LOGINKetika ayahku menyuruhku untuk memilih calon suami dari kakak beradik Keluarga Lukarta, yang juga merupakan teman masa kecilku, aku memilih Levi Lukarta. Alasannya hanya karena dia adalah pria yang diam-diam kucintai selama 13 tahun. Namun, pada hari pernikahan kami, adik tiri Levi melompat dari atap hotel. Dia meninggalkan surat yang ditulis dengan darah. Isinya adalah mendoakan aku dan Levi memiliki pernikahan yang penuh cinta dan kebahagiaan. Pada saat ini, aku baru tahu bahwa mereka telah saling mencintai secara diam-diam selama bertahun-tahun. Di resepsi pernikahan, Levi langsung kehilangan kendali diri. Dia mengumumkan bahwa dirinya akan memutuskan hubungan dengan dunia luar, lalu meninggalkanku berdiri di sana tanpa daya. Sejak saat itu, dia menghabiskan hidupnya menemani pelita abadi adik tirinya untuk menebus dosanya. Aku membencinya karena telah menipuku, tetapi masih berpegang teguh pada pernikahan ini sehingga kami saling menyiksa. Sampai kami diculik, demi menyelamatkanku, dia mati bersama penculik. Sebelum meninggal, dia menatapku dan berkata, "Shannon, aku yang salah karena sudah sembunyikan hal itu darimu. Tapi, nyawaku dan nyawa adikku sudah cukup untuk menebusnya, 'kan? Di kehidupan selanjutnya, ingatlah untuk jangan memilihku." Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika ayahku menyuruhku memilih tunangan. Kali ini, aku dengan tegas memilih kakak laki-lakinya, Liam Lukarta.
View MorePada hari Liam dan aku secara resmi mengumumkan pertunangan kami, Levi dan dua orang lainnya secara resmi didakwa. Pada hari pernikahan kami, mereka masing-masing dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun.Setelah menikah, aku belajar mengelola perusahaan dari ayahku. Di sisi lain, Liam membawa Grup Lukarta ke puncak yang lebih tinggi lagi. Kami menjadi pasangan yang saling mencintai dan dikagumi orang-orang.Dua tahun kemudian, aku melahirkan seorang putri, sedangkan Levi dibebaskan dari penjara. Pada hari perayaan satu bulan putriku, Levi datang ke acara itu dan berlutut di hadapan Liam. Dia mengakui kesalahannya dan berujar, "Kak, aku sudah bertindak impulsif saat itu. Aku yang salah. Tapi aku sudah terima konsekuensinya. Aku benar-benar sudah sadari kesalahanku. Aku mohon ... bebaskanlah Yvette." Yvette menerima hukuman yang lebih berat daripada Levi karena dia yang menghasut Danny untuk melecehkanku.Aku mengejek, "Kalau kamu beri tahu Ayah dari awal bahwa kalian saling mencintai,
Melihat tekad di mataku, ayahku akhirnya mengalah dan berujar, "Karena itu pilihanmu, Ayah menghormatinya. Tapi ingat, kamu itu putri Henry Kurniadi. Kamu nggak perlu menikah demi keuntungan perusahaan. Sejak awal, Ayah menyuruhmu memilih putra Keluarga Lukarta karena kedua keluarga punya hubungan baik." Aku tentu saja tahu dan buru-buru menyahut dengan manja, "Aku tahu, Aku kan satu-satunya buah hati Ayah! Dengan adanya Ayah di sisiku, nggak ada yang bisa paksa aku untuk melakukan apa pun yang nggak ingin kulakukan." Mendengar sanjunganku, ayahku pun tertawa. Dia memandang Liam dengan sedikit lebih ramah dan berkata, "Sudah, bangunlah. Kamu bukan adikmu. Aku percaya pada karaktermu, juga yakin kamu nggak akan biarkan putriku hidup menderita. Tapi, aku juga nggak akan mengalah atas apa yang terjadi hari ini demi kamu." Nada suara ayahku berubah kejam di akhir kalimat.Liam menjawab dengan sungguh-sungguh, "Paman nggak usah khawatir, aku pasti akan memberimu pertanggungjawaban yang m
Presdir yang biasanya tegas dan dingin itu kini terlihat kasihan seperti anak anjing yang ditelantarkan. Tampang Liam ini langsung meluluhkan hatiku.Aku mengulurkan tangan dan mencubit pipinya sambil menjawab dengan sungguh-sungguh, "Oke." Kemudian, dia baru menggendongku pergi dengan puas.Pada saat ini, Levi, yang ditarik berdiri dari lantai melihat kemesraan kami dan tiba-tiba diliputi rasa kehilangan yang mendalam. Dia bergumam, "Kalian nggak boleh bersama ...." Yvette berteriak, "Kak, tolong aku!" Perhatian Levi segera tertuju pada Yvette. Melihat Yvette yang ditahan dan tak bisa bergerak, dia berseru marah, "Lepaskan dia! Dia itu putri Keluarga Lukarta! Beraninya kalian bersikap begitu terhadapnya!" Liam berhenti di ambang pintu dan menjawab tanpa menoleh, "Sebentar lagi, dia akan kehilangan status itu."Seusai berbicara, dia menggendongku pergi tanpa menoleh lagi. Kami segera tiba di rumahku.Pada saat ini, ayahku sudah mendengar kabar itu dan segera pulang ke rumah. Begitu
Sebuah sosok hitam bergegas masuk. Itu adalah Liam yang baru tiba setelah perjalanan panjang dan melelahkan. Liam menatapku dengan iba. Matanya yang tajam terlihat merah padam karena marah. Dia berbicara dengan gigi terkatup, "Levi, siapa yang beri kamu keberanian untuk melakukan hal seperti ini pada kakak iparmu!" Kakak ... ipar? Levi langsung mematung. Dia sepertinya tidak percaya bahwa kakaknya benar-benar tertarik padaku.Aku melirik Yvette yang ketakutan, lalu menatap lekat-lekat pria yang pernah membuatku tergila-gila dan bertanya dengan suara serak, "Levi, doa apa yang kamu panjatkan selama bertahun-tahun? Pada apa kamu gantungkan imanmu? Kenapa kamu jadi lebih jahat dari sebelumnya?" Mendengar ini, Levi menatapku dengan tidak percaya dan berseru terkejut, "Kamu ... kamu juga terlahir kembali?" Aku tidak menjawabnya, hanya bersandar di dada Liam. Air mata mengalir di wajahku. Aku menggesekkan tubuhku padanya secara tidak sadar sambil bergumam, "Kak Liam, aku nggak nyaman ban
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.