Share

Bab 17

Author: Ke Ke
last update publish date: 2026-04-03 12:23:08

Menutup pintu dengan keras, Darrel Wang berusaha mengatur napasnya.

Walaupun sekilas, tapi Darrel Wang melihat kaki gadis itu... begitu putih dan ramping, sayangnya ia hanya bisa melihatnya dan bukan menyentuhnya.

Namun, walau hanya begitu sudah membuatnya tak tahan. Darrel Wang punya sebuah rahasia, yaitu fetish kaki, ia menyukai kaki yang putih dan ramping.

Dan kaki gadisnya sangat sesuai dengan estetika nya.

Menghela napas dengan gusar, ia dengan berat hati pergi ke kamar mandi, menyelesaika
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 33

    Malam semakin larut.Lampu kamar sudah dimatikan, hanya menyisakan cahaya temaram dari lampu samping tempat tidur.Di luar, kota sudah jauh lebih sunyi. Hanya sesekali terdengar suara kendaraan lewat.Gennie berbaring di atas kasur, selimut ditarik sampai dada. Matanya tertutup, tapi ia belum benar-benar tidur.Gennie membuka mata pelan, menatap langit-langit. Lalu, ia perlahan menoleh ke samping, ke arah sofa.Darrel Wang terbaring di sana dengan punggung menghadap, diam tak bergerak.Namun Gennie tahu bahwa pria itu juga belum tertidur.Gennie menarik napas pelan dan memanggil, "Darrel."Suaranya pelan seperti berbisik, hampir tak terdengar jika pria itu benar-benar tidur.Tidak ada jawaban. Namun Gennie tahu pria itu mendengarnya, ia bertanya lagi. "Tidurmu di situ nyaman?"Hening sesaat sebelum Darrel Wang menjauh, "tidak masalah."Nada suaranya rendah dan tenang.“Kalau kamu gak nyaman… kamu bisa—” Gennie menggigit bibirnya pelan karena gugup, perkataannya tidak ia lanjutkan.Sua

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 31

    Saat mobil benar-benar berhenti di depan hotel, hari sudah benar-benar terang.Gennie keluar dari mobil dan meregangkan tubuhnya sedikit.Keduanya bersamaan memasuki hotel, lantai marmer memantulkan langkah mereka. Suasananya tenang, hanya beberapa tamu yang terlihat.Darrel Wang berjalan menuju meja resepsionis, "reservasi atas nama Darrel Wang.”Petugas front office mengecek, lalu mengangguk, “baik, Pak. Satu kamar deluxe.”Kalimat itu jatuh begitu saja. Bagi Gennie, waktu seolah terhenti.Satu kamar? Ia menoleh perlahan, menatap Darrel Wang.Wajah pria itu ajaibnya tetap tenang, bahkan terlihat terlalu tenang.Seolah-olah semuanya sudah terencana.Ketika kunci diberikan, mereka berjalan menuju lift.Di dalam, Gennie menatap angka yang bergerak naik.Namun pikirannya tidak di sana."Kenapa hanya satu kamar?" Tanyanya pelan, tapi diam-diam tersirat nada kesal."Mn.""Kenapa?" Gennie tak dapat menahan hingga ia berbalik menatap kesal pria itu.Darrel Wang terdiam sesaat sebelum menjaw

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 31

    "Tentang Jaya, kamu... yang mengaturnya?" Tanya Gennie hati-hati.Darrel Wang menjawab tanpa ragu, "itu saya, kenapa ada masalah?"Gennie cepat-cepat menjawab, "tidak, hanya saja...""Gennie, ini perusahaan saya, otoritas terbesar ada ditangan saya." Ucap Darrel Wang tegas, "bagaimana dengan pekerjaan?""Jauh lebih baik.""Karena tidak ada pengganggu?" Darrel Wang masih saja membahas pria genit itu.Sepertinya iya, sejak Jaya tidak ada setidaknya tidak ada yang mengganggu pekerjaannya."Terimakasih." Ucap Gennie tiba-tiba."Untuk apa?" Darrel Wang mengangkat alisnya."Keduanya, coklatnya dan... Jaya.""Sudah sepantasnya, orang seperti ini akan menganggu ritme kerja, tapi kinerjanya juga bagus lebih baik dilemparkan saja.""Aku tahu, terimakasih." Daripada si Jaya itu, Gennie lebih berterima kasih atas coklatnya."Baik, keluarlah, kembali bekerja." Namun, saat Gennie hendak menutup pintu ia mendengar suara Darrel Wang lagi. "Panggil Sekretaris Jav ke sini.""Baik."•••Ketukan pintu te

