Share

📍Curhatan

Author: KIKHAN
last update publish date: 2026-07-07 21:41:56

Chapter 95: Keseimbangan yang Terganggu,

adalah pembuka konflik novel ini. Baru konflik? IYA!😭

Aku mau cepat-cepat menamatkan cerita ini karena ada project di W* dan GN, lebih DAR DER DOR🤪

Doain ya semuanyaaaaa

sayang kalian banyak-banyak.

Salam hangat,

Calon Selir Rhys yang Keempat

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 105: Suara yang Belum Didengar

    Ratu Isolde VI memandang Rhys dengan sorot mata penuh perhatian. "Bagaimana keadaan Alverine sekarang, Rhys?""Syukurlah, kami semua dalam keadaan baik, Yang Mulia. Tidak ada korban maupun luka serius."Ratu mengembuskan napas lega. "Itu kabar yang menenangkan."Raja Aethelred IV menyandarkan punggungnya pada singgasana. "Namun kejadian semalam tetap tidak bisa dianggap sepele." Tatapannya bergantian mengarah kepada Rhys, Eira, lalu Dylen. "Sudah berabad-abad Morwenia tidak menyaksikan kebangkitan inti magis pada usia sedini itu."Ia berhenti sejenak. "Terlebih lagi ... energi yang bangkit adalah energi keemasan."Keheningan memenuhi ruang audiensi. Tak seorang pun menyela.Raja melanjutkan dengan nada yang lebih tenang. "Orang-orang yang berada di ruangan ini bukan orang biasa." Pandangan beliau beralih kepada Rhys dan Garrick. "Kalian berdua adalah pedang Kerajaan Morwenia."Kemudian kepada Dylen. "Sedangkan kau mewakili Akademi Marindor."Terakhir, tatapannya berhenti pada Eira. "D

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 104: Di Hadapan Takhta

    Alverine berdiri di depan cermin kamarnya.Dengan wajah penuh konsentrasi, ia memperagakan kembali setiap gerakan yang pernah diajarkan Serina. Kedua telapak tangannya terangkat perlahan, lalu bergerak mengikuti alur yang masih ia ingat.Tak lama kemudian, cahaya keemasan perlahan muncul dari telapak tangannya.Energi itu mengalir lembut, berputar membentuk pusaran kecil yang memantulkan kilau hangat di permukaan cermin."Alvie?"Suara lembut dari balik pintu membuat Alverine tersentak.Refleks, ia segera menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung. Cahaya keemasan itu pun menghilang seketika.Saat menoleh, ia mendapati Dame Raven tengah berdiri di ambang pintu sambil menatapnya dengan senyum tipis."Ma ... maaf, Dame." Suara Alverine terdengar gugup. "A-aku hanya ... ingin mencoba lagi."Raven menggeleng pelan. "Tidak ada yang perlu kau minta maaf."Ia melangkah menghampiri Alverine, lalu menggenggam lembut tangan mungil gadis itu dan mengajaknya duduk di tepi kasur. Tatapannya

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 103: Serahkan Padaku

    Rapat berakhir tanpa keputusan mengenai masa depan Alverine.Namun satu hal telah dipastikan.Rhys mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya berkata, "Besok pagi saya akan pergi ke istana."Tak seorang pun terkejut mendengarnya.Mereka tahu, cepat atau lambat, pertemuan itu memang harus terjadi.Eira mengangkat wajah, menatap Rhys dengan tenang. "Jika berkenan ... aku ingin ikut bersamamu."Rhys belum sempat menjawab. Dame Raven menyela lebih dulu, "Bawa Eira bersamamu, Rhys."Semua mata beralih kepadanya.Raven melipat kedua tangannya di atas pangkuan. "Lebih baik Eira hadir langsung daripada istana hanya mendengar cerita dari laporan orang lain."Leona mengangguk pelan. Ia memahami maksud Raven tanpa perlu dijelaskan lebih jauh.Jika Rhys datang seorang diri, bukan hanya laporan yang akan dibawa ke hadapan Raja Aethelred.Dengan wataknya yang keras dan selalu melindungi keluarga, sangat mungkin pertemuan itu berubah menjadi adu pendapat apabila keputusan istana bertentangan dengan

