ATTRACTION

ATTRACTION

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-09-01
Oleh:  DéesseBaru saja diperbarui
Bahasa: Deutsch
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
126Bab
552Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

BIS DU ZU MIR KAMST Zusammenfassung Lyanna, Prinzessin von Valcourt, liebt Eryk seit ihrer Kindheit. Doch um ihr belagertes Volk zu retten, muss sie den Feind heiraten: König Kael, einen erbarmungslosen Eroberer, den man den Eiskönig nennt. Sie hasst ihn aus tiefster Seele und schwört sich, niemals nachzugeben. Die Hochzeitsnacht nimmt eine unerwartete Wendung: Kael zwingt sie nicht. Er stellt eine einzige Regel auf: Sie wird jede Nacht sein Bett teilen, bis sie aus freien Stücken zu ihm kommt. Von da an entspinnt sich ein langsames, furchteinflößendes Ritual der Verführung, eine Mischung aus Geduld, sinnlicher Spannung und gegenseitiger Entdeckung. Hin- und hergerissen zwischen Eryk, der alles versucht, um sie zurückzugewinnen, und diesem eisigen König, der gegen ihren Willen ihren Körper erwachen lässt, gerät Lyanna ins Wanken. Doch im Schatten braut sich eine Verschwörung zusammen. Prinz Darius, Kaels eifersüchtiger Bruder, und Lady Isadora, seine verschmähte Mätresse, bereiten einen blutigen Staatsstreich vor. Als Gift und Schwerter drohen, rettet Lyanna Kael. Daraufhin offenbart er ihr seine geheimen Wunden, und das Eis zwischen ihnen bricht endgültig. Sie ist nicht länger seine Gefangene, sondern seine Partnerin, seine Ebenbürtige. Die endgültige Entscheidung ist herzzerreißend: Eryk, frei, fleht sie an, mit ihm fortzugehen. Sie lehnt ab. Ihr Herz hat sich für den Eiskönig entschieden, der für sie zu einem liebenden Mann geworden ist. Von einer geopferten Königin wird sie zu einer glücklichen Königin. Die Dreiecksbeziehung löst sich in Ehre und Frieden auf.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Kapitel 1: Das Ultimatum

"Apa kau menyukai hal ini?” bisik seorang pria dengan senyuman yang begitu menawan. “Aku akan terus melakukannya untukmu dan hanya denganmu," bisiknya lagi dengan senyuman miring yang tergelincir di sudut bibirnya.

Jemari panjang pria itu kemudian menyentuh wajah wanita di hadapannya, menyusuri sisi wajah cantik dan berhenti tepat di bibir ranum wanita itu. Tatapan mereka sejenak terkunci.

Pria itu mulai mendekatkan wajahnya lalu mendaratkan sebuah ciuman lembut pada bibir sang wanita. Semakin lama, ciuman itu menjadi semakin bergairah. Ia mereguk setiap bulir rasa manis yang terasa dari mulut wanita itu.

Dengan gerakan kasar, lidah pria itu menyeruak dan menyesap bibir sang wanita tanpa ampun. Ia memiringkan kepalanya untuk mendapatkan akses lebih. 

Jemari lentik wanita itu kemudian menyisip ke dalam rambut hitam legam sang pria. Sebuah lenguhan lolos dari bibir sensual wanita itu kala dirinya berusaha untuk bernapas, membuat dorongan primitif sang pria semakin meliar.

Tidak mau kalah, jemari panjang pria itu kemudian menuruni leher jenjang sang wanita, menyusuri lekukan menggoda yang kala itu adalah miliknya. Tangan itu terus bergerak turun, hingga mencapai salah satu gundukan indah yang masih terbalut rapi di dalam sebuah kemeja putih milik sang wanita.

Kini, tujuan utama pria itu adalah membebaskan keindahan dari balik kain yang menghalanginya, walau dengan bibir yang masih saling berpagutan.

Satu kancing paling atas telah dilepas, wanita itu masih mengikuti permainan sang pria. Kancing nomor dua ikut terbebas, sang pria menyeringai di sela-sela kegiatan berciuman. Kancing nomor tiga telah dilepas, tetapi tubuh sang wanita mulai gemetar kala bra hitam berenda miliknya mulai terlihat. Lalu, kancing nomor empat ... masih berada pada tempatnya.

Ya, sebab gerakan jemari panjang pria itu tiba-tiba berhenti. Dengan elegan, pria itu melepas pagutan bibirnya seraya menatap lekat wanita di hadapannya sambil tersenyum culas. Ia menikmati raut wajah takut yang berusaha disembunyikan mati-matian oleh wanita itu.

“CUT!”

Tiba-tiba terdengar aba-aba dari seorang sutradara yang disusul dengan suara tepukan clapper board, pertanda syuting telah selesai. Para kru bertepuk tangan dan terlihat puas dengan rekaman yang baru saja diambil. Ya, mereka saat ini memang sedang melakukan syuting film.

CTAK!

Lampu dihidupkan dan suasana terang benderang seketika menyergap ke dalam ruangan, semuanya terlihat jelas. Dengan cepat, wanita yang masih terduduk di atas meja menyilangkan sebelah tangan sekaligus berusaha mengaitkan kembali semua kancing kemejanya.

"Apa aku perlu membantu mengancingkan kembali itu semua?" Aktor pria yang menggoda itu menawarkan bantuan dengan senyuman jahatnya yang memikat.

"Enyahlah, pria sialan!" desis sang aktris seraya mendengkus kesal dan melenggang pergi.

Semua yang baru saja terjadi di antara pria tampan dan wanita cantik itu memang sebuah alur dari skenario film yang mereka bintangi. Namun, tidak dengan bisikan lirih yang sempat dilakukan oleh sang pria.

'Apa kau menyukai hal ini? Aku akan terus melakukannya untukmu dan hanya denganmu,' bisikan itu masih terngiang dan merasuk di benak sang aktris. Wanita cantik itu merasa dunianya gelap, terperangkap oleh pria yang lebih seperti penguntit mesum.

Bersamaan dengan sang aktris yang masih sibuk membenahi penampilan serta pikirannya, aktor tampan yang menggoda itu tetap tidak mengalihkan fokus perhatiannya pada punggung sang aktris yang berjalan menjauh. Pria itu membatin dengan tatapan penuh arti, ‘Bella, di kehidupan ini kau adalah milikku, dan akan menjadi milikku seorang.'

~~~

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
126 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status