Home / Rumah Tangga / A Mother's Justice / 80. Perburuan Gagal

Share

80. Perburuan Gagal

Author: Dea Anggie
last update publish date: 2026-05-12 04:35:01

Angelica keluar dari dalam lift. Dia berjalan menyusuri lorong menuju kamar nomor 812.

"Apa masih lama?" tanya Angelica.

"Sudah aku cepatkan sedikit. Sabar," kata seseorang di ujung panggilan.

Angelica sudah sampai di depan kamar nomor 812. Dia berdiri memperhatikan sekeliling. Mengamati situasi dan kondisi sekitar.

"Di lorong ini ada beberapa titik yang dipasang kamera pengawas. Meraka yang kelaue masuk kamar dari ujung ke ujung pasti akan terlihat," kata Angelica dalam hati.

"Ketemu," kata t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • A Mother's Justice   82. Sandaran Saat Lelah

    Angelica memejamkan mata, Andrew mengusap kepala Angelica dengan lembut. "Jangan memaksakan diri. Jika lelah kamu harus istirahat," kata Andrew."Hm," gumam Angelica. Masih dengan mata terpejam."Jangan menahan diri. Mengeluhlah kalau kamu merasa tidak nyaman," kata Andrew."Hm," gumam Angelica tersenyum. Jangan menyakiti diri sendiri. Kamu bisa berbagi semua hal dengan Papa, Bibimu, Felix, atau Ervan. Kamu mengerti?" kata Andrew."Ok," jawab Angelica."Tiga bulan lagi ulang tahunmu. Ingin hadiah apa?" tanya Andreaw."Lagi nggak pengen apa-apa. Cuma pengen Nathan pulih," jawab Angelica.Andrew kembali mengelus kepala Angelica. Dia merasakan apa yang dirasakan putrinya saat itu."Apapun keadaannya, apapun yang terjadi, kita tidak boleh menyerah. Papa yakin Nathan akan segera pulih," kata Andrew menyemangati Angelica.Angelica mengangkat kepala dan menatap Papanya, "Kalau sebelumnya ada Nathan yang menghibur dan menyemangatiku, sekarang ada Papa. Makasih, Pa ..." ucapnya dengan mata

  • A Mother's Justice   81. Buruanku Diambil Orang

    Angelica dan Felix langsung kembali ke pusat kota di hari yang sama. Mereka nggak bisa menunda waktu. Sebelum pergi, Felix sempat menghubungi seseorang dan meminta bantuan untuk menyelidiki hilangnya gigi taring. Felix juga mengirim video rekamana kamera pengawas pada rekannya.Setelah menempuh 2 jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di kediaman Montgomery. "Barang-barang ini letakkan di kamar tamu dekat dapur," perintah Angelica pada pelayan rumahnya."Baik, Nona."Angelica menatap Felix, "aku mau mandi dulu. Kamu juga bisa bersih-bersih. Setelah ini kita ke rumah sakit," katanya."Ok," jawab Felix.Felix dan Angelica berpisah jalan. Angelica berjalan menuju tangga, dan naik ke lantai dua menuju kamarnya. Sedangkan Felix berjalan menuju kamarnya. Dia menempati salah satu kamar tamu kosong di kediaman Montgomery. Kamarnya bersebelahan dengan kamar Andrew.*Rumah sakit ...Andrew duduk di samping Nathan, dia baru saja selesai membacakan buku. Tak beberapa lama pintu ruangan terbuk

  • A Mother's Justice   80. Perburuan Gagal

    Angelica keluar dari dalam lift. Dia berjalan menyusuri lorong menuju kamar nomor 812."Apa masih lama?" tanya Angelica."Sudah aku cepatkan sedikit. Sabar," kata seseorang di ujung panggilan.Angelica sudah sampai di depan kamar nomor 812. Dia berdiri memperhatikan sekeliling. Mengamati situasi dan kondisi sekitar. "Di lorong ini ada beberapa titik yang dipasang kamera pengawas. Meraka yang kelaue masuk kamar dari ujung ke ujung pasti akan terlihat," kata Angelica dalam hati."Ketemu," kata teman Angelica di ujung panggilan."Ketemu apa? Apa kamu sudah menemukan gigi taring?" tanya Angelica."Gigi taring memang bertemu pelayan. Dia keluar dari kamar. Menerima sesuatu dari pelayan, lalu membacanya dan dia langsung memberikan sesuatu juga. Mungkin uang? Sstelah itu pelayan pergi dan gigi taring celingukan di depan pintu. Gak lama dia bawa masuk keranjang makanan. Dan sepuluh menitan dari gigi taring masuk bawa makanan ... ada beberapa orang orang yang masuk dan tak lama membawa gigi t

