Share

Part 144

last update publish date: 2026-06-10 21:23:38

Ariyan menepati kata-katanya. Lelaki itu tidak pernah lagi menunjukkan batang hidungnya pada sidang-sidang selanjutnya. Ketidakhadirannya yang sengaja memangkas semua birokrasi yang melelahkan. Sehingga Zivanya melalui semua dengan lancar tanpa ada berkas replik atau duplik yang berbelit-belit. Proses persidangan bergulir secepat kilat, hingga akhirnya keputusan dijatuhkan secara verstek.

​Zivanya mendengarkan setiap kalimat pembacaan putusan itu dengan dada bergemuruh. Lembaran demi lembaran d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Hellia
cinta yg bertepuk sebelah tangan emang menyakitkan perpisahan adalah jln terbaik agar tidak sakit hati..cinta adalah perasaan yv tidak bisa dipaksa kan...
goodnovel comment avatar
Adfazha
cb Arabella nanti skt/kecelakaan yg bth transfusi darah tp darahnya dy beda sm Aira & Ari yg artinya dy bkn Anaknya Ariyan biar mkin nyesek bin nyesel dy kna udh mencintai anak yg bkn anaknya & Kaisar tes DNA anaknya..gpp lah klo Ari skrg skt kronis mskipun dy pke ZeVia sbg alat manasin Ziva
goodnovel comment avatar
eas
Knp Ariyan seperti sedang menutupi sesuatu yah?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 330

    Kai di rumah baru, Pa. Di lantai paling atas. Jendelanya besar, bisa lihat gedung-gedung kayak mainan,” jawab Kaisar bersemangat dan terdengar menggebu-gebu.Dahi Ariyan sedikit berkerut memikirkannya. "Rumah baru? Maksud Kai, Ibu nggak di rumah Omi lagi?" tanyanya memastikan."Nggak, Pa. Kai udah pindah.”Berbagai pertanyaan berseliweran di kepala Ariyan. Pernikahan batal? Zivanya pindah dari rumah orang tuanya? Apa yang terjadi sebenarnya?"Kai, kasih ponselnya ke Ibu sebentar ya, Sayang.”"Ibuuu! Papa mau bicara!" seru Kaisar lantang seraya berlari kecil menghampiri ibunya.Zivanya tentu saja terkejut mendengarnya. Ia terlalu sibuk menata pakaian sehingga luput mengawasi Kaisar.“Kai yang nelepon Papa?” bisiknya pelan sembari menerima handphone dan menutup bagian speaker agar tidak terdengar oleh Ariyan. Kaisar dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Bukan. Papa yang nelepon duluan.”“Kai ngomong apa aja sama Papa?” “Kai bilang Ibu nggak jadi nikah,” jawab Kaisar lugu.Astaga… ana

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 329

    Seharusnya, jam tujuh pagi ini Zivanya sudah berada di bridal suite hotel bintang lima dikelilingi makeup artist, dirias hingga semakin cantik serta tersenyum tipis sewaktu gaun pengantin bernuansa putih karya perancang busana ternama melekat di tubuhnya.Ia seharusnya sedang bersiap melangkah ke pelaminan mewah bergaya modern, memajang senyum di hadapan para tamu. Namun, kenyataan hari ini sungguh berbeda.Zivanya berdiri santai di balkon penthouse-nya yang luas, mengenakan loungewear yang longgar dan nyaman. Angin pagi berembus lembut menerpa wajahnya yang bersih tanpa riasan. Di tangannya, secangkir teh hangat menguapkan aroma menenangkan. Dari lantai atas ini, pemandangan kota di bawah sana tampak bagai kotak-kotak."Ibu! Lihat, Kai bikin benteng dari balok!" seru Kaisar keras dari arah dalam.Zivanya menoleh, menyunggingkan senyum yang benar-benar terbit dari dasar hatinya.Ia kemudian melangkah untuk mengambil handphonenya yang berbunyi. Ada panggilan suara dari Syabila.“Kak Zi

