Share

Chapter 17 =Insiden Mengerikan=

Author: daydreammm_ms
last update publish date: 2026-06-28 22:18:31

"Ayolah, Ridhi. Buat riasanmu dengan benar," keluh Widuri.

"Aku sedang mencoba. Tidak semudah itu, ya." Ridhika menghapus eyeliner-nya untuk yang kesekian kali sambil menggerutu. "Sial."

"Makanya, kan sudah kubilang, kamu harus bangun lebih pagi."

"Setiap hari, aku bangun jam 5 pagi, Widuri."

"Cobalah bangun jam 4!"

"Lebih baik aku tidak usah pakai riasan saja kalau sampai begitu."

Ridhika bisa merasakan Widuri sedang mendelik ke arahnya, tetapi dia hanya tersenyum simpul. Berusaha mempertahank
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 60 =Penguntit=

    "Kau menarikku keluar sejauh ini hanya untuk menyuruhku mengaku?" Ridhika mendengkus dingin seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Aku tidak tahu kau berharap aku menjadi orang yang seperti apa, tapi biar kuberitahu satu hal, aku bukan malaikat. Hanya karena aku siswi protagonis, bukan berarti aku akan selalu jadi baik hati dan penuh dengan niat yang tulus.""Ridhika, bukan begitu maksudku." Helaan napas berat lolos dari bibir Bagastya. Baru saja disadarinya bahwa tindakannya memang bisa terlihat seolah sedang menghakimi gadis itu. "Baiklah, aku salah. Maafkan aku. Aku hanya kaget. Ridhika yang kukenal itu cerdas, tapi dia tidak akan memanfaatkan itu untuk menyakiti orang lain.""Ridhika yang kau kenal? Ridhika yang mana? Menjadi pasangan selama beberapa bulan tidak lantas membuatmu mengenalku, Bagastya. Lagipula, yang kusakiti itu adalah diriku sendiri." Ridhika mengangkat pergelangan tangannya yang terbalut perban. "Apa yang ditanggung oleh Klarisa, hanyalah konsekuensi dari

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 59 =Menuntut Pengakuan=

    "Bukankah sudah pernah kubilang kalau aku ingin kau jauh-jauh dari pasanganku?" Ujar Bagastya dengan ekspresi datar. "Kau masih ingat apa peringatanku kalau sampai melanggarnya, kan?"Ridhika membiarkan Bagastya membantunya agar bisa berdiri lebih stabil. Pria itu kemudian memegang tangannya yang terluka selama beberapa saat dengan cukup serius, sebelum akhirnya menarik Ridhika agar berdiri di belakang tubuhnya."Bapak dan Ibu Pengawas, Saya memiliki beberapa laporan tentang pelanggaran yang dilakukan oleh Klarisa," ungkap Bagastya tegas. "Salah satu yang paling fatal adalah dia memalsukan kepemilikan semua tugas Kelas Antagonis yang diserahkannya. Dia merundung pemilik aslinya dan mengambil tugas-tugas tersebut secara paksa.""Bagastya Dewa! Bisa-bisanya kau!" Dengan wajah pucat Klarisa mengacungkan jarinya ke arah Bagastya.Dari sudut pandang Ridhika, sepertinya gadis itu tidak habis pikir mengapa Bagastya betul tega membocorkan tindakannya. Sesuatu yang membuat Ridhika bingung seka

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 58 =Kelas Gabungan=

    Seperti suara ngengat yang dengan panik mencoba untuk keluar dari perangkap serangga. Itulah apa yang ada di dalam pikiran Ridhika pada saat satu-persatu siswa siswi protagonis dan antagonis mulai masuk ke dalam ruang Kelas Gabungan. Mereka tertawa, bicara dan berseru dengan nada yang melengking nyaring, membuat kepala Ridhika pening seketika."Topik kita kali ini adalah Manipulator Ulung," buka sang Guru Pembina, tanpa menunggu para siswa dan siswi yang belum mendapatkan tempat duduk. "Sengaja Saya pilih demikian, sebab selama beraba-abad, dunia cerita selalu hanya memberi pengakuan kepada antagonis sebagai peran dengan kualitas menjadi seorang manipulator. Saya ingin lihat, barangkali pada pertemuan hari ini, ada yang bisa membuktikan bahwa pandangan tersebut keliru."Bisik-bisik siswa dan siswi di sekitar Ridhika kian bertambah. Pada awalnya, meski bisa mendengar sebagian besar dari pembicaraan yang dibahas, dia masih tidak tertarik untuk memperhatikan. Sampai kemudian kursinya ter

