Pintu terbuka, Minari terbelalak kaget melihat tamunya yang datang.“Hai, aku tetangga baru. Aku mau memberikan camilan sebagai tanda perkenalan."Minari membeku.Bukan hanya karena kedatangannya yang tiba-tiba, tetapi juga karena pria yang berdiri di depan pintunya adalah sosok bermata hazel yang ia temui di pesta pertunangan kemarin malam.“Loh, kamu pria yang di pesta itu, kan?”Pria itu tampak sama terkejutnya. “Oh, kau tinggal di sini juga?”Minari mengangguk ragu. Masih belum bisa mencerna apa yang terjadi pagi hari ini.“Ya, aku baru pindah kemarin malam.” Minari menyandarkan tubuh di daun pintu. “Lalu beberapa jam kemudian kau muncul di depan rumahku.”Ekspresi pria itu terlihat jauh lebih santai dibanding pertemuan pertama mereka.“Wah, kebetulan yang langka.” Ia terkekeh pelan. “Aku juga baru pindah tiga hari lalu. Baru selesai membereskan barang-barang. Kupikir tidak ada salahnya berkenalan dengan tetangga sambil membawa sesuatu.”Ia mengulurkan sebuah kotak kecil. Lalu Mina
اقرأ المزيد