Share

Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati
Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati
Author: Crispy Coco

Bab 1

Author: Crispy Coco
Sepuluh tahun aku berjuang demi menikahi Vicky Aristanto. Tapi, itu semua ternyata hanya kebohongan.

Aku sedang berdiri di luar ruang kerja Vicky dengan laporan audit di tangan, ketika mendengar kata-kata yang membuat darahku membeku.

"Bos, galeri Irene hampir lolos audit akhir." Itu suara Mario, tangan kanan Vicky. "Kalau dia benar-benar berhasil .…"

"Dia nggak akan berhasil." Vicky memotongnya. Suaranya sedingin es. "Aku sudah menyiapkan bagian akuntansi untuk menjatuhkan bom pajak padanya. Mereka akan 'menemukan masalah' besok pagi."

Perutku terasa mual.

"Tapi bos, ini sudah kesembilan kalinya. Apa Anda nggak takut kalau dia akan curiga?"

"Emang kenapa kalau dia curiga?" Vicky mencibir. "Dia sangat terobsesi padaku. Dia nggak akan pernah berani menentangku. Lagipula, aku butuh lebih banyak waktu untuk mempersiapkan Andrea."

Andrea Sinatrya .... Anak haram ayahku. Dia lagi ....

"Bos, apa Anda benar-benar akan .…"

"Menikahi Andrea? Nggak." Ada ketegangan dalam suara Vicky. "Irene sudah berjuang untukku selama sepuluh tahun. Aku nggak bisa membuangnya begitu saja."

"Hanya saja … Andrea berbeda. Dia itu polos dan rapuh. Tanpa aku, dia nggak punya tempat di keluarga ini. Dia butuh perlindunganku. Dia nggak sekuat Irene. Lagipula, dia juga pernah menyelamatkan hidupku. Tanpa aku, Irene pasti sudah membuangnya sejak dulu."

Aku bersandar di dinding, dunia seakan berputar.

Sepuluh tahun ....

Setiap malam yang kuhabiskan tenggelam dalam buku kas sampai mataku perih.

Semua tahun ketika aku mengubur cintaku pada seni dan mimpiku, membentuk diriku menjadi Nyonya Besar sempurna yang dia inginkan.

Semua kesalahan, semua kegagalan … ternyata dia yang merencanakan semuanya.

"Bagaimana status aset dari proyek Irene yang gagal?" Vicky melanjutkan.

"Kami menyalurkan aset tersebut kepada Nona Andrea melalui beberapa perusahaan cangkang, seperti yang Anda perintahkan. Pembukuannya bersih. Dia sekarang sudah masuk dalam jajaran dewan direksi, menjadi pemain sungguhan."

Aku hampir tertawa.

Tentu saja.

Bisnis yang kubangun, bahkan yang gagal pun, asetnya tidak pernah benar-benar hilang. Semuanya hanya disalurkan ke pacarnya.

Dia adalah Vicky Aristanto. Pewaris keluarga terbesar di Kota Nismata.

Pria yang kucintai selama sepuluh tahun.

Aku menarik napas dalam. Lalu, mendorong pintu hingga terbuka.

"Vicky."

Dia berbalik, wajahnya berubah dari ekspresi terkejut menjadi ketenangan yang dipenuhi rasa bersalah.

Mario menghilang ke sudut ruangan.

"Irene. Kau sudah datang?" Vicky berdiri. "Aku baru saja mengatur urusan keluarga .…"

"Aku tahu." Aku berjalan ke arah mejanya dan meletakkan laporan itu di atasnya. "Aku datang membawa kabar baik."

Mata Vicky melirik laporan itu. Aku melihat kilatan kegugupan.

"Laporan audit galeri sudah keluar," kataku dengan suara ceria. "Keuntungan akhir-nya .…"

"Nona Irene! Nona Irene!"

Kepala bagian akuntansi menerobos masuk dengan wajah tersenyum lebar.

"Kabar baik! Luar biasa!" katanya terengah-engah. "Lukisan istana itu terjual di Rumah Lelang Kota tadi malam seharga hampir lima triliun! Keuntungan galeri naik tiga kali lipat! Bahkan dengan penyesuaian pajak, kita tetap untung besar!"

Wajah Vicky memucat.

Aku melihat kepanikan terpancar di sorot matanya. Dan pada saat itu juga, secercah harapan terakhir dalam diriku pun ikut padam.

Jadi, hanya itu aku baginya. Pion yang bisa dia gerakkan sesuka hati.

Aku berdeham. Akuntan itu menoleh kepadaku.

