Share

Bab 3

Penulis: Ikan Gelembung
Jeksen menggenggam ponselnya erat, lalu menunduk dan menatapku dengan rasa bersalah di wajahnya.

“Tunggu aku balik … nanti aku jelaskan semuanya.”

Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi tanpa melihat Leona sekilas pun.

Tatapan Leona padaku langsung dipenuhi amarah.

“Reiny, semua ini ulahmu, ‘kan? Kamu datang ke sini cuma untuk pamer? Sekarang kamu sudah puas?”

Dia tiba-tiba mendekat. Senyumnya penuh niat jahat.

“Kamu pasti iri karena aku hamil, ‘kan? Mau tahu satu rahasia? Waktu kamu hamil, lalu keguguran dan menangis di rumah sakit … aku dan Jeksen sempat bersenang-senang di kamar sebelah. Anak kami dikandung saat itu juga.”

Seluruh tubuhku gemetar karena marah.

Dengan seluruh tenaga, aku menamparnya keras.

“Berani-beraninya kamu memukulku! Aku bunuh kamu!”

Leona mendorongku.

Di belakangku adalah jendela.

Begitu sadar, aku langsung meraih tangannya.

Kalau harus mati, ayo mati bersama!

Lantai ini setinggi lima meter.

Jatuh dari sini, kalau tidak mati, setidaknya pasti cacat.

Untungnya … di bawah ada danau buatan.

Jeksen yang sudah pergi tiba-tiba kembali lagi karena teringat kunci mobilnya masih pada Leona.

Dia tepat menyaksikan momen aku jatuh ke air.

“Reiny! Jangan takut! Aku tahu kamu nggak bisa berenang. Aku akan menyelamatkanmu!”

Saat ini seseorang berteriak, “Sepertinya ada satu perempuan lagi yang jatuh!”

Jeksen langsung berbalik arah tanpa ragu, berenang menuju Leona.

“Kak Jeksen … hiks ….”

Setelah diselamatkan, Leona menangis histeris di pelukan Jeksen.

Namun tiba-tiba Jeksen seperti tersadar, mendorongnya menjauh.

“Di mana Reiny? Reiny masih di dalam air!”

Dia hendak melompat lagi, tapi melihatku sudah berdiri di tepi danau.

“Kamu … sejak kapan kamu bisa berenang?”

Dia benar.

Dulu aku memang tidak bisa berenang.

Aku pernah berkali-kali mendaftar kursus renang, tapi semuanya dibatalkan olehnya.

“Selama ada aku, kamu nggak akan pernah jatuh ke air.”

Setelah aku bertemu pria itu, dia sendiri yang mengajariku berenang, memanjat tebing, bahkan memanah.

Dia berharap suatu hari ketika dia tidak ada di sisiku, aku harus tetap bisa melindungi diriku sendiri.

Aku menjawab dengan tenang, “Tunanganku yang mengajariku.”

Aku bersiap pergi, tapi berhenti sejenak untuk memperingatkan, “Suruh Leona jangan macam-macam lagi. Kalau nggak, jangan salahkan aku nggak menaruh ampun padanya.”

“Tunangan?”

Jeksen tampak bingung.

Namun, teriakan Leona langsung menarik perhatiannya.

“Kak Jeksen, aku sakit sekali, perutku tiba-tiba sakit!”

Dia pun segera memeriksa kondisi Leona.

Aku tidak punya kesabaran lagi untuk menonton sandiwara mereka, jadi aku berbalik dan pergi tanpa ragu.

Setelah pria itu tahu aku jatuh ke air, dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menjagaku dengan baik.

Alhasil, dia mempercepat kehancuran perusahaan Jeksen.

Tak lama lagi, Jeksen akan menjadi orang yang tidak memiliki apa-apa.

Setengah bulan kemudian, hari pernikahan tiba seperti yang dijanjikan.

Tamu undangan memenuhi tempat acara.

Aku berdiri di depan pintu untuk menyambut tamu.

Pasanganku kebetulan pergi sebentar karena ada urusan.

Tak disangka, aku malah bertemu Jeksen dan Leona.

Ternyata mereka juga termasuk dalam daftar undangan.

Jeksen menatapku sejenak, lalu menarik tanganku ke samping.

“Ini pernikahan paman ketigaku. Kenapa kamu ada di sini?”

“Aku ….”

Belum sempat aku menjawab, dia sudah melanjutkan sendiri, “Aku tahu kamu masih belum bisa melupakanku. Tapi semua tamu di sini adalah keluargaku. Kalau kamu menyinggung mereka, jangan salahkan aku kalau nanti kamu nggak diterima di keluargaku.”

Akhirnya aku berhasil melepaskan tanganku dari genggamannya.

“Hari ini adalah pernikahanku ….”

Belum selesai aku bicara, Leona berteriak dari samping, “Jeksen! Perutku sakit lagi! Apa bayi kita menendang perutku?”

Jeksen langsung melepaskanku dan berlari menghampirinya.

...

Upacara pernikahan pun dimulai.

