공유

Bab 2083

작가: Rexa Pariaman
Bam! Bayangan pedang hancur. Pada saat itu juga, terdengar suara gemuruh. Lima sambaran petir jatuh tepat di atas kepala Mahendra. Itu adalah Ajaran Lima Petir dari Nazar.

Bam! Mahendra kembali terpental. Ewan melangkah cepat, mengejar, mengedarkan energi murni, bersiap menggunakan gaya ketiga dari Jurus Pedang Rumput.

Tiba-tiba, dari belakang datang embusan angin kencang. Ewan pun berbalik dan langsung menebas dengan pedang.

Plak! Sebuah jejak tapak menghantam Pedang Cahaya Senja. Dalam sekejap
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2085

    Saat ini, kondisi batin Ewan agak mirip dengan Barry di saat-saat terakhir. Meskipun tahu tidak bisa menang, tetap harus bertarung sampai akhir.Dika, Putri Naga, Dewa Perang, dan Dharmadaya melangkah maju bersama, berdiri di sisi Ewan.Nazar tidak bisa melihat, tetapi masih bisa menentukan posisi dari suara angin. Dia perlahan juga datang ke samping Ewan.Enam orang berdiri sejajar, masing-masing memancarkan semangat tempur yang membara. Mereka sudah siap mempertaruhkan segalanya. Ini adalah pertarungan hidup dan mati!"Aku nggak percaya dengan jumlah yang banyak, kita nggak bisa mengalahkan satu kultivator," kata Nazar. "Nanti kita tahan Mahendra, beri Ewan kesempatan untuk melancarkan serangan mematikan."Dewa Perang berkata, "Cara ini sudah pernah kita coba. Kekuatan Mahendra terlalu tinggi. Kita gagal.""Kalian gagal karena aku belum ikut. Sekarang aku di sini, rencana ini pasti berhasil." Nazar mengingatkan Ewan, "Bocah, aku cuma bisa menyerang dua kali. Kamu harus manfaatkan kes

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2084

    Ekspresi Ewan berubah drastis. Dia tidak menyangka Mahendra bisa berdiri lagi dari tanah.Seluruh orang di tempat itu juga penuh dengan keterkejutan."Tuan Mahendra berhasil melewati petaka langit?""Bukankah itu berarti Tuan Mahendra sudah menjadi kultivator abadi?""Luar biasa! Bocah itu akhirnya akan mati, hahaha ...."Ewan mengerahkan seluruh tenaganya, segera menggenggam Pedang Cahaya Senja, bersiap menerjang untuk membunuh Mahendra.Tepat saat itu ....Brak! Tubuh Mahendra kembali roboh ke tanah. Perubahan mendadak ini pun membuat semua orang tercengang."Ada apa ini?""Tuan Mahendra ... gagal melewati petaka langit?""Dia tinggal selangkah lagi menjadi kultivator abadi, nggak disangka akhirnya tetap gagal.""Tuan Mahendra ... Tuan Mahendra ...."Di antara para penonton, bahkan ada yang mulai menangis dan berteriak, seolah-olah yang mati bukan Mahendra, melainkan ayah mereka sendiri. Ada yang berduka, tentu ada juga yang senang.Dika dan yang lainnya menghela napas panjang. Senyu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2083

    Bam! Bayangan pedang hancur. Pada saat itu juga, terdengar suara gemuruh. Lima sambaran petir jatuh tepat di atas kepala Mahendra. Itu adalah Ajaran Lima Petir dari Nazar.Bam! Mahendra kembali terpental. Ewan melangkah cepat, mengejar, mengedarkan energi murni, bersiap menggunakan gaya ketiga dari Jurus Pedang Rumput.Tiba-tiba, dari belakang datang embusan angin kencang. Ewan pun berbalik dan langsung menebas dengan pedang.Plak! Sebuah jejak tapak menghantam Pedang Cahaya Senja. Dalam sekejap, kekuatan besar mengalir melalui pedang, masuk ke lengan Ewan.Ewan seperti tersambar petir. Tubuhnya bergetar hebat, pedang terlepas dari genggamannya. Seluruh lengannya mati rasa dan kehilangan kendali.Jika bukan karena tubuhnya sangat kuat, serangan tadi sudah cukup untuk menghancurkan lengannya menjadi kabut darah.Manggala sudah turun tangan. Ewan mengangkat kepala, melihat Manggala berdiri di depan aula besar, menatapnya dengan dingin."Tua Bangka, akan kukirim kamu ke alam baka!" Ewan l

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2082

    Duar! Ledakan dahsyat terdengar. Semua orang hanya melihat dua sosok terlempar bersamaan.Mahendra menabrak tembok kota. Tentu saja, itu bukan karena kekuatannya, melainkan daya dari petaka langit.Ewan menghantam tanah hingga terbentuk lubang besar. Keduanya sama-sama terluka. Namun, orang yang jeli bisa langsung melihat bahwa Mahendra terluka lebih parah.Ewan bangkit dari tanah, menatap Mahendra sambil tersenyum. "Mahendra, enak nggak?""Hmph!" Mahendra mendengus dengan keras, lalu juga bangkit dan langsung melesat ke arah Ewan. Dia ingin membunuh Ewan sebelum petaka langit berikutnya turun.Sekarang dia dan Ewan sama-sama menjalani petaka langit sehingga kekuatannya menjadi sangat dahsyat. Jika dia bisa membunuh Ewan, dia hanya perlu menghadapi petaka langit seorang diri."Bagus, datang saja!" Ewan tertawa keras, tidak mundur, malah menyerang. Dia pun mengepalkan tangan dan menghantam ke arah Mahendra.Mahendra tiba-tiba menyadari di atas kepala Ewan muncul satu aliran energi murni

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2081

    Di sisi lain, Mahendra juga bangkit dari tanah dan menatap langit dengan ekspresi serius.Boom! Petir turun dengan sangat cepat. Saat masih berjarak 1.000 meter dari tanah, petir tiba-tiba terbelah menjadi dua. Seperti dua naga raksasa, satu menuju Ewan, satu lagi menuju Mahendra. Kedua petaka langit itu memiliki kekuatan yang sama.Melihat pemandangan ini, Mahendra sulit percaya. "Aku akan menjadi kultivator abadi setelah melewati petaka langit, sedangkan bocah itu baru memiliki tiga aliran energi murni alami. Kenapa petaka langitnya sama kuat denganku?""Ini benar-benar di luar nalar. Apa sebenarnya yang terjadi?"Belum sempat Mahendra tersadar dari keterkejutannya, pemandangan yang lebih mengejutkan muncul. Saat petaka langit hampir turun, Ewan tiba-tiba menggunakan Langkah Penjejak Awan. Dia melesat ke langit, justru menyambut petaka langit."Gila! Bocah ini sudah gila!"Boom! Dengan tiga aliran energi murni alami di atas kepalanya, Ewan menerobos lautan petir. Dalam sekejap, kulit

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2080

    Boom! Petir dahsyat membelah langit, mengguncang bumi.Suara petir menggelegar seperti genderang dewa yang meledak, sungguh memekakkan telinga. Bahkan sebelum petaka langit benar-benar turun, sudah tampak pemandangan seperti kiamat. Mengerikan sekali.Mahendra mendongak ke langit. Wajahnya serius. Dia bersiap menghadapi petaka langit.Pada saat itu, Ewan tiba-tiba bergerak. Swoosh! Tubuh Ewan berubah menjadi bayangan, melesat dengan cepat ke arah Manggala. Dia ingin menyeret Manggala ke dalam petaka langit untuk membunuhnya sekaligus.Melihat tindakan Ewan, Manggala menepukkan telapaknya dari jauh. Buzz! Sebuah dinding energi tak kasatmata langsung menghalangi langkah Ewan.Bukan hanya itu, Ewan merasa dadanya seperti ditekan batu seberat ribuan kilogram. Dia kesulitan bernapas, bahkan darah muncrat dari mulutnya."Ini kekuatan kultivator abadi?" Ewan terkejut.Saat itu, Manggala mengibaskan tangannya, lalu berteriak, "Pergi!"Pemandangan mengerikan muncul. Dari kepalan tangan Manggala

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status