Início / Sci-Fi / AETHERITH: Perang Planet Astarhea / Chapter 55: Ketika Sunyi Menjadi Algojo

Compartilhar

Chapter 55: Ketika Sunyi Menjadi Algojo

Autor: YRD20
last update Data de publicação: 2026-10-02 23:40:31

BAB 55: Bayangan di Bawah Naungan Sayap Emas

Kemegahan Istana Bulu Phoenix terbentang luas bagaikan katedral kosmik yang melayang di atas lautan awan yang tak bertepi. Arsitekturnya memadukan pilar-pilar marmer putih abadi dengan ornamen emas murni yang memantulkan cahaya senja jingga, menciptakan siluet yang agung sekaligus mengintimidasi. Langit di atas kota terapung ini perlahan-lahan bertransisi dari warna jingga kemerahan menuju keemasan gelap, menandakan datangnya malam di ketinggian ribu
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 55: Ketika Sunyi Menjadi Algojo

    BAB 55: Bayangan di Bawah Naungan Sayap EmasKemegahan Istana Bulu Phoenix terbentang luas bagaikan katedral kosmik yang melayang di atas lautan awan yang tak bertepi. Arsitekturnya memadukan pilar-pilar marmer putih abadi dengan ornamen emas murni yang memantulkan cahaya senja jingga, menciptakan siluet yang agung sekaligus mengintimidasi. Langit di atas kota terapung ini perlahan-lahan bertransisi dari warna jingga kemerahan menuju keemasan gelap, menandakan datangnya malam di ketinggian ribuan meter di atas permukaan tanah. Namun, di balik keindahan aristokratis yang memukau mata itu, atmosfer di dalam koridor istana terasa begitu dingin, steril, dan penuh dengan ketegangan yang dapat dipotong dengan pisau.Kelima anggota skuad pembunuh bayaran elit—Wei-Long, Kira, Pyo Do-hyun, Lachlan Rhys Montgomery, dan Zi-Hao—bergerak dalam senyap yang mutlak. Mereka memanfaatkan setiap jengkal bayangan yang dilemparkan oleh patung-patung pahlawan Kekaisaran yang menjulang tinggi dan tirai sutr

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 54: Jantung Kekaisaran Phoenix.

    - Kantor Kepresidenan, Republik Serigala Putih -​Ruangan itu steril dan kedap suara. Presiden Wei-Shen berdiri di depan proyektor hologram yang memetakan geografi Kekaisaran Phoenix dengan presisi milimeter. Cahaya biru dari peta itu memantul di matanya yang tajam.​"Kalian akan menuju pusat peradaban serta ilmu pengetahuan terhebat di dunia," suara Wei-Shen memecah keheningan. "Kekaisaran Phoenix memiliki struktur hierarki geografis yang unik. Kalian harus menembus lapisan demi lapisan."​Ia menunjuk pada peta tiga dimensi yang menunjukkan tumpukan kota tersebut. "Setelah melewati gerbang utama, kalian akan menginjakkan kaki di Kota Sayap Phoenix yang terletak di dasar lembah. Setelah itu, kalian harus menaiki Phoenix-Link menuju Kota Partikel Langit yang bertengger di puncak bukit tertinggi. Tepat di atas sana, melayang bebas di angkasa dengan teknologi antigravitasi, terdapat Kota Bulu Phoenix—daratan lingkaran melayang yang menggantung di langit."

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 53: Fenomena Tanpa Nama

    Langit di atas Gerbang Luminion tidak lagi berwarna biru. Ruang udara di sana kini menjadi kanvas kelam yang terlukis oleh garis-garis proyektil plasma dan kobaran api dari armada udara Veridia yang beradu dengan barisan pesawat tempur Celestia. Namun, di tengah kekacauan yang merobek atmosfer Planet Astarhea, terdapat satu titik hening yang berdiri kukuh. Sebuah objek logam raksasa yang tampak seolah membeku di ruang hampa, menyerap setiap hantaman energi tanpa sedikit pun getaran. ​Di dalam helikopter berita milik Astarhea Global News (AGN) yang bergetar hebat di ambang batas zona tempur, reporter Arin menggenggam mikrofon dengan jemari yang memutih. Di belakangnya, layar hologram menyiarkan kekacauan global. ​"Pemirsa, ini adalah laporan langsung dari zona perbatasan Gerbang Luminion! Kekacauan benar-benar tak terkendali!" Suara Arin melengking, berusaha memecah desing energi yang meruntuhkan kesunyian. ​Kamera drone yang mengikuti helikopter tersebut tidak menyorot pesawat pe

