Masuk"Jadilah suamiku, setelah itu kamu bisa membeli semua wanita yang pernah merendahkan kamu!” Arfeen Mahesvara seorang mahasiswa tingkat akhir yang menyandang predikat mahasiswa termiskin di kampusnya tiba-tiba menggemparkan seisi kota dengan menjadi suami dari Larena Jayendra yang usianya terpaut jauh di atasnya. Pasca menjadi suami Larena, Arfeen tak lantas bisa menikmati hidupnya karena ia hanya dianggap sampah oleh keluarga sang istri. Namun tak ada yang tahu bahwa dibalik wajah rupawan Arfeen, tersembunyi seorang iblis yang kejam.
Lihat lebih banyak“Aleya, kamu mandul ya?”
Belina — ibu mertua Aleya tiba-tiba menuduhnya. Kedua matanya menatap sinis kepada Aleya.
“A—apa? Aku mandul?”
Aleya terkejut mendengar dirinya dituduh mandul oleh mertuanya. Saking terkejutnya, alat makannya sampai terjatuh. Aleya sedang makan malam di rumah mertuanya.
“Itu tidak benar,” Aleya tidak terima dengan tuduhan jahat itu.
Bukan hanya Aleya yang terkejut dengan tuduhan mandul tersebut. Purnama —ayah kandung Aleya juga ikut terkejut.
“Benarkah? Astaga, sial betul keluarga Alvaro mempunyai anak sepertimu.”
Purnama semakin membenci Aleya. Sementara itu, Angelina dan Mila tersenyum melihat Aleya gusar. Sejak menjadi ibu tiri Aleya, Angelina sering membuat Aleya menangis dan memaksanya harus selalu mengalah kepada Mila—adik tirinya.
“Sial. Aku jadi tidak selera makan karena kamu, Aleya,” dengus Purnama.
Makan malam kedua keluarga menjadi tegang. Keluarga Leopard tidak terima dengan keadaan Aleya yang mandul, sedangkan keluarga Alvaro malu dengan kondisi Aleya yang mandul.
“Tapi ma, dokter tidak bilang begitu.“ Aleya masih ingat betul pernyataan dokter kemarin siang.
Aleya tidak terima dengan tuduhan tersebut. Air matanya sudah ada di pelupuk mata.
“Lalu kenapa sampai saat ini kamu belum bisa memberikan Jarvis seorang anak?” Belina kembali melontarkan pertanyaan yang membuat Aleya bingung harus menjawab apa.
Tentu saja ia tidak bisa hamil, karena sejak menikah tidak pernah disentuh oleh Jarvis. Angelina — ibu tiri Aleya malah tersenyum tipis, seolah mendengar kabar bahagia. Tatapan semua orang kepadanya membuatnya semakin kesal.
“Ini hasil pemeriksaan Aleya.”
Jarvis—suami Aleya mengeluarkan hasil pemeriksaan kemarin di rumah sakit Permata. Aleya justru terkejut melihat Jarvis memiliki hasil pemeriksaan dirinya, sedangkan kemarin dokter tidak memberikan surat apapun. Belina segera membuka kertas yang berisi keterangan jika Aleya mandul.
“Kamu mau mengelak bagaimana lagi? Ini jelas tertulis kalau kamu mandul,” sentak Belina, lalu melemparkan kertas tersebut ke wajah Aleya.
Aleya segera membuka kertas tersebut. Matanya terbelalak melihat isi kertas tersebut.
“Ini tidak benar! Dokter sendiri yang bilang jika aku baik-baik saja," ujar Aleya meyakinkan semua orang.
Aleya berusaha menjelaskan kebenarannya, tapi ia tidak bisa membuktikan ucapannya.
“Aleya, jangan membantah lagi! Dasar anak tidak berguna!” ucapan Purnama semakin membuat Aleya tambah kesal dan marah.
Dada Aleya tiba-tiba terasa sesak, menahan marah atas perlakuan semua orang kepadanya.
“Aku akan menceraikan Aleya,” ucapan Jarvis membuat semua orang terkejut, termasuk Aleya yang duduk di sampingnya.
Tubuh kurus Aleya sampai gemetar menahan marah, air matanya tidak terbendung lagi ketika mendengar ucapan Jarvis, ucapan yang selama ini ia inginkan. Tapi, tuduhan mandul sangat menyakitkan hati Aleya.
“Cerai?” Purnama terkejut sekaligus panik mendengar ucapan Jarvis.
Jika Jarvis bercerai dengan Aleya, maka ia tidak akan mendapatkan suntikan dana lagi untuk perusahaan yang bernama PT. Prediksi Mart, yang merupakan perusahaan retail ternama di Endosiana. Purnama gusar.
“Jarvis, sebaiknya kita bicarakan baik-baik mengenai perceraian.”
Purnama berusaha membuat Jarvis berubah pikiran.
“Aku akan menikah dengan Mila,” ujar Jarvis sambil tersenyum.
Lelaki sombong dan arogan tersebut membuat Aleya mematung mendengar ucapannya.
“Apa?”
