Home / Romansa / ALARICK / Alarick Part 29

Share

Alarick Part 29

last update publish date: 2026-04-30 21:23:46

"Makasih ya." Helaan nafas lega Lovetta terdengar setelah sopir taxi itu membaringkan Nerissa di kamar Lovetta. Beruntung Lovetta datang di waktu yang tepat.

Tak lupa, Lovetta juga memberikan uang tip untuk sopir taxi-nya karena bukan hanya tenaganya yang terbuang, tetapi juga waktu tentu saja.

Lovetta tak lagi heran dengan kondisi Nerissa dan temannya itu juga sudah berpesan jangan membawa dirinya ke rumah sakit jika sedang kambuh.

Yang bisa Lovetta lakukan sekarang adalah menunggu sahab
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ALARICK   Alarick Part 37

    Pernihakan Nerissa dan Alarick belum genap satu tahun. Bisa dikatakan pernikahan mereka masih seumur jagung. Namun, selama mereka menjadi bagian satu sama lain, Nerissa tak pernah merasakan kebahagiaan.Bukan hanya Nerissa, Alarick juga sama tersiksanya. Bagi Alarick, kebahagiaannya hanya Haleth.Tapi, meski Nerissa sama sekali tak merasakah bahagia, tak mendapatkan perlakuan sebagai seorang istri dan tak mendapatkan haknya dari seorang suami, Nerissa tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri.Melayani Alarick setelah pria itu pulang bekerja, berbenah rumah, dan juga memasak, itu sudah menjadi rutinitasnya selama menikah dengan Alarick.Nerissa memandang setiap sudut apartemen milik suaminya—takut suatu saat dia akan merindukannya. Meski dia selama ini hanya tidur di sofa saja.Letak apartemen Alarick yang strategis membuat pemandangan malam kota terlihat begitu memanjakan mata. Nerissa sengaja memindahkan sebuah meja bulat di sudut ruangan ke dekat jendela. Tak lupa,

  • ALARICK   Alarick Part 36

    Banyaknya hal yang Nerissa pikirkan membuat gadis itu sulit sekali terlelap. Sudah hampir tengah malam tapi matanya sangat segar. Dia sedari tadi hanya berguling-guling tak menentu di sofa.Suaminya juga belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang. Jadi, Nerissa merasa bosan. Meski keberadaan Alarick juga tak berpengaruh sebanyak itu, tapi setidaknya dia tahu suaminya ada di rumah."Ah kenapa sulit sekali tidur," ucapnya pelan.Dia memutuskan untuk bangun. Dengan ponsel dalam genggamannya, gadis itu pergi ke dapur hendak mengambil minum dengan harapan dia akan terlelap setelah minum beberapa teguk air.Namun, begitu dia kembali ke sofa, entah kenapa kepalanya terasa pening. Semuanya terasa berputar. Nerissa beberapa kali menggelengkan kepalanya, menutup dan kembali membuka matanya berharap rasa pusingnya menghilang. Namun, harapan hanya harapan. Nyatanya, bukannya membaik, rasa pusing itu kian menjadi.Beruntung, ponselnya ada dalam genggaman. Menelpon Alarick adalah pilihannya karena

  • ALARICK   Alarick Part 35

    Kondisi Nerissa semakin hari semakin memburuk. Setelah mengganti obatnya, tubuhnya lebih sering terasa lemas, darah dari hidungnya juga lebih sering menetes. Bukan salah obatnya ataupun Raquil yang tidak cakap. Tapi semua ini Nerissa penyebabnya. Deadline yang selalu mengejarnya membuat gadis itu sering kali melupakan obat yang menjadi penopang hidupnya.Hari ini tepat dua minggu setelah dia mendapatkan obat baru. Dan pertemuan dengan Raquil tadi adalah kali kedua bagi Nerissa.Temannya itu memarahi Nerissa karena gadis itu kerap melewatkan obatnya. Ditambah kesibukan Nerissa membuat fisiknya lebih lemah dari biasanya."Aku akan benar-benar mengurungmu di Rumah sakit jika kau berani melewatkan obatmu lagi," ancamnya.Raquil dan Nerissa berjalan beriringan di lorong Sakit yang tak begitu ramai. "Jangankan obat ini, nasi pun kadang aku lupa memakannya." Sambil mengangkat kotak obatnya, Nerissa masih bisa membantah.Raquil sangat geram dibuatnya. Kenapa temannya ini sangat sulit diberi