Pembawa acara membacakan pembukaan di atas panggung.

Aku sudah berganti gaun dan selesai dirias.

Saat menunggu giliran masuk, aku mendengar suara Jeksen dan Leona dari luar.

“Serius, kalian seharusnya datang ke pernikahan paman ketiga. Ini baru namanya dunia kalangan elit.” Leona berkata pada orang-orang di ujung lain telepon.

Teman-temannya tertawa keras.

Tiba-tiba seseorang bertanya pada Jeksen, “Aku dengar Reiny mengejarmu sampai ke pernikahan Keluarga Zimmer? Ayo, ceritakan apa yang terjadi!”

Jeksen terdiam sejenak, lalu berkata pelan, “Sejujurnya, aku tahu aku sudah banyak menyakiti Reiny. Tapi, apa boleh buat? Leona punya depresi. Aku sudah berjanji pada orang tuanya untuk menjaganya.”

“Ingat taruhan kita tentang kapan Reiny bisa menikah? Berdasarkan sifatnya yang keras kepala dan terus mengejarku, aku rasa seumur hidup pun dia nggak akan bisa menikah, hahaha!”

Tepat saat ini pula, pembawa acara memanggil pengantin wanita untuk masuk.

Musik mulai dimainkan.

Pintu besar perlahan terbuka.

Aku mengenakan gaun pengantin mewah bernilai puluhan miliar, melangkah masuk dengan anggun.

Tatapan Jeksen langsung bertemu dengan mataku.

Dia … benar-benar terpaku.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 8

    “Dia punya depresi? Kamu yakin?”Hans menopang pipi dengan tangan, menyunggingkan senyum sinis.“Ini adalah surat keterangan depresi palsu yang dibuat Leona di rumah sakit. Selama bertahun-tahun ini, dia terus membohongimu. Dasar bodoh.”Jeksen menerima berkas-berkas itu dengan tatapan tak percaya.Seluruh tubuhnya seolah runtuh.“Kamu membohongiku? Jadi, selama ini semuanya hanya bohongan? Lalu semua yang kulakukan untukmu, melukai Reiny selama ini dianggap apa?”Dia merobek semua kertas itu, lalu mencengkeram dagu Leona dengan kasar.“Dasar jalang, kamu cari mati!”Matanya dipenuhi amarah, seolah ingin mencabik-cabik Leona.Namun, Leona justru tertawa.“Apa maksudmu aku mencelakai Reiny? Apa aku pernah menodongkan pisau ke lehermu dan memaksamu melakukan semua itu?”“Jeksen, manusia nggak bisa memiliki semuanya sekaligus. Kalau sudah memilih cinta pertama, jangan berharap masih bisa memiliki cinta yang lain.”“Aku melakukan semua ini hanya demi anak dalam kandunganku. Kalau Paman Han

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 7

    Aku memalingkan wajah dengan dingin.“Aku datang cuma mau menanyakan satu hal. Waktu itu, kecelakaan mobil yang membuatku keguguran dan kehilangan anak, apa kamu sudah tahu sejak awal?”Kejadian itu bukan sekadar kecelakaan biasa. Mereka mengoleskan minyak di telapak sepatuku, lalu menebarkan paku di jalan yang pasti kulewati saat pulang.Pada akhirnya, sebuah truk besar melaju lurus menabrakku.Kalau bukan karena Hans, mungkin aku sudah mati dalam kecelakaan itu.Aku tidak percaya itu kecelakaan.Orang yang ingin mencelakaiku jelas mengincar nyawaku.Kalau Jeksen juga terlibat dalam hal ini, aku tidak akan pernah mengampuninya!Wajahnya langsung menegang.“Anak apa? Kecelakaan apa? Kapan kamu hamil?”Aku mengusap air mata di sudut mataku, tidak lagi menjawabnya.“Kamu seharusnya bersyukur kamu nggak terlibat. Kalau nggak, aku pasti akan membuatmu mati tanpa punya tempat untuk dikuburkan.”Usai berkata, aku melirik Jeksen yang tergeletak di lantai seperti lumpur tak bernyawa, lalu berb

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 6

    Namun, dia berkata, “Reiny, bagian pohon yang berbekas luka justru adalah bagian yang paling kuat. Reiny yang berhasil keluar dari keputusasaan akan menjadi Reiny yang paling kuat.”Pada masa terparah, aku bahkan pernah menggigit tangannya sampai terkelupas sepotong daging.Setelah aku sembuh, bagian itu pun masih tersisa bekas luka berbentuk bulan sabit.“Aku nggak menganggap ini luka. Ini adalah bukti cinta kita.”Hans mengangkat tangannya, memperlihatkan bekas luka itu.Seketika, suasana yang semula berat menjadi cair.Tawa mulai terdengar di sekeliling.Tatapan orang-orang pada kami pun kini dipenuhi rasa iri dan kagum.Seminggu kemudian, aku kembali ke vila yang dulu kutinggali bersama Jeksen.“Reiny, aku tahu kamu pasti akan kembali ke sisiku.”Begitu pintu terbuka, yang terlihat hanyalah botol-botol berserakan di lantai.Bau alkohol dari tubuh Jeksen begitu menyengat hingga aku refleks menutup hidung.Dia bangkit dengan susah payah dari lantai. Wajahnya penuh harap.“Reiny, hari

