LOGINDi hari jadi kelima kami, Jeksen berlutut di tengah ucapan selamat semua orang. “Reiny, maukah kamu menikah denganku?” Namun, wajahku tetap datar tak berekspresi. Sesuai dugaan …. Detik berikutnya, Jeksen melempar cincin di tangannya, membakar gaun pengantin, dan menghancurkan seluruh dekorasi lamaran. Teman masa kecil kesayangannya tertawa terbahak-bahak melihat semua ini. Ini bukan pertama kalinya. Jeksen sudah melamarku 99 kali. Semuanya hanya demi membuat sang teman masa kecil yang depresi itu tertawa. Teman-temannya bersorak sambil mengejek, “Kenapa kali ini Kak Reiny malah sok jual mahal? Cepat terima dong!” “Kami mau lihat kamu ketakutan sampai menangis lagi!” Hatiku tenang, tanpa riak. Aku pun berkata dengan suara datar, “Maaf, aku sudah bertunangan. Baru dua hari yang lalu.” Jeksen tertegun sejenak, lalu mencibir, “Selain aku, siapa lagi yang mau sama kamu?” Semua orang tertawa keras, bahkan mulai bertaruh kapan aku bisa mendapatkan pasangan untuk nikah. Tapi mereka tidak tahu …. Begitu mendengar aku dilamar, pasanganku langsung bergegas kemari untuk merebutku kembali. Sekarang dia sudah dalam perjalanan ….
View More“Dia punya depresi? Kamu yakin?”Hans menopang pipi dengan tangan, menyunggingkan senyum sinis.“Ini adalah surat keterangan depresi palsu yang dibuat Leona di rumah sakit. Selama bertahun-tahun ini, dia terus membohongimu. Dasar bodoh.”Jeksen menerima berkas-berkas itu dengan tatapan tak percaya.Seluruh tubuhnya seolah runtuh.“Kamu membohongiku? Jadi, selama ini semuanya hanya bohongan? Lalu semua yang kulakukan untukmu, melukai Reiny selama ini dianggap apa?”Dia merobek semua kertas itu, lalu mencengkeram dagu Leona dengan kasar.“Dasar jalang, kamu cari mati!”Matanya dipenuhi amarah, seolah ingin mencabik-cabik Leona.Namun, Leona justru tertawa.“Apa maksudmu aku mencelakai Reiny? Apa aku pernah menodongkan pisau ke lehermu dan memaksamu melakukan semua itu?”“Jeksen, manusia nggak bisa memiliki semuanya sekaligus. Kalau sudah memilih cinta pertama, jangan berharap masih bisa memiliki cinta yang lain.”“Aku melakukan semua ini hanya demi anak dalam kandunganku. Kalau Paman Han
Aku memalingkan wajah dengan dingin.“Aku datang cuma mau menanyakan satu hal. Waktu itu, kecelakaan mobil yang membuatku keguguran dan kehilangan anak, apa kamu sudah tahu sejak awal?”Kejadian itu bukan sekadar kecelakaan biasa. Mereka mengoleskan minyak di telapak sepatuku, lalu menebarkan paku di jalan yang pasti kulewati saat pulang.Pada akhirnya, sebuah truk besar melaju lurus menabrakku.Kalau bukan karena Hans, mungkin aku sudah mati dalam kecelakaan itu.Aku tidak percaya itu kecelakaan.Orang yang ingin mencelakaiku jelas mengincar nyawaku.Kalau Jeksen juga terlibat dalam hal ini, aku tidak akan pernah mengampuninya!Wajahnya langsung menegang.“Anak apa? Kecelakaan apa? Kapan kamu hamil?”Aku mengusap air mata di sudut mataku, tidak lagi menjawabnya.“Kamu seharusnya bersyukur kamu nggak terlibat. Kalau nggak, aku pasti akan membuatmu mati tanpa punya tempat untuk dikuburkan.”Usai berkata, aku melirik Jeksen yang tergeletak di lantai seperti lumpur tak bernyawa, lalu berb
Namun, dia berkata, “Reiny, bagian pohon yang berbekas luka justru adalah bagian yang paling kuat. Reiny yang berhasil keluar dari keputusasaan akan menjadi Reiny yang paling kuat.”Pada masa terparah, aku bahkan pernah menggigit tangannya sampai terkelupas sepotong daging.Setelah aku sembuh, bagian itu pun masih tersisa bekas luka berbentuk bulan sabit.“Aku nggak menganggap ini luka. Ini adalah bukti cinta kita.”Hans mengangkat tangannya, memperlihatkan bekas luka itu.Seketika, suasana yang semula berat menjadi cair.Tawa mulai terdengar di sekeliling.Tatapan orang-orang pada kami pun kini dipenuhi rasa iri dan kagum.Seminggu kemudian, aku kembali ke vila yang dulu kutinggali bersama Jeksen.“Reiny, aku tahu kamu pasti akan kembali ke sisiku.”Begitu pintu terbuka, yang terlihat hanyalah botol-botol berserakan di lantai.Bau alkohol dari tubuh Jeksen begitu menyengat hingga aku refleks menutup hidung.Dia bangkit dengan susah payah dari lantai. Wajahnya penuh harap.“Reiny, hari
Sudut Pandang Reiny.Aku melihat wajah Jeksen langsung pucat pasi.“Pa … Paman, kamu … bilang apa?”Tatapan Hans jatuh pada tangan Jeksen yang masih memegangku. Ekspresinya begitu dingin hingga terasa mencekam.“Lepaskan tantemu.”Namun, Jeksen tetap tidak mau lepas tangan.“Paman, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana mungkin kamu bersama Reiny? Dia adalah pacarku!”“Dia adalah individu yang berdiri sendiri.”Saat Hans menatapku, sorot matanya langsung melembut.“Reiny, apa kamu mau dia menyentuhmu?”Aku langsung menghempaskan tangan Jeksen.“Lepaskan aku, Jeksen! Aku sudah bilang sejak lama kalau kita sudah putus dan aku sudah bertunangan! Kamu sendiri yang nggak mau percaya!”“Kapan kamu pernah bilang?”Suaranya hampir pecah seperti ingin menangis.“Waktu kamu mengerjaiku, waktu aku pulang untuk ambil KTP, bahkan di depan toko gaun pengantin pun aku sempat bilang! Kamu saja yang nggak mau dengar!”“Ini ….”Jeksen seperti disambar petir.“Ini nggak mungkin … nggak mungkin ….”Hans s
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.