共有

Bab 2503

作者: Rexa Pariaman
Mata Ewan berkedip. Dalam hatinya berpikir, 'Gadis ini dari dunia kultivasi?'

'Jangan-jangan, tebing ini bisa menjadi jalan menuju dunia kultivasi?'

'Tempat terakhir Ayah muncul adalah tebing ini. Apa mungkin ... Ayah sudah pergi ke dunia kultivasi?'

Memikirkan hal itu, Ewan segera mendekati tebing tersebut.

Tak disangka, begitu dia mendekati tebing, gelombang kekuatan yang luar biasa dahsyat kembali memancar dari celah itu. Sesaat kemudian, sesosok bayangan ungu memelesat ke pelukan Ewan dan me
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2505

    "Benar," jawab gadis berbaju hijau. "Aku berasal dari Istana Kembang dan merupakan pelayan pribadi Ketua."Ewan berjalan ke hadapan wanita berbaju ungu itu dan menatapnya sejenak.Harus diakui, bahkan saat tidak sadarkan diri sekalipun, wanita ini tetap sangat cantik. Parasnya sebanding dengan Leily, Gadis Suci Gunung Shuza.'Cantik-cantik begini, kenapa galak sekali?' Ewan menghela napas dalam hati. Dia lalu berjongkok dan memegang pergelangan tangan wanita berbaju ungu itu untuk memeriksa denyut nadinya.Detik berikutnya, raut wajah Ewan sedikit berubah. Luka yang diderita wanita itu sangat parah. Setidaknya puluhan meridiannya telah putus. Selain itu, organ-organ dalam tubuhnya juga mengalami kerusakan yang sangat serius.Untungnya, dia adalah seorang kultivator. Kalau orang biasa yang mengalami luka separah ini, kemungkinan besar sudah meninggal.Sambil memeriksa denyut nadinya, Ewan bertanya kepada Midori, "Dia ini majikanmu?""Ya." Midori mengangguk pelan, lalu menjawab, "Kami da

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2504

    Wanita berbaju ungu itu terjatuh ke tanah dan langsung pingsan."Ada apa ini?" Ewan tertegun."Ketua!"Gadis berbaju hijau menjerit dan segera muncul di sisi wanita berbaju ungu itu, lalu memeluknya.Kemudian, dia mengeluarkan sebuah botol porselen kecil berbahan giok dari dalam pakaiannya dan menuangkan sebutir pil sebening kristal, lalu memasukkannya ke mulut wanita berbaju ungu itu."Ketua ... Ketua ...."Gadis itu memanggil beberapa kali, tetapi wanita berbaju ungu itu sama sekali tidak bereaksi. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya karena cemas.Saat itulah, Nazar datang menghampiri Ewan."Bocah sialan, dua wanita cantik ini berturut-turut menjatuhkan diri ke pelukanmu. Nasibmu benar-benar bikin orang iri saja," kata Nazar dengan wajah penuh kecemburuan."Sudahlah, jangan ngawur. Dua wanita ini jelas bukan orang biasa," kata Ewan. "Wanita berbaju ungu itu setidaknya punya kultivasi tingkat maharaja. Sedangkan gadis berbaju hijau itu, kemungkinan besar juga nggak lebih rend

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2503

    Mata Ewan berkedip. Dalam hatinya berpikir, 'Gadis ini dari dunia kultivasi?''Jangan-jangan, tebing ini bisa menjadi jalan menuju dunia kultivasi?''Tempat terakhir Ayah muncul adalah tebing ini. Apa mungkin ... Ayah sudah pergi ke dunia kultivasi?'Memikirkan hal itu, Ewan segera mendekati tebing tersebut.Tak disangka, begitu dia mendekati tebing, gelombang kekuatan yang luar biasa dahsyat kembali memancar dari celah itu. Sesaat kemudian, sesosok bayangan ungu memelesat ke pelukan Ewan dan membuatnya terpental lagi.Bruk!Kali ini, Ewan terlempar hingga 500 meter sebelum menghantam tanah dengan keras.Krek!Tulang belikatnya patah.Seluruh tubuh Ewan terasa sakit, seolah-olah tulangnya remuk. Tepat pada saat itu, bibirnya merasakan sentuhan yang lembut, disertai aroma harum yang aneh.Tanpa sadar, Ewan mengecap bibirnya.Plak!Sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya.Pandangan Ewan langsung berkunang-kunang. Tamparan itu hampir membuatnya linglung. Saat membuka mata, barulah dia

