Inicio / Romansa / Ah! Enak Mas Dokter / Aku Punya Saksinya!

Compartir

Aku Punya Saksinya!

Autor: Dita SY
last update Fecha de publicación: 2025-06-18 08:50:10

Mendengar kesaksian satpam tentang isi di dalam tong sampah milik suaminya, membuat Anggun murka. Ia yang seharusnya berangkat ke klinik untuk menangani pasien, kini memilih datang ke tempat Praktek Kandungan D&A.

Deru napas kian memburu saat beberapa kali telepon darinya tidak diangkat oleh Dirga yang kemungkinan sedang sibuk dengan pelakor itu.

Beberapa kali pun nomor ponsel suaminya dihubungi, hasilnya tetap sama. Telepon darinya tidak diangkat.

Anggun semakin emosi. Mendidih darah di dalam
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (10)
goodnovel comment avatar
Hartini winni
ya akhirnya istri sdh tahu lanjur thor
goodnovel comment avatar
Ikha Pratikawati
sudah saya qris knpa masih nggak bisa di buka
goodnovel comment avatar
Mar Hayati
sedikit sekali cerita nya
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 645: Tertangkap!

    Suara kunyahan kacang di dalam terowongan beton yang sunyi itu mendadak terhenti.Dylan dan Biru saling pandang saat mendengar suara derap langkah kaki yang berat mendekati mulut terowongan."Ssttthhh!" Biru menutup mulut Dylan dengan tangannya.Mata Dylan berotasi, memperhatikan tempat sempit yang mereka duduki.Sementara Biru memberi kode dengan kedipan matanya berulang kali.Sebelum mereka sempat bergerak untuk melarikan diri, sebuah bayangan besar langsung menutupi cahaya remang dari luar.​"Kena kalian!" tawa renyah terdengar menggema di terowongan gelap itu."Argggghhhh!"​Sebuah tangan kekar langsung mencengkeram kerah seragam Dylan yang sudah kotor, menariknya ke luar dari terowongan dengan kasar hingga ia terjerembap di atas tanah becek.Biru yang mencoba menarik tangan Dylan pun langsung

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 644: Bersembunyi!

    Hush! Hush! Hush!Napas Dylan memburu seperti hendak putus.Suara derap langkah kaki anak-anak jalanan yang mengejarnya masih terdengar menggema di lorong-lorong seng yang sempit.Langkah kaki kecil Dylan yang terbiasa berlari di atas rumput lapangan sekolah yang halus kini terasa sangat berat melompati genangan air berlumpur dan tumpukan sampah tajam.​Tiba-tiba, sebuah tangan yang kotor namun kuat menarik kerah seragamnya dari balik celah sempit di antara dua dinding kayu yang rapuh.Dylan hampir saja berteriak karena panik, namun sebuah telapak tangan langsung membekap mulutnya dengan erat.​"Ssshh! Ini aku, Biru," bisik sebuah suara yang serak dan terengah-engah.​Dylan mendongak. Di balik keremangan, sepasang mata biru jernih menatapnya dengan sangat waspada.Wajah Biru kini semakin berantakan, dengan lebam baru

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 643: Kebenarannya

    Begitu bel istirahat berbunyi, Farah langsung berlari menemui Dylan di depan kelasnya.Dengan kedua tangan kecilnya, ia menyodorkan robot superhero milik Zidan yang sudah kembali ke dalam pelukannya.​"Kak Dylan, lihat! Robot Zidan sudah ketemu!" seru Farah dengan wajah berseri-seri.​Dylan yang sedang merapikan buku langsung menoleh. Matanya membelalak melihat mainan itu."Dari mana kamu dapat ini, Farah? Kamu yang ambil ya?"​"Bukan Farah!" bantah Farah cepat. "Ini dari Biru, Kak. Dia yang balikin tadi di pagar belakang. Dia bilang dia merebut mainan ini dari anak jalanan lain yang mencurinya. Wajah Biru sampai babak belur karena berkelahi demi mengembalikan robot ini!"​Dylan mengambil robot itu dari tangan Farah, membolak-baliknya dengan tatapan penuh kecurigaan."Farah, kamu jangan mudah percaya! Bagaimana kalau si Biru itu sebenarny

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 642: Mainan Itu!

    Tiga hari berlalu tanpa ada tanda-tanda kehadiran Biru di balik pagar belakang sekolah.Farah hampir saja putus asa, hingga akhirnya pada suatu siang yang terik di jam istirahat, ia melihat siluet kurus itu kembali berdiri di balik pagar kawat yang menjulang tinggi.​"Biru!" seru Farah gembira, langsung berlari kecil menghampiri pagar.​Namun, begitu jarak mereka semakin dekat, senyum di wajah Farah langsung memudar, digantikan oleh rasa terkejut yang luar biasa."Biru, kamu kenapa?"Wajah Biru yang biasanya tampan meski kusam, kini dipenuhi luka memar keunguan di pipi dan pelipisnya. Sudut bibirnya pecah dan tampak bercak darah yang sudah mengering.​"Biru, kamu baik-baik saja 'kan?" tanya Farah panik, kedua tangan kecilnya mencengkeram kawat pagar.Biru hanya diam, berusaha menyembunyikan wajahnya."Wajah kamu kenap

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 641: Roti Coklat

    Pagi yang cerah di kediaman Dirga. Saat ini Febby sedang memasukan makan siang ke dalam tas anak-anaknya."Mom, Biru suka banget sama roti coklat itu, katanya enak. Roti buatan Mommy memang nggak pernah gagal," ucap Farah.Febby tersenyum bahagia. "Kalau begitu hari ini kamu bawa banyak roti untuk Biru dan ibunya ya. Untuk adik atau kakaknya juga, siapa tahu mereka mau.""Okay Mom. Makasih ya Mommy," ucap Farah, senang."Sama-sama, Sayang."Setelah selesai menyiapkan bekal, kedua anak-anak itu dijemput supir pribadi mereka yang membawa mereka ke mobil.Suasana ruang makan kembali hening. Di meja makan, hanya ada Dirga yang duduk terdiam menatap cangkir kopi yang sudah mulai mendingin.Di hadapannya, Febby sedang sibuk merapikan piring tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Keheningan ini terasa begitu menyiksa bag

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 640: Kecewa

    "Kamu terlalu memanjakan Dylan Mas!" omel Febby saat suaminya baru saja pulang bekerja.Biasanya dia selalu disambut hangat oleh sang istri, tetapi sekarang ... Febby justru marah-marah.Tak ingin memperpanjang masalah sepele, Dirga melangkah ke kamar untuk membersihkan tubuh, lalu ke kamar Jagoan Kecil-nya.Suasana rumah megah itu terasa sangat dingin malam ini.Setelah Dylan ditenangkan oleh ayahnya dan tidur di dalam kamar, Dirga dan Febby akhirnya memiliki waktu berdua di kamar utama.Namun, bukannya kemesraan yang biasanya mereka bagi, ketegangan hebat justru menyelimuti ruangan itu.​Dirga berdiri di dekat jendela kaca besar, sementara Febby duduk di tepi ranjang dengan menyilangkan kedua tangannya.Matanya menatap Dirga dengan penuh kekecewaan.​"Kenapa kamu malah mendukung pemikiran Dylan yang seperti itu. Dyl

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status