LOGINAlden Wijaya, Presdir muda yang sukses, tidak hanya kaya raya tetapi juga memiliki kekuasaan. Dunianya berubah ketika ia bertemu Laras, desainer muda berbakat dengan semangat yang tidak pernah ia temui sebelumnya. Alden menawarkan Laras posisi yang bisa mengubah hidupnya, tetapi di balik semua kemewahan dan janji masa depan cerah, terdapat rahasia dan intrik yang mengejutkan. Laras, meskipun tergoda oleh tawaran Alden, segera menemukan dirinya terjebak dalam jaringan hasrat, pengkhianatan, dan rahasia kelam yang mengancam untuk menghancurkan segalanya yang ia perjuangkan. Dengan setiap kebenaran yang terungkap, bahaya semakin dekat, dan tidak ada yang tampak seperti apa adanya. "Di Atas Ranjang Presdir Kaya Raya" adalah perjalanan yang menggugah, penuh teka-teki dan emosi mentah, di mana cinta bertarung melawan ambisi, dan rahasia bisa menjadi senjata paling mematikan. Setiap halaman memikat dengan kejutan dan balikan cerita yang tak terduga, memaksa pembaca bertanya: sejauh mana Anda akan pergi untuk melindungi orang yang Anda cintai?
View MoreAlden duduk termenung di kantornya yang megah, pandangannya menembus jendela besar yang menghadap ke kota yang sibuk. Rencana liburan romantis untuk mendekatkan diri dengan Laras terus berputar di kepalanya. Dia memanggil asistennya, Rendi. "Rendi, tolong siapkan agenda untuk akhir pekan ini. Saya ingin ke Bali," ucap Alden dengan suara yang berat. Rendi, yang sudah terbiasa dengan perintah mendadak dari Alden, segera mengangguk, "Tentu, Pak Alden. Apakah perjalanan ini untuk bisnis?" "Tidak, pribadi," jawab Alden singkat. Dalam hatinya, Alden merencanakan untuk mengundang Laras. Dia berharap liburan ini akan memberikan mereka ruang untuk mengenal satu sama lain lebih jauh tanpa tekanan dari kantor. --- Di ruang kerjanya, Laras terkejut saat menerima email dari Alden. Isinya adalah undangan untuk akhir pekan di Bali, dengan catatan bahwa ini adalah perjalanan pribadi, bukan urusan kantor. Dia ragu, namun di lubuk hatinya, dia ingin menghabiskan waktu dengan Alden. Mereka berdua
Setelah pengakuan yang terjadi selama perjalanan bisnis, hubungan antara Alden dan Laras memasuki fase baru, namun tidak tanpa tantangan. Laras, saat berbaring di kamarnya, merenungkan hubungan yang semakin rumit ini.Pikirannya bergulat dengan konflik internal. Perbedaan usia dan status sosial antara dia dan Alden bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Laras tahu bahwa ini bukan hanya tentang bagaimana dia merasa, tapi juga tentang bagaimana dunia luar akan melihat hubungan mereka.Di sisi lain, Alden duduk di ruang kerjanya, menatap keluar jendela, dengan pikiran yang tak kalah kusut. Dia sadar bahwa hubungannya dengan Laras akan mendapat sorotan dan mungkin tidak semua akan bersikap mendukung. Sebagai Presiden Direktur, dia memiliki reputasi dan citra perusahaan untuk dijaga.Hari berikutnya di kantor, suasana berubah. Ada ketegangan yang tak terucapkan di udara. Laras berusaha bertingkah seprofesional mungkin, namun mata-mata kecil di kantor mulai menangkap perubahan dalam interaks
Kota itu terbentang luas di bawah mereka saat pesawat mulai mendekati landasan. Cahaya senja menerangi skyline kota yang eksotis, menandai awal dari perjalanan bisnis yang penting bagi Alden. Laras, yang duduk di sampingnya, mencatat dengan teliti poin-poin terakhir untuk pertemuan esok hari."Tampaknya kamu sudah siap sepenuhnya," ujar Alden, memandang Laras dengan rasa bangga.Laras menoleh, tersenyum. "Saya selalu siap, Pak Alden. Itu tugas saya."Ada hening sejenak di antara mereka, sebuah ketenangan yang terasa nyaman. Pesawat mendarat dengan mulus, dan mereka bersiap-siap untuk hotel.---Di hotel, setelah makan malam bersama delegasi, Alden mengajak Laras untuk berjalan di sekitar kota. Lampu-lampu kota berkelip, menciptakan atmosfer romantis yang tidak terduga. Laras menikmati keindahan malam itu, namun ada rasa gugup yang menggelitik di hatinya."Apa yang membuatmu memilih pekerjaan ini, Laras?" tanya Alden, memecah kesunyian.Laras berpikir sejenak. "Saya ingin membuktikan b
Laras menatap layar komputernya, berusaha konsentrasi pada pekerjaannya, namun pikirannya melayang. Sejak pertemuan itu, Alden telah menjadi lebih terbuka dengannya, sering berbagi tentang kehidupannya. Namun, ada satu hal yang selalu menjadi misteri: masa lalu Alden.Suatu sore, ketika Laras sedang menyiapkan berkas di kantor Alden, matanya tertarik pada sebuah foto tua di dinding. Foto itu menampilkan seorang pria muda, mirip Alden, dengan seorang wanita dan anak kecil. Rasa penasarannya mengalahkan ragu-ragu.“Maaf, Pak Alden, boleh saya tahu ini foto siapa?” tanya Laras sambil menunjuk foto tersebut.Alden, yang sedang duduk di meja kerjanya, menoleh dan tersenyum pahit. “Itu ibu dan adikku,” katanya pelan. “Mereka... sudah tidak ada lagi.”Laras menyesal telah bertanya. “Saya minta maaf, Pak. Saya tidak bermaksud...”“Tidak apa-apa,” Alden memotong, suaranya tenang. “Mungkin sudah waktunya saya berbagi cerita ini dengan seseorang.”Dia lalu menceritakan kisah hidupnya. Alden bera
Di kantor yang dipenuhi dengan bisikan dan pandangan sinis, Laras mulai merasakan tekanan dari rekan-rekan kerjanya. Gosip tentang kedekatannya dengan Alden menyebar seperti api di musim kemarau. Tidak peduli seberapa profesional dia bekerja, tatapan iri dan cemburu selalu mengikuti.Suatu hari di
Suatu pagi, saat Laras tiba di kantornya, sebuah kotak elegan berwarna hitam tergeletak di atas meja kerjanya. Dengan rasa ingin tahu yang besar, dia melangkah mendekat. Kotak itu tidak bertanda, hanya diikat dengan pita merah marun.Laras mengelus kotak itu dengan jari-jarinya, berhati-hati membuk
Kafe itu bercahaya redup, dengan nyala lilin di setiap meja memberikan suasana yang hangat dan intim. Laras tiba lebih dulu, memilih meja di pojok ruangan yang agak tersembunyi. Tidak lama kemudian, Alden masuk dengan langkah pasti dan matanya segera menemukan Laras. Dia tersenyum dan mendekat."Ma
Hari-hari di kantor berjalan seperti biasa bagi Laras, tetapi sejak pertemuan dengan Alden, ia merasa ada mata yang selalu mengawasinya. Setiap kali ia menengok ke arah kantor Alden, tirainya selalu tertutup rapat, tetapi rasa itu tak pernah hilang.Suatu hari, setelah rapat panjang dengan klien, L
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.