  • A Mother's Justice   79. Hilangnya Buruan

    Setelah menunggu cukup lama, seseorang yang tadi ditunggu Angelica akhirnya kembali. Dia menunjukkan catatan pemesanan kamar 812. "Boleh saya foto?" tanya Angelica meminta izin."Boleh. Silakan, Nona."Angelica memfoto catatan, lalu mengirimnya pada Felix. Felix mengirim pesan pada Angelica. Memintanya untuk menemui pelayan yang mengantar makanan, dan bertanya soal gigi taring saat keduanya bertemu.Angelica mengirim pesan balasan kepada Felix."Ok."Dengan segera Angelica memalingkan pandangan menatatap dua orang dihadapannya. "Apa saya boleh bertemu pelayan yang memgantar makanan semalam? Ada yang ingin saya tanyakan terkait adik saya," tanya Angelica meminta izin lagi."Saya akan coba hubungi. Kebetulan pelayan yang mengantar adalah teman saya. Semalam sebelum dia pergi ke kamar 812, kamu sempat bicara sebentar. Saya akan telepon sekarang," kata salah seorang yang langsung pergi.Angelica hanya diam menatap kepergian seseorang itu. Dia menunggu kabar baik.Tak beberapa lama sese

  • A Mother's Justice   78. Perburuan di Mulai (10)

    Keesokan harinya ...Angelica berdiri di depan pintu kamar tempat gigi taring menginap. Dia segera menempelkan kartu akses kamar dan membuka pintu.Dia mengeluarkan pisau lipat yang dibawanya, lalu masuk ke dalam kamar.Dilihatnya dalam kamar begitu sunyi dan sepi. Angelica bingung, karena tak menemukan gigi taring di sana. Segera dia mencari keberadaan gigi taring ke kamar mandi, di sana pun tak ditemukan tanda-tanda keberadaannya. "Dia ke mana?" tanya Angelica.Angelica segera menghubungi Felix. Meminta Felix untuk datang.Tak beberapa lama Felix datang. Dia melihat Angelica sedang mondar-mandir di dalam kamar yang ditempati gigi taring."Gimana bisa dia nggak ada?" tanya Felix."Nggak tau. Aku masuk dia sudah nggak ada, tapi semua barangnya masih ada. Laptop dan ponselnya pun ada. Di kamar mandi juga nggak ada," jawab Angelica.Felix mengerutkan dahi, "ada yang aneh," katanya dalam hati.Dia mulai berkeliling. Dilihatnya di atas meja, ada beberapa menu makanan yang sudah dingin.

  • A Mother's Justice   77. Perburuan di Mulai (9)

    Angelica dan Felix sedang duduk santai menikmati kopi pesanan masing-masing."Soal rencanamu ... " kata Felix yang langsung dikejutkan oleh suara dering panggilan masuk di teleponnya."Maaf, aku angkat telepon dulu. Kamu jangan ke mana-mana," kata Felix."Ya," jawab Angelica menganggukkan kepala.Felix mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja dan membawanya pergi.Ponsel Angelica bergetar, dia mendapatkan panggilan dari temannya. Temannya memberitahu Angelica kalau lokasi keberadaan gigi taring tidak berubah. Dia masih di hotel yang sebelumnya."Baguslah. Sepertinya dia beneran takut keluar. Besok aku akan urus dia baik-baik," kata Angelica."Bawa seseorang bersamamu. Jangan sendirian," kata seseorang di ujung panggilan."Iya, iya. Cerewet sekali sih," kata Angelica."Ya iyalah cerewet. Kamu kalau nggak dicerewetin mana mau dengar. Aku sudah tahu isi pikiranmu. Pokoknya bawa orang. Mau siapapun itu. Satpam kek, pengawal kek, atau siapa-siapa deh. Asal ada teman. Ngerti?" kata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status