Share

Senyumannya Bagaikan Gula.

Siang itu terasa sangat terik. Hingga para burung saja seakan enggan untuk melayang di atas awang. Untung saja angin yang berhembus menjadikan suasa sedikit terasa nyaman, entah memang karena sudah waktunya untuk tidur siang, atau hanya karena malas keluar rumah. Tengah hari itu terasa hening. Seakan tidak aktivitas yang terjadi.

Adinda terpojok di sandaran kursi. Sedangkan wajah Giyo hanya berjarak sejengkal saja, dari mukanya yang membuat napas Adinda seakan tidak bisa bernapas dengan benar. Wajahnya yang merona kini kian menunjukkan semunya. Giyo yang melihat hal tersebut tersenyum, lalu dengan cepat dia mendaratkan sebuah ciuman hangat pada kening Adinda.

Adinda tidak dapat berkata-kata, dia hanya bisa membelalakkan matanya. Sambil menutupi mulutnya yang menganga dengan tangan kanan. Sedang Giyo menghempaskan tubuhnya di atas kursi yang ada di samping, gadis cantik yang tampak belum mampu menguasai segala keterkejutannya. Giyo kembali menoleh ke arahnya, lalu ter

Adiarizki

Jangan pikir, mentang-mentang kamu, ketua dalam kelompok kalian, terus bisa sesukanya dengan anggota yang lain. _Adinda||Adinda_

| 9
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status