Compartir

Part 88

last update Fecha de publicación: 2026-05-25 20:38:55

Air hujan mengguyur kaca depan mobil dengan brutal, membuat pandangan ke depan menjadi buram meski wiper blade telah bekerja dengan kecepatan maksimal. Di balik kemudi, Zivanya mencengkeram setir dengan jemari yang bergetar hebat. Kakinya yang menekan pedal gas terasa lemas, namun ia terus melajukan kendaraannya menembus hujan, membelah jalanan kota tanpa arah dan tujuan.

​Ia ketakutan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Zivanya merasakan kengerian yang teramat sangat terhadap suaminya sendiri.
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (28)
goodnovel comment avatar
Wulan Purnama sari
Aneh ada aja masa semudah it ditemukan dn disekap ujng2 bayinya dilahirkan aneh bgnt terlalu ngada2
goodnovel comment avatar
goddes
terlalu Indosiar kak...
goodnovel comment avatar
raleena
Kai tolong dengan segala instict pengacara mu lindungi ziva,sembunyiin ziva, kalo bisa kawin lari pun ku rela. kalo misal si ari pelakunya apalg maksa lahir prematur udah fix kaka thor mau bikin semua readers ngomel2
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 344

    Roda pesawat akhirnya menyentuh landasan pacu Vienna International Airport. Di luar sana, kota Vienna terlihat diselimuti kabut tipis musim gugur.Zivanya terbangun dengan tubuh yang jauh lebih segar. Di sebelahnya, Ariyan sedang mematikan flight mode di ponselnya. Pria itu mengusap wajah, lalu menguap pelan sembari menutup mulut dengan telapak tangan. Saat Ariyan mengambilkan tas Zivanya dari kompartemen atas, Zivanya baru menyadari sesuatu, mata mantan suaminya itu tampak agak merah."Kamu nggak tidur sama sekali?” tanya Zivanya melihat Ariyan yang ngantuk berat saat mereka sedang menunggu koper.Ariyan menjawab dengan gelengan kepala.“Kenapa?”“Biar bisa jagain kamu.”“Lebay.”Ariyan hanya tersenyum. Zivanya tidak perlu tahu apa alasan terbesarnya.Setelah koper-koper besar milik Zivanya muncul di conveyor belt, Ariyan dengan sigap mengambilnya. Tanpa membiarkan Zivanya menyentuh satu koper pun, pria itu mengangkat semuanya ke atas troli, lalu mendorongnya melintasi area imigrasi.

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 343

    Ariyan berjalan tepat di belakang Zivanya membawa koper kabin milik perempuan itu. Saat memasuki pesawat, Zivanya segera menemukan kursinya di dekat jendela dan langsung duduk, berniat memutus interaksi sesegera mungkin. Ia membiarkan Ariyan mengangkat koper miliknya ke kompartemen atas. Saat lelaki itu mendaratkan tubuh di sampingnya, Zivanya langsung membuang muka.Pandangan Ariyan tertuju pada bahu Zivanya yang terbuka. Saat ini Zivanya mengenakan blouse putih dengan model kerah Sabrina hingga mengekspos jelas pundaknya yang putih dan mulus. Ariyan sangat tidak nyaman melihat itu.Ariyan menghela napas pendek. Ia meraih selimut yang disediakan, lalu merentangkannya hingga menutupi dada dan kedua bahu Zivanya.Zivanya langsung menoleh."Pakai selimutnya, Ziva.”Zivanya menepis pelan tangan Ariyan dan menurunkan selimut tersebut ke pangkuannya. "Aku nggak kedinginan."“Tapi baju kamu terlalu sexy. Bagian bahunya terlalu lebar. Semua orang bisa ngeliat pundak kamu. Aku nggak mau kamu

