Short
Aku Mengganti Pasangan, Dia Menyesal Setengah Mati

Aku Mengganti Pasangan, Dia Menyesal Setengah Mati

By:  ColdyraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
7Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ketika ayahku menyuruhku untuk memilih calon suami dari kakak beradik Keluarga Lukarta, yang juga merupakan teman masa kecilku, aku memilih Levi Lukarta. Alasannya hanya karena dia adalah pria yang diam-diam kucintai selama 13 tahun. Namun, pada hari pernikahan kami, adik tiri Levi melompat dari atap hotel. Dia meninggalkan surat yang ditulis dengan darah. Isinya adalah mendoakan aku dan Levi memiliki pernikahan yang penuh cinta dan kebahagiaan. Pada saat ini, aku baru tahu bahwa mereka telah saling mencintai secara diam-diam selama bertahun-tahun. Di resepsi pernikahan, Levi langsung kehilangan kendali diri. Dia mengumumkan bahwa dirinya akan memutuskan hubungan dengan dunia luar, lalu meninggalkanku berdiri di sana tanpa daya. Sejak saat itu, dia menghabiskan hidupnya menemani pelita abadi adik tirinya untuk menebus dosanya. Aku membencinya karena telah menipuku, tetapi masih berpegang teguh pada pernikahan ini sehingga kami saling menyiksa. Sampai kami diculik, demi menyelamatkanku, dia mati bersama penculik. Sebelum meninggal, dia menatapku dan berkata, "Shannon, aku yang salah karena sudah sembunyikan hal itu darimu. Tapi, nyawaku dan nyawa adikku sudah cukup untuk menebusnya, 'kan? Di kehidupan selanjutnya, ingatlah untuk jangan memilihku." Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika ayahku menyuruhku memilih tunangan. Kali ini, aku dengan tegas memilih kakak laki-lakinya, Liam Lukarta.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Nak, Ayah tahu kamu selalu menyukai Levi, tapi Ayah tetap mau sarankan kamu untuk pertimbangkan Liam. Dia mungkin nggak semenarik Levi, tapi dia lebih dapat diandalkan. Yang lebih penting, Ayah bisa lihat betapa baiknya dia padamu."

Kepalaku berdenyut dengan sakit. Aku perlahan-lahan mengangkat kepala dan melihat ayahku duduk di depanku. Dia sedang dengan sungguh-sungguh menasihatiku. Aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa aku telah terlahir kembali ke masa sebelum semua itu terjadi.

Di kehidupan sebelumnya, setelah Levi meninggal, aku dipaksa melompat ke laut oleh para penculik. Bahkan sampai sekarang, perasaan sesak napas karena paru-paruku dipenuhi air laut masih membekas di hatiku.

Aku menarik napas dalam-dalam dan masih ketakutan. Seolah-olah hanya dengan seperti ini, aku baru bisa percaya bahwa aku benar-benar masih hidup.

Melihat wajahku yang pucat, ayahku bertanya dengan khawatir, "Nak, ada apa? Kamu nggak enak badan? Kepala Pelayan, cepat panggil dokter kemari!"

Melihat ekspresi cemas ayahku, aku segera menenangkannya, "Ayah, aku baik-baik saja. Cuma sedikit kedinginan."

Seusai berbicara, aku memeluk ayahku dan berkata dengan berlinang air mata, "Ayah, aku rindu banget sama kamu."

Di kehidupan sebelumnya, gara-gara Levi, aku mengalami gangguan mental. Keadaanku bahkan tidak layak disebut manusia. Ayahku sangat sakit hati dan mencoba segala cara untuk menghiburku. Akan tetapi, dia akhirnya meninggal dalam perjalanan membelikanku bunga.

Baru setelah kematian ayahku, aku menyadari betapa bodohnya diriku. Setelah terlahir kembali, yang kuinginkan hanyalah menjadi putri ayahku yang patuh.

Ayahku membelai rambutku dengan penuh kasih sayang dan bertanya, "Nak, ada apa? Bukannya Ayah ada di depanmu?"

Aku menggeleng, tetapi tak kuasa menahan air mata. Demi melahirkanku, ibuku mengalami kesulitan persalinan dan meninggal. Demi aku, ayahku tidak pernah menikah lagi ....

Aku bagaikan mawar yang ayahku rawat secara pribadi. Aku seharusnya mekar dengan indah, tetapi malah layu dengan cepat gara-gara seorang pria yang tidak bertanggung jawab. Apakah Levi pantas?

