共有

31

last update 公開日: 2025-12-11 14:46:24

Brakk

Aisyah membuka kasar pintu kamar yang biasa ditempati Harun di rumah Mama Rieta. Dadanya terasa nyeri melihat kedekatan Aleya dan Aqilah. Keduanya ada di atas ranjang dengan posisi Aqilah memeluk pinggang Aleya.

Sepertinya Aleya sedang membacakan dongeng sebelum tidur.

"Mama," panggil Aqilah. Dia yang hampir tertidur terkejut mendengar suara pintu yang dibuka kasar. Saat melihat, ternyata Mamanya datang.

Aisyah tidak menjawab. Dadanya bergemuruh hebat, dia berjalan mendekati Aleya dan Aqi
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah merebahkan tubuh di atas ranjang. Mengambil bantal, meletakkan di atas dada lalu memeluknya. Matanya menatap nanar langit-langit kamar Keyla."Ada apa? Kak Aqilah ada masalah?" Meski belum bercerita, Keyla bisa membaca dari raut wajah Aqilah. Kakaknya itu sedang tidak baik-baik saja."Kapan ya, Key, aku bisa hamil kayak kamu?"Aqilah menoleh, melihat kearah Keyla yang duduk di tepi ranjang dengan tatapan sendu."Sebentar lagi," Keyla mengusap punggung tangan Aqilah yang ada di atas bantal. Dia sudah tahu perihal kebohongan Aqilah soal kehamilan. Kakaknya itu sendiri yang telah bercerita. "Pasti sebentar lagi, Kak Aqilah bakal hamil juga." Dia menggeser duduknya, mendekati Aqilah. Meraih tangan kakaknya itu, lalu meletakkan di atas perutnya. "Kata orang, hamil itu bisa nular. Siapa tahu, dengan ngusap perut aku, Kak Aqilah bisa ketularan hamil.""Ngaco kamu, Key." Aqilah bangun sambil terkekeh pelan. "Ya kali batuk atau flu, bisa nular.Ada-ada aja kamu.""Diaminin aja lah, Kak.

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian yang baru pulang, langsung kena omel ibunya. Wanita yang telah melahirkannya 25 tahun silam itu, memprotesnya yang baru pulang ketika pukul 8 malam."Kerja ya kerja, Mas, tapi gak kayak gini caranya. Istri kamu itu lagi hamil muda, butuh perhatian."Tak beda dengan Aqilah, Bian juga kaget ibunya mengatakan Aqilah tengah hamil muda. Mulutnya menganga, dia reflek menatap Aqilah, tapi yang ditatap malah menunduk.Ya, Aqilah takut menatap Bian, karena semua masalah ini berawal darinya. Dari omongan seorang wanita cemburu, yang tidak difikirkan dampaknya."Banyakin waktu buat Aqilah. Kasih perhatian lebih, jangan cuma mikir uang. Contoh alm. Ayah kamu. Dulu saat Ibu hamil kamu, ibu bahkan gak dibolehin nyentuh kerjaan sedikitpun, semua ayah kamu yang kerjain. Hamil itu gak mudah, Mas. Badan rasanya gak enak, melar, cepat capek, dah gitu gak kilat prosesnya, 9 bulan." Bu Diah masih terus mengomeli Bian, sedang Ayu hanya menahan tawa saja sejak tadi. Aqilah, jangan ditanya lagi, dia sed

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa. Menyandarkan punggung sambil memejamkan mata. Lelah, seharian ini dia dan tim bekerja ekstra keras. Meski tidak lembur sampai malam, tapi proyek yang sedang dia tangani memang sangat menguras fikiran.Ini pertama kalinya dia kerjasama dengan Rangga. Dia harus sempurna, jangan sampai lengah dan Rangga bisa melihat kekurangannya. Karena itu juga, rasanya bebannya makin berat.Dia hampir tertidur saat mendengar bunyi bel. Itu jelas bukan Bian, karena kalau dia pasti bisa langsung masuk. Dengan langkah malas, dia kedepan, membuka pintu. Kantuknya langsung hilang begitu melihat siapa yang datang."Ibu."Betapa terkejutnya Aqilah melihat kedatangan Bu Diah dan Ayu. Dia langsung mencium punggung tangan mertuanya tersebut."Masuk, masuk, ayo masuk." Dia membuka pintu lebar-lebar, mempersilakan mereka masuk.Bu Diah memperhatikan setiap sudut apartemen Aqilah. Ayu pernah cerita kalau apartemen yang dihuni abangnya sangat bagus, ternyata Ayu tidak

