulung, Bastian tak memungkiri jika rasa suka itu masih ada di benaknya.Yah! Sekitar setahun yang lalu Bastian harus merelakan kekasihnya yang bernama Klera untuk menikahi kakaknya! Semua karena desakan sang ayah yang ingin Daniel segera menyudahi masa lajangnya di usia 38 tahun itu. Ia ingin putra sulungnya segera memiliki momongan dan meneruskan perusahaannya.Hati mana yang tak lara ketika harus mengikhlaskan sang kekasih untuk sang kakak yang juga menyanggupi keinginan sang ayah demi bisnisnya! Maka pelampiasan hasrat Bastian pun terus bergulir untuk ia jadikan cambuk terpanas yang akan melukai perasaan Daniel dikemudian hari. Ia ingin menjadi sosok ayah dari anak yang akan Klera kandung agar semua aset j