  • ALARICK   Alarick Part 34

    Dulu, Nerissa sangat mendambakan pernikahan. Dia membayangkan bagaimana bahagianya dia jika bisa menikah dengan pria yang dia sayangi dan keluar sepenuhnya dari keluarganya—yang dia pikir tidak menyayanginya sama sekali.Namun, semua bayangan tentang indahnya sebuah pernikahan itu pupus begitu saja setelah dia merasakannya sendiri. Mengerikan dan hampir membuatnya gila.Dengan mata sembab, gadis itu melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Beberes rumah, memasak, menyiapkan pakaian untuk Alarick, dia lakukan semua itu setelah apa yang suaminya lakukan malam tadi.Bekas merah di pipinya masih tercetak jelas. Sakitnya pun masih terasa olehnya, namun dia berpura-pura tidak pernah mengalaminya.Suara langkah yang sudah sangat dia kenali mulai mendekat. Namun, Nerissa memilih untuk melajutkan kegiatannya."Ner—""Makanlah. Aku pergi duluan, ada yang harus aku kerjakan." Tanpa menunggu Alarick menyelesaikan ucapannya, Nerissa pergi setelah membawa tas kerjanya.Sementara itu, Alarick hanya

  • ALARICK   Alarick Part 33

    Jalanan kota dipenuhi dengan kendaraan dan orang yang berlalu lalang. Semakin malam bukannya semakin sepi, malah semakin ramai. Nerissa ada di antara keramaian tersebut.Kakinya melangkah santai menuju toko jam tangan yang dia singgahi kemarin. Setelah usai berdiskusi dengan Raquil, mereka memutuskan untuk melakukan terapi dengan meningkatkan obat yang biasa Nerissa konsumsi.Menurut Raquil, tubuh Nerissa tidak merespon secara optimal atas obat lama dan sel kanker mulai kebal atau tidak cukup ditekan, jadi Raquil memutuskan untuk mengganti obatnya.Hal lainnya, Raquil akan melakukan monitoring kondisi Nerissa setiap bulan atau mungkin satu bulan dua kali—begitu katanya.Sekarang Nerissa sadar bahwa penyakitnya ini bukan penyakit yang bisa diabaikan. Ada rasa sesal, takut, tapi di sisi lain Nerissa juga ingin berjuang.Dengan berbagai hal yang hinggap di kepalanya, tak terasa gadis itu sudah ada di depan toko. Sesuai janjinya, malam ini pesanannya sudah selesai."Silakan, Nona." Karyaw

  • ALARICK   Alarick Part 32

    Keadaan Nerissa jauh dari kata baik-baik saja. Wajah pucat, lingkar mata yang menghitam adalah hasil tangisannya semalaman. Ya, semalaman gadis itu tidak tertidur begitu juga dengan Lovetta.Lovetta bukan orang yang terbiasa begadang. Itulah mengapa saat ini gadis itu masih tertidur pulas padahal jam sudah menunjukkan angka satu siang hari."Love, kau tak akan bangun?" tanya Nerissa.Nerissa sibuk dengan brush makeup di tangannya. Dia sedang bersiap menuju rumah sakit. Raquil bilang mereka bisa bertemu sekitar jam dua atau jam tiga sore hari."Hmm, diamlah. Aku begini juga karenamu," jawab Lovetta dengan suara seraknya. Tidurnya terganggu, tapi sepertinya editor satu itu tidak berniat untuk terjaga sekarang.Dia masih betah berada di dunia mimpinya."Baiklah, aku akan pergi jam dua nanti. Kau mau ikut, atau pergi ke kantor?" Tanya Nerissa.Posisi Lovetta yang sudah berada di atas membuat gadis itu bebas pergi ke kantor di jam berapa. Tok dia bisa bekerja meski hanya dari rumah."Pergi

  • ALARICK   Alarick Part 22

    Setelah berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, Nerissa mulai menghubungi satu persatu kontak yang diberikan Lovetta. Dia memang tak berharap banyak pada cara ini, namun tak salah juga jika dia mencoba. Nerissa tak mau mengambil resiko jati dirinya diketahui oleh orang-orang me

  • ALARICK   Alarick Part 21

    “Kau? Sedang apa kau di sini?” Seseorang masuk begitu saja ke dalam ruangan Tuan Frore. “A-Aku sedang berbicara dengan Ayahmu,” jawab Alarick. Pria itu sedikit tergagap karena kedatangan istrinya yang tiba-tiba. “Kau sendiri sedang apa di sini?” lanjut Alarick. “Ada sesuatu y

  • ALARICK   Alarick Part 20

    Pecakapannya dengan tuan Mauricio satu hari lalu selalu saja terngiang dalam telinganya. Sebenarnya apa yang dipertanyakan tuan Mauricio juga menjadi pertanyaannya.“Apakah keputusan yang tepat, aku menikahkan putriku dengan Alarick?” Tuan Frore termenung sejenak di meja kerjany

  • ALARICK   Alarick Part 19

    “Setidaknya kau bilang padanya, bukannya membiarkan orang berharap atas kedatanganmu!” Emosi Lovetta sudah tak terbendung. Awalnya dia akan membiarkan Nerissa yang mengurus rumah tangganya sendiri. Lovetta tahu dia tidak berhak ikut campur dalam rumah tangga seseorang, tapi sahabat mana ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status