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 57 =Menyambut Widuri=

    "Menurutku, kamu pasti cocok memerankan tokoh protagonis wanita berkepribadian kuat," ungkap Amayra selagi sibuk mengetik analisanya menggunakan laptop. "Kudengar, belakangan ini dunia cerita dengan protagonis seperti itu sedang sangat populer."Ridhika hanya mengangguk tanpa kata. Dia juga mengetahui semua ini, tentang cerita seperti apa yang sedang tren dan banyak disukai. Saat ini, sedang menjamur sekali drama yang menceritakan tentang seorang wanita yang balas dendam pada pasangannya karena pihak lain itu berselingkuh atau memperlakukannya dengan sangat buruk. Penonton benar-benar menyukainya. Mereka bahkan ingin si protagonis wanita membalas dengan lebih kejam. Fakta yang cukup mengejutkan bagi Ridhika. Sebab, dia tidak menyangka bahwa akan ada saatnya stereotipe protagonis wanita murni dianggap membosankan, bahkan membuat frustasi. Padahal, tipe protagonis seperti ini adalah yang paling pertama tercipta dan sudah bertahan selama berabad-abad."Semua hal ada masanya, ya?" Pikirn

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 56 =Menentukan Prioritas=

    "Bagi protagonis wanita berkepribadian kuat, selama mereka bukan pihak yang memulai tindakan salah, maka perilakunya masih bisa ditelorensi. Membalas dendam, menginjak balik orang lain, semua ini masih diperbolehkan, asalkan sepadan dengan kejahatan yang dialaminya dan tidak lebih," jelas Ibu Binar sambil berkeliling kelas dengan buku teks pelajaran di tangannya. "Sedangkan, bagi protagonis wanita dengan kepribadian lembut, umumnya tindak kebaikan hatinya disarankan tidak berbatas. Kecuali, apabila sifat lembutnya itu hanyalah fasad yang digunakan untuk melindungi diri sendiri, maka batas kebaikannya disamakan dengan protagonis wanita kuat. Yakni, selama tidak melebihi tindak kejahatan yang diterimanya."Ridhika menyimak dengan sangat serius. Matanya hanya tertuju pada Ibu Binar, bahkan tubuhnya nyaris tidak bergerak. Satu-satunya hal yang kadang kala mampu merusak fokusnya hanyalah suara guntur yang saling bersahutan di luar.Pada saat, dia menoleh ke jendela yang sebagian besar men

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 55 =Memulai Kembali=

    Pagi itu, ketika Ridhika berjalan di lorong menuju Kelas Kebaikan Hati, semua anehnya tidak seburuk yang dia bayangkan. Padahal, dia sudah bersengaja tidak berjalan bersama Amayra, karena takut gadis itu dikucilkan. Akan tetapi, ternyata para siswa dan siswi tampak tidak begitu peduli. Mereka hanya melewatinya seolah dia tidak ada.Memang masih ada beberapa yang melirik dengan tatapan sinis, tetapi Ridhika tentu tidak mengindahkannya. Selama mereka tidak mengganggunya secara langsung, dia juga bisa berpura-pura seolah mereka adalah makhluk-makhluk tembus pandang.Setibanya di kelas, kursi yang biasa digunakannya tentu sudah diisi siswi lain, yang begitu melihat kedatangannya maka segera saja mulai berbisik-bisik dengan satu sama lain. Hanya tersisa dua kursi kosong, satu di samping Amayra yang tengah menatapnya seraya tersenyum lebar, sementara satunya lagi berada di pojok paling belakang ruangan.Ridhika tanpa diragukan lagi memilik kursi yang berada di belakang itu. Dia menyempatkan

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 8 =Masa Orientasi=

    "Ridhi! Kamu dapat tambahan 100 poin!"Ridhika merasakan tangan Widuri mengguncang-guncang tubuhnya dengan girang. Gadis itu tampaknya sangat gembira melihat wajah Ridhika yang terpampang di layar besar. Sementara si pemilik wajah itu sendiri malah mematung di tempat.Karena seruan Widuri yang cuku

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 7 =Ranking Kecantikan=

    Sejak pagi buta, Griya Nayika sudah riuh oleh berbagai macam suara. Mulai dari perbincangan para siswi yang berlalu-lalang, troli pengantaran sarapan, hingga pengumuman berita harian Akademi. Kombinasi semua yang membuat Ridhika sulit untuk tidak segera ikut memulai hari.Keadaan di luar jendela ma

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 6 = Ratu Griya Nayika? =

    "Widuri, keluarkan orang aneh ini sekarang juga dari sini!" Seru si gadis dengan suara nyaring, meskipun perkataannya ditujukan pada Widuri, matanya tidak lepas menatap Ridhika dengan tajam. "Apa yang pernah kubilang soal membawa masuk siswi rendahan ke Griya Nayika? Otakmu sudah tidak bekerja atau

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 5 = Sekilas Para Protagonis Wanita =

    Sehabis mendengar perkataan Mel tentang perintah Adhyaksa agar tidak boleh ada yang mengetahui tentang identitas awalnya, Ridhika tidak bisa berhenti memikirkan kembali kebutuhannya untuk tetap merasa bebas. Mel yang berjalan di depannya juga tidak bicara apa-apa lagi. Pada titik tertentu, Ridhika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status