分享

Penjara Emas

last update publish date: 2026-06-30 11:23:04

Waktu berlalu begitu saja ,materi demi materi disampaikan silih berganti, suara pemateri terdengar seperti dengungan yang datang dan pergi. Aruna berusaha memusatkan perhatian, tetapi kelopak matanya berkali-kali terasa terlalu berat untuk dipertahankan ,saat ia kembali benar-benar menyadari keadaan di sekitarnya, sesi siang rupanya sudah dimulai ,mungkin karena sebagian waktunya ia habiskan dalam keadaan setengah tertidur, melayang-layang di batas sadar dan tidak sadar ,otaknya menolak memp

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Di Atas Kebencian

    Aruna pulang ketika langit masih berwarna abu abu, sementara sebagian besar penghuni rumah baru mulai akan beraktifitas, pagi itu ada yang berbeda ,sejak berada diperjalanan pulang,tenggorokannya kering ,tubuhnya juga terasa tidak nyaman, seperti sedang menahan sesuatu yang belum muncul ,mungkin karena kurang tidur ,Aruna berusaha tidak memikirkannya ,ia sempat berniat langsung pulang dan membuatkan bubur untuk ibu mertuanya , Namun begitu melewati penjual bubur yang masih buka di dekat rumah ,ia melambat ,perutnya kosong dan tubuhnya benar-benar tidak memiliki tenaga untuk memasak ,akhirnya ia berhenti ,beberapa menit kemudian ia kembali membawa satu bungkus bubur hangat ,bukan untuk dirinya sendiri ,ia bahkan tidak membeli apa pun untuk dirinya. Setiba dirumah Aruna langsung menuju dapur dan menyiapkanya ,lalu membawa bubur yang baru dibelinya, segelas air hangat, obat penurun tekanan darah, serta vitamin yang biasa dikonsumsi wanita itu ,Helena tampak lebih baik ,meski

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Keheningan yang Mengguncang

    Helena mengira kondisinya hanya kelelahan biasa ,beberapa hari istirahat di rumah Oxavio seharusnya sudah cukup membuat tubuhnya kembali bugar ,ia yakin itu hanyalah dampak stres dari kasus Rumah sakit dan masalah adiknya , namun dugaan itu ternyata keliru ,hari demi hari berlalu, tubuhnya justru semakin mudah kehilangan tenaga ,nafsu makannya menurun drastis ,beberapa kali kepalanya berdenyut hebat, nyeri yang menjalar hingga ke tengkuk, hingga membuatnya memilih memejamkan mata hampir sepanjang siang ,cahaya matahari pun terasa menyakitkan ,Aruna sudah berkali-kali menyarankan pemeriksaan lebih lanjut ,suaranya selalu lembut, penuh kekhawatiran tulus seorang bidan sekaligus menantu ,namun setiap kali itu pula Helena selalu memberikan jawaban yang sama ,tembok penolakan yang kokoh. "Tidak perlu." "Ma, paling tidak periksa darah dulu ,tekanan Mama naik turun tidak stabil." "Aku bilang tidak perlu." "Kalau ternyata ada y

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Salah Menilai ?

    Hari-hari berlalu dengan ritme yang terasa semakin melelahkan bagi Aruna. namun hanya Aruna yang tahu bahwa kelelahan itu perlahan mulai menggerogoti tubuhnya ,siang hari yang seharusnya menjadi waktu beristirahat hampir tidak pernah benar-benar menjadi miliknya ,akibatnya setiap malam ia berangkat bekerja dengan tubuh yang belum sepenuhnya pulih apalagi selama beberapa minggu terakhir, Aruna hampir tidak pernah lagi berbincang lama dengan Rani dan teman-teman praktik lainnya ,paling hanya sesekali berpapasan saat Aruna hendak pulang di pagi hari ,ruang VK terasa sunyi tanpa suara-suara riuh yang biasanya dipenuhi pertanyaan demi pertanyaan ,keheningan itu membuat hari-harinya terasa semakin tidak berwarna.~Ia baru saja meletakkan tas di dalam loker ketika suara yang sudah lama tidak didengarnya menyapa dari belakang."Run."Aruna menoleh ,senyumnya langsung mengembang."Ah, Nina."Nina berjalan menghampiri sambil membawa map pasien."Akhirnya.""Ak

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Tanggung Jawab Aruna ?