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 5

    Sudut Pandang Reiny.Aku melihat wajah Jeksen langsung pucat pasi.“Pa … Paman, kamu … bilang apa?”Tatapan Hans jatuh pada tangan Jeksen yang masih memegangku. Ekspresinya begitu dingin hingga terasa mencekam.“Lepaskan tantemu.”Namun, Jeksen tetap tidak mau lepas tangan.“Paman, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana mungkin kamu bersama Reiny? Dia adalah pacarku!”“Dia adalah individu yang berdiri sendiri.”Saat Hans menatapku, sorot matanya langsung melembut.“Reiny, apa kamu mau dia menyentuhmu?”Aku langsung menghempaskan tangan Jeksen.“Lepaskan aku, Jeksen! Aku sudah bilang sejak lama kalau kita sudah putus dan aku sudah bertunangan! Kamu sendiri yang nggak mau percaya!”“Kapan kamu pernah bilang?”Suaranya hampir pecah seperti ingin menangis.“Waktu kamu mengerjaiku, waktu aku pulang untuk ambil KTP, bahkan di depan toko gaun pengantin pun aku sempat bilang! Kamu saja yang nggak mau dengar!”“Ini ….”Jeksen seperti disambar petir.“Ini nggak mungkin … nggak mungkin ….”Hans s

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 4

    Sudut Pandang Pihak Ketiga.Jeksen berkata dengan bengong, “Leona … apa aku salah lihat? Kenapa aku malah melihat Reiny di atas panggung?”Jeksen tertegun beberapa detik sebelum akhirnya tersadar.Leona yang duduk di bawah sebenarnya sudah lebih dulu melihat wajah Reiny dengan jelas. Namun, dia sengaja berkata, “Mana mungkin? Pasangan paman ketigamu kebetulan mirip dengan Reiny saja. Dengan kondisi seperti Reiny, mana mungkin ada pria yang menginginkannya?”Jeksen pun menghela napas lega. Karena jaraknya cukup jauh, dia memang tidak bisa melihat wajah pengantin dengan jelas.“Benar juga. Pamanku, Hans Zimmer, terkenal sangat pilih-pilih. Banyak wanita mengejarnya, mana mungkin dia menyukai Reiny.”Namun entah kenapa, hatinya tetap terasa gelisah.Ada orang yang datang menyapanya, tapi dia hanya mengangguk dengan asal. Pikirannya melayang entah ke mana.Melihat pasangan pengantin di atas panggung saling mengucap janji, dia tiba-tiba teringat semua lamaran yang pernah dia lakukan pada Re

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 3

    Jeksen menggenggam ponselnya erat, lalu menunduk dan menatapku dengan rasa bersalah di wajahnya.“Tunggu aku balik … nanti aku jelaskan semuanya.”Setelah mengatakan itu, dia langsung pergi tanpa melihat Leona sekilas pun.Tatapan Leona padaku langsung dipenuhi amarah.“Reiny, semua ini ulahmu, ‘kan? Kamu datang ke sini cuma untuk pamer? Sekarang kamu sudah puas?”Dia tiba-tiba mendekat. Senyumnya penuh niat jahat.“Kamu pasti iri karena aku hamil, ‘kan? Mau tahu satu rahasia? Waktu kamu hamil, lalu keguguran dan menangis di rumah sakit … aku dan Jeksen sempat bersenang-senang di kamar sebelah. Anak kami dikandung saat itu juga.”Seluruh tubuhku gemetar karena marah.Dengan seluruh tenaga, aku menamparnya keras.“Berani-beraninya kamu memukulku! Aku bunuh kamu!”Leona mendorongku.Di belakangku adalah jendela.Begitu sadar, aku langsung meraih tangannya.Kalau harus mati, ayo mati bersama!Lantai ini setinggi lima meter.Jatuh dari sini, kalau tidak mati, setidaknya pasti cacat.Untung

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 2

    Memikirkan harus urus surat pernikahan, aku baru teringat bahwa KTP-ku masih tertinggal di rumah yang dulu kutinggali bersama Jeksen.Aku berdiri di depan pintu, lalu mencoba beberapa kali memasukkan kata sandi dengan tanggal lahirku. Namun, semuanya salah.Sampai akhirnya, aku memasukkan tanggal la

  • 99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank   Bab 1

    Entah berapa lama mereka tertawa, sampai akhirnya seseorang menyadari aku tidak berkata apa-apa. Dia mencoba mencairkan suasana.“Aduh, Kak Reiny. Ini cuma bercanda saja. Untuk apa kamu begitu marah?”Aku menjawab dengan tenang, “Aku nggak marah.”Leona Jilid bersandar manja di pelukan Jeksen.“Kak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status