Share

Bab 361

Penulis: Rexa Pariaman
Humam turun dari mobil untuk memeriksa. Benar saja, sekitar tiga meter di depan mobil, seorang wanita tergeletak di tanah.

Saat dia mendekat, ekspresi Humam berubah aneh.

"Humam, orangnya mati nggak?" tanya Laksh dengan ekspresi tenang, seolah hanya menanyakan hal sepele.

Humam melirik ke sekitar, memastikan tidak ada orang lewat dan juga tidak ada kamera pengawas. Dia lalu melambaikan tangan dan berseru, "Laksh, turun sendiri dan lihatlah."

Laksh keluar dari mobil. Begitu melihat tubuh wanita itu berlumuran darah, raut wajahnya menunjukkan rasa jijik.

"Sial!" Dia mengumpat, kemudian baru mau mendekat. Dengan dua jarinya, dia menempelkan ke lubang hidung wanita itu untuk memeriksa napas, lalu berkata, "Belum mati, masih ada napas."

"Laksh, kamu tahu siapa dia?" tanya Humam.

"Siapa?" Laksh terkejut. "Humam, kamu kenal wanita ini?"

Humam menjawab, "Namanya Aruna. Dia adalah ibu kandung Ewan."

"Apa?" Laksh sempat tidak percaya. "Humam, kamu jangan bercanda denganku."

"Aku nggak bercanda.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Mieyamin
Dullah koq jadi Barry? Arjuna tuh siapa wee
goodnovel comment avatar
Prayitno Nurdin
penulisnya lansia eh omsia. Dullah bukan barry
goodnovel comment avatar
junigemini41115
yg lumpuh dullah.... barry itu kakaknya dullah
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1390

    Mata Ishwar berkilat sesaat.Usulan Lanjar terdengar cukup bagus, tetapi dia masih ragu. Terutama karena kemampuan bertarung Ewan terlalu kuat, jadi ingin membunuhnya jelas bukan perkara mudah.Lanjar yang sudah lama mengikuti Ishwar, langsung bisa melihat kegelisahannya. Dia bertanya, "Ishwar, kamu khawatir kemampuan bertarung Ewan terlalu kuat sehingga sulit membunuhnya?""Mm." Ishwar mengangguk.Lanjar tersenyum dan berujar, "Soal ini, kamu sama sekali nggak perlu khawatir.""Oh?" Ishwar agak terkejut. "Kamu sudah memikirkan caranya?"Lanjar terkekeh-kekeh. "Di zaman sekarang ini, sudah bukan era adu kekuatan individu lagi.""Kemampuan bocah itu memang hebat. Sekalipun kita mengumpulkan ratusan orang, hanya mengandalkan tangan kosong, tetap nggak mungkin membunuhnya. Tapi kalau pakai senjata api, gimana?"Senjata api? Mata Ishwar langsung berbinar. Benar juga, sehebat apa pun ilmu bela diri seseorang, mana mungkin lebih hebat dari peluru?Namun, Ishwar masih sedikit ragu. Lanjar ter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1389

    Senyuman di wajah Lanjar langsung membeku. Dia segera menutup mulutnya.Pada saat yang sama, di dalam hati dia memaki Dodo habis-habisan. 'Sombong apa sih? Cuma anjing yang menumpang kekuatan orang lain!'Ishwar berkata, "Pak Ewan, kalau begitu kalian lanjutkan urusan kalian dulu. Aku juga mau mengurus bisnis."Setelah berkata demikian, dia pun pergi bersama Lanjar dan pengikutnya.Baru setelah berjalan cukup jauh, Ishwar memaki, "Sialan! Melihat bocah itu tersenyum saja rasanya ingin kuhantam wajahnya!"Lanjar ikut menimpali, "Si Dodo itu juga, dia itu siapa sih? Dulu di depanku kentut pun nggak berani, sekarang cuma karena ada Ewan di sampingnya, berani-beraninya menyuruhku tutup mulut. Huh, benar-benar ingin kurobek mulutnya!"Ishwar menasihati Lanjar, "Marah boleh saja, tapi sebaiknya jangan provokasi mereka. Cara Ewan bertindak sudah sama-sama kita lihat. Kalau dia kejam, dia seperti iblis."Mengingat kejadian malam itu di Bar Pesona, hati Ishwar masih diliputi rasa takut."Tenang