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 102: Perjanjian Lama

    Rhys mengedarkan pandangan ke seluruh meja makan."Dalam keluarga ini, saya yang akan mengambil keputusan."Ia berhenti sejenak."Tetapi sebelum itu ... saya ingin mendengar apa yang ada di benak kalian."Tak seorang pun menyangka Rhys akan membuka pembicaraan seperti itu.Tak seorang pun segera menjawab pertanyaan Rhys.Keheningan kembali memenuhi ruang makan. Semua orang memiliki pendapat, tetapi tak ada yang sanggup mengawali. Topik yang mereka bahas malam ini terlalu berat untuk dijawab sembarangan.Rhys mengedarkan pandangannya perlahan.Akhirnya, matanya berhenti pada Leona."Leona."Wanita itu mengangkat wajah."Bagaimana menurutmu? Kaulah yang menyaksikan sekaligus merasakan sendiri kekuatan Alverine hari ini."Rhys berhenti sejenak. "Sebelum itu ... saya bersyukur kau dan anak kita tidak mengalami apa pun."Leona mengangguk kecil. "Terima kasih."Ia menarik napas pelan. "Aku sebenarnya tidak ingin langsung membahas kep

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 101: Keheningan Sebelum Jawaban

    "Tidak. Saya hanya ingin berbicara berdua denganmu."Rhys menatap Eira dengan sorot mata serius, tetapi sama sekali tidak menekan. Tatapannya justru dipenuhi kehati-hatian, seolah memilih setiap kata yang akan keluar dari bibirnya.Sebelum Rhys sempat memulai, Eira lebih dahulu bertanya, "Apa yang terjadi pada Alvie? Mengapa tiba-tiba dia bisa mengeluarkan kekuatan?""Menurut Dylen, inti magis Alverine memang telah mencapai waktunya untuk bangkit." Rhys berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Kemungkinan mendatang, Alvie harus belajar mengendalikan kekuatannya. Cepat atau lambat, dia tetap membutuhkan bimbingan Dylen."Alih-alih merasa lega, wajah Eira justru semakin pucat.Ia mengetahui sesuatu yang diketahui mereka juga sebagai keluarga bangsawan yang tahu sejarah Morwenia. Energi keemasan bukan sekadar anugerah. Kekuatan itu juga mampu mengundang keserakahan."Lalu bagaimana?" tanyanya pelan. "Apakah Alvie harus belajar di Akademi Marindor ... atau tetap di

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 100: Eira Telah Sadar

    "Kamu kembalilah. Aku perlu memikirkan semuanya di sini ... sendirian."Velian memberi Eira kesempatan untuk kembali bersama keluarganya. Sementara itu, ia memilih tetap berada di ruang kesadaran demi menenangkan pikirannya yang sejak tadi tak berhenti dipenuhi berbagai kemungkinan."Kau akan baik-baik saja di sini?" tanya Eira pelan.Ia sebenarnya tak keberatan kembali mengendalikan tubuhnya. Namun, meninggalkan Velian sendirian tetap membuatnya khawatir.Velian mengangguk tipis. "Aku akan baik-baik saja."Sayangnya, justru Eira yang tidak tahu harus melakukan apa setelah membuka mata nanti.Kemunculan Lucien di ruang kesadaran beberapa saat lalu semakin menguatkan dugaan mereka. Alasan Velian datang ke Morwenia bukan semata-mata untuk menyelamatkan nyawa Eira. Ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang bergerak di balik semua kejadian ini."Baiklah." Eira mengembuskan napas pelan. "Aku akan kembali secepat mungkin. Kalau kau membutuhkan sesuatu, panggil saja aku dari sini."Velian han

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 4 : Eira yang Lain

    Ketika Rhys sudah berdiri di hadapannya, Velian justru bergeser menutupi sebagian tubuh Garrick dengan tubuhnya sendiri. Garrick mengerutkan dahi, tak mengerti dengan sikap aneh itu.Jika ada yang paling mengenal Rhys, maka itu adalah Velian—karena dialah pencipta tokoh pria ini dalam dunia asliny

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 3: Lepas Kendali

    Pundak Rhys tak setegang biasanya, seolah bersiap mendengar permintaan Eira. “Jika ingin bepergian, bawa saya atau Garrick untuk menemani.” Velian hampir mendengus. Bukankah sama saja? Rhys dan Garrick bagai pinang dibelah dua. “Kalau sendiri, tidak boleh?” tanyanya hati-hati. “Jika kamu ping

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 2: Masuk ke Tubuh Selir Ketiga

    “Nona Eira.” Mata masih terpejam, Velian merasa seperti ada yang memanggil. “Nona Eira.” Suara itu terdengar lagi. Velian sudah terbiasa mimpi tokoh-tokoh dari novelnya. Biasanya pertanda sudah siang, seakan-akan mereka membangunkannya. Dengan malas, ia membuka mata. Seketika terkejut, buru

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 1: Kerajaan Morwenia

    Sebuah negeri di ujung peta dunia berdiri dengan megah: Morwenia. Rakyatnya hidup tenteram di bawah naungan istana, tunduk sepenuhnya pada aturan kerajaan. Negeri itu dipimpin oleh Raja Aethelred IV dan Ratu Isolde VI, pasangan penguasa yang dikenal bijaksana sekaligus berwibawa. Di tangan mereka,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status