Share

MISTERI TUSUK KONDE NENEK
MISTERI TUSUK KONDE NENEK
Author: Rara Shasha

ACARA MAULUD NABI

Malam ini acara Maulud Nabi Muhammad di gelar di musholla kampungnya. Fara sebagai aktivis remaja musholla ikut serta dalam hiruk pikuk pelaksanaannya.

"Fara tolong kamu antar ini ke rumah nenek Salimah ya."Perintah Ummi padaFara.

Duhhh, rumah nenek Salimah ? Rumah yang lampunya redup dan menyeramkan itu. Kenapa ummi menyuruhnya kesana, Fara merasa sangat takut.

"Ayo Fara, agak cepat ya. Kita masih harus membagikan pada yang lain." Teriak Ummi dari dalam rumah.

Fara tidak berani membantah perintah umminya, disamping karena memang ia selalu mengikuti petunjuk yang baik dari umminya ia juga tidak sampai hati berkata tidak.

Fara menggamit satu kotak nasi, buah dan kue untuk nenek Salimah. Melangkah ia menuju rumah kecil dengan tanaman pisang dibiarkan tumbuh liar di kanan kirinya.

Nenek Salimah hidup sebatang kara. Sejak ia tinggal di sana nenek jarang keluar karena anak-anak kecil akan meneriaki nenek Salimah dengan sebutan 'setan tua'.

Itu sebabnya nenek Salimah jarang sekali berinteraksi dengan warga.

"Assalamualaikum nek." Suara Fara parau.

Lama tidak ada jawaban.

"Assalamualaikum nek." Masih juga tidak ada jawaban.

Fara diam di depan rumah itu. Matanya hanya tertuju pada satu titik ia tidak berani memandang ke arah yang lain, terlampau menyeramkan.

"Assalamualaikum nek." Suara Fara lagi.

Pasti si nenek sudah tidur, Fara menarik nafas panjang. Hatinya lega. Beruntung sekali ia tak melihat wajah kelam menakutkan milik nenek Salimah.

Fara bergegas hendak menuju pulang, baginya berlama-lama berdiri di sini adalah siksaan. Ia segera membalikkan badan ketika didepannya muncul wajah yang hanya nampak deretan giginya saja.

"Waalaikumsalam."Suara serak nenek Salimah muncul.

Sontak Fara mengumpat. Ia sangat terkejut barang bawaannya pun terjatuh di depan mereka.

"Nenek bikin kaget Fara saja."

Nenek Salimah memungut bungkusan yang jatuh tadi sambil masih tetap tersenyum. Ia tidak menyangka kehadirannya membuat Fara terkejut begitu rupa.

"Maafkan nenek sudah menakuti diri mu."

"Kok nenek tahu kalau Fara takut nek." Fara berbicara pelan.

"Siapa yang tidak takut dengan wajah ku yang buruk rupa ini. Semua pasti takut padaku." Nenek Salimah bicara sendiri kemudian membuka pintu rumah dan menguncinya dari dalam. Membiarkan Fara mematung sendirian. Nenek Salimah selalu begitu. Entah apa yang ada dalam pikiran sang Nenek yang pasti nenek selalu merasa enggan berhubungan dengan dunia luar termasuk dengan tetangganya.

Fara sedih melihat keadaan nenek Salimah namun apa daya, ia juga tidak bisa berinteraksi lebih dari itu. Nenek Salimah selalu menutup dirinya.

Dalam perasaan hati yang masih setengah rasa Fara pun meninggalkan rumah kecil milik nenek Salimah.  Ia berlari kencang sambil jilbanya berkibar.

"Mi, nasi kotaknya sudah Fara berikan pada nenek." Teriak Fara pada umminya.

Ia menarik nafas panjang sambil duduk di teras rumahnya. Fara, gadis delapan belas tahun itu masih mengingat wajah nenek Salimah yang tadi ditemuinya dengan perasaan yang beraneka ragam.

Kadang Fara ingin bertanya mengapa nenek Salimah bisa tinggal dan hidup sebatang kara disana. Dimana suami dan anak-anak beliau. Mengapa tega meninggalkan nenek Salimah sendirian tanpa kawan. Mestinya di masa tua seperti ini nenek Salimah tidak dibiarkan hidup sendirian mestinya sang Nenek punya teman namun sayang di masa tuanya nenek Salimah justru sendirian.

Bagaimana bila suatu hari nenek Salimah sakit ? Siapa yang akan merawat dan menjaga beliau ?

Siapa yang akan mencintai beliau ?

Ketakutan yang ada dalam diri Fara berganti dengan rasa iba luar biasa.

Acara Maulud nabi di musholla sudah usai tinggal beberapa kawannya berkemas-kemas membersihkan musholla dan membagi makanan yang masih ada. Fara pun bangkit. Ikut berbenah bersama mereka karena itu juga bagian dari tugasnya.

Comments (2)
goodnovel comment avatar
Maya Septina
??????
goodnovel comment avatar
Rahmat Budiman
????????
VIEW ALL COMMENTS
DMCA.com Protection Status