Aku tersenyum dan menjawab, "Ayah, kurasa yang kamu katakan itu benar. Liam itu pilihan terbaikku. Aku akan pilih dia sebagai calon suamiku."

Ayahku sangat terkejut dan bertanya, "Serius? Tapi, bukannya sebelumnya kamu bilang, kamu nggak akan menikahi siapa pun selain Levi?"

Aku menggeleng. Sebelum aku sempat berbicara, dia bertanya dengan suara berat, "Apa dia menindasmu?"

Ayahku terlalu memahamiku. Dia tahu aku tidak akan melepaskan Levi tanpa alasan khusus.

Aku berpura-pura santai dan menjawab, "Nggak, aku cuma tiba-tiba nggak menyukainya lagi. Aku ini putri Henry Kurniadi, buah hati orang terkaya di dalam negeri. Orang yang pantas mendampingiku seharusnya adalah pria yang bertanggung jawab dan kompeten dalam berkarier seperti Kak Liam. Bukan Levi ...."

Aku tidak menyelesaikan kalimatku, hanya mendecakkan lidahku dua kali dengan penuh peremehan.

Ayahku berkata dengan lega, "Mawarku sudah dewasa. Seleranya akhirnya normal lagi. Ayah akan beri tahu mereka sekeluarga hari ini juga, lalu tetapkan hal ini secepat mungkin."

Seusai berbicara, ayahku pun pergi. Setelah dia pergi, aku menerima pesan dari Levi. Dia menyuruhku untuk mempersiapkan diri dan dia akan datang menjemputku.

Aku pun teringat bahwa hari ini adalah ulang tahun adik tirinya, Yvette Lukarta. Dia mengundang kami ke Hotel Emperor untuk merayakan ulang tahunnya.

Di kehidupan sebelumnya, aku tidak tahu apa-apa tentang hubungan Levi dan Yvette. Jadi, aku berusaha keras untuk menyenangkan calon "adik ipar" ini. Total uang yang kuhabiskan untuk memberinya hadiah setiap tahun saja mencapai puluhan miliar.

Namun, sebelum meninggal, dia malah memakiku "orang ketiga" dalam surat wasiatnya. Aku pun menjadi korban perundungan daring untuk waktu yang lama karena itu. Namun, jelas-jelas mereka yang membohongiku ....

Di kehidupan ini, aku tidak akan berhubungan lagi dengan mereka. Malam ini adalah waktu yang tepat untuk memutuskan semua hubungan.

Aku menghabiskan sepanjang hari dengan bersantai di rumah. Sampai menjelang malam, Liam tiba-tiba meneleponku. Aku menjawab panggilan itu. Suaranya yang biasanya lembut terdengar sedikit gugup, "Kamu benar-benar memilihku?"

Aku mengiakannya dan bertanya, "Kamu nggak bersedia?"

Dia terdiam sejenak, lalu menjawab, "Bersedia, tapi aku takut kamu mempermainkanku."

Aku pun tertawa. Sebenarnya, aku sama sekali tidak khawatir Liam akan menolakku. Sebab, di kehidupan sebelumnya, dia mencintaiku sedalam aku mencintai Levi.

Aku berujar dengan sungguh-sungguh, "Liam, jangan khawatir. Aku nggak akan mempermainkanmu."

Aku mendengar Liam menghela napas lega. Dia menyahut dengan lembut, "Oke, aku sudah hampir sampai. Aku punya hadiah untukmu waktu aku kembali."

Aku tahu dia sangat berharap bisa kembali sesegera mungkin. Jadi, aku juga tidak bersikap berlebihan dan berkata sambil tersenyum, "Emm, kutunggu kamu."

Pada saat ini, terdengar suara Levi dari belakangku, "Kamu mau tunggu siapa?"

Setelah menutup telepon, aku berbalik dan melihat Levi menatapku dengan curiga. Aku menjawab dengan jujur, "Tunggu tunanganku."

Siapa sangka, Levi langsung mengerutkan kening dengan jijik. "Shannon, aku nggak akan menikahimu. Kalau kamu punya rasa malu, suruh ayahmu untuk batalkan perjodohan itu."

Hatiku langsung tenggelam. Bukan hanya karena dia salah paham, tetapi lebih karena aku tahu dia juga sudah terlahir kembali.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status