Short
Aku Menjadi Orang Asing di Rumahku Sendiri

Aku Menjadi Orang Asing di Rumahku Sendiri

By:  ZeaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Istriku lupa logout dari WhatsApp Web di komputerku. Saat aku sedang membantunya logout, sebuah pesan grup muncul di layar. [ Untuk rayakan Andri naik jabatan, ayo kita makan bersama malam ini. ] Aku mengklik pesan itu karena penasaran. Ada empat orang di dalam grup itu, yaitu ayahku, ibuku, istriku, dan adik sepupuku, Andriyan. Istriku membalas. [ Cuma kita berempat? Nggak ajak Evander? ] [ Siapa suruh dia selalu begitu perhitungan? Dia bahkan mau rebutan sebuah apel dengan Andri. ] Aku pun tercengang. Ternyata, aku sudah lama menjadi orang luar dalam keluarga ini.

View More

Chapter 1

Bab 1 

Tepat saat itu, istriku, Elena, menelepon.

"Vander, malam ini aku ada urusan dan akan pulang larut. Tolong simpan pakaian yang kujemur di balkon, lalu lipat rapi. Oh iya, Ayah, Ibu, dan Andri juga ada urusan hari ini. Kamu nggak perlu tunggu kami. Masak dan makan saja sendiri."

Sebelum aku sempat bereaksi, Elena sudah menutup telepon.

Aku pergi ke balkon dan melihat pakaian semua orang yang tergantung di sana. Tiba-tiba, aku termenung. Ternyata, semua tanda-tandanya sudah terlihat sejak awal. Hanya saja, aku masih menipu diriku sendiri.

Entah sejak kapan, aku menjadi orang yang tidak disambut di keluarga ini.

Saat aku mengambil apel terakhir di rumah dan hendak memakannya, Andriyan bilang dia ingin makan apel dan seluruh keluargaku menyuruhku untuk mengalah. Aku membelah apel itu menjadi dua bagian agar kami bisa sama-sama makan. Namun, yang kudapat hanyalah omelan dari istriku.

"Setengah apel bahkan nggak cukup untuk ganjal perut!" Sambil berbicara, Elena membuang setengah apel yang dipegang Andriyan ke tong sampah, lalu menariknya keluar. "Andri, ayo jalan! Kakak ipar akan bawa kamu pergi belanja."

Ibuku juga menggertakkan giginya dan menegur, "Kenapa kamu begitu perhitungan? Memangnya kamu perlu rebutan sebuah apel dengan Andri?"

Ayahku yang berdiri di samping juga terlihat acuh tak acuh.

Aku selalu berpikir mereka memperlakukan Andriyan sebaik itu karena dia adalah orang luar yang hanya menumpang tinggal di rumah kami. Namun, aku salah. Akulah orang luar di rumah ini.

Aku menyimpan pakaian, lalu melipatnya dan menaruhnya ke kamar setiap orang. Kasur empuk di kamar mereka terlihat sangat nyaman. Kemudian, aku melirik tempat tidurku di balkon. Rasa sedih seketika menghantamku.

Pada pagi kedua Andriyan tinggal di rumah kami, dia memiliki lingkaran hitam di bawah matanya. Saat istriku bertanya dengan khawatir apakah dia tidak tidur nyenyak, dia dengan halus mengatakan bahwa dia sudah terbiasa tidur sendirian. Alhasil, aku diminta pindah ke balkon.

Orang tuanya baru saja meninggal. Aku bersimpati padanya dan mengerti emosinya masih labil. Selain itu, aku tidak ingin membuat orang tuaku berada dalam posisi sulit. Jadi, aku menyetujuinya dengan sukarela.

Namun, karena aku berkompromi, mereka malah makin menjadi-jadi. Di mata mereka, aku harus mengalah pada Andriyan dalam segala hal. Ibuku juga hanya mencuci pakaian Andriyan, sedangkan aku harus melakukannya sendiri. Selain itu, aku harus melakukan semua pekerjaan rumah, sementara mereka hanya bersenang-senang.

Jelas-jelas, sebelum Andriyan datang, keluargaku juga memperlakukanku dengan sangat baik. Kenapa semuanya berubah setelah dia datang?

Memikirkan hal ini, rasa sedih muncul dalam hatiku. Aku duduk di tempat tidur sambil memainkan ponsel tanpa tujuan.

Andriyan memosting sesuatu di akun keduanya. Di dalam foto itu, orang tuaku, istriku, dan Andriyan tersenyum lebar. Suasananya terasa sangat hangat. Dia juga menulis sebaris keterangan.

[ Aku merasa bersyukur karena orang tua angkatku memberiku rumah kedua. ]

Di bawah foto itu, terdapat komentar netizen.

[ Selamat, orang tua angkatmu adalah penyelamat hidupmu. ]

[ Selamat! Semoga kamu bahagia selalu. ]

Aku menyukai postingan tersebut dan meninggalkan komentar.

[ Semoga kalian sekeluarga bahagia selalu. ]

Dalam waktu singkat, postingan itu pun hilang. Dia mungkin lupa bahwa dia telah menggunakan akunku untuk mengikuti akun keduanya, lalu lupa untuk berhenti mengikutinya.

Selanjutnya, dia meneleponku. "Kak Vander, jangan ambil hati postingan itu. Aku cuma bercanda."

Aku hanya tertawa. Kemampuan dia bermuka dua benar-benar makin hebat saja. Sebelumnya, dia selalu bersikap polos di depan orang tua dan istriku. Namun, mentang-mentang lebih dimanja, dia selalu diam-diam memamerkannya di depanku. Aku sudah menoleransinya.

Kemudian, Andriyan bisa dengan mudah "merebut" barang-barangku, sedangkan keluargaku mengatakan aku perhitungan. Aku mencoba menjelaskan, tetapi yang kudapat hanyalah celaan mereka.

Melihat aku tidak menjawab untuk waktu yang lama, orang di ujung telepon mulai berkata dengan suara tercekat, "Kak Vander, kamu marah, ya? Maaf, ini semua salahku. Aku cuma ... cuma terlalu ingin dicintai ...."

Sambil berbicara, dia sudah menangis tersedu-sedu.

Sebelum aku sempat bereaksi, Elena berseru marah dari ujung telepon, "Evander, cukup! Itu cuma sebuah postingan! Kenapa kamu selalu begitu perhitungan? Kamu sudah buat Andri menangis! Cepat minta maaf padanya!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status