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 30

    Sore itu, suasana kantor sedikit mencekam.Jaya tiba-tiba saja di panggil ke ruang HR.Kala itu Jaya sedang berada di mejanya, fokus pada pekerjaan. Ketika tiba-tiba saja staff HR menghampiri."Jaya," panggil HR, di tangannya ia membawa map, ekspresinya serius.Jaya menoleh, "iya?""Bisa ikut saya sebentar?" Jaya mengernyit, ia bertanya ragu, "sekarang?""Sekarang." Ucap HR tak memberikan pilihan lain.Jaya melirik ruang sebelah, tampaknya ia mengerti sesuatu, hingga akhirnya ia mengangguk. "Oke."Beberapa menit kemudian, di ruang HR.Jaya duduk di depan meja, terlihat santai dan masih tidak menyangka apa yang akan terjadi.“Ini terkait penempatan Anda.” Ucap staf HR sambil membuka map."Penempatan?" Tanya Jaya heran.“Kami memutuskan untuk memindahkan Anda ke kantor cabang di kota X."Jaya diam, ia tidak langsung bereaksi, seolah mempromosikan perkataan staff HR.“…Pindah?”"Mulai minggu depan," nada suara HR tetap profesional dan datar.Jaya menyandarkan punggungnya, matanya sedik

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 29

    Beberapa menit kemudian, Gennie dipanggil masuk Darrel Wang ke ruangannya.Ia berdiri tegang di hadapan Darrel Wang. Tangannya diletakkan di belakang, seolah membunyikan sesuatu.Sedangkan Darrel Wang duduk di kursinya, menata dokumen membiarkan gadis itu menunggu sebentar."Duduk." Titahnya pada Gennie.Gennie duduk di depan meja, dengan tegak dan menunggu.Beberapa detik berlalu tidak ada yang berbicara hanya suara halus AC."Jam istirahat hanya satu jam." Akhirnya Darrel Wang mengeluarkan suaranya.Gennie mengangguk."Gunakan dengan baik." Nada suaranya datar tapi ada tekanan yang tak terlihat.Gennie mengernyit, "maksudnya?"Darrel Wang akhirnya mengangkat pandangannya, menatapnya langsung. "Tadi." Hanya satu kata tapi cukup jelas.Gennie langsung mengerti, "oh... maksudnya Jaya?" Nama itu keluar spontan.Kesalahan terbesar, Gennie kembali membangkitkan iblis yang tertidur.Tatapan Darrel Wang berubah, menatap tajam dan dalam. "Begitu cepat kenalnya." Sinisnya.Gennie menelan lud

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 28

    Keesokan harinya, jam menunjukkan pukul dua belas siang.Suasana kantor sedikit lebih lambat, lebih santai.Beberapa karyawan mulai berdiri, merenggangkan tubuh, berjalan ke pantry atau keluar gedung untuk makan siang.Di meja sekretaris, Gennie akhirnya berhenti sejenak. Bersandar lelah di kursinya.Hari kedua, dan Gennie masih merasa berat. Namun tidak se-chaos kemarin.Sekertaris Jav berdiri dan menghampiri, "ayo makan siang.""Ke mana?" "Ambil jatah makan siangnya."Benar juga, perusahaan memberikan makan siang untuk karyawannya.Kemarin Gennie juga sudah merasakannya, dan ia rasa itu sesuai dengan seleranya, sangat cocok."Mau makan di meja atau di kantin?" Perusahaan memberikan pilihan, antara makanan katering atau makanan yang di masak dapur.Namun jika memilih masakan dapur perusahaan maka pasti akan makan di kantin."Makan di kantin saja, saya mau refreshing."Sekretaris Jav mengangguk, "baik, kalau gitu kantinnya ada di lantai dua, jika masih bingung tanyakan orang yang lewa

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 26

    Darrel Wang mengabaikannya, ia masih sibuk pada satu lembaran terakhir, lalu menutup dokumen itu pelan."Silakan."Gennie melangkah mendekat, tak ingin berbasa-basi dan langsung bertanya inti. “Kenapa saya dipindahkan ke divisi sekretaris?”Darrel Wang mendongak, pandangannya lurus ke depan. "Tida

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 25

    Gennie berdiri di depan lift, menunggu pintu terbuka.Tangannya masih menggenggam map, tapi kini genggamannya lebih longgar.Begitu pintu lift terbuka, Gennie akan melangkah masuk ketika ia tiba-tiba saja dicegat."Biar saya antar." Suara itu berasal dari pria di sampingnya.Gennie membeku, perlaha

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 24

    Beberapa hari kemudian. Gedung tinggi dengan dinding kaca menjulang di pusat kota, memantulkan cahaya matahari pagi yang menyilaukan. Gennie berdiri di depan pintu masuk, menatap logo perusahaan itu sejenak. GW Holding Company, perusahaan milik keluarga Wang. Gennie menarik napas dalam, blazerny

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 23

    Keesokan harinya, di kamar hotel yang sempit dan sunyi.Cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai, jatuh tepat di wajah Gennie. Gennie mengerjap pelan, sedikit mengerutkan keningnya sebelum akhirnya membuka matanya.Butuh beberapa detik. Ketika kesadarannya kembali ia langsung terbangun denga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status