Share

Wajah Familiar

Author: Mumtaza wafa
last update publish date: 2026-09-27 05:41:20

“Za.”

Naradhiya mendesah berat begitu melihat Zalina yang masuk begitu saja ke dalam kamar begitu sampai di rumah. Pertanyaan di mobil tadi bahkan belum sempat ia jawab, tapi sepertinya Zalina sudah menyimpulkan sendiri jawabannya.

Naradhiya membuka pintu kamar, rasanya ikut sakit melihat Zalina yang berdiri di dekat jendela dengan tatapan kosong. Bahunya merosot, ia mendekat, lalu berdoro tepat di belakang Zalina. Dadanya menempel pada punggung wanita itu.

Sesaat ia sadar kalau Zalina tengah m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Abinaya Nao
arash...apakah km tdk merasa bersalah??atau mmg bukan arash?tp ibu atau saudara arash yg kebetulan jg dirawat pas zalina koma itu??
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Pasar Malam Kedua

    “Hai.”Arash tersenyum lebar, memberikan bungkus plastik permen kapas pada Zalina.“Ingat nggak, Mbak? Kamu pernah minta ini pas koma, tapi kamu nggak bisa makan jadi kamu minta aku kasih ke ibumu,” kata Arash berusaha mengingatkan kembali pada saat Zalina koma dan tentu saja kenangan itu hanya miliknya dan wanita itu.Zalina hanya tersenyum tipis, menerima uluran permen itu dan menyimpannya di sebelahnya lalu menoleh pada Arash yang duduk di sebelahnya. Pagi tadi, Zalina mengirimnya pesan dan meminta untuk bertemu, tentu saja setelah mendapatkan izin dari Naradhiya.Ia merasa harus menyelesaikan ini. Selain karena Arash yang terus mengatakan dirinya memiliki hutang, juga tentang ingatan Zalina yang muncul tiba-tiba. Wajah Arash pernah ia lihat sebelumnya, entah di mana, tapi jelas bukan dalam mimpinya ketika dirinya mengalami tidur panjang di rumah sakit.“Suamimu nggak cemburu, Mbak?” tanya Arash menatap Zalina yang fokus ke depan.Cantik.Wanita itu memakai riasan tipis, wajah cera

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Wajah Familiar

    “Za.”Naradhiya mendesah berat begitu melihat Zalina yang masuk begitu saja ke dalam kamar begitu sampai di rumah. Pertanyaan di mobil tadi bahkan belum sempat ia jawab, tapi sepertinya Zalina sudah menyimpulkan sendiri jawabannya.Naradhiya membuka pintu kamar, rasanya ikut sakit melihat Zalina yang berdiri di dekat jendela dengan tatapan kosong. Bahunya merosot, ia mendekat, lalu berdoro tepat di belakang Zalina. Dadanya menempel pada punggung wanita itu.Sesaat ia sadar kalau Zalina tengah menangis.“Za, aku sudah bilang ….”“Mas kenapa dulu aku memutuskan untuk menunda kehamilan?” tanya Zalina, padahal ia sudah tahu jawabannya karena ia sudah mengingatnya.“Maafkan aku, Za.”Zalina membalikkan badan, ia tidak menatap Naradhiya. Kepalanya menunduk, menatap kakinya yang berada di antara kedua kaki lelaki di depannya.“Kamu belum jawab, Mas.”“Soal?” tanya Naradhiya.“Apa kalau aku nggak bisa hamil, kamu akan menceraikanku?” Zalina mengulang pertanyaannya di mobil tadi.Naradhiya men

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Harapan yang Pupus

    “Mama dan papa datang?”Zalina menganggukkan kepala seraya mengambil jas dan tas Naradhiya lalu membawanya masuk ke dalam rumah dan menyampirkan di atas sofa ruang tengah. Ia ke dapur, mengambil segelas air, lalu memberikan pada suaminya.“Iya.”“Mereka ada bilang sesuatu?” tanya Naradhiya penasaran.Meski ia yakin kedua orang tuanya tidak akan mengatakan sesuatu yang menyakiti Zalina, tapi tetap saja ada rasa khawatir dalam dadanya. Zalina masih dalam kondisi psikis yang belum benar-benar pulih dan ia takut ada kata-kata dari orang tuanya yang menyakiti Zalina.“Ada, Mas,” jawab Zalina kembali menerima sodoran gelas dari Naradhiya dan meletakkan di atas meja.Wanita itu mendekat, melepas dari suaminya dengan pelan. Naradhiya menunduk, hidungnya menempel pada ujung kepala Zalina. Ia bisa mencium aroma sampo istrinya, sampai akhirnya ia mencium kepala zalina lembut.“Apa?”Zalina menyelipkan tangannya di pinggang Naradhiya. “Cucu, mama dan papa minta cucu.”Naradhiya terdiam sejenak, l

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Rencana Kehamilan

    “Berhenti bertingkah dan ikuti kemauan Papa. Kami sudah menyelamatkanmu, Arash. Kalau bukan karena Papa, kamu sudah mendekam di penjara!”Arash tersenyum sinis. “Kalau itu bisa menebus rasa bersalahku, aku nggak masalah.”“Dan membiarkan mamamu mati? Kamu pikir siapa yang membuat dia sakit jantung sampai dirawat di rumah sakit?”Arash tidak mampu menjawab, jika sudah menyangkut ibunya ia akan kalah telak. Satu-satunya orang yang membuatnya bertahan di dalam rumah itu dan membuatnya menjadi boneka untuk lelaki di depannya ini. Bahkan ada harga yang harus dikorbankan untuk semua yang pria itu lakukan untuknya.Pria itu tersenyum sinis. “Jangan membangkang. Ikuti kemauan papa, kamu akan menjadi penerus keluarga ini, Rash.”“Menjadi penjilat dan pengkhianat?” Arash tampak tidak gentar.“Memangnya apa lagi? Kamu bisa hidup mewah karena ini semua, fasilitas yang kamu nikmati adalah hasil kerja keras papa. Jadi, jangan berisik karena kamu sama saja seperti Papa.”Arash mengepalkan tangannya.

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Kenapa Harus Kamu, Mbak?

    “Jangan bohong, Rash!”“Apa sih?”“Aku peringatkan kamu, jangan deketin Mbak Zalina. Dia sudah menikah, rumah tangganya ….”Nakara menghentikan ucapannya ketika mendengar suara tawa mengejek Arash. Ia sudah curiga sejak ia membawa lelaki itu ke rumah Zalina. Nakara melihat tatapan yang tidak biasa dari temannya itu.Mungkin, kalau kakaknya bukan wanita bersuami, ia akan membiarkan. Tapi yang terjadi sekarang adalah, Naradhiya dan Zalina sedang membangun kembali rumah tangga yang sebelumnya sempat hancur.“Aku tau banyak tentang mereka. Kalau kecelakaan itu nggak terjadi, mungkin kakakmu udah jadi janda,” kata Arash menyeringai licik membuat Nakara menggeram kesal.“Jaga mulutmu!”“Faktanya begitu kan, Ka? Dan saat itu juga kakakmu sedang ke pengadilan agama. Asal kamu tau, dia nggak bahagia dengan pernikahannya, jadi berhenti meminta dia bertahan di sisi suaminya!” seru Arash membuat Nakara terdiam.Apa yang dikatakan Arash tidak sepenuhnya salah. Zalina memang tidak pernah mengatakan

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Kejujuran Naradhiya

    “Semua orang membohongiku, Za. Mereka membuatku terus merasa bersalah atas kepergian Azalea. Mobilnya kecelakaan, dan ternyata dia meninggal dalam keadaan hamil. Bukan anakku, tapi anak Ryan, sahabat dekatku sendiri.”Dada Naradhiya terasa begitu lega setelah mengatakan semua itu. Tidak ada lagi kebohongan yang disembunyikan, ia ingin memulai semuanya dari awal, termasuk dengan kejujuran.Beberapa kali bertemu dengan Galang, temannya itu selalu menasehatinya demikian. Masa lalu mereka sudah penuh dengan salah paham, maka buatlah masa depan lebih baik dengan membangun kepercayaan Zalina.Dan kini mereka saling berpelukan di atas ranjang, menyalurkan semua rasa yang telah lama dipendam. Naradhiya meminta maaf atas apa yang dilakukannya di masa lalu, dan Zalina merasa dihargai pertama kalinya selama lebih dari lima tahun menikah.“Za, maaf kalau semuanya kacau gara-gara aku yang masih terbelenggu dalam masa lalu. Tapi aku pastikan kalau kenangan itu sudah nggak ada lagi. Aku sudah mengha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status