Share

Part 147

Penulis: Zizara Geoveldy
last update Tanggal publikasi: 2026-06-11 20:37:39
‘Kata Ibu, Papa pelgi kelja jauh. Kok Papa ada di sini?’ Kaisar membatin sendiri keheranan.

Ia mencoba mencerna situasi ini. Di pikiran polosnya, pergi jauh berarti Papa berada di tempat yang tidak bisa dilihatnya. Namun sekarang, sosok tinggi besar yang selalu bersikap dingin dan pernah membuat Ibunya menangis malah duduk tepat di hadapannya.

​"Siapa yang ngizinin kamu masuk ke sini? Keluar," perintah Ariyan dengan suara yang sangat rendah, berat, dan tanpa ekspresi. Khas dirinya yang biasa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
kenapa si Ari gak nyoba tes DNA ya
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
Padahal mah penasaran, tp ego terlalu tinggi. Coba2 berhadiah lah Ari, drpd mati penasaran kan, siapa tau dapet door prize berupa anak pintar & tamvan modelan Kaisar.
goodnovel comment avatar
Adfazha
Ari belike : EGP duo Kai bkin keki dihati wkwkk Ari udh buta mata hati & pikiran Mskipun smua teriak Kai copian dy sm Ziva gk bkln percaya kna yg diakui cm belekan anaknya, jd penisirin klo Kai tes DNA hslnya positif dgn Ari kira2 ttp ngelak nolak apa mlh nyesel bin nyesek yaaa we ll see later
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 320

    Zivanya refleks berdiri dari duduknya mendengar ide gila sang mami. Tentu saja perempuan berwajah manis melankolis itu syok mendengarnya. “Mami udah gila atau gimana?” cecarnya marah. Ia sama sekali tidak menyangka maminya akan memberi solusi konyol seperti ini. Ditatapnya Seruni dengan tatapan tidak percaya. “Aku baru aja diselingkuhin Kaivan, Mi. Aku lagi terluka. Dan Papi lagi bertaruh nyawa di dalam sana. Kenapa Mami malah kepikiran hal sekonyol ini?” Seruni ikut berdiri dengan terburu-buru dan membeberkan alasannya. "Mami nggak gila, Ziva. Mami justru mikirin keselamatan Papi kamu. Jantung Papi kumat sampai nggak sadar gara-gara syok mendengar kelakuan laki-laki brengsek itu. Kamu pikir kalau Papi bangun nanti dan tahu acaranya tiga beneran batal total, keluarga kita jadi bahan cemoohan, dan kamu jadi olok-olokan, jantungnya bakal kuat menahan syok untuk kedua kali? Papi kamu bisa lewat, Ziva!" "Tapi bukan berarti harus numbalin aku ke Ariyan, Mi!" balas Ziv

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 319

    Kaivan membiarkan dirinya dihina, ditampar dan dimaki-maki. Ia memang berhak menerima ini dan diperlakukan seperti sampah oleh wanita yang hampir menjadi ibu mertuanya itu. Rasa panas menyengat di kedua pipinya, perih di rahangnya, sama sekali tidak ia hiraukan. Rasa sakit fisik itu tidak ada seujung kuku dibanding perasaan malu dan sakit hati yang ditanggung Zivanya dan keluarganya. "Tante, pukul saja saya lagi. Silakan tampar saya kalau itu bisa mengurangi sedikit saja rasa sakit hati Tante.” "Kamu pikir tamparan saya bisa membayar nyawa suami saya, hah?!" jerit Seruni keras. Wanita itu hendak kembali mengayunkan tangannya, tetapi dua orang petugas keamanan rumah sakit yang berlari cepat dari ujung lorong langsung menahan tubuh Seruni secara sigap. "Ibu, mohon tenang, Bu. Jangan buat keributan di sini," kata salah satu satpam. Syabila dengan cepat ikut merangkul tubuh ibunya dari samping. "Mami, udah, Mi. Aku mohon jangan bikin kehebohan di sini. Kasihan Papi di dalam.” Seruni