Kali ini Aleya benar-benar tidak dihargai, Jarvis bahkan tidak peduli dengan perasaan istrinya.
“Baguslah, akhirnya kamu melepaskan wanita itu.”
Verrel — ayah kandung Jarvis, tersenyum tipis, sikapnya tidak kalah angkuh seperti Belina.
“Silakan, kamu ceraikan aku. Silakan kamu menikahi wanita jalang itu!” teriak Aleya yang tidak bisa menahan amarahnya lagi.
Mendengar ucapan kasar Aleya, Jarvis berdiri dan menampar pipi Aleya.
Plak!
“Lancang! Sekali lagi kamu menghina Mila,” sentak Jarvis.
Tamparan Jarvis kepada Aleya membuat semua orang yang ada di ruang makan tersebut tampak puas.
“Kamu gila?!” ujar Aleya dengan suara bergetar.
Aleya menghapus darah yang ada di ujung bibirnya. Air matanya mengalir deras.
“Kenapa tidak sejak dulu kamu menceraikan aku?” teriak Aleya menggebrak meja lalu berdiri menatap orang-orang di sana.
Melihat sikap menantunya yang berani membuat kegaduhan di hadapannya, Verrel menyilangkan kedua tangan di dadanya, selera makannya hilang, kini malah ingin memarahi Aleya.
“Kalau begitu, kamu malam ini juga pergi dari rumah keluarga Leopard!” Verrel menatap Aleya, kemudian menunjuk ke arah pintu keluar.
Aleya malah menatap Verrel dengan tatapan tajam, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut kepada ayah mertuanya.
“Baik, aku akan pergi!” suara Aleya bergetar mendapatkan hinaan dari keluarga Leopard.
Aleya kembali menatap Jarvis.
“Jika kamu ingin cerai, aku akan menuruti keinginanmu. Aku pergi dari sini, aku tidak akan membawa apapun dari rumah ini,” Aleya menunjuk Jarvis, lalu ia melepaskan cincin dari jari manisnya dan melemparkan cincin tersebut ke wajah Jarvis.
“Kalau begitu tanda tangan dokumen cerai!” Jarvis mengeluarkan dokumen cerai. Aleya langsung menandatangani dokumen cerai tersebut.
Tidak ada yang mengira jika Aleya akan menandatangani surat percerainya, wanita berambut hitam sebahu tersebut pergi meninggalkan rumah Leopard tanpa membawa apapun. Sikapnya sungguh berani, tidak memperlihatkan kelemahannya seperti selama ini.
“Biarkan anak tidak berguna itu di jalanan, aku anggap dia sudah mati sama seperti ibu kandungnya,” ujar Purnama tanpa belas kasihan.
Sementara itu, Aleya berjalan sendirian tidak tentu arah, air matanya mengalir deras menangisi nasibnya yang buruk.
“Kesialan apa lagi yang akan terjadi kepadaku, Tuhan....” teriak Aleya meratapi nasibnya.
Tiba-tiba tangan kanannya di tarik oleh seorang lelaki.
“Lepaskan! Dasar lelaki mesum!” teriak Aleya kepada lelaki yang menariknya secara paksa.
Aleya berontak sekuat tenaga, tapi lelaki tersebut berhasil membawanya ke dalam mobil. Aleya tertegun melihat lelaki yang menariknya. Lelaki yang sama angkuhnya seperti anggota keluarga Leopard lainnya.
Arfeen terpaku menatap sosok di depannya itu. "Bella! Apa yang kau lakukan di sini?" "Menyelamatkanmu dari para gadis itu, apalagi?" jawab wanita itu dengan senyum hangat. "Aku masih bisa mengatasi mereka sendiri!" "Oya, lalu kenapa kau lari?" "Aem!" Arfeen kebingungan untuk menjawab. "Ayolah, Arfeen. Kau memang seorang Casanova, tapi kau benci dikerubungi para gadis. Seharusnya kau menempatkan pengawalan ketat untuk mengantisipasi. Di acara seperti ini sudah pasti jati dirimu akan terbongkar!" Arfeen menghela nafas panjang. "Terima kasih, tapi aku harus pergi!" ia hendak melangkah namun Bella kembali menyandarkan tubuhnya menggunakan telunjuk. "Kau mau aku berteriak bahwa kau sedang melecehkan aku?" Arfeen menyimpulkan senyum miring. "Kau mengancamku?" "Aku hanya ... argh!" kalimat Bella belum berlanjut karena Arfeen sudah lebih dulu membalik tubuh wanita itu yang kini justru dirinya yang bersandar tembok dengan tangan Arfeen di lehernya. "Dengar Bella, sudah aku katakan