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 328

    Zivanya memandang sekelilingnya dengan embusan napas lega.Jendela kaca setinggi langit-langit di hadapannya menyajikan panorama megah kelap-kelip lampu metropolitan. Angin malam berembus tenang di balkon unit apartemen seluas lebih dari dua ratus meter persegi itu. Modern, elegan, berpencahayaan hangat, dan didominasi warna-warna netral yang menenangkan.Meskipun ia harus mengembalikan seluruh fasilitas mewah pemberian Ariyan dan menolak bergantung pada orang tuanya, Zivanya bukanlah wanita yang tidak punya apa-apa. Selama bertahun-tahun, dari hasil kerja keras, investasi pribadi, serta tabungan mandiri yang ia kelola sendiri tanpa campur tangan siapa pun, ia memiliki finansial yang lebih dari sekadar mapan. Ia tidak butuh harta mantan suami atau kekayaan orang tuanya untuk bisa hidup sangat layak. Dan penthouse ini adalah salah satu investasinya yang ia beli sejak lama."Ibu,” celetuk Kaisar yang baru saja selesai room tour. Sepasang matanya berbinar-binar memandangi ruang keluarga

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 327

    “Ibu mau ke mana? Kenapa baju-baju Ibu dimasukkan semua ke dalam tas?”Pertanyaan yang diajukan Kaisar membuat Zivanya menoleh pada anak itu."Kai," bisik Zivanya lembut sambil mengusap pipi putranya dengan penuh kasih sayang. "Kita pindah rumah ya, Sayang?”“Kok pindah? Kita pindah ke mana? Kai juga ikut sama Ibu.”"Kai memang ikut Ibu. Tapi… tempat tinggal kita yang baru nanti nggak sebesar dan semewah rumah ini," jelas Zivanya memberi pengertian. “Nggak ada halaman luas buat Kai main bola, nggak ada kolam renang pribadi, dan kamarnya juga lebih kecil dari kamar Kai yang sekarang."Kaisar mengerjapkan matanya polos, lalu menyunggingkan senyum lebar tanpa beban. "Nggak apa-apa, Bu. Nggak apa-apa kalau rumahnya kecil. Yang penting ada Ibu, kan? Kai mau ikut Ibu ke mana aja. Kai nggak mau ditinggal," jawab Kaisar penuh semangat.Zivanya mengangguk. Diusapnya kepala anak berambut legam itu sebelum melanjutkan aktivitasnya mengemasi barang.*Semua barang-barang sudah Zivanya kemasi. Ia

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 326

    "Mesra sekali ya ayah dan anak ini.” Suara Seruni terdengar dari arah belakang mereka. Zivanya buru-buru menghapus air mata di pipinya dengan punggung tangan, lalu mengurai pelukan. Ia menoleh dan mendapati Maminya melangkah mendekat dengan tangan bersedekap. “Mami nguping aku dan Papi?” “Memangnya kenapa? Pembicaraan kalian terlalu penting sampai Mami nggak boleh tahu?” balas Seruni sewot. “Bukannya gitu, Mi. Malah bagus kalau Mami dengar. Jadi aku nggak perlu lagi jelasin sama Mami.” “Mami memang udah dengar semuanya tapi kamu tetap harus menikah sama Ariyan. Masalahnya, Ariyan dan Tante Zelena sudah setuju.” Zivanya sama sekali tidak tahu bahwasanya Maminya baru saja menelepon Zelena di luar dan mendapat penolakan halus. Yang ada di pikiran Zivanya saat ini hanyalah rasa lega yang teramat besar karena Papinya telah memberinya izin untuk berdiri di atas keputusannya sendiri. “Tapi aku yang nggak mau, Mi,” jawab Zivanya. “Aku nggak akan menikah dengan Ariyan atau siapa pun y

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 325

    Seruni tentu saja terkejut mendengar jawaban Zelena yang tidak disangka-sangka. Tadinya ia mengira akan mendengar kabar bahagia. Tapi ternyata ia harus kecewa.“Masa sih, Zel? Ariyan itu masih cinta banget sama Ziva. Dia nggak mungkin menolak!” balas Seruni denial.“Aku paham, Run," tutur Zelena dengan nada yang begitu lembut, mencoba meredam penyangkalan mantan besannya di seberang sana. "Tapi kita nggak bisa memaksakan perasaan Ariyan sekarang. Dulu mereka berpisah juga bukan hal yang mudah. Ari punya sikapnya sendiri, dan sebagai ibunya, aku harus menghargai keputusannya.""Tapi kamu ibu kandungnya!" balas Seruni cepat. "Kalau kamu yang minta, kalau kamu yang mohon sama Ariyan, dia pasti nggak tega. Ini demi Ziva, demi cucu kamu juga, demi Kaisar! Apa kamu nggak kasihan sama mereka?”Zelena mengusap dadanya yang terasa semakin sesak. Mendengar nama Kaisar dan Zivanya sungguh menyentuh sudut terlembut di hatinya. Tetapi Zelena tetap harus memegang kendali agar tidak terbawa arus kep

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status