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1388

    Ewan merasa agak heran. Beberapa hari lalu, dua orang ini masih berada di Soharia, bagaimana sekarang malah muncul di Dadaru? Jangan-jangan belum kapok dipukuli, jadi datang lagi mencari masalah?Ewan mengangkat tangan dan menunjuk ke depan, lalu berkata, "Kak Lisa, Dodo, kalian lihat itu siapa?"Lisa dan Dodo mengikuti arah telunjuknya. Keduanya langsung tertegun.Terlihat Ishwar dan Lanjar membawa beberapa anak buah, berjalan santai di jalanan, sama sekali tidak menyadari keberadaan Ewan dan yang lain.Hidung dan wajah Lanjar masih lebam, kepalanya memakai topi bisbol. Sementara itu, satu tangan Ishwar dililit perban.Masing-masing dari mereka pun memeluk seorang wanita muda berpakaian seksi, tampak sangat menikmati diri.Lisa bertanya dengan terkejut, "Kenapa dua orang ini ada di sini? Jangan-jangan mereka mengikuti kita?"Ewan menggeleng. "Seharusnya bukan. Kalau iya, mereka nggak mungkin muncul terang-terangan di depan kita."Saat Dodo melihat Lanjar memeluk seorang wanita, amarah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1387

    Ewan kembali mulai berlatih jimat.Setelah kekuatan dalamnya meningkat, hal itu memang sangat membantu dalam latihan jimat. Ewan hanya membutuhkan satu malam saja untuk kembali menguasai lima atau enam jenis jimat.Pada saat yang sama, Ewan juga menyadari bahwa mata batin miliknya mengalami peningkatan yang cukup besar.Dulu mata batinnya hanya bisa menembus jarak puluhan meter, tetapi sekarang mata batinnya sudah mampu menembus hingga seratus meter.Saat fajar menyingsing, Lisa datang ke sisi Ewan dan berkata, "Kamu pergi pamitan dulu pada Master Dharmadaya, sebentar lagi kita akan meninggalkan tempat ini.""Hmm." Ewan mengangguk, lalu bertanya, "Si anjing penjilat itu gimana?"Lisa berkata, "Maksudmu Dodo? Semalaman dia mendengarkan Master Dharmadaya membabarkan sutra Buddha."Ewan tertawa dan berkata, "Sutra Buddha itu membosankan sekali, dia betah?""Jangan salah," sahut Lisa. "Dia benar-benar mendengarkannya semalaman, bahkan sangat serius dan terus-menerus berdiskusi dengan Dharm

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1386

    Dalam sekejap, tiga hari pun berlalu.Selama tiga hari ini, selain berjaga di sisi jenazah Master Hampa, Ewan juga mendalami Pedang Enam Nadi dan Jurus Pedang Rumput gaya kedua. Kini, dua jurus pedang tingkat tertinggi itu telah sepenuhnya dia kuasai dan pahami.Di dalam hati, Ewan membandingkan mana yang lebih kuat di antara kedua teknik pedang tersebut. Pada akhirnya, dia sampai pada satu kesimpulan, yaitu kekuatan Jurus Pedang Rumput lebih dahsyat daripada Pedang Enam Nadi."Pedang Enam Nadi memang berupa energi pedang tak berwujud, tapi harus dipadukan dengan teknik pergerakan tubuh yang luar biasa agar kekuatannya bisa dikerahkan secara maksimal.""Seperti dalam Kitab Delapan Naga, ada ahli yang memadukan Langkah Gelombang Awan dengan Pedang Enam Nadi untuk bisa menjadi ahli tingkat puncak. Tapi kalau dibandingkan, Jurus Pedang Rumput jelas lebih kuat daripada Pedang Enam Nadi."Setelah memperoleh ratusan tahun tenaga dalam milik Hampa, Ewan kini bisa mengerahkan Pedang Enam Nadi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1385

    "Kuil Naga Langit berada di Gunung Bentang, Dadaru. Tempat itu sangat terpencil, mungkin saja nggak ada sinyal," kata Mariadi sambil menguap. Wajahnya tampak lelah."Kak, semalam kamu nggak istirahat dengan baik?" tanya Magana dengan nada khawatir. "Usiamu juga sudah nggak muda lagi, jaga kesehatanmu."Mariadi melambaikan tangan. "Nggak apa-apa, hanya saja akhir-akhir ini perasaanku nggak tenang. Semalam aku terus mimpi buruk."Magana tertegun. "Kak, dua hari terakhir ini aku juga tiba-tiba merasa gelisah. Semalam aku juga mimpi buruk."Mariadi bertanya, "Mimpi buruk apa?"Dengan suara berat, Magana berkata, "Aku mimpi Kak Marwanto berlumuran darah, berjuang di tengah lautan api. Sambil berjuang, dia terus melambaikan tangan kepadaku. Aku ingin menyelamatkannya, tapi apinya terlalu besar. Aku sama sekali nggak bisa mendekat ...."Belum sempat Magana menyelesaikan ucapannya, Mariadi sudah bertanya, "Apa Kak Marwanto juga berteriak keras, mengatakan bahwa dia mati dengan sangat mengenask

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status