LOGINAllium Sativum, seorang dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular, mencoba membuat segala hal yang ada di hidupnya terlihat sempurna. Namun kesempurnaan itu berubah menjadi kacau ketika ada seorang aktris pendatang baru mengklaim jika Alli adalah calon suaminya. "Di saat banyak lelaki yang menggodaku, dia malah mengacuhkanku. Oke tidak masalah, dia akan jatuh hati padaku nanti." -Miska Amarilis-
View More"Tuan Muda, Tuan Besar memohon pada Anda untuk kembali dan meneruskan takhta pewaris Keluarga!"
Di parkiran rumah sakit pusat kota, seorang pria tua dengan jas hitam dan koper di tangan terlihat sedang berbicara dengan sosok pemuda berpakaian sederhana cenderung lusuh.Aditama, pemuda yang dipanggil tuan muda itu, menatap marah ke arah sang pria tua. "Sudah kukatakan berkali-kali, jangan mencoba mencariku lagi! Aku sudah bukan bagian dari keluarga Gandara!"Suara Aditama meninggi dan wajahnya mengeras. Dari cara dia berniat kembali masuk ke dalam rumah sakit, kentara pemuda itu tidak ingin kembali diajak bicara.Namun, pria tua bernama Panji itu tidak menyerah. Dia menghadang jalan Aditama dan menggenggam tangan pemuda tersebut."Tuan Muda, kondisi kesehatan Tuan Besar tidaklah baik, dia sekarang membutuhkan Anda sebagai pewaris keluarga Gandara!"Mendengar itu, Aditama mengeraskan rahang. "Setelah apa yang ia lakukan padaku dan ibu, sekarang dia memintaku kembali?! Apa dia masih punya malu!?"Lima tahun lalu, ayah Aditama, Laksana Gandara, mengusir Aditama dan ibunya dari rumah keluarga besar karena hasutan sang istri kedua. Alhasil, Aditama dan ibunya harus terlunta-lunta di jalanan dan hidup dengan susah payah. Karena hal tersebut, juga sakit hati yang dirasakan, kondisi kesehatan ibu Aditama turun drastis dan berakhir mengalami penyakit komplikasi hati.Sekarang, ibu Aditama saja sedang terkapar di rumah sakit dan tidak tahu kapan bisa bangun.Andai saja sang ayah tidak begitu mudah termakan omongan istri keduanya itu, andai pria itu setia dan tidak bermain hati! Semua ini tidak akan terjadi!Mengingat kebencian itu, Aditama pun berkata, "Jangan bermimpi! Tinggalkan tempat ini dan jangan ganggu aku serta ibuku lagi!"Melihat Aditama menghilang ke dalam rumah sakit, Panji hanya bisa menghela napas berat dan pergi.Keluarga Gandara, keluarga konglomerat kaya raya dan pemimpin kelompok mafia paling kuat dan berpengaruh di negara Ferandia. Dengan kekuasaannya dalam dunia bisnis dan dunia bawah, keluarga tersebut beserta para anggotanya sangat ditakuti semua orang. Dan Aditama ... adalah putra sah tertua dari Laksana Gandara, pemimpin Keluarga Gandara yang terhormat!Di dalam rumah sakit, orang-orang tampak memerhatikan Aditama, terkejut karena pemuda berbaju lusuh sepertinya bisa berhubungan dengan pria tua berjas yang naik mobil mewah. Banyak yang menduga-duga identitas asli pemuda tersebut selagi memandangnya kagum, tapi ada juga yang waspada.Namun, Aditama sama sekali tidak peduli. Dia fokus berjalan menghampiri kamar inap ibunya.Sesampainya di depan kamar inap sang ibu, Aditama panik melihat dokter yang baru saja keluar dan langsung menghampirinya."Pak Aditama, maaf harus mengatakan ini secara gamblang, tapi ... kondisi ibu Anda semakin memburuk dan operasi transplantasi hati harus segera dilakukan.""Apa?" Aditama tercengang.Transplantasi hati?Tanpa perlu menjadi seorang dokter, Aditama sendiri tahu biaya operasi tersebut tidak akan murah."Apa ... apa benar-benar harus operasi, Dok?" tanyanya."Jika Ibu anda tidak segera dioperasi, saya khawatir kemungkinan terburuknya adalah ... beliau tidak akan selamat," jelas sang dokter.Mata Aditama melebar seketika. Ia langsung merasa tidak karuan.Kehilangan ibunya? Tidak! Itu tidak boleh terjadi! Dia bahkan belom sempat berbakti dan membahagiakan sang ibu, jadi bagaimana mungkin dia membiarkan ibunya meninggal!?"Berapa biaya operasinya, Dok?" tanya Aditama dengan perasaan yang carut marut. Bibir