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 52: Sanctuarium Keheningan

    - Istana Bulu Phoenix, Kota Bulu Phoenix -Sementara itu, di Kekaisaran Phoenix. Takumi Jupiter menelusuri koridor megah Istana Bulu Phoenix dengan langkah yang terukur dan tampak lunglai. Bahunya sedikit merosot; wajahnya dirias dengan ekspresi duka yang mendalam—sebuah pertunjukan aristokratis yang sempurna bagi setiap pelayan atau pengawal yang berpapasan dengannya. Berita perihal kondisi Ratu Aruna dan Putri Akari yang kritis memberikan justifikasi yang cukup kuat untuk menunjukkan keterpurukan emosionalnya di hadapan publik.​Begitu ia mencapai pintu kayu cendana di kediaman pribadinya dan memastikan pintu tersebut terkunci rapat, topeng duka itu seketika luruh. Sorot matanya yang tadi tampak sayu berubah drastis menjadi tajam, dingin, dan sarat dengan kalkulasi strategis.​Ia melangkah menuju cermin besar berbingkai emas di sudut ruangan. Dengan satu sentuhan biometrik pada ukiran bingkai, dinding di belakang cermin bergeser tanpa suara, menyingkap akses menuju Sanctuarium—ruang

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 51: Di Antara Omegafort dan Misi Bunuh Diri

    Gerbang Luminion tidak lagi seperti sedia kala. Di pusat pusaran kehancuran itu, Omegafort berdiri sebagai sosok Titan Katedral yang masif. Sosoknya bukan lagi sekadar struktur logam, melainkan perwujudan teknologi kuno yang menghidupkan kembali mitos Klan Kolosus. Di dalam ruang kendali, Luviel memejamkan mata. Holy Rune yang terukir di dahinya berdenyut dengan ritme keemasan, selaras dengan detak resonansi inti Titan tersebut.​Di hadapannya, Hydraphoon sedang memusatkan delapan elemen dasar yang bergejolak di sekitar—api, air, tanah, udara, cahaya, kegelapan, petir, dan kehampaan—semuanya tersedot paksa ke dalam inti di dadanya. Delapan aliran energi purba itu melebur, memadat menjadi sebuah proyektil elementalis yang berdenyut tidak stabil. Serapan energi itu melahap sisa-sisa cahaya di medan tempur, menciptakan dengung frekuensi rendah yang membuat udara di sekitar Omegafort bergetar hebat. Ancaman itu kian nyata—sebuah proyektil kehancuran mutlak yang siap dilepaskan untuk melen

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 50: Teror Hydraphoon

    Ting. Suara logam itu menghantam tepat ke dalam celah kristal. Dalam sekejap, energi biru meledak hebat. Megafort Judgement berguncang keras hingga lantai geladak terbelah. Dari pusaran air di bawah, sembilan kepala Hydraphoon melesat keluar, menabrak lambung kapal dengan kekuatan yang menghancurkan. Lambung Benteng Terbang itu menjerit, terkelupas, dan jatuh berserakan sebagai puing panas yang menimpa geladak. Semburan elemen dari kepala naga itu menghantam instalasi pipa bahan bakar, menyulut kobaran api yang langsung melahap koridor-koridor kapal. "Brengsek! Obeng itu benar-benar membangunkan monster kiamat!" teriak Pedang Bayangan sambil menancapkan Eclipse Blade-nya ke geladak untuk menjaga keseimbangan. Kageyama tidak menyia-nyiakan waktu. Ia melesat, menyalurkan chakra ke Tekno-Kote—pelindung pergelangan tangan berteknologi tinggi—yang ia kenakan. "Skill: Katon — Steel-Grinder Flare!" Aliran energi plasma terpancar dari telapak tangannya, membungkus tinjunya dengan a

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chpater 6: Dibawah Bintang-bintang

    Cahaya terakhir matahari telah memudar di balik punggung gurun yang kejam, digantikan oleh selimut malam yang dingin. Tim Jae-won akhirnya tiba di ambang batas Hutan Jaya, sebuah oase hijau yang menjanjikan perlindungan dari mata-mata Federasi dan bayang-bayang masa lalu mereka. Namun, memasuki huta

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 5: Bantuan Menuju Harapan

    Matahari Astarhea yang meredup menggantung rendah di cakrawala gurun, mewarnai hamparan batu dan pasir dengan gradasi oranye dan merah darah yang muram. Di bawah langit yang begitu luas dan tak acuh, tim kecil pimpinan Jae-won bergerak maju. Mereka adalah sisa-sisa kesetiaan yang tak tergoyahkan: Ja

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 4: Jalan Sang Pengkhianat

    Pintu bunker baja di bawah Markas Satuan Tugas Titan berderit membuka, mengeluarkan hawa dingin ke udara malam. Ini bukan pintu depan menuju koridor markas yang kini dikuasai Faksi Naga Hijau, melainkan jalur evakuasi rahasia yang mengarah langsung ke pegunungan terjal di luar wilayah inti Federasi.

  • AETHERITH: Perang Planet Astarhea   Chapter 3: Pembelotan Berdarah

    Tuduhan agresi ke Republik menyebar seperti api di seluruh Dewan Keamanan Astarhea. Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam setelah insiden Pos Frostfire, Federasi Militer Naga Biru secara politik terasingkan, dipandang sebagai agresor oleh kekuatan global. Tanpa bukti nyata yang dapat membantah

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status