FAZER LOGINSetelah terbangun dari kecelakaan mobil, pacarku, Robbie, mengalami amnesia sementara. Dia mengira sahabatku, Emma, adalah tunangannya. Agar dia tidak kembali mengalami guncangan, aku terpaksa bertukar identitas dengan sahabatku. Kami berdua sepakat hanya berpura-pura menjadi satu sama lain dan tidak menjalankan kewajiban sebagai pasangan. Setelah Robbie mendapatkan kembali ingatannya, semuanya akan kembali seperti semula. Namun, enam bulan berlalu. Robbie sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Sampai suatu ketika, aku tanpa sengaja melihat sebuah postingan permintaan bantuan dari orang di kota yang sama di internet. [ Setelah hilang ingatan akibat kecelakaan mobil dan salah mengira orang lain sebagai pacar, sekarang aku sudah jatuh cinta padanya. Bagaimana caranya menjelaskan hal ini kepada pacarku yang dulu? ] Jawaban dengan jumlah like tertinggi di kolom komentar memberinya sebuah saran. [ Tentu saja terus pura-pura amnesia! Mau diteruskan juga bisa, mau mundur juga masih punya alasan. Kalau nanti menyesal, tinggal bilang ingatanmu baru saja pulih. ] Ternyata komentar itu disukai oleh penulis postingan. Saat aku mengangkat kepala, Robbie kebetulan pulang bersama Emma. Dia membawa beberapa kantong barang sambil berjalan di belakang Emma. Saat memandang Emma, tatapannya penuh cinta. Ternyata, sandiwara ini sudah lama dianggap nyata oleh Robbie.
Ver mais"Benar-benar bawa sial." Ibuku langsung memasang wajah masam dan mengulurkan tangan untuk menutup pintu.Robbie segera mengganjal kusen pintu dengan kakinya dan memaksa menahan gerakan ibuku."Aku tahu hari itu Tante juga datang ke pernikahan. Meryl yang minta Tante datang, 'kan? Sekarang dia ada di mana? Aku ingin bertemu dengannya."Ibuku mencibir sambil berkacak pinggang. "Kamu mengantarkan undangan sampai ke rumah, tentu saja aku harus datang untuk melihat tontonan di pernikahanmu.""Putriku bukan binatang peliharaan yang bisa kamu panggil dan usir sesukamu. Daripada buang-buang waktu di sini, lebih baik kamu pergi dan rawat anak haram yang dikandung Emma untukmu.""Toh kamu cuma bisa berharap pada anak itu untuk mengurusmu sampai tua dan mengantar jenazahmu ke liang kubur nanti."Selama ini, ibuku selalu bersikap lembut dan penuh toleransi kepadanya. Kapan pernah dia berbicara dengan nada seperti itu kepada Robbie?Robbie berdiri terpaku di tempat selama beberapa saat, seolah tida
Demi melihat tontonan gratis, ibuku benar-benar naik kereta cepat ke sana. Dia bahkan merekam videonya dan mengirimkannya kepadaku.Saat upacara pernikahan berlangsung setengah jalan, seorang pria asing tiba-tiba naik ke panggung dan merebut mikrofon dari tangan pembawa acara."Aku nggak menyetujui pernikahan ini."Tidak ada seorang pun yang mengenalnya. Semua orang tampak kebingungan.Hanya Emma yang wajahnya pucat. Dia menutupi wajahnya dan diam-diam bersembunyi di belakang Robbie.Robbie tampak tidak senang. Dia mengira pria itu diutus olehku untuk membuat kekacauan. Dia hendak menyuruh petugas keamanan menyeret pria itu pergi.Siapa sangka, ucapan pria itu berikutnya jauh lebih mengejutkan. "Emma, jangan kira setelah kamu menemukan pria yang bersedia menerima anak haram di perutmu dan menikahimu, aku nggak bisa berbuat apa-apa lagi padamu.""Aku ayah kandung anak itu. Bahkan setelah dia dewasa, dia tetap harus memanggilku Ayah.""Apa katamu?" Robbie begitu marah sampai pupil matany
"Kalian sudah menguasai rumahku selama ini. Aku nggak minta uang sewa selama ini saja sudah merupakan bentuk kemurahan hatiku.""Kamu juga boleh memilih untuk nggak pindah. Aku akan langsung menyuruh orang membuang semua barang kalian seperti sampah.""Untuk rumah yang kamu sewa itu, lebih baik kalian saja yang pindah ke sana."Robbie seketika terdiam. Suaranya agak serak. "Kapan kamu tahu ingatanku sudah pulih?""Itu nggak penting. Sejak kamu pura-pura kehilangan ingatan dan memilih Emma, hubungan kita sudah berakhir." Selesai mengatakan itu, aku langsung menutup telepon dan memasukkan nomornya ke daftar blokir.Robbie berdiri lama di balkon. Ketika kembali ke ruang tamu, punggungnya sudah membungkuk dengan lesu.Pilihan untuk mundur yang tadinya terbuka lebar kini sirna tanpa sisa. Dia tak lagi punya alternatif selain berjalan bersama Emma sampai akhir.Emma tahu Robbie pasti sudah menelepon Meryl. Dengan bersemangat, dia berjalan cepat menghampiri. "Gimana? Meryl tetap mau menjual r
Karena siang hari terlalu panas, pembeli meminta untuk melihat rumahnya pada pagi hari. Tentu saja agen properti melayani permintaan itu.Alhasil, pagi-pagi sekali, saat Robbie dan Emma masih tidur, beberapa orang sudah membuka pintu rumah dengan kunci utama yang diberikan kepada agen.Mereka mulai melihat-lihat seluruh rumah.Suara pintu kamar utama yang dibuka membangunkan Robbie. Dia membuka mata dan melihat situasi di hadapannya, lalu langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh Emma rapat-rapat."Pagi-pagi begini kalian menerobos masuk ke rumah orang? Aku akan telepon polisi biar kalian ditangkap."Agen properti yang sudah menerima instruksiku sama sekali tidak mau mengalah. "Bu Meryl meminta perusahaan kami membantu menjualkan rumah ini. Pembeli sudah tertarik dengan rumah ini."Robbie mencibir, lalu mengambil ponsel di meja samping ranjang dan langsung menelepon polisi. "Sekarang juga, keluar dari sini! Tunanganku mau ganti pakaian!"Agen properti mendengus, sama sekali tidak g












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.