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 342

    Zivanya berani bertaruh pasti ini ulah maminya. Rasa kesal Zivanya naik ke ubun-ubun mengingat sikap Seruni yang terlalu mencampuri urusan hidupnya seolah Zivanya adalah anak kecil. “Silakan kalau mau marah,” tantang Ariyan yang sudah menebak sejak awal bagaimana reaksi mantan istrinya. “Ya aku memang marah! Sampai kapan kamu mau jadi antek-antek Mami, hah?!” Tawa Ariyan lepas berderai. Suara beratnya yang renyah sampai mengundang kerlingan penasaran dari beberapa penumpang yang berada di dalam lounge tersebut. Ariyan sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh kilatan amarah yang menyala tajam di sepasang mata Zivanya. "Antek-antek?" ulang Ariyan dengan sisa tawa yang masih menghiasi bibirnya. "Agak ekstrem ya istilahnya. Padahal aku cuma memanfaatkan informasi dari Mami secara bijak karena kamu nggak jujur mau ke mana.” "Nggak lucu!” Zivanya semakin ketus. Ia merasa jengkel setengah mati melihat Ariyan menganggap kemarahannya seperti hiburan. "Mami itu makin hari makin kele

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 341

    Waktu bergulir dengan cepat. Zivanya lebih banyak menghabiskan hari-harinya di Melancholia Music Academy. Sekolah musiknya itu berkembang pesat karena masih sedikit sekolah sejenis, para pengajarnya pun sudah profesional di bidang masing-masing. Selain sebagai owner, Zivanya juga terjun langsung untuk mengajari para muridnya. Zivanya sangat menikmati perannya. Mengajar membawa kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Melihat jemari murid-muridnya menemukan suara jiwa mereka di atas tuts memberi kepuasan tersendiri bagi Zivanya. Dedikasi Zivanya pada musik tidak berhenti di ruang kelas. Di sela-sela mengajar, ia terus mengasah kemampuannya. Ia ingin menjadi pianis profesional seperti cita-cita masa kecilnya yang dulu terpaksa ia kubur dalam-dalam karena maminya tidak setuju. Maminya itu lebih suka Zivanya menekuni dunia bisnis karena menurutnya menjadi pemusik tidak memiliki masa depan. Zivanya telah mendaftarkan diri di ajang International Beethoven Piano Competition

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 340

    Gila!” Zivanya mendesis geram melihat tingkah Ariyan yang kekanak-kanakan.Ia meremas setir kuat-kuat menyalurkan kekesalannya. Rasa marahnya yang begitu besar hampir saja membuatnya nekat menginjak pedal gas. Ariyan di luar sana tetap berdiri tegak tanpa takut sedikit pun kalau Zivanya benar-benar menabraknya, seolah ia menyerahkan nyawanya ke tangan Zivanya.Zivanya melirik kaca spion tengah. Di kursi belakang, Kaisar masih tidur dengan nyenyak. Anak itu sedikit pun tidak terganggu oleh masalah kedua orang tuanya.Dengan sentakan kasar, Zivanya membuka pintu mobil lalu menghampiri Ariyan yang teguh pada sikapnya."Kamu pikir kamu hebat dengan bertingkah konyol kayak gini?" sembur Zivanya dengan suara bergetar menahan jengkel. "Kamu pikir kalau kamu mati di depan mobilku, aku bakal kasihan? Nggak! Aku cuma bakal makin benci sama kamu!"Ariyan menatap wajah Zivanya yang diterpa cahaya lampu mobil. Entah memiliki keberanian dari mana, ia meraih jemari perempuan itu yang terkepal di sis

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 339

    Betapa terkejutnya Zivanya atas aksi yang dilakukan mantan suaminya. Muka Zivanya ‘merah’ sejadinya. Ia benar-benar malu dan tidak menyangka berani-beraninya Ariyan melakukan itu.Zivanya merasa marah dan ingin menampar Ariyan, tetapi kala ingat saat ini ia sedang disaksikan banyak orang, ia hanya bisa terdiam seribu bahasa sambil menahan emosi.Sementara Kaisar yang masih berada di dalam gendongan Ariyan tampak begitu gembira dan berseru dengan riang, "Hore! Ibu dicium papa!”Seruan Kaisar yang terdengar keras memicu gelak tawa gemas serta tepuk tangan yang semakin riuh dari para tamu di bawah panggung. Seruni semakin gencar menyeka air mata harunya di barisan depan, sementara Syabila dan Mita saling sikut sembari menahan jeritan gemas melihat pemandangan romantis di atas panggung.Zivanya terpaksa menerbitkan senyum canggung merespons anaknya. Ia mengelus lembut pipi Kaisar. Namun, ketika pandangannya bergeser pada wajah Ariyan, senyum di bibir Zivanya langsung menyusut. Ia memandan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status