dan suaranya bergetar."2 miliar, Pak, dan itu baru perkiraan."Sontak, tanah di bawah kaki Aditama seakan hancur. Dia terasa ingin jatuh.Itu ... uang yang sangat banyak! Dengan pekerjaannya sebagai tukang angkut bangunan, bagaimana bisa ia mendapatkan uang sebanyak itu?"Jika Bapak ingin kami segera mengoperasi Ibu anda, tolong segera siapkan uangnya dalam waktu 24 jam, Pak. Kalau tidak, kami ... tidak bisa menjamin apa Ibu Anda akan bertahan," kata dokter itu lagi.Mendengar hal tersebut, Aditama hanya bisa mengangguk pelan dan melihat dokter pergi.Bagaimana caranya ia bisa mendapatkan uang 2 miliar dalam waktu sehari?Rasa-rasanya mustahil.Mendadak, pertemuannya dengan Panji muncul di benak Aditama.Apa ... dia harus menerima permintaan sang ayah?Akan tetapi, Aditama dengan cepat menggelengkan kepalanya.Kalau ibunya tahu dia menggunakan uang Keluarga Gandara, yang ada sang ibu akan mengambil nyawanya sendiri setelah siuman nanti!Aditama langsung berpikir dengan keras, mondar mandir tak karuan di lorong rumah sakit.Tiba-tiba sebuah ide mendadak terlintas di benaknya."Aku ... bisa meminjam kepada Kakek Hermanto."Kakek Hermanto adalah kakek dari istri Aditama yang bernama Vania, wanita yang dia nikahi berdasarkan wasiat ayah wanita tersebut, Luis Hermanto.Lima tahun yang lalu, Aditama menyelamatkan Luis dan Vania dari kecelakaan besar. Oleh karena itu, pria tersebut merasa berutang budi dan berakhir menikahkan Aditama dengan Vania.Namun, setelah Luis meninggal, perlakuan keluarga besar Hermanto kepada Aditama menjadi sangat buruk. Dia dicap sebagai seorang menantu sampah karena tidak pernah berkontribusi sepeser pun pada perusahaan keluarga, berbeda dari menantu lainnya. Tidak hanya itu, profesi pria tersebut sebagai seorang tukang bangunan dianggap semakin menurunkan derajat Keluarga Hermanto.Walau hubungannya dengan keluarga besar Vania buruk, tapi di saat ini, merekalah satu-satunya harapan Aditama.Tidak perlu waktu lama, Aditama pun tiba di depan sebuah hotel. Dia baru ingat di tengah jalan kalau Keluarga Hermanto tengah mengadakan pesta keluarga.Karena dianggap rendah, tentunya Aditama tidak diundang ke sana, hanya sang istri yang boleh ikut. Namun, keadaan genting, jadi dia terpaksa menerobos pesta yang meriah itu.Saat melihat sosok Aditama, semua orang langsung melemparkan tatapan sinis dan jijik kepadanya."Mau apa menantu tak berguna itu kemari?!""Bukankah dia tidak boleh masuk ke sini?!""Lihat cara berpakaiannya! Apa dia tidak tahu malu hadir di sini dengan penampilan seperti itu?!"Segala caci maki keluar ketika Aditama menampakkan wajahnya di acara tersebut.Namun, Aditama tidak mempedulikan mereka. Pandangannya menyapu sekeliling sampai akhirnya mendarat pada sosok Kakek Hermanto."Kakek, bolehkah aku pinjam uang untuk pengobatan ibuku? Aku janji akan menggantinya."Semua orang langsung terbelalak.Hadir ke pesta ulang tahun Kakek Hermanto, tapi malah meminjam uang dan bukan membawa hadiah!?Apa dia sudah gila?!—[Allium Sativum POV]—"Tidak bisa, Dokter Alli." Untuk kesekian kalinya Dokter Tasya menggelengkan kepalanya tegas. "Meskipun Dokter Alli adalah dokter kepala tim, tapi untuk jadwal operasi memang tidak bisa kami ajukan atau mundurkan lagi.""Tolonglah, Dok. Tanggal empat saya ada keperluan." Gue masih memohon penuh harap kepada Dokter Tasya.Lagi-lagi Dokter Tasya menggelengkan kepala."Begini, Dok. Di tanggal dua kita juga ada jadwal operasi dan membutuhkan waktu sekitar sepuluh jam. Kita tidak mungkin melakukan dua operasi pada saat itu. Lalu kalau kita undur ke tanggal enam, apa kata keluarga pasien yang sudah menunggu jadwal operasi. Kita bisa dianggap tidak profesional." Dokter Tasya menunjuk tanggal pada kalender.Gue baru sadar jika dua minggu ini sangat banyak jadwal operasi, kenapa gue malah mengiyakan ajakan Miska kemarin. Tau begini, gue bakal menolak mentah-mentah. Ya, lihat sendiri, sekarang gue merasa pusing dengan jadwal
