مشاركة

109

مؤلف: ByFilter
last update تاريخ النشر: 2026-08-11 08:55:55

Setelah menempuh perjalanan panjang belasan jam melintasi benua, pesawat itu akhirnya mendarat di tanah air.

Kiana menahan napas sejenak, jantungnya berdegup kencang menahan rindu yang tak tertahankan.

Ia sudah tak sabar ingin segera memeluk putrinya—sosok kecil yang telah dia tinggalkan selama lima tahun penuh.

Dengan langkah tak sabar, Kiana turun dari pesawat sambil menggendong Arvan erat di pelukannya.

Setelah menginjak tanah, ia menurunkan Arvan dan mulai berjalan, matanya tidak henti m
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • 500 Juta Harga Tubuhku Untukmu    Bab 125

    Setelah berjam-jam tim medis berusaha sekuat tenaga menyelamatkan nyawa Arkan, akhirnya pintu ruang UGD terbuka perlahan. Kiana bersama Ratna — mertuanya yang baru saja dia hubungi dan beritahu tentang kondisi putranya — telah menunggu dengan cemas sejak tadi air mata keduanya tak berhenti menangis.Melihat pintu yang terbuka, Kiana dan Ratna segera bergegas menghampiri dokter yang keluar dari ruangan."Bagaimana, Dokter? Bagaimana dengan suami saya?" tanya Kiana berharap suaminya terlepas dari maut. Ratna di sampingnya terus menangis tak henti.Gibran menggeleng pelan, wajahnya tampak ikut merasakan kesedihan yang menimpa Kiana. "Maaf... kami tidak bisa menyelamatkan Tuan Arkan. Racun sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, merusak jantung dan saraf-saraf dalam tubuhnya. Semua fungsi vital sudah berhenti. Tidak ada harapan lagi untuk hidup."Bruk.Kiana jatuh lemas tersungkur ke lantai."Arkan!! Anakku!!" Ratna berteriak histeris mendengar kabar bahwa putra satu-satunya itu telah tiad

  • 500 Juta Harga Tubuhku Untukmu    Bab 124

    Usai meneguk minuman itu, Kiana menatap suaminya dengan perasaan lega. Dia ingat — dia tidak jadi menaburkan serbuk racun itu. Jadi Arkan aman. "Kau terlihat cemas," ujar Arkan memperhatikannya. "Kau tidak sehat?""Ah, tidak... aku cuma sedikit lelah," jawab Kiana berbohong."Kalau kau lelah, kita pulang saja," ajak Arkan."Ti... tidak! Acaranya baru dimulai... maksudnya, acaranya belum selesai. Aku masih bisa menunggu kok," jawab Kiana cepat terbata-bata.Dari kejauhan, Kiana melihat punggung Angel yang sedang berjalan menjauh. Soraya yang melihat apa yang terjadi tersenyum puas — rencananya berhasil karena Angle sudah menunaikan keinginannya untuk membunuh Arkan. Angel berniat pergi, tapi tak sengaja ia berpapasan dengan Leo yang baru saja keluar dari toilet membersihkan jasnya. Gadis itu tersenyum genit padanya sembari mengedipkan salah satu matanya pada Leo, lalu kembali melangkah pergi.Leo menatapnya curiga. Apa yang baru saja dilakukan wanita ini? batinnya. Dia pun be

  • 500 Juta Harga Tubuhku Untukmu    Bab 123

    "Lady... apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Rehan pada gadis itu merasa penasaran dengan sosok dihadapannya.Angel menggeleng. "Tidak.""Kenapa aku merasa seperti mengenalimu?""Itu hanya perasaan Anda saja, Tuan. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Angel, lalu langsung melangkah masuk ke dalam gedung meninggalkan Rehan yang masih terus menatap punggungnya menjauh."Dingin sekali gadis ini. Tapi, kenapa aku merasa dia tidak asing bagiku," gumam Rehan pelan, lalu ikut melangkah masuk menyusul keramaian.Di dalam aula, Angel mengedarkan pandangan, mencari sosok seseorang. Di kejauhan, matanya menangkap sosok Kiana. Wanita itu sedang berdiri di samping Arkan, berbincang dengan beberapa tamu yang tampak seperti rekan-rekan bisnis suami Kiana."Tuan Arkan, apa ini istri Anda?" tanya salah satu rekan bisnis Arkan."Ya, benar," jawab Arkan tenang."Wow... siapa yang menyangka kalau istri Anda ternyata begitu cantik," puji pria itu tulus.Kiana hanya tersenyum tipis menanggapi pujian