"Rena, apa kau tega pada Kakek?" seru Ferano yang mencoba membujuk cucunya. Dua orang polisi sudah memegangi lengannya kanan dan kiri. "Larena, Papa sudah tua. Tega sekali kalian lalukan itu?" seru Arland tak terima. "Kami masih keluargamu!""Keluarga!" desis Arfeen dengan kecut, "Keluarga tidak menumbalkan anggota keluarganya sendiri."Arland menatap tajam kepada Arfeen. "Ini pasti ulahmu kan?" ia hendak menyerang nalun lekas digentikan oleh anak buah Arfeen. Kedua tangannya dicengkeram dan langsung diborgol ke belakang. "Lepaskan aku!"Buk!Satu tinju mendarat di wajah Arland. Nyaris semua anggota keluarga Jayendra sudah ditahan. "Arfeen!""Lancang kau hanya menyebutkan nama saja, panggil Tuan Zagan!" seru Gray. Mereka semua membeliak, Tuan Zagan?Jadi Arfeen ... Arfeen adalah Tuan Muda Mahesvara? Kenapa Lyra tak pernah memberitahu? "Tuan Muda, kami tidak melakukan kesalahan apa pun padamu. Tolong ampuni kami!" pinta Radika. Arfeen mengeraskan rahang. "Korban kecelakaan Papa
"Ahk, jangan terlalu kencang. Itu menyakitiku!"Seketika kedua mata Larena mendelik, ia melepas peluknya dna menatap wajah di bawahnya. Mata pemuda itu sudah membuka, tengah menatapnya. "Kau ... kau sudah siuman?" beonya. Arfeen mengulum senyum. "Jadi ... pesonaku begitu mengagumkan ya, sampai kau jatuh cinta berkali-kali?" celetuknya memainkan satu alis. "Sejak kapan kau sadar?" tanya Larena mencubit perut Arfeen. "Argh ... sakit, Wife. Sakit, aku masih sakit kenapa kau menganiaya aku?" protesnya mengelus bekas cubitan sang istri. Larena menatap wajah di depannya masih dengan tatapan tak percaya. "Sejak kapan kau sadar? Kau sengaja ingin membuatku takut? Hah?" air mata langsung mengalir deras di pipinya. Arfeen menyentuh pipi sang istri, mengusap cairan hangat itu dengan ibu jarinya. "Maaf!" ucapnya lirih. Larena pun langsung merebahkan diri ke pelukannya."Kenapa kau lakukan itu?" isaknya, "Aku pikir ... kau akan benar-benar meninggalkan aku ... jangan seperti itu lagi ...
"Keluarga Adipradana?" seru Vano. "Kau dan Arfeen?""Iya, Tuan. Saya dan Presdir sama-sama mimiliki darah kleuarga Adipradana. Presdir ... adalah cucu dari Jenderal Wira Adipradana!"Vano menghela nafas dalam. Pantas saja Arfeen berbeda dari semua keluarga Mahesvara yang lainnya. Anak itu jelas memiliki jiwa seorang pemimpin. Ternyata di dalam darahnya mengalir darah orang hebat. Larena sangat beruntung bisa menikahi dengannya. "Golongan darah Anda sama dengan pasien?" tanya si dokter. "Iya, Dok. Anda bisa mengambil sebanyak yang dibutuhkan!" jawabnya dengan iklas. "Mari ikut saya!"Jordi tetap harus melakukan mengecekan terlebih dahulu, setelah cocok baru transfusi bisa dilakukan. Beruntung Arfeen hanya membutuhkan dua kantung darah, sehingga masih bisa mengambil dari tubuh Jordi. Di luar ruangan, Larena masih menangis. Bahkan tangisnya kian pilu. Arfeen rela mengorbankan nyawa demi dirinya, pemuda itu membuktikan kata-kata yang rela mati demi dirinya. Sementara ia ... apa yang
"Kenapa Bibi menangis?" tanya Arfeen.Tia lekas menggeleng. Menyeka cairan hangat di pipinya. "Tidak apa-apa, saya hanya ... sedang mengingat mamamu! Dia orang yang baik."Arfeen membenarkan hal itu. Mamanya memang wanita yang baik, jika ia boleh memilih ia tak ingin jatuh cinta kepada Malik Mahesvara
"Kenapa harus seperti ini, Kak?" desis Arfeen dengan nada perih. "Seharusnya kau tak menentang garis takdir!" Arfeen menurunkan handphone di pangkuan. Menarik nafas dalam-dalam. Ia sudah berusaha sebaik mungkin, tapi sepertinya ambisi sang kakak memang tak bisa diredam begitu saja!Jadi apakah Lyra j
"Ingat! Kau harus tampak menyedihkan saat menemuinya!""Jangan khawatir, itu salah satu keahlianku.""Istirahatlah, besok adalah hari penting!" perintahnya. Pria itu mengangguk dan kembali ke kamar. Sebenarnya ia sudah tidak betah jika terus berdiam diri di dalam rumah itu, namun ia tak bisa melawan p
"Katakan Vano! Kenapa kalian diam saja!" hardik Ferano yang sudah berdiri di belakang mereka. Tentu saja Vano dan Viera terkejut, kenapa papanya tiba-tiba ada di rumah mereka? "Pa!" Ferano mendekat. Menatap manik mata putranya. "Jawab pertanyaanku. Kenapa kalian membicarakan Larena dan keluarga Mahe


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak