Partager

Part 332

last update Date de publication: 2026-08-14 21:38:33

Gerakan tangan Zivanya yang sedang mengompres dahi Ariyan seketika terhenti. Dengan cepat ia menariknya ketika menyadari pria di hadapannya sudah kembali sadar.

“Papa! Papa udah bangun!" seru Kaisar gembira dan langsung memeluk dada Ariyan.

“Hei jagoan Papa.” Ariyan mengusap punggung Kaisar.

"Papa jangan sakit lagi ya. Kai sedih kalau Papa sakit. Tadi Papa pingsan.” Dengan lancar Kaisar memberitahu. “Untung ada Kai dan Ibu. Coba kalau Papa sendirian.”

Ariyan menggeser matanya pada Zivanya seo
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (6)
goodnovel comment avatar
Diana Susanti
kaget ya ZIVANYA
goodnovel comment avatar
Persada Mulia
jgn ada drama ke 2x kaisar mukul kepala ariyan lg lht ziva sm ariyan ya Thor, pelis... Thor...pelis
goodnovel comment avatar
Ambar Tanti
mau gmn lg namanya cm pembaca,mau se emosi apapun ga bs gimana2..kl di dunia nyata dan yg menikah pst tau apa itu luka pengkhianatan di depan mata...untung cm novel,tokohnya mau dibikin sebejad apapun trus digiring dikit jd baik yg baiknya cm seujung kuku dibanding bejadnya yg baca bs meleleh..
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 332

    Gerakan tangan Zivanya yang sedang mengompres dahi Ariyan seketika terhenti. Dengan cepat ia menariknya ketika menyadari pria di hadapannya sudah kembali sadar.“Papa! Papa udah bangun!" seru Kaisar gembira dan langsung memeluk dada Ariyan.“Hei jagoan Papa.” Ariyan mengusap punggung Kaisar."Papa jangan sakit lagi ya. Kai sedih kalau Papa sakit. Tadi Papa pingsan.” Dengan lancar Kaisar memberitahu. “Untung ada Kai dan Ibu. Coba kalau Papa sendirian.” Ariyan menggeser matanya pada Zivanya seolah ingin mengonfirmasi cerita anaknya."Kamu pingsan di lobi. Sekuriti yang gotong kamu sampai ke atas,” ujar Zivanya menjelaskan."Makasih. Aku nggak ada niat bikin kamu susah. Aku cuma mau nunggu kamu di bawah. Tadi itu—““Aku ambilin minum,” potong Zivanya memutus perkataan Ariyan.Selagi Zivanya menjauh, Ariyan mengobrol dengan Kaisar yang menceritakan kejadian tadi dengan lengkap. Mengetahui anak itu sangat menyayanginya, membuat Ariyan semakin terbunuh perasaan bersalah.Ariyan merengkuh

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 231

    Zivanya terpaksa turun setelah mendengar kabar dari resepsionis. Kaisar ikut mengekor dengannya Di sudut area lounge lobi yang luas, tampak beberapa petugas keamanan dan resepsionis berkerumun mengelilingi salah satu sofa kulit berukuran besar."Papa!" pekik Kaisar ketika matanya menangkap sosok pria yang terbaring di sofa tersebut. Anak itu melepaskan genggaman tangan ibunya dan berlari kecil menghampiri sang ayah dengan ekspresi panik.Zivanya tergesa mengikuti di belakangnya. Jantungnya berdegup kencang karena tidak percaya, cemas, dan jengkel yang membuncah. ‘Beneran pingsan atau ini cuma akal-akalan Ariyan biar aku luluh?’ pikirnya getir.Saat Zivanya berdiri tepat di samping sofa dan melihat paras Ariyan dari dekat, seluruh prasangka buruk itu seketika sirna.Wajah mantan suaminya itu tampak pucat-pasi. Bulir-bulir keringat membasahi pelipis serta garis rahangnya. "Bu Zivanya,” sapa resepsionis lega dan juga cemas. "Tadi Pak Ariyan tetap menunggu di dekat meja resepsionis. Se

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 330

    Kai di rumah baru, Pa. Di lantai paling atas. Jendelanya besar, bisa lihat gedung-gedung kayak mainan,” jawab Kaisar bersemangat dan terdengar menggebu-gebu.Dahi Ariyan sedikit berkerut memikirkannya. "Rumah baru? Maksud Kai, Ibu nggak di rumah Omi lagi?" tanyanya memastikan."Nggak, Pa. Kai udah pindah.”Berbagai pertanyaan berseliweran di kepala Ariyan. Pernikahan batal? Zivanya pindah dari rumah orang tuanya? Apa yang terjadi sebenarnya?"Kai, kasih ponselnya ke Ibu sebentar ya, Sayang.”"Ibuuu! Papa mau bicara!" seru Kaisar lantang seraya berlari kecil menghampiri ibunya.Zivanya tentu saja terkejut mendengarnya. Ia terlalu sibuk menata pakaian sehingga luput mengawasi Kaisar.“Kai yang nelepon Papa?” bisiknya pelan sembari menerima handphone dan menutup bagian speaker agar tidak terdengar oleh Ariyan. Kaisar dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Bukan. Papa yang nelepon duluan.”“Kai ngomong apa aja sama Papa?” “Kai bilang Ibu nggak jadi nikah,” jawab Kaisar lugu.Astaga… ana

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 329

    Seharusnya, jam tujuh pagi ini Zivanya sudah berada di bridal suite hotel bintang lima dikelilingi makeup artist, dirias hingga semakin cantik serta tersenyum tipis sewaktu gaun pengantin bernuansa putih karya perancang busana ternama melekat di tubuhnya.Ia seharusnya sedang bersiap melangkah ke pelaminan mewah bergaya modern, memajang senyum di hadapan para tamu. Namun, kenyataan hari ini sungguh berbeda.Zivanya berdiri santai di balkon penthouse-nya yang luas, mengenakan loungewear yang longgar dan nyaman. Angin pagi berembus lembut menerpa wajahnya yang bersih tanpa riasan. Di tangannya, secangkir teh hangat menguapkan aroma menenangkan. Dari lantai atas ini, pemandangan kota di bawah sana tampak bagai kotak-kotak."Ibu! Lihat, Kai bikin benteng dari balok!" seru Kaisar keras dari arah dalam.Zivanya menoleh, menyunggingkan senyum yang benar-benar terbit dari dasar hatinya.Ia kemudian melangkah untuk mengambil handphonenya yang berbunyi. Ada panggilan suara dari Syabila.“Kak Zi

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 328

    Zivanya memandang sekelilingnya dengan embusan napas lega.Jendela kaca setinggi langit-langit di hadapannya menyajikan panorama megah kelap-kelip lampu metropolitan. Angin malam berembus tenang di balkon unit apartemen seluas lebih dari dua ratus meter persegi itu. Modern, elegan, berpencahayaan hangat, dan didominasi warna-warna netral yang menenangkan.Meskipun ia harus mengembalikan seluruh fasilitas mewah pemberian Ariyan dan menolak bergantung pada orang tuanya, Zivanya bukanlah wanita yang tidak punya apa-apa. Selama bertahun-tahun, dari hasil kerja keras, investasi pribadi, serta tabungan mandiri yang ia kelola sendiri tanpa campur tangan siapa pun, ia memiliki finansial yang lebih dari sekadar mapan. Ia tidak butuh harta mantan suami atau kekayaan orang tuanya untuk bisa hidup sangat layak. Dan penthouse ini adalah salah satu investasinya yang ia beli sejak lama."Ibu,” celetuk Kaisar yang baru saja selesai room tour. Sepasang matanya berbinar-binar memandangi ruang keluarga

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 327

    “Ibu mau ke mana? Kenapa baju-baju Ibu dimasukkan semua ke dalam tas?”Pertanyaan yang diajukan Kaisar membuat Zivanya menoleh pada anak itu."Kai," bisik Zivanya lembut sambil mengusap pipi putranya dengan penuh kasih sayang. "Kita pindah rumah ya, Sayang?”“Kok pindah? Kita pindah ke mana? Kai juga ikut sama Ibu.”"Kai memang ikut Ibu. Tapi… tempat tinggal kita yang baru nanti nggak sebesar dan semewah rumah ini," jelas Zivanya memberi pengertian. “Nggak ada halaman luas buat Kai main bola, nggak ada kolam renang pribadi, dan kamarnya juga lebih kecil dari kamar Kai yang sekarang."Kaisar mengerjapkan matanya polos, lalu menyunggingkan senyum lebar tanpa beban. "Nggak apa-apa, Bu. Nggak apa-apa kalau rumahnya kecil. Yang penting ada Ibu, kan? Kai mau ikut Ibu ke mana aja. Kai nggak mau ditinggal," jawab Kaisar penuh semangat.Zivanya mengangguk. Diusapnya kepala anak berambut legam itu sebelum melanjutkan aktivitasnya mengemasi barang.*Semua barang-barang sudah Zivanya kemasi. Ia

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status