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Saat berada di eskalator, tawa yang ditahan sejak tadi akhirnya meledak. Bian tak sanggup lagi menahannya. Sumpah, dia tak pernah mengira jika Aqilah bisa berbuat seperti tadi saat sedang cemburu. Apa tadi, pura-pura hamil? Astaga, sampai sebegitunya. Cinta kadang memang gila, membuat seseorang tiba-tiba out of the box."Apa yang lucu?" Aqilah bersedekap sambil cemberut menatap Bian."Kamu." Bian menarik gemas hidung mancung Aqilah, yang langsung ditepis oleh cewek itu. Kebetulan, eskalator sedang sepi, jadi tak terlalu risih takut dilihat orang.Padahal lagi kesel, malah dibilang lucu, makin ngeselin kan?"Kamu kalau cemburu lucu, Qill. Hamil? Astaga!" Bian masih tertawa sambil mengusap perut rata Aqilah, dan lagi-lagi langsung disingkirkan tangannya oleh wanita yang sedang marah karena cemburu itu."Ketawa aja terus. Iyalah, situ kan happy, ketemu mantan." Aqilah melengos, lalu berjalan lebih dulu saat sudah menuruni eskalator."Yang, tungguin dong." Bian berjalan cepat, menyusul Aq

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian masuk ke dalam kamar. Masih sempat dia lihat, Aqilah yang buru-buru berbalik memunggungi pintu begitu dia masuk. Istrinya itu hanya sedang kesal, tidak marah, dia meyakinkan diri sendiri. Berjalan ke arah ranjang, lalu naik dan memeluk Aqilah dari belakang."Hadap sini dong," bujuknya. "Mas kan pengen lihat wajah cantik istri Mas." Gak papalah, dibilang bermulut manis, modus, gombal atau apalah, namanya lagi membujuk si dia yang merajuk.Bukannya berbalik, Aqilah malah berusaha melepaskan belitan tangan Bian di pinggangnya. Menepis kasar, khas orang yang sedang marah."Maaf. Jangan ngambek dong." Bian tak lagi memaksa memeluk. Hanya mengusap pelan bahu hingga lengan bagian atas Aqilah. Sentuhan lembut dengan harapan, hati Aqilah juga ikut melembut. "Bukannya gak mau pakai ART seperti saran kamu, tapi emang belum butuh, itu aja. Nanti kalau butuh, Mas juga pasti bakal nyari ART.""Belum butuh gimana?" sahut Aqilah agak nyolot, tanpa membalikkan badan. "Mas kerepotan, terus nyuruh

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    "Siapa dia tadi, Qill?" tanya Bian saat keduanya sudah ada di dalam mobil."Bukan siapa-siapa, gak penting." Aqilah menghela nafas berat, menyandarkan punggungnya di sandaran jok. Moodnya mendadak buruk gara-gara Jimmy."Mantan kamu?" Sepertinya Bian masih penasaran."Aku gak pernah pacaran, mana mungkin tiba-tiba punya mantan.""Lalu, siapa?""Mas! Bukan siapa-siapa, gak penting." Aqilah tampak kesal dengan pertanyaan Bian yang masih seputar tadi."Ya sudah kalau gak mau cerita." Bian menghidupkan mesin mobil, setelah itu meninggalkan bandara.Sepanjang perjalanan, tak ada obrolan apapun diantara mereka. Bahkan Bian yang hendak mengajak Aqilah mampir makan, urung karena melihat mood wanita itu yang berantakan.Sesampainya di rumah, Bian langsung menuju dapur. Rasa laparnya tak lagi bisa ditahan."Mas mau ngapain?" Aqilah heran melihat Bian yang pulang-pulang bukannya istirahat atau nyantai, tapi langsung ke dapur."Masak. Kita belum makan apa-apa sejak pagi, kamu pasti lapar juga kan

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   47

    Harun terperangah mendengar kalimat Keyla. Jadi nama mama anak itu Aleya. Mungkinkah jika itu adalah Aleya yang sama, Aleya istrinya?Dengan tangan sedikit gemetar, Harunmengambil ponsel yang ada di dalam sakunya. Mencari foto Aleya lalu menunjukkan pada Keyla."Om kenal sama mama aku? Kok ada fot

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   46

    Harun memarkirkan mobilnya di halaman restoran snowman . Ternyata tak sulit mencari tempat itu. Dia hanya perlu mengikuti map dan akhirnya tiba disana.Mata Aqilah menyipit melihat gadis kecil yang menabraknya tadi sedang bermain balondi depan kafe sendirian. Ternyata benar apa yang dikatakan anak

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   45

    "Terimakasih, Bang," ujar Aleya setelah sampai di depan pintu restoran. Meski dia sudah menolak dengan alasan tak mau merepotkan, Evan tetap memaksa mengantar."Sama-sama, Al." Evan membungkuk di depan Keyla, mengacak pelan rambut anak itu sambil tersenyum. "Inget Girl, lain kali, gak boleh jauh-ja

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   44

    "Papa Evann.."Mama Rieta menatap seorang lelaki yang berlari kearah mereka. "Itu papa kamu?“Bocah itu mengangguk cepat."Kamu dari mana nak? Itu mama kamu sampe pusing nyariin kamu," seru lelaki itu dengan lembut, buru-buru menggendong anak perempuan itu dan tidak lupa mengucapkan terimakasih ke

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status