Para Penjaga Perbatasan
Pria dengan rambut diikat di belakang kepalanya menyahut, “Percayakan pada saya, Tuan Amers. Saya sudah sering berdagang dengan suku lain sewaktu kami masih jadi nomaden.”
Amers tersenyum kemudian menoleh ke Arekh dan Lifnes yang ada di dekat kereta, “Kalian berdua, aku percayakan perlindungan kereta ini selama di perjalanan kepada kalian. Sebenarnya aku yakin Arekh sendiri sudah cukup, tapi untuk jaga-jaga aku juga ingin Lifnes menemani. Keselamatan kereta ini ada di tangan kalian.”
“Tenang saja Amers, kau bisa percayakan keselamatan Neca dan kereta ini pada kami,” ujar Arekh.
Hot Chapters