—[Allium Sativum POV]—Cafetaria Thomix salah satu tempat favorit gue dan Nadia untuk sekedar ngobrol atau makan siang bersama. Untuk menu makanannya memang selera gue dan Nadia. Dan gue nggak tau kenapa tiba-tiba Nadia ingin bertemu di cafe. Mungkinkah Nadia mau bilang kalau dia mencintai gue? Tentu saja itu hanya ekspektasi gue yang terlalu tinggi karena realitanya nggak mungkin Nadia mau ngomong itu.Sekitar lima belas menit gue nunggu Nadia, akhirnya wanita yang udah lama nggak gue temui itu datang sambil membawa tas berwarna biru muda, itu adalah tas yang gue belikan dua tahun lalu dan Nadia masih mau memakainya. Kepercayaan diri gue meningkat.Begitu melihat gue, Nadia langsung tersenyum manis ke arah gue. Sumpah, gue kangen banget sama wanita ini. Nggak ngerti lagi deh kalau Nadia nikah sama laki-laki lain, hati gue masih nggak ikhlas rasanya."Lama, ya? Selama enam tahun aku kenal sama kamu, selama enam tahun juga aku yang selalu telat
—[Allium Sativum POV]—"Om, kalau kita nikah apa Om mau cepet-cepet punya anak?"Pertanyaan dari Miska benar-benar langsung membuat gue menyemburkan kopi yang tadi ada di mulut. Lantai mobil Miska pun basah, gue nggak peduli kalau nanti ada semut yang datang."Pelan-pelan, Om." Miska mengusap bibir gue dengan telapak tangannya bukan dengan tisu, apa dia nggak jijik."Basah." Tunjuk gue ke lantai mobil."Tidak apa-apa, besok aku beli lagi," jawab Miska."Karpetnya mau beli lagi?" tanya gue.Miska menggelengkan kepalanya."Bukan karpetnya yang beli lagi, tapi mobilnya." Miska meringis, memarken giginya.Jujur, gue baru nemu wanita sombong seperti Miska. Ya, walaupun sebenarnya Miska ini anak yang baik. Tapi, tetap saja gue belum bisa jatuh cinta pada wanita ini."Jadi, Om pengin langsung pengin punya anak dari aku?"Sumpah, gue kira Miska bakalan lupa sama pertanyaan ini. Gue bahkan belum tau mau ja
—[Allium Sativum POV]—Sekarang gue sudah berada di rumah sakit bersama beberapa tim medis untuk melakukan operasi toraks. Seperti yang kita tau jika operasi toraks akan membutuhkan keahlian dari banyak dokter bedah, termasuk dokter bedah kardiotoraks, dokter spesialis penyakit jantung bawaan, dokter toraks umum, dan dokter bedah kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) seperti gue.Operasi toraks dapat menangani berbagai penyakit, seperti kanker paru-paru, tumor dan pertumbuhan jaringan lunak di paru-paru, kanker kerongkongan, akalasia, kesulitan menelan dan sebagainya, penyempitan dan tumor pada kerongkongan, refluks gastroesfagus, mesotelioma, infeksi dan keluarnya cairan dari paru-paru, tumor di dinding dada, hiperhidrosis, dan lain-lain. Dokter bedah toraks juga dapat melakukan transplantasi paru-paru (terutama bagi pasien yang menderita penyakit paru-paru stadium akhir), reseksi trakea, dan menghilangkan penyumbatan di jantung dan pem
—[Allium Sativum POV]— Hari ini gue shift malam, jadi gue bisa nyantai dulu di rumah sambil nonton tv. Gue melirik ke arah Nia dan Ucup yang sedang bermain dengan Shila—keponakan Ucup. Gue mematikan tv karena acara gosip yang dibahas masih tentang gue dan cewek gila
—[Allium Sativum POV]—"Cie ... Calon Pengantin, kusut amat tuh wajah kayak taplak meja belum disetrika."Gue langsung melotot mendengar ucapan Leo. Baru sampai ke kantin udah kena ejekan aja gue."Tega lu, Sob. Nggak kasih tau kita kalau pacar
—[Allium Sativum POV]—Gue pulang ke rumah tepat sebelum makan malam, jadi gue masih bisa mandi setidaknya untuk meregangkan otot yang lelah karena seharian berada di rumah sakit.Sesibuk-sibuknya gue, kalau memang nggak ada operasi malam, gue bakal selalu meluangkan wak
—[Allium Sativum POV]—"Hari ini pasien nomer 231 dijadwalkan melakukan treadmill. Apa sudah siap?" tanya gue ke Suster Kila, seorang perawat yang selalu menemani gue ke mana-mana.Pemeriksaan treadmill atau yang juga dikenal dengan sebutan stress test, mer






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore