Compartilhar

BAB 93

Autor: Mikaelach09
last update Data de publicação: 2026-07-21 16:41:46

Langkah Althaf baru melambat saat jarak kami tinggal beberapa meter. Napasnya memburu, membelah udara pagi yang dingin. Matanya menyapu seluruh tubuhku—dari ujung rambut hingga kaki telanjangku yang terkubur pasir—seolah ingin memastikan bahwa aku masih utuh, nyata, dan tidak menghilang begitu saja.

“Senjani!” Suaranya pecah, antara geram dan lega yang amat sangat. “Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa keluar tanpa bilang? Aku mencarimu ke seluruh villa dan kamu...”

Ia menggantung kalimatnya,
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Culuu Culkeng
masih lanjut novelnya??
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 93

    Langkah Althaf baru melambat saat jarak kami tinggal beberapa meter. Napasnya memburu, membelah udara pagi yang dingin. Matanya menyapu seluruh tubuhku—dari ujung rambut hingga kaki telanjangku yang terkubur pasir—seolah ingin memastikan bahwa aku masih utuh, nyata, dan tidak menghilang begitu saja.“Senjani!” Suaranya pecah, antara geram dan lega yang amat sangat. “Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa keluar tanpa bilang? Aku mencarimu ke seluruh villa dan kamu...”Ia menggantung kalimatnya, tidak sanggup melanjutkan karena napasnya masih tersengal. Ia berdiri tepat di depanku, menghalangi cahaya fajar yang mulai benderang. Bayangannya jatuh menimpaku, seolah tubuh tegapnya sedang melindungiku dari terpaan angin laut yang kencang.Aku mendongak menatap wajahnya. Jika dulu aku melihat tatapan ini sebagai bentuk otoritas yang menjengkelkan, kini—setelah mendengar cerita Kenaya—aku melihat hal yang berbeda. Ada ketakutan yang tulus di sana.“Ponselku mati, Mas. Aku hanya ingin mencari

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 92

    Seluruh darahku seolah ditarik ke bawah. Jadi, titik terendah dalam hidupku... utang-utang yang mencekik itu... adalah pintu masuk baginya? "Dia sengaja menyebutnya pernikahan kontrak atau kesepakatan bisnis," Kenaya menjelaskan, matanya memancarkan pengertian yang dalam. "Dia itu pria yang gengsinya setinggi langit. Dia malu dan takut mengungkapkan perasaan yang begitu besar. Dia takut ditolak, atau terlihat konyol seperti remaja yang baru pertama kali jatuh cinta." Kenaya meremas jemariku, memberikan penekanan pada kalimat pamungkasnya. "Tapi yang perlu kamu tahu, Mas Althaf sangat mencintaimu. Aku yakin itu. Dia tidak pernah menatap orang lain seperti cara dia menatapmu." Aku membeku. Kepalaku pening dan segala hal yang kuyakin benar selama ini terasa runtuh. Kenyataan ini jauh lebih rumit daripada sekadar urusan bisnis. Ini adalah sandiwara cinta yang canggung dan rumit, yang dimainkan oleh seorang pria yang terlalu takut untuk jujur.

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 91

    Kenaya menoleh padaku lagi. Kali ini, ia tersenyum penuh arti, bahkan ada binar geli di matanya yang membuatku semakin tidak tenang."Kesepakatan pernikahan kalian itu sebenarnya hanya akal-akalan Mas Althaf, Mbak," bisik Kenaya. Suaranya rendah, mengandung sebuah rahasia besar yang selama ini terkunci rapat.Dahiku langsung berkerut dalam. Aku mencondongkan tubuh ke depan, sepenuhnya melupakan kesedihanku barusan. Fokusku kini tersita total oleh Kenaya. "Maksud kamu apa, Ken?" tanyaku, bingung sekaligus sangat penasaran.Kenaya tertawa kecil, seolah menikmati reaksi terkejut yang ia ciptakan di wajahku. "Ya, akal-akalan. Pernikahan ini bukan sepenuhnya tentang bisnis, atau sekadar misi menyelamatkan perusahaan keluarga seperti yang selama ini dia katakan padamu, Mbak Senjani."Aku memandangnya dengan tatapan menuntut, menuntut kejujuran. "Aku semakin tidak paham maksudmu. Tolong, jelaskan saja langsung," desakku.Kenaya menghela napas, ia men