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2502

    Tiba-tiba, terjadi perubahan yang tak terduga.Bum!Permukaan tebing itu mendadak terbelah, membentuk sebuah celah layaknya pintu batu. Gelombang kekuatan yang dahsyat langsung memancar dari dalamnya."Cepat mundur!"Ewan baru saja memperingatkan Nazar, ketika tiba-tiba seberkas cahaya hijau melesat keluar dari celah itu dan menghantam dadanya.Semuanya terjadi begitu cepat. Ewan sama sekali tidak sempat bereaksi. Tubuhnya terpental bersama cahaya hijau itu.Buk!Tubuh Ewan terlempar lebih dari seratus meter sebelum menghantam tanah dengan keras. Seluruh tubuhnya terasa nyeri. Seteguk darah sudah naik ke tenggorokannya dan nyaris saja menyembur.Saat itulah, dia baru melihat jelas bahwa cahaya hijau tersebut ternyata adalah seorang gadis yang mengenakan gaun panjang berwarna hijau.Gadis itu tampak baru berusia sekitar 18 tahun. Wajahnya polos dan lugu, kulitnya putih mulus, mata bundarnya tampak jernih, serta parasnya anggun dan menawan. Penampilannya bagaikan putri yang lembut, membu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2501

    Napas Ewan mulai memburu."Kenapa aku mencium aroma teratai salju lagi? Bocah, kamu cium aromanya juga nggak?"Nazar menoleh dan melihat Ewan menatap ke suatu arah dengan wajah penuh kegembiraan. Dia mengikuti arah pandangan Ewan dan seketika melihat teratai salju itu."Sial! Teratai salju sebesar ini!"Mata Nazar langsung berbinar. Dalam sekejap, dia melesat ke depan sambil berkata, "Aku yang nemu teratai salju ini duluan. Jadi teratai ini milikku."Bum!Ewan menghantamkan sebuah pukulan hingga membuat Nazar terpental, lalu dia sendiri mendarat di puncak pohon pinus tua.Nazar berteriak, "Bocah sialan, teratai salju ini milikku. Cepat minggir, atau jangan salahkan aku bertindak kasar nanti!"Ewan berkata, "Tua bangka, kamu masih berani ngomong gitu? Siapa tadi yang bilang, nggak bakal ambil satu pun lagi teratai salju yang kita temukan nantinya? Lupa ya?""Mana bisa disamakan?" balas Nazar. "Maksudku tadi, aku nggak akan lagi ambil satu pun Teratai Milenium yang kita temukan nanti. Ta

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2500

    Di ujung lembah, muncul tiga puncak gunung. Ketiga puncak itu tidak ditumbuhi sehelai rumput pun, menjulang tegak lurus ke langit, bagaikan tiga pedang raksasa yang ditancapkan terbalik ke tanah.Alasan wajah Ewan dipenuhi keterkejutan adalah karena di depan ketiga puncak gunung itu terdapat sebuah lubang raksasa. Lubang itu bahkan lebih besar daripada sebuah lapangan sepak bola.Bahkan sebelum mendekat, Ewan dan Nazar sudah merasakan bulu kuduk mereka meremang."Ayo, kita lihat lebih dekat." Ewan memperlambat langkahnya dan membawa Nazar perlahan mendekati lubang itu.Makin dekat ke lubang tersebut, udara makin dingin.Beberapa menit kemudian, keduanya akhirnya tiba di tepi lubang dan menunduk ke bawah. Yang terlihat hanyalah kegelapan pekat tanpa dasar yang terlihat, seolah terhubung langsung ke neraka dan tak terukur kedalamannya."Kenapa ada jurang seperti ini di tempat ini?" Wajah Ewan dipenuhi kebingungan.Nazar mengambil sebuah batu dari tanah, lalu melemparkannya ke dalam. Sete

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status