เข้าสู่ระบบ“Kak, ayo nurut saja, buka kakinya. Tubuhmu akan jadi milik kami malam ini.” Malam tahun baru, suamiku kalah main kartu dengan tiga teman masa kecilnya dan dia malah menjadikan diriku sebagai taruhan untuk membayar utang. Ketiga pria kasar dari desa ini belum pernah melihat wanita kota cantik sepertiku dan mereka langsung diliputi nafsu. Aku memberontak sekuat tenaga, tapi mereka mencengkeram dan membuka paksa kedua kakiku ke kiri dan ke kanan. Di bawah tekanan dan rangsangan yang begitu hebat, tubuhku tak bisa menahan aliran hangat yang keluar begitu saja. “Patuhlah, jalang sepertimu memang pantas untuk memuaskan kami.” Lalu, mereka merobek pakaian dalamku yang sudah basah kuyup. ….
ดูเพิ่มเติมDia melangkah maju mendekati si rambut cepak langkah demi langkah, “Jari telunjuk kananmu ada luka lama. Setiap kali kamu memegang kartu tertentu, sendimu akan menekuk secara nggak sadar. Tadi saat di dalam kamar, aku melihatnya dengan sangat jelas.”Seketika, wajah si rambut cepak menjadi pucat. Secara reflek, dia menyembunyikan tangan kanannya, tapi sudah terlambat.“Dan satu lagi….”Suamiku melanjutkan, “Kalian sengaja memancingku agar aku minum banyak alkohol, sampai otakku nggak bisa berpikir jernih. Sejak awal sampai akhir, permainan ini adalah jebakan yang kalian rencanakan!”Ketiga teman masa kecilnya itu saling pandang, jelas tidak menyangka suamiku bisa menganalisis situasi dengan begitu tenang.“Kalian mau istriku menemani kalian, ‘kan?” Tiba-tiba, suara suamiku meninggi, “Emangnya kalian pantas? Orang-orang sampah seperti kalian bahkan nggak pantas untuk dia!”Akhirnya, si rambut cepak panik. Dia langsung berlutut di lantai dan memohon, “Robert, ini salahku! Aku hanya khila
Aku menepuk bahunya dan menghibur, “Sayang, kamu nggak perlu bayar uang itu.”Dia menatapku dan bertanya, “Kamu tahu apa, sih? Meski ini uang judi, tapi utang tetap harus dibayar.”Barulah aku mengeluarkan ponselku, membuka video yang kurekam tadi malam dan memperlihatkan taktik si rambut cepak saat memberikan kode untuk menipu uang pada suamiku.Melihat itu, suamiku langsung tersadar.Matanya terbelalak, tubuhnya gemetar karena marah, “Dasar bajingan! Ternyata mereka sudah merencanakan jebakan ini sejak awal!”Aku menggenggam erat tangannya dan berbisik, “Jangan takut. Sekarang kita punya bukti, mereka nggak akan berani macam-macam lagi.”Siang harinya, si rambut cepak dan teman-temannya datang untuk menagih utang.Begitu masuk rumah, mereka langsung berteriak minta uang.“Robert, mana uang yang kalah tadi malam? Kamu jangan coba-coba lari dari tanggung jawab, ya!”Mendengar keributan itu, kami pun segera keluar.Ketiga teman masa kecilnya itu sudah berdiri di depan pintu.Ibu mertua
Aku diam-diam mengeluarkan ponsel, lalu merekam seluruh proses gerakan kode rahasia mereka saat mengeluarkan kartu.Aku mengarahkan kamera tepat ke arah jari si rambut cepak, merekam seluruh proses mereka bermain kartu.Telapak tanganku sudah penuh keringat dingin, tapi aku memaksa diriku untuk tetap tenang.Setelah rekaman selesai, aku segera mencadangkan video tersebut dan memasang kata sandi.Dalam hati aku berencana, besok pagi video ini akan kutunjukkan pada ibu mertua.Ternyata mereka yang katanya teman masa kecil ini, dengan kedok main kartu bersama, sebenarnya berniat menguras habis harta keluarga kami.Aku menatap mata suamiku yang memerah, tapi tetap tak mau berhenti bermain. Tenggorokanku terasa tercekat, tapi aku tidak lagi membujuknya. Dia tahu dirinya salah, tapi dia sudah terjebak terlalu dalam. Sekarang, dibujuk seperti apapun tidak akan berguna.Dia bahkan sampai tega membiarkan tubuhku dijual untuk melunasi utangnya.Aku menatap tumpukan lembaran merah di atas meja d
Suamiku ada di samping, tapi dia memalingkan wajah ke arah lain, tak sanggup melihat apa yang terjadi.Di sisi lain, dalam hatiku justru merasa sangat bergairah. Aku memejamkan mata rapat-rapat.Menantikan badai yang akan menerjangku.Tiba-tiba….Terdengar suara ibu mertuaku di luar pintu.“Robert, kalian jangan main terlalu malam, cepatlah istirahat.”Sontak, ketiga temannya itu langsung menutupiku dengan selimut dan si rambut cepak dengan secepat kilat menaikkan celananya.Tepat saat itu, ibu mertua mendorong pintu dan masuk. Melihat mereka bertiga berdiri di samping ranjangku, dia pun bertanya, “Apa yang kalian lakukan? Kok semuanya berdiri di depan ranjang Lisa?”Suamiku tampak panik dan langsung mencari-cari alasan.“Oh, nggak… nggak ada apa-apa. Kami hanya lelah main kartu, jadi mau istirahat sebentar.”Ibu mertua bukan orang bodoh, dia jelas merasa ada yang tak beres.Dia pun berjalan mendekat ke arahku.Ketiga temannya itu sudah ketakutan setengah mati. Jika sampai ketahuan, m
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.