Share

Bab 156.

last update publish date: 2026-03-08 19:37:05

Setelah Pak Jon keluar selaku bosnya Xyro, tinggallah Xyro dan Nona Maria di ruangan itu.

Dari tadi Xyro hanya terkesima dengan pesona Nona Maria tanpa menyadari kalau orang-orang yang bersamanya tadi telah keluar.

"Dan kamu, apa yang kamu lakukan tadi?" tanya Nona Maria. Tapi Xyro tidak mendengar sama sekali, dia masih diam mematung, senyum-senyum sendiri menatap wajah Nona Maria.

Menyadari Xyro sama sekali tidak mendengarnya, Maria pun mengulangi pertanyaannya dengan suara yang lebih tinggi,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 223

    Sementara itu, Bara tak langsung pulang ke Jakarta untuk memberitahu mamanya apa yang sedang terjadi. Iya, Bara memutuskan menemui Rocky untuk meminta bantuannya.Setibanya Bara di kediaman Ricky dengan wajah berlinang air mata, dia langsung masuk ke rumah itu mencari Rocky.Rocky tentu saja kaget dengan kedatangan Bara dalam keadaan kacau. Apalagi saat ini dia melihat Bara juga sedang terluka, seketika membuatnya khawatir dan panik.“Bara, ada apa denganmu? Lenganmu... kamu habis dilukai siapa? Cepat beritahu paman siapa yang berani melakukan ini padamu?” tanya Rocky langsung, wajahnya begitu serius.Begitulah Rocky, dia begitu sayang kepada Bara. Dia menganggap Bara sebagai anaknya juga, sebab Bara dari masih di dalam kandungan Mbak Maya, Rocky-lah yang mengasuhnya hingga tumbuh menjadi anak-anak sebelum Roni datang menjemput Mbak Maya waktu itu.“Paman... sesuatu terjadi, paman... tolong aku... aku... hikhik...” Bara tidak dapat melanjutkan omongannya, dia terus menangis karena ras

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 222

    Singkat cerita Roni pun akhirnya pergi ke Surabaya setelah mendapatkan informasi jelas bahwa memang Tuan Kusuma lah otak dari semua ini. Salah Roni di sini, dia malah memberitahu Bara soal ini. Harusnya dia tak memberitahunya agar Bara tak ikut. Iya, setelah mendengar soal itu, Bara yang awalnya dilarang ikut pergi bersamanya malah pergi juga tanpa sepengetahuan Roni, di mana Bara juga ingin memberi pelajaran kepada Tuan Kusuma yang telah melukai istrinya.Setibanya di Surabaya, Roni tidak membuang waktu. Langsung menuju lokasi di mana kediaman Tuan Kusuma berada. Di sana tanpa banyak bicara dia menyerang tempat itu sendirian, dari satpam hingga anak buah Tuan Kusuma yang berjaga di depan gedung miliknya.Mereka benar-benar tak menyangka akan ada orang yang berani menyerang sendirian, dan itu benar-benar mendadak membuat mereka tidak siap. Satu per satu ditumbangkan oleh Roni. Aura Roni begitu dingin di sini, persis seperti dirinya waktu masih muda di mana dia mengikuti pertarungan ja

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 221

    Sementara di tempat lain terdengar suara benturan keras yang berasal dari sebuah meja yang ditendang hingga terbalik, iya itu suara meja yang ditendang oleh sosok pria paruh baya yaitu Tuan Kusuma, rekan bisnis gelap Tuan Kim.Dia terlihat kesal setelah mendengar kabar kedua orang suruhannya telah tertangkap, yang membuatnya semakin kesal dan marah adalah di mana kedua anak buahnya gagal menjalankan tugas mereka.Jadi sudah jelas bahwa yang mencelakai Lola adalah suruhan Tuan Kusuma. Dia memberi perintah kepada kedua anak buahnya untuk menghabisi salah satu anggota keluarga Roni sebagai bentuk pengancaman darinya karena telah berani menggagalkan rencananya.Rencana Tuan Kusuma tidak lain dan tidak bukan adalah ingin menguasai bisnis milik Tuan Kim. Orangnya sangat licik bahkan tak kalah liciknya dari Tuan Kim di saat dia masih bugar. Bahkan yang membuat Tuan Kim sakit parah sekarang adalah ulahnya. Dia ingin Tuan Kim mati dan dia yang akan menjadi penerus bisnis itu dengan menikahi cu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 220

