分享

Bab 8

作者: Echo
Melihat Kevin terdiam, aku berpaling dengan jijik.

"Om Arthur, aku sudah memutuskan untuk mendirikan perusahaanku sendiri. Mulai sekarang, aku nggak ada hubungan apa pun lagi dengan mereka," kataku sambil tersenyum.

Rasa bangga terlintas di tatapan Arthur saat mendengar perkataan itu, lalu mendengus. Dia menoleh ke arah Kevin dan berkata dengan nada dingin, "Baiklah. Sekarang aku secara resmi mengumumkan Grup Maulana menarik seluruh minat investasi dari perusahaanmu. Selain itu, aku akan beri ta
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 12

    Lia menangis makin keras sampai ingus dan air matanya bercampur membasahi wajahnya. "Aku tahu aku salah. Aku benar-benar tahu. Tolong maafkan aku, aku nggak akan mengulanginya lagi."Aku menatap keadaan Lia yang menyedihkan dengan tatapan tanpa rasa iba sedikit pun. Aku tertawa pelan sekaligus tajam. "Kamu tahu kamu salah? Kamu tahu apa yang sudah kuberikan untuk perusahaan itu? Aku sampai pakai puluhan miliar dari uang pribadiku, manfaatkan koneksi elite dari keluargaku selama sepuluh tahun ini, dan bekerja siang malam demi perusahaan itu. Dan kamu?"Aku menatap Lia yang berlutut di tangga dan berkata dengan suara yang makin dingin, "Kamu menganggap semua kontribusiku sebagai sesuatu yang wajar. Kamu memfitnahku dan mencoba menghancurkan reputasiku di online. Sekarang setelah kamu kehilangan pekerjaan dan reputasi kreditmu hancur, kamu malah merasa kamu dirugikan."Para reporter mendengarkan cerita itu dengan terpukau dan kamera mereka terus tertuju pada kami.Dengan suara yang terden

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 11

    Menghadapi pertanyaan yang tanpa ampun dari para reporter, Lia benar-benar panik. Kali ini, air matanya bukan hanya akting lagi, melainkan ketakutan yang nyata. Dia berkata dengan terbata-bata, "Aku ... bisa menjelaskan ...."Seorang reporter dari Jurnal Megah yang bersikap tanpa ampun.[ Menjelaskan apa? Bagaimana kamu menjebak Bu Karina dan mencuri pekerjaan serta kantornya? ]Kolom obrolan dari siaran langsung itu kini berubah menjadi tempat semburan kemarahan.[ Dua orang ini menjijikkan sekali. ][ Mereka ambil uangnya dan pakai koneksinya, lalu menusuknya dari belakang. ]Aku duduk di kafe sambil menonton kedua orang yang ada di layar itu merasa gelisah, lalu menyesap latte dengan anggun.Saat itu, pintu ruang bawah tanah tiba-tiba dibanting terbuka. Sekelompok orang yang dipimpin seorang pria paruh baya menerobos masuk dan langsung menunjuk Kevin dengan marah."Kevin! Dasar pembohong! Mana utangmu yang tujuh miliar lima ratus juta itu?"Makin banyak pemasok yang berdesakan masuk

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 10

    Keesokan sorenya, Kevin dan Lia melakukan siaran langsung online. Latar belakangnya adalah dinding beton yang suram dan mereka duduk di belakang meja lipat yang reyot.Lia tidak memakai riasan, matanya bengkak serta merah, dan terlihat kelelahan. Dia menahan tangisnya saat sedang berbicara ke kamera. "Aku hanya gadis biasa yang baru lulus kuliah dan berusaha bertahan di dunia yang kejam ini. Saat aku temukan kejanggalan di perusahaanku dan jalankan tugasku melaporkannya, aku malah terima pembalasan gila dari seorang eksekutif yang kaya dan berkuasa ...."Komentar di siaran itu langsung melaju secepat kilat.[ Aku kasihan banget dengannya. Kaum kapitalis memang paling buruk. ][ Ini contoh penindasan beda kelas yang sempurna. ][ Anak orang kaya harus lenyap semua. ][ Aku dukung Lia. Kita harus menuntut keadilan untuk rakyat biasa. ]Aku menatap layar yang dipenuhi pesan-pesan penuh amarah itu dengan ekspresi tetap tenang seperti biasanya.Kevin yang memainkan perannya pun berkata deng

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 9

    Saat ini, ponselku sudah dibanjiri dengan pesan. Kevin, Lia, karyawan lainnya, dan bahkan resepsionis, semuanya meneleponku.Isi dari pesan Kevin adalah yang paling panik. Dimulai dengan pesan mengancam dengan marah, lalu berubah menjadi memohon dengan putus asa dan akhirnya merengek memohon belas kasihan.[ Karina, kamu gila ya? Kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan? ][ Polisi bilang kami masuk tanpa izin? Apa maksudnya ini? ][ Tolong, hentikan mereka. Aku akan memberimu apa pun yang kamu mau. ][ Kita ini teman kuliah. Kamu nggak boleh lakukan ini padaku. ][ Karina, aku salah. Aku tahu aku sudah salah. Lepaskan aku kali ini saja, aku akan lakukan apa pun. ]Kevin sepertinya sudah tahu dia tidak bisa bernegosiasi denganku lagi, sehingga sekarang dia memainkan kartu simpati.Yang menariknya lagi, pamanku juga bergerak dengan cepat. Grup Maulana secara resmi dan terbuka mengumumkan pembatalan seluruh minat investasi pada perusahaannya Kevin. Bukan hanya itu, mereka juga memasukkan p

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 8

    Melihat Kevin terdiam, aku berpaling dengan jijik."Om Arthur, aku sudah memutuskan untuk mendirikan perusahaanku sendiri. Mulai sekarang, aku nggak ada hubungan apa pun lagi dengan mereka," kataku sambil tersenyum.Rasa bangga terlintas di tatapan Arthur saat mendengar perkataan itu, lalu mendengus. Dia menoleh ke arah Kevin dan berkata dengan nada dingin, "Baiklah. Sekarang aku secara resmi mengumumkan Grup Maulana menarik seluruh minat investasi dari perusahaanmu. Selain itu, aku akan beri tahu semua kolegaku di Jalan Megah untuk masukkan kamu ke daftar hitam permanen kami."Wajah Kevin langsung pucat pasi. Dia membuka mulut seolah-olah ingin berbicara, tetapi tidak ada kata-kata yang keluar.Lia yang berdiri di samping pun gemetar karena dia akhirnya tahu betapa fatal kesalahan yang telah diperbuatnya.Arthur merapikan mansetnya dengan anggun, lalu menawarkan lengannya padaku. "Keponakanku, ayo kita pergi makan siang. Aku mau dengar rencanamu tentang perusahaan baru ini."Aku merai

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 7

    Aku tidak menjawab pertanyaan Kevin. Aku malahan membuka pintu mobilku, lalu perlahan-lahan keluar agar terlihat jelas oleh semua orang.Saat melihatku, Kevin mengira aku datang untuk menyelamatkannya. Dia langsung menutup telepon, lalu segera berjalan ke arahku dan berusaha meraih lenganku. "Karina, kamