Home / Romansa / Aku Mencintaimu Dua Kali / Bab 15. Apa Arti RHA?

Share

Bab 15. Apa Arti RHA?

Author: Liani April
last update publish date: 2026-06-26 10:00:18

Setelah berkeliling cukup lama di sekitar pantai, akhirnya Evan menemukan sebuah penginapan kecil yang masih memiliki kamar kosong.

Sebelumnya, ia sempat berhenti di sebuah toko untuk membelikan beberapa potong pakaian ganti bagi Minari yang bajunya masih basah karena bermain air di pantai.

Kini mereka berdiri di depan meja resepsionis penginapan.

Evan sedang mengurus proses pemesanan, sementara Minari berdiri beberapa langkah di belakangnya sambil mengamati suasana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Epilog

    Berita tentang pernikahan Minari dan Evan akhirnya tersiar di berbagai stasiun televisi internasional.Pernikahan itu menjadi salah satu pernikahan paling fenomenal tahun itu. Bukan hanya karena kemegahannya, tetapi juga karena tamu-tamu yang hadir berasal dari berbagai kalangan penting dan keluarga bisnis ternama dari seluruh dunia.Nama Evan Alaric Veyron kembali menjadi sorotan.Namun, yang paling banyak diberitakan justru wanita yang berdiri di sampingnya.Minari.Setelah menikah dengan Evan, Minari bergabung dengan Veyron Group. Kemampuan ingatannya yang luar biasa perlahan diketahui oleh banyak orang di dunia bisnis. Alih-alih menganggapnya sebagai sesuatu yang harus disembunyikan, Evan justru membantu Minari memanfaatkannya.Ingatan yang dahulu dianggap sebagai kelemahan kini menjadi salah satu kekuatan terbesarnya.Minari mampu mengingat data, angka, nama, bahkan berbagai detail dalam pertemuan bisnis yang hanya berlangsung se

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 91. Bersama Evan

    “Kau selamat? Kau baik-baik saja?”Begitu mereka berada di dalam mobil, Minari langsung menatap Evan dengan cemas. Matanya memeriksa wajah pria itu, lalu turun ke lengannya, seolah mencari luka yang mungkin disembunyikannya.Evan justru tersenyum.“Jangan cemaskan aku. Aku baik-baik saja.”“Tapi aku melihat keadaanmu waktu itu...” Minari terdiam sejenak. Bayangan Evan yang tidak berdaya di tangan anak buah Alistair kembali melintas di kepalanya. “Aku takut sesuatu terjadi padamu.”“Aku sudah melewati banyak hal lebih buruk dari itu.”Evan meraih tangan Minari dan menggenggamnya erat. “Sekarang, bagaimana denganmu?”Minari menarik napas panjang.“Aku tidak apa-apa. Hanya saja...” Ia menatap Evan dengan sorot serius. “Papa menyuntikkan sesuatu padaku semalam. Aku yakin itu obat yang bisa membuatku kehilangan ingatan lagi.”Evan

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 90. Pelarian

    “Saya datang untuk menjemput Anda.”Minari terdiam.Untuk beberapa detik, ia hanya menatap pria di hadapannya seolah ingin memastikan bahwa ia tidak salah mendengar.“Evan mengirimmu?”Pria itu mengangguk. “Benar, Nona.”Minari segera melangkah mendekat. Ia menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.“Apa Evan baik-baik saja?”“Pak Evan baik-baik saja.”Minari mengembuskan napas panjang. “Syukurlah.”Sejak dibawa paksa oleh Alistair, satu-satunya hal yang terus menghantuinya adalah keadaan Evan. Ia tidak tahu apakah pria itu selamat. Tidak tahu apa yang dilakukan Alistair kepadanya.Mendengar bahwa Evan masih baik-baik saja membuat dadanya sedikit lebih lega.“Di mana dia sekarang?”“Beliau menunggu Anda di tempat yang sudah disiapkan.”Minari mengangguk. “Aku ingin pergi sekarang.”Pria itu mengamati pintu ruangan.“Kalau begitu,