    Tim pencari terus menelusuri sungai itu untuk mencari keberadaan Lola, di mana Bara juga ikut di dalamnya. Mereka terus mencari hingga ketemu, sampai sekitar satu jam lamanya mencari, dari kejauhan terdengar suara tangis bayi yang didengar oleh salah satu tim pencari yang paling depan.Merasa dirinya tak salah dengar, langsung segera berenang ke sana sampai akhirnya di saat dia menyorot nyala senternya ke arah sumber suara, sampai dia pun melihat sosok wanita terbaring di sana dengan bayi di dalam pelukannya.Melihat itu, dia langsung berteriak memberitahu tim pencari lainnya kalau orang yang mereka cari sudah ditemukan.Bara yang juga mendapat kabar itu seketika langsung menyeburkan diri ke sungai dan berenang secepat mungkin ke sana, karena memang satu-satunya jalan ya harus berenang dari sungai itu.Dan benar, dia melihat istrinya tergeletak tak sadarkan diri di sana dengan sebelah lengannya berlumuran darah.“Sayang....” teriak Bara naik dari sungai itu lalu memangku kepala istrin

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 219

    Singkat waktu setelah semuanya terasa selesai, Roni turun dari atas Mbak Maya lalu berbaring di sampingnya. Suara napasnya seperti orang yang habis lari seratus kali keliling lapangan, begitu juga dengan Mbak Maya yang juga dibuat kelelahan.“Sekarang otakku kembali bisa bekerja setelah mendapatkan penyemangat darimu. Sayang, makasih ya. Eh, kamu istirahat saja dulu, aku ingin lanjut bekerja sebentar,” kata Roni sambil bangkit dari atas tempat tidur dan memakai kembali pakaiannya, segera keluar untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.Mbak Maya hanya bisa menatapnya keluar sembari mengusap keringat di wajahnya. Dia benar-benar letih sekarang, bukan hanya karena kejadian tadi, tapi memang dia sudah capek dari awal mengurus rumah beserta bayinya. Ya, walaupun di rumah mereka pembantu banyak, akan tetapi Mbak Maya tidak suka terlalu memakai jasa pembantu mereka. Baginya, selama dia masih bisa, dia tidak akan meminta bantuan siapa pun termasuk pembantunya.Mbak Maya pun m

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 218

    Roni kembali ke ruangannya untuk melanjutkan apa yang perlu dia kerjakan. Dia mulai membuka dokumen yang diberikan oleh Maria, lalu melihat bagian mana saja yang perlu dia tangani.“Maria benar-benar lumayan juga, banyak juga yang dia perbaiki dalam waktu singkat. Sepertinya aku butuh banyak bantuan darinya saat ini,” gumam Roni saat melihat hasil kerja keras Maria dalam waktu singkat menangani perusahaan yang sedang anjlok seperti sekarang.“Tapi sepertinya dia harus beristirahat dulu. Baiklah, aku akan memulai dari yang terendah dulu,” Roni menutup dokumen itu lalu mengambil yang lainnya lagi.Tapi tiba-tiba pandangannya terasa buram. Rasanya tubuhnya membutuhkan sesuatu.“Astaga, kok aku merasa aneh gini. Jangan-jangan karena semalam gak dapetin penyemangat. Bagaimana ini, kerjaanku masih banyak pula,” gumamnya.Ya, Roni merasa kurang bersemangat karena dia membutuhkan kelembutan istrinya. Ini pasti karena semalam dia harus menahan diri setelah sempat terpancing oleh Miya yang ujun

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 35. Surat-Surat Dari Roni

    "Papa, di mana Roni? Kenapa Papa pulang sendiri?" tanya Miya yang menunggu di sofa. Begitu mendengar suara mobil, ia langsung keluar, tapi yang dilihatnya hanya ayahnya saja."Roni masih perkenalan di kantor. Papa pulang duluan karena ada sesuatu yang ingin Papa kerjakan di rumah," jawab Tuan Bram.

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 31. Obat Perangsang

    Waktu roni begitu fokus membaca sebuah catatan milik miya, dia terus mencoba memahami semuanya agar tidak ketinggalan pelajaran terlalu jauh, tiba-tiba tangan miya mulai nakal, awalnya miya menaruh tangannya di pundak roni, tapi lama kelamaan kebawah sampai menyentuh sesuatu yang sedari tadi tidur.

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 30. Menyelesaikan Masalah

    "Apa lagi yang perlu dibicarakan? Kau cukup memberiku uang itu, maka urusan selesai," ujar Roni sambil menendang kaki Reno hingga terpaksa duduk di depannya.Reno seketika merasakan dingin menjalar di tubuhnya. Ia belum pernah berada dalam posisi seperti ini, apalagi diancam. Selama ini, ia selalu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 29. Kamu Pilih Aku Atau Dia

    "Oya Roni, aku dengar akhir musim kamu akan balik kampung. Apa benar itu?" tanya Miya, teringat akan hari di mana dia diberitahu oleh Bayu waktu itu."Dari mana dia tahu? Astaga, kalau dia sampai tahu, aku pasti dilarang pergi," gumam Roni sambil mengerutkan keningnya."Tidak kok, siapa yang bilang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status