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 318

    “Masih berani kamu menghubungi saya? Suami saya hampir mati gara-gara kamu, bajingan!" Seruni langsung mencaci maki Kaivan sebelum lelaki itu sempat memberi sapaan. “Kamu pikir kamu siapa berani-beraninya mempermainkan anak saya? Kalau sampai terjadi sesuatu yang lebih buruk pada suami saya, kamu harus tanggung jawab! Saya nggak akan pernah membiarkan kamu lepas!”Di seberang telepon Kaivan tercengang. Ia tahu setelah pembatalan rencana pernikahan pasti akan mendapat serangan. Yang tidak Kaivan duga Seruni mengaitkannya dengan Abi.“Om kenapa, Tante?” suara Kaivan terdengar terperanjat dari balik ponsel.“Masih berani kamu nanya kenapa, hah?!” bentak Seruni dengan intonasi suara semakin tinggi. "Gara-gara kamu penyakit jantung suami saya kumat! Dia pingsan dan sekarang terbaring kritis di rumah sakit!"Lidah Kaivan mendadak kelu. Pria itu menyandarkan tubuhnya di dinding. Ia tidak pernah membayangkan bahwa dampaknya akan menyeret nyawa pria paruh baya yang teramat dihormatinya."Tan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 317

    Zivanya terduduk lemas di kursi tunggu rumah sakit bersama Seruni dan Syabila. Ketiganya tampak sangat khawatir. Syabila yang langsung meluncur ke rumah sakit setelah menerima kabar darurat dari Seruni, tidak ada hentinya menangis. "Ini semua gara-gara si bajingan itu!” kecam Seruni yang masih dikuasai emosi. "Kalau sampai terjadi apa-apa sama Papi kalian, Mami nggak akan pernah maafin Kaivan! Nggak akan pernah!" Zivanya menggeleng pelan, air matanya kembali menetes. "Nggak, Mi. Ini salah aku. Aku yang jahat. Aku yang bikin Papi sampai kayak gini.” "Bukan salah kamu, Ziva!" bantah Seruni tegas. "Kamu itu korban. Kamu nggak usah melindungi laki-laki kurang ajar itu.” Belum sempat Zivanya membalas, pintu ruangan terbuka. Seorang dokter melangkah keluar. Ia melepas maskernya. "Keluarga Pak Abi?" Ketiganya seketika melonjak berdiri. "Saya istrinya, Dok! Bagaimana keadaan suami saya?!" balas Seruni cepat.

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 316

    Mobil Zivanya akhirnya memasuki pekarangan rumah. Belum lagi mesin mati sepenuhnya, pintu terbuka lebar. Seruni berlari tanpa memedulikan sandal rumahnya yang terlepas sebelah, disusul oleh Abi yang bergegas di belakangnya. "Ziva!” Seruni langsung merengkuh putrinya setelah Zivanya keluar dari mobil dengan tubuh seolah tidak bertulang. Zivanya membalas pelukan Seruni dengan lesu. “Tuh, kan! Mami bilang juga apa?" Seruni langsung mencerocos tanpa jeda. "Dari awal Mami tuh udah feeling nggak enak sama si Kaivan itu! Mami dari awal nggak pernah sreg! Sikap dia itu cuma pencitraan. Padahal aslinya muka dua!" omel Seruni berapi-api, napasnya memburu saat ia menuntun langkah Zivanya yang terhuyung untuk berjalan masuk ke dalam rumah. "Tapi kamu? Kamu keras kepalanya minta ampun! Dibilangin sama orang tua nggak pernah mau dengar! Selalu aja belain dia, merasa Kaivan itu pria paling idaman sedunia, paling mengerti sama kamu. Sekarang lihat, kan, hasilnya?! Kurang ajar banget itu anak! Tig

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 315

    Kaivan mengambil ponsel di saku celananya. Ia mencari kontak wedding organizer yang bertanggung jawab atas pernikahan mereka. Panggilan tersambung dengan cepat. "Halo, Mas Kaivan. Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu, Pak?" suara ramah wedding planner menyapa dari ujung telepon. “Malam, Mbak. Tolong hentikan seluruh persiapan dekorasi dan segala macamnya. Pernikahan saya dan Zivanya resmi dibatalkan." Wedding planner terdiam beberapa detik. Ia sangat syok mendengarnya. "P-Pak Kaivan? Maaf, bercanda, kan, Pak? Ini tinggal tiga hari lagi, seluruh pembayaran gedung dan vendor sudah—" "Saya serius," potong Kaivan tegas. "Batalkan semuanya. Untuk seluruh denda pembatalan dan kerugian pihak vendor, kirimkan tagihannya langsung ke rekening pribadi saya. Saya yang akan menanggung seratus persen. Jangan hubungi Zivanya atau keluarganya." Tanpa menunggu balasan dari pihak WO yang masih shock, Kaivan memutus sambungan telepon. Ia mengambil napas dalam-dalam, mengisi rongga paru-parunya

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status