共有

Bab 2089

作者: Rexa Pariaman
Dika tampak sangat terkejut. Jarak mereka dengan Ewan jelas lebih dari 100 meter, tetapi Ega hanya melangkah satu kali dan langsung sampai.

"Sekarang Kakak Ega di tingkatan apa? Kok bisa sekuat ini?" Dika sangat terkejut.

Ega berdiri di depan Ewan. Melihat tubuh Ewan penuh luka, sorot matanya langsung dipenuhi niat membunuh. Kemudian, dia melihat jubah putih yang dikenakan Ewan, tatapannya seketika berubah lembut.

Ewan memanggil pelan, "Ayah ...."

Ega segera berjongkok, langsung memeluk Ewan dan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2092

    Ega menginjak punggung Manggala dengan kaki kanannya, seperti raja dewa yang menyapu dunia. Wibawa seorang ahli puncak benar-benar terpancar tanpa tersisa.Ini adalah pemandangan yang akan abadi. Jubah putih seputih salju, kekuatan yang tiada tanding di dunia!"Manggala, aku tarik kembali kata-kataku tadi. Kamu bukan sampah. Kamu adalah sampah yang lebih hina!" Ega mencibir."Arghhh!" Manggala meraung. Kedua tangannya menekan tanah, lututnya mengerahkan tenaga, punggungnya perlahan melengkung naik.Dum! Kaki kanan Ega sedikit bergetar. Manggala kembali diinjak ke tanah sampai darah menyembur dari mulutnya."Arghhh!" Manggala terus melawan. Kali ini, dari punggungnya muncul aura mengerikan. Kabut hitam berputar di sekitarnya, mati-matian mencoba melepaskan diri dari injakan Ega.Namun, tak peduli sekuat apa pun dia berusaha, kaki Ega seperti gunung besar, tetap tak tergoyahkan."Arghhh!" Mata Manggala memerah. Dia meraung penuh ketidakrelaan. Hatinya dipenuhi amarah dan kehinaan.Dia ta

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2091

    "Kuat sekali!" ucap Ewan dengan ekspresi penuh kekaguman.Dharmadaya menyatukan kedua tangan. "Amitabha, Tuan Ega tetap seperti dulu, keberaniannya tak tertandingi di dunia."Dewa Perang berkata dengan iri, "Punya anak seharusnya seperti Ega. Pak Latif, kamu punya anak yang hebat!"Latif langsung melotot, tidak puas. "Maksudmu apa? Memangnya Widopo dan Dika itu buruk?"Seketika, Dika dan Widopo langsung menatap Dewa Perang."Haha, aku salah bicara." Dewa Perang tertawa. "Pak Latif, ketiga anakmu memang hebat, tapi aku berani bilang, cucumu nanti akan lebih hebat dari ketiga anakmu."Latif tampak bangga. "Omong kosong, lihat saja darah siapa yang mengalir di tubuh Ewan!"Di samping, Dika berkata kepada Putri Naga, "Istriku, lihat tuh, kakakku hebat, 'kan?"Putri Naga mengangguk dengan kagum. "Hebat."Dika berkata, "Andai suatu hari aku bisa sehebat kakakku.""Kamu?" Putri Naga meliriknya, lalu berkata dengan nada meremehkan, "Kalau suatu hari kamu sudah nggak perlu pegangan tembok lagi,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2090

    Sampah? Begitu satu kata itu terdengar, seluruh tempat langsung gempar.Manggala adalah penguasa Kota Terlarang, peringkat pertama Daftar Dewa, tetapi malah dimaki sebagai sampah. Ega benar-benar arogan."Hahaha, Ega yang dulu akhirnya kembali." Nazar tertawa lepas. "Ewan, belajarlah dari ayahmu. Seorang pria sejati harus berdiri tegak di bawah langit. Memang harus seberani dan seangkuh itu!"Dika membanggakan diri di depan Putri Naga. "Lihat tuh, kakakku.""Memangnya aku belum pernah lihat?" Putri Naga mendengus, menatap punggung Ega. Dalam hati, muncul sedikit harapan. "Dua puluh tahun lalu, dia sudah jadi yang terkuat di dunia. Entah setelah dua puluh tahun, apa dia masih tetap tak tertandingi?"Dika tersenyum. "Tenang saja, kapan pun, kakakku selalu tak terkalahkan. Manggala pasti mati!"Manggala menatap Ega dengan dingin, nadanya dipenuhi niat membunuh saat berkata, "Ega, nyawamu memang keras ya, bisa hidup sampai sekarang.""Kamu nggak seharusnya bersikap arogan di depanku. Tiga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2089