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 90

    Ia menyebut nama Theresa tanpa ragu, seolah nama itu adalah topik yang sudah biasa diperbincangkan di lingkaran mereka. "Aku yakin, kamu pasti mendengar banyak hal yang menyakitkan semalam. Mas Althaf itu... dia memang tipe pria yang tidak selalu jujur tentang situasi rumit yang dihadapinya."Kenaya menjeda kalimatnya, lalu menoleh padaku dengan tatapan tulus. "Tapi, aku mau kamu tahu satu hal: aku di sini bukan untuk menghakimi atau memojokkanmu. Aku ingin menjadi temanmu, Mbak Senjani."Ia menarik napas panjang, seolah sedang menimbang-nimbang kata-kata yang tepat untuk memberitahuku rahasia yang lebih besar."Satu hal yang harus kamu tahu, Mbak. Mau dulu ataupun sekarang, Mas Althaf tidak pernah punya hubungan spesial dengan Mbak Theresa," tegas Kenaya. Namun, penekanannya pada kata 'spesial' terdengar sedikit ganjil di telingaku, seolah ada makna lain yang ia sembunyikan."Mas Althaf dan Mbak Theresa memang dekat sejak kecil. Mereka tumbuh ber

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 89

    Sisa-sisa ketegangan dari konfrontasi antara Revan dan Althaf semalam terasa seperti mimpi buruk yang kabur. Ingatanku terputus pada momen Althaf menarik pergelangan tanganku, menyeretku pergi dalam keheningan yang mematikan. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Revan setelah itu-apakah ia mengejar, atau hanya mematung melihatku dibawa pergi layaknya barang jarahan.Aku terbangun tepat saat subuh menyapa. Hal pertama yang kusadari adalah beban berat di pinggangku: lengan Althaf. Sentuhan yang biasanya menjadi dermaga tenangkku, kini terasa seperti jerat yang mencekik. Dengan napas tertahan, aku memindahkan tangannya inci demi inci. Aku harus ekstra hati-hati; aku belum siap menghadapi tatapannya saat ini.Aku tidak ingat kapan ia masuk ke kamar semalam, atau bagaimana aku bisa berakhir dalam pelukannya. Kelelahan emosional yang luar biasa telah merenggut kesadaranku tak lama setelah tiba kembali di villa.Berhasil lolos dari ranjang, aku segera meraih cardigan abu-abu yang tersampir d

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 88

    “Lo pasti nggak nyaman di sana, kan, Sen?” ucapnya pelan, suaranya mengandung pemahaman yang mendalam.Ucapan itu telak. Aku langsung menoleh menatapnya. Tatapan kami bertaut selama beberapa detik, dan ia tersenyum manis. Senyum itu menghangatkanku, memberikan kenyamanan yang sangat kurindukan di tengah rasa dingin dan keterasingan ini.Aku mengalihkan tatapanku kembali ke depan dan mengangguk. “Iya, Van. Di sana menyesakkan. Gue ngerasa nggak cocok. Dunia Althaf dan gue benar-benar bertolak belakang, Van. Dunia kalian—yang penuh kemewahan, politik bisnis, dan partner yang tak terpisahkan—sangat sulit gue imbangi.”Suaraku akhirnya bergetar. Aku tidak hanya bicara soal Theresa, tapi tentang seluruh atmosfer di sana, tentang gaun mahal dan bisikan meremehkan yang kudengar.Revan menghela napas panjang, suaranya rendah. “Gue tahu, Sen.”Ia menoleh, menatapku lagi, tatapannya kini lebih tegas. “Ini bukan dunia yang pernah Lo impikan, Senjani

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 6

    Aku mengetuk tiga kali pintu kayu besar dengan ukiran elegan itu. Setelah terdengar sahutan singkat dari dalam, perlahan aku membuka pintu dan melangkah masuk ke ruang kerja Althaf.Ruangan itu luas, berwibawa, dan sunyi. Sebuah meja kerja besar berdiri kokoh di tengah, menghadap langsung ke jendel

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 5

    Pernikahan itu akhirnya berlangsung tiga minggu setelah aku mengatakan pada Althaf bahwa aku menerima tawarannya. Tiga minggu yang terasa seperti berjalan di atas bara, antara ragu dan pasrah, antara luka dan harapan.Segala syarat yang ia tuliskan dalam kontrak pernikahan menjadi belenggu sekaligu

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 4

    Aku masih bisa merasakan gemetar di kakiku ketika duduk di sofa ruang Althaf. Nafasku terengah, wajahku pucat, sementara bayangan pria-pria tadi masih menari di kepalaku. Jaketku basah, kemejaku kusut, tapi lebih dari itu... hatiku terasa campur aduk-antara takut, marah, dan malu.Althaf menutup pi

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 3

    Namaku Sekar Senjani Paramitha. Usiaku dua puluh empat tahun– Mahasiswi FKIP Bahasa Inggris di Universitas Negeri Jakarta—seharusnya tahun ini aku sudah menyandang gelar sarjana, jika saja setahun lalu aku tidak memilih berhenti sementara demi merawat Ibu yang sakit.Beberapa minggu terakhir, hidup

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status