    Meski kasus yang sempat mengguncang rumah sakit perlahan mulai mereda dan pemberitaan media tidak lagi seramai beberapa hari sebelumnya, bukan berarti semuanya benar-benar selesai ,justru setelah sorotan publik meredup, pekerjaan yang jauh berat dimulai di balik pintu tertutup. Audit internal berjalan tanpa henti ,satu demi satu dokumen lama kembali dibuka, dibedah, dan dicocokkan dengan bukti fisik ,rapat berlangsung hampir setiap hari, nama-nama yang selama bertahun-tahun dipercaya mulai diperiksa kembali dan di antara semuanya nama Bima tetap menjadi perhatian utama ,belum ada keputusan final yang dijatuhkan ,justru penantian itulah yang membuat suasana keluarga semakin mencekam ,ketidakpastian adalah siksaan yang paling menyakitkan bagi Helena. Oxavio hampir tidak pernah berada di rumah ,pagi buta ia sudah berangkat, sering kali Aruna hanya sempat melihat meja makan yang masih dipenuhi cangkir kopi dingin dan berkas-berkas yang belum sempat dibereskan ,malam hari pun tak jauh b

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Bukan Sekadar Pengkhianatan

    Dua hari setelah konferensi pers, suasana perlahan mulai kembali tenang. Pihak rumah sakit merilis kronologi lengkap penanganan pasien beserta hasil evaluasi medis yang telah diverifikasi oleh tim independen ,rekaman CCTV pada beberapa titik kunci juga ditunjukkan secara tertutup kepada pihak keluarga korban untuk transparansi ,tidak seluruhnya dipublikasikan ke publik demi privasi medis, namun cukup untuk memperlihatkan bahwa tenaga kesehatan memang telah bekerja sesuai prosedur prioritas kegawatdaruratan, tidak ada penelantaran ,tidak ada birokrasi yang menghambat nyawa.Keluarga pasien akhirnya memberikan pernyataan kepada media melalui pengacara mereka ,dengan wajah lelah namun lebih tenang, mereka mengaku emosi sesaat dan terpancing suasana duka saat kehilangan anggota keluarga ,mereka juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik-baik bersama pihak rumah sakit melalui jalur mediasi, termasuk kompensasi ,perlahan nada pemberitaan mulai berub

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Depan Kamera

    Halaman depan Rumah Sakit masih dipenuhi kendaraan media , menghalangi sebagian akses jalan ,beberapa wartawan telah datang sejak sebelum pukul delapan, menyeruput kopi sambil mengecek baterai kamera ,lensa-lensa panjang mengarah ke pintu utama seperti moncong senjata yang siap menembak ,mikrofon dengan berbagai logo stasiun televisi berjajar di atas meja kecil yang disiapkan pihak rumah sakit ,semua menunggu penjelasan resmi ,jawaban atas tuduhan "pembunuhan terselubung" yang sedang viral. Di ruang rapat Humas dipenuhi wajah-wajah tegang "Media sudah lengkap bu ,hampir semua stasiun nasional ada." lapor seorang staf muda "Kita mulai lima menit lagi." jawab Kepala Humas, wanita paruh baya bernama Ibu Ratna "Kepolisian juga sudah mengirim perwakilan untuk memantau," tambah staf lain. Ibu Ratna menarik napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang kencang. "Baik." Ia menatap timnya satu per satu. "Laporan medis sudah diverifikasi oleh Komite Medik?" "Sudah bu ,semua

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Rahasia di Balik Masker

    Udara dingin dari pendingin ruangan bercampur dengan aroma antiseptik yang tajam, menusuk samar ke dalam indera penciuman ,cahaya lampu putih memantul di lantai keramik yang bersih, di sepanjang koridor ruang bersalin suara langkah kaki para perawat terdengar silih berganti, berirama seperti deta

  • Aku ,Target balas dendam CEO   malam ketika semuanya berakhir

    Hujan masih menemani malam aruna ,langit seperti sedang menumpahkan sesuatu yang lama tertahan sama seperti hati Aruna saat itu ,langkahnya terasa berat saat ia memasuki gang sempit menuju kamar kostnya ,sepatu yang basah meninggalkan jejak kecil di lantai semen yang lembap ,tubuhnya masih gemet

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Luka yang tak pernah sembuh

    Malam itu hujan turun tanpa jeda bukan sekadar gerimis yang datang dan pergi, melainkan hujan deras yang seolah ingin menenggelamkan seluruh isi kota ,tetesannya menghantam jendela kecil kamar kost Aruna dengan ritme yang tidak teratur kadang pelan, kadang keras seperti detak jantung yang kehilan

  • Aku ,Target balas dendam CEO   wanita dari masa lalu

    Oxavio menghela napas pelan, tanda ketidaktertarikan yang tidak ia tutupi.“Sudah saya bilang, untuk hal seperti ini atur jadwal melalui sekretaris.”Rafael terdiam sejenak ,ada sesuatu dalam raut wajahnya yang membuat Oxavio akhirnya mengangkat pandangan.“Wanita itu…

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status