    Dika tampak sangat terkejut. Jarak mereka dengan Ewan jelas lebih dari 100 meter, tetapi Ega hanya melangkah satu kali dan langsung sampai."Sekarang Kakak Ega di tingkatan apa? Kok bisa sekuat ini?" Dika sangat terkejut.Ega berdiri di depan Ewan. Melihat tubuh Ewan penuh luka, sorot matanya langsung dipenuhi niat membunuh. Kemudian, dia melihat jubah putih yang dikenakan Ewan, tatapannya seketika berubah lembut.Ewan memanggil pelan, "Ayah ...."Ega segera berjongkok, langsung memeluk Ewan dan berkata, "Ewan, aku sudah kembali. Maaf sudah membuatmu menderita."Setelah itu, Ega menekan bahu Ewan dengan satu telapak tangannya. Seketika, Ewan merasakan kekuatan dahsyat mengalir dari telapak tangan Ega ke dalam tubuhnya. Lukanya pulih dengan cepat. Kurang dari dua menit, luka Ewan sudah pulih lebih dari setengahnya."Ayah, nggak perlu menyembuhkan lukaku. Aku sudah hampir sembuh," kata Ewan.Setelah itu, dia berdiri, menatap Ega dengan mata berkaca-kaca, lalu berlutut di tanah. "Hormat k

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2088

    Perubahan mendadak terjadi. Sekelompok orang langsung terpaku ketakutan."Mahendra!" Manggala adalah yang pertama bereaksi. Dia berteriak penuh duka dan amarah.Seketika, semua orang tersadar, serentak mengangkat kepala menatap Mahendra. Terlihat Mahendra tertancap di tembok kota oleh sebilah pedang. Matanya terbuka lebar. Dia mati tanpa bisa memejamkan mata."Tuan Mahendra ... sudah meninggal?""Dia 'kan kultivator abadi!""Siapa yang melakukan ini?"Semua orang merinding. Adegan barusan terjadi terlalu cepat, tak seorang pun melihat dengan jelas. Tiba-tiba saja, Mahendra sudah tewas karena sebilah pedang.Para tokoh keluarga besar yang hadir di tempat itu diliputi kepanikan. Tanpa sadar, semuanya memandang ke arah Manggala.Wajah Manggala dipenuhi kesedihan dan amarah, matanya yang tajam menatap ke arah gerbang Kota Terlarang. Sungguh menekan jiwa.Pada saat itu ....Bum! Dari luar gerbang Kota Terlarang, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Suara itu mengguncang langit dan bumi,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2087

    Ewan mengenalinya. Nazar sedang menggunakan Ajaran Lima Petir, bahkan mengerahkan dua jurus sekaligus.Beberapa saat kemudian ....Boom! Sepuluh sambaran petir turun dari langit, menghantam kepala Mahendra. Kekuatannya amat mengerikan.Di saat yang sama, Nazar memuntahkan banyak darah. Auranya merosot sampai titik terendah.Namun, menghadapi serangan sebesar itu, Mahendra hanya tersenyum tipis. "Cuma segini?"Plak! Mahendra memukul ke arah langit, lalu sepuluh petir itu langsung lenyap tanpa jejak.Apa? Ewan dan yang lainnya sangat terkejut."Terlalu lemah. Ada lagi cara yang lebih kuat?" tanya Mahendra.Mendengar itu, Nazar sampai memuntahkan darah karena marah."Sampah!" maki Mahendra, lalu menunjuk Ewan dan yang lainnya sambil berteriak, "Sini, terima kematian kalian."Ewan dan yang lain tetap berdiri di tempat."Nggak mau maju? Baiklah, aku yang akan mengantar kalian menuju kematian!" Mahendra maju satu langkah saja langsung melintasi jarak 20 meter dan tiba di depan mereka.Sret!

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status