"Sebenarnya, aku baru saja melihat lebih teliti," kataku sambil mengambil laporan itu. Di bawah tatapan Vicky yang masih terkejut, aku merobeknya menjadi dua. "Sepertinya kita menemui sedikit kendala."

Rahang akuntan itu langsung ternganga. Wajah Vicky berubah dari ekspresi suram menjadi kelegaan yang luar biasa.

"Kau boleh pergi," kataku pada akuntan itu. "Dan ingat, jangan sampai ada yang tahu tentang ini."

"Ba ... baik, Nona Irene."

Pintu tertutup. Aku pun menoleh pada Vicky.

Topengnya kembali terpasang. Tampak tenang dan angkuh. Seolah aku hanya sedang membayangkan kepanikannya saja tadi.

"Irene, kau melakukan hal yang benar," katanya. Dia berjalan mendekatiku, meraih tanganku. "Bertindak terburu-buru itu bukan cara keluarga kita."

Aku mundur selangkah, menghindari sentuhannya.

Aku sudah bekerja selama sepuluh tahun. Apakah itu masih disebut terburu-buru?

Kepahitan dan rasa sakit bergejolak di dalam dadaku.

Aku harus mengujinya. Untuk terakhir kali.

"Vicky," kataku dengan suara tegang. "Upacara peringatan kematian ibuku akan diadakan tiga hari lagi. Akan menjadi kehormatan baginya, apalagi setelah sepuluh tahun pertunangan kita, jika kita menikah sebelum saat itu. Aku akan menutup kerugian kita tahun depan. Aku juga akan menggandakannya."
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati   Bab 9

    Helikopter itu terbang di atas laut berwarna biru kehijauan yang jernih.Di bawah kami, tampak sebuah pulau pribadi yang belum pernah kulihat sebelumnya."Kita di mana?" tanyaku pada Jeremy.Dia duduk di sampingku, tangannya yang besar menggenggam tanganku, suaranya terdengar lembut."Rumah kita."Aku menatap sosoknya, ada seribu pertanyaan berputar-putar di benakku."Jeremy, kenapa sekarang?" Aku menoleh padanya. "Kenapa kau baru muncul sekarang?"Dia terdiam cukup lama, lalu mulai berbicara."Irene, aku harus menceritakan sebuah kisah padamu." Sorot matanya menyimpan kesedihan yang mendalam. "Sebuah kisah tentang menunggu."Helikopter mendarat di halaman rumput yang luas. Kelopak mawar melayang-layang di udara."Apa kau masih ingat malam ketika kau diculik?" katanya sambil kami berjalan. "Terperangkap di gudang terbengkalai itu."Pikiranku kembali ke malam yang mengerikan itu.Ibuku baru saja meninggal. Ayahku sibuk dengan selingkuhannya, dan sama sekali tidak memperhatikanku.Sebuah

  • Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati   Bab 8

    Jeremy memberi isyarat.Sebuah proyektor besar digulirkan dan diarahkan ke dinding luar katedral.Sebuah gambar berkedip-kedip di batu putih itu.Itu adalah rekaman kamera pengawas dari kolam renang, tiga belas tahun yang lalu.Di layar, Vicky yang berusia lima belas tahun sedang berjuang di kolam dalam.Andrea yang berusia dua belas tahun berdiri di tepian dengan mengenakan gaun merah, memegang pelampung.Tapi, dia tidak melemparkannya.Sebaliknya, saat Vicky mengulurkan tangan putus asa ke arahnya, dia justru mundur dengan panik. Karena takut mendapat masalah, dia bahkan menendang pelampung itu lebih jauh dari tepi.Vicky tenggelam, perjuangannya semakin lemah.Tepat saat itu, ada sosok kecil bergegas masuk dari sisi kanan layar.Itu adalah aku yang berusia dua belas tahun.Aku terjun ke kolam tanpa ragu sedetik pun, menggunakan seluruh kekuatanku untuk menarik tubuh Vicky yang jauh lebih berat dariku.Namun, aku terlalu kecil. Saat berhasil mendorongnya sampai ke tepi, aku kehabisan

  • Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati   Bab 7

    Dunia seolah menjadi sunyi, gema tembakan itu masih menggantung di udara.Vicky mencengkeram tangannya yang mati rasa, menatap tak percaya pada serpihan senjatanya di tanah."Siapa itu?!" teriaknya sambil melihat sekeliling dengan panik. "Siapa yang menembak?!"Satu-satunya jawaban adalah suara langkah kaki serempak.Ratusan pria berjas hitam keluar dari mobil-mobil lapis baja.Mereka bersenjata lengkap, membawa senjata dengan standar militer, wajah mereka tersembunyi di balik topeng, hanya memperlihatkan mata yang dingin dan keras.Di tengah kekuatan yang mengerikan seperti itu, sebuah mobil mewah Royal Sein meluncur pelan dan berhenti.Pintu pun terbuka.Seorang pria melangkah keluar.Dia tinggi dan kurus, mengenakan jas hitam edisi khusus. Dia bergerak dengan keanggunan mematikan yang memancarkan otoritas mutlak. Kacamata hitam menutupi bagian atas wajahnya, tetapi bibir tipis dan garis rahangnya yang kuat memancarkan kekuatan yang mencekik.Saat Vicky melihatnya, wajahnya langsung

  • Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati   Bab 6

    Pintu katedral yang berat itu tak mau bergerak.Lalu, sebuah suara memecah keheningan di belakangku."Irene."Aku menoleh. Matahari pagi menyinari berlian di gaunku, membuatnya tampak seperti ribuan matahari kecil yang berkilauan.Saat Vicky melihatku, dia membeku, rahangnya ternganga.Matanya menatapku lekat-lekat, menelusuri garis gaunku hingga ke berlian yang menyilaukan itu."Ya Tuhan," gumamnya. "Irene ... kau terlihat ....""Kami mencarimu ke mana-mana, Irene." Suara Andrea yang manis namun mengandung kepalsuan, menusuk telinga. "Kami sudah mengirimkan ultimatum. Kau bukannya membalas, justru tiba-tiba muncul di sini dengan gaun pengantin? Apa kau mencoba memaksa Vicky untuk menikahimu?"Aku menatapnya dengan wajah sedingin es. "Kau terlalu banyak berpikir, Andrea. Aku memang akan menikah. Hanya saja bukan dengannya."Vicky akhirnya tersadar. Dia menarik napas dalam-dalam, tatapan arogan itu kembali ke wajahnya."Karena kita semua sudah di sini, ini menghemat waktu. Pulanglah, Ir

  • Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati   Bab 5

    Aku kembali ke apartemenku. Hal pertama yang kulakukan adalah berjalan menuju meja rias.Sebuah cincin berlian biru dua belas karat tergeletak di sana.Itu cincin pertunangan dari Vicky sepuluh tahun yang lalu.Aku mengambilnya dan ... tanpa ragu, melemparkannya ke perapian.Api menjilati lingkaran platinumnya, tetapi berlian itu tetap terdiam di sana, berkilauan.Sebuah simbol sempurna untuk cintaku. Dingin, keras, dan mati rasa."Nona, Anda sudah kembali."Pelayanku yang bernama Aris masuk. Dia melihat wajahku dan langsung mengerti."Adakan pertemuan semua tetua keluarga," kataku sambil menoleh kepadanya. "Malam ini, jam delapan. Darurat.""Baik, Nona. Oh iya, Nona ...." Dia sempat ragu-ragu. "Pihak dari Kota Sirkola menelepon lagi. Tentang lamaran pernikahan itu. Ini sudah ketiga kalinya tahun ini."Keluarga misterius di Kota Sirkola.Selama dua tahun, mereka terus meminta aliansi. Aku selalu menolak karena sudah dibutakan oleh Vicky."Katakan pada mereka, aku menerimanya."Mata Ari

  • Aku Adalah Nyonya Bos Mafia Sejati   Bab 4

    Rasa muak di sorot mata Vicky terasa lebih menyakitkan daripada senjata apa pun.Tepat saat itu, Andrea yang sedari tadi "gemetar" dalam pelukan Vicky, menatapku dengan matanya yang basah oleh air mata."Irene, kakakku, kumohon berhenti .…" katanya dengan suara lemah dan mulai terisak. "Aku tahu kau membenciku, tapi kau nggak bisa menyangkal kebenaran …. Aku yang menyelamatkan nyawa Vicky. Sepanjang hidup kita, aku sudah membiarkanmu memiliki segalanya, pakaian, pujian, perhiasan. Tapi, bukan dia. Aku nggak akan menyerahkan Vicky."Saat berbicara, dia melepaskan diri dari Vicky dan berjalan ke arahku, meraih tanganku seolah hendak memohon."Kalau kau pikir ini salahku, pukul saja aku! Silakan!"Saat dia mendekat, sorot matanya berubah, menjadi dingin dan kejam.Di tempat yang tidak bisa dilihat Vicky, jari-jarinya mencengkeram lenganku dengan kuat.Rasa sakit menusukku. Aku mencoba menarik diri, tetapi dia tiba-tiba melemparkan tubuhnya ke belakang, membenturkan tubuhnya dengan keras k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status