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 89. Hari Pernikahan

    Minari membuka mata perlahan.Cahaya pagi yang menerobos celah tirai membuatnya menyipitkan mata. Kepalanya terasa berat dan berdenyut. Tubuhnya pun seperti kehilangan tenaga setelah melewati malam yang panjang.Ia mengerjapkan mata beberapa kali. Beberapa pelayan berdiri mengelilingi tempat tidurnya.“Nona, bagaimana perasaan Anda?”Minari memandangi mereka dengan wajah bingung.“Kepalaku sakit.”Salah seorang pelayan segera mengambil segelas air dan menyerahkannya. “Minumlah, Nona.”Minari menerimanya. Tangannya sedikit gemetar ketika membawa gelas itu ke bibir.“Apa yang terjadi?” Pertanyaan sederhana itu membuat para pelayan saling bertatapan.Tidak ada satu pun yang langsung menjawab. Minari memperhatikan perubahan wajah mereka.“Ada apa?”“Tidak ada apa-apa, Nona.” Pelayan itu tersenyum kaku. “Kami hanya ingin memastikan kondisi Nona baik-baik saja.”Minari mengangguk pelan.Ia kemudian

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 88. Bukan Di Pihakku Lagi

    Minari terbangun dengan kepala yang terasa berat.Beberapa detik pertama, ia hanya menatap langit-langit kamar tanpa memahami di mana dirinya berada. Tubuhnya masih lemas akibat suntikan yang diberikan Alistair.Namun begitu ingatannya kembali, ia langsung bangkit.“Evan...” Nama itu keluar dari bibirnya dengan suara lirih.Minari menoleh ke sekeliling. Ini bukan kamar di mansionnya. Ini kamar yang sangat ia kenal. Kamar miliknya di rumah Alistair.Jantungnya langsung berdegup lebih cepat.Ia turun dari tempat tidur dan berlari menuju pintu. Tangannya segera memutar gagang pintu.Tidak bergerak.Minari mencobanya sekali lagi. Tetap terkunci.“Buka!” Ia mengetuk pintu keras-keras. “Buka pintunya!”Tidak ada jawaban.Minari berlari menuju jendela. Ia menarik tirainya dan mendapati jendela itu sudah dipasangi teralis besi.Dadanya terasa sesak. Ia benar-benar dikurung

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 87. Deja Vu

    “Evan!”Minari hendak berlari menghampiri, tetapi dua orang anak buah Alistair langsung menghadangnya.“Lepaskan aku!”Minari berusaha melepaskan tangannya, tetapi tenaga kedua pria itu jauh lebih besar. Ia hanya bisa bergerak beberapa langkah sebelum kembali ditahan.Alistair yang sejak tadi berdiri di depan Evan perlahan berbalik.Tatapannya berpindah dari Minari kepada pria yang sedang berlutut dalam keadaan babak belur.Senyum tipis muncul di bibirnya.“Wah... ironis sekali.” Alistair terkekeh pelan. “Aku seperti sedang mengalami deja vu.”Ia menoleh kepada Evan.“Kau merasa begitu juga, kan, Ethan?”Evan mengangkat wajahnya. Ada darah yang masih mengalir dari sudut bibirnya, tetapi tatapannya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.Alistair mengamati wajah itu beberapa detik. Kemudian ia berdecak.“Oh, aku salah.” Ia terse

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 6. Kebebasan Pertama

    Minari bermimpi lagi. Masih seperti sebelumnya. Seorang pria berlutut di hadapannya. Bahu pria itu bergetar. Tangisnya terdengar menyayat hati, seolah ada sesuatu yang jauh lebih menyakitkan darinya. “Rooha...” Suara itu kembali memanggil nama yang tidak dikenali Minari. “Rooha...” Pria

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 5. Semanggi

    Malam itu, taman utama kawasan mansion berubah menjadi lautan cahaya.Lampu-lampu kristal menggantung di antara pepohonan, memantulkan warna keemasan ke segala arah. Musik orkestra mengalun lembut, bercampur suara gelas yang saling beradu dan percakapan orang-orang.Minari datang bersama Zian.Ia me

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 4. Pria yang Sulit Didekati

    “Aku hitung sampai tiga. Keluar dari sini!”Wanita itu langsung panik.Dengan tergesa-gesa ia turun dari tubuh Zian, meraih pakaiannya yang berserakan di lantai, lalu mengenakannya sembarangan.Tak sampai satu menit, wanita itu sudah berlari keluar mansion tanpa berani menoleh lagi.Suasana mendadak

  • Aku Mencintaimu Dua Kali   Bab 3. Tetangga Baru

    Pintu terbuka, Minari terbelalak kaget melihat tamunya yang datang.“Hai, aku tetangga baru. Aku mau memberikan camilan sebagai tanda perkenalan."Minari membeku.Bukan hanya karena kedatangannya yang tiba-tiba, tetapi juga karena pria yang berdiri di depan pintunya adalah sosok bermata hazel yang i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status