  • 500 Juta Harga Tubuhku Untukmu    Bab 122

    "Kau cemburu?""Siapa juga yang cemburu!" kesal Kiana mendengar ucapan Arkan. "Terus kenapa kamu menyuruh aku ngajak tantemu? Kan kamu istriku?" Arkan menahan tawanya sambil menatap tajam. "Kamu kan sudah bosan dengan istrimu? Ya sudah, cari saja yang lain di luar sana!""Sekarang kamu sudah jadi peramal ya? Ternyata kamu tahu isi hatiku. Baguslah kalau begitu," ujar Arkan sengaja memancing kemarahan istrinya, lalu berdiri dan masuk ke dalam ruang ganti.Kiana mengepalkan kedua tangannya, berusaha menahan emosi yang meledak. "Aku nggak mau pergi!" teriaknya dari luar.Suara teriakan itu justru membuat senyum Arkan yang berada di dalam ruang ganti semakin melebar."Kau bilang saja sama Mama kalau kau nggak mau pergi. Nanti sekalian suruh Mama yang mengatur supaya aku ada teman yang dampingi saat ke acara peresmian itu," jawab Arkan dari dalam, yang membuat Kiana kesal setengah mati."Bajingan!" gumam Kiana, lalu bergegas keluar dari kamar. Dia tidak ingin melihat wajah pria yang begi

  • 500 Juta Harga Tubuhku Untukmu    Bab 121

    "Kiana?" Dokter Gibran tampak terkejut saat melihat wanita itu berdiri di hadapannya. Sudah lebih dari lima tahun mereka tidak pernah bertemu. Dan hari ini wanita itu tiba-tiba saja muncul. Kiana tersenyum. "Bagaimana kabar Dokter?" "Aku baik-baik saja," jawab Gibran, masih menatapnya tak percaya. "Bagaimana denganmu, Kiana? Ke mana saja kau selama ini? Dan kenapa baru sekarang kau memperlihatkan diri?" Rasa penasaran tampak jelas di wajah pria itu. Ada begitu banyak pertanyaan yang selama lima tahun tersimpan di benaknya. "Saya baru pulang dari Jerman sekitar sebulan yang lalu." "Jerman?" Gibran mengerutkan kening, semakin terkejut. "Wah, aku tidak tahu kau pergi ke Jerman. Kapan kau kesana?" "Sekitar 5 tahun lalu. Maaf, saya juga tidak sempat berpamitan waktu itu." "Tidak apa-apa, aku paham." "Oh ya, tumben kau datang ke sini? Kau sakit, Kiana? Mau berobat?" Lanjut Gibran memberinya pertanyaan beruntun. Kiana menggeleng pelan. "Sebenarnya saya ke sini berniat men

  • 500 Juta Harga Tubuhku Untukmu    Bab 120

    "Kalau aku tidak tertarik, bagaimana?" balas Angel berbisik kembali, menatap lurus ke arah pria itu.Leo mengangkat bahu santai. "Hidupmu, pilihanmu. Jika kau menolak, kaulah yang rugi. Tidak ada seorang pun yang akan memaksamu."Sudut bibir Leo terangkat, membentuk senyuman licik yang seolah menyembunyikan sesuatu. "Aku mau tidur. Jangan menggangguku," lanjut Leo, lalu mendorong Angel hingga wanita itu terjatuh dari sofa."Kau!"Leo sama sekali tidak peduli. Ia langsung berbaring merentangkan tubuhnya di atas sofa, meluruskan otot-ototnya yang terasa kaku. Dan mengabaikan kekesalan Angel.Angel terduduk di lantai, tepat di bawah tepi sofa, menatap pria itu tak percaya."Laki-laki jahat," ujar Angel kesal."Memang kau sudah baik, Nona?" sindir Leo singkat, tanpa membuka mata.Angel hanya bisa menarik nafas menahan amarah._____Keesokan harinya.Di parkiran vilaArkan melihat istrinya yang sudah bersiap pergi untuk melamar pekerjaan di Rumah Sakit Prima Huda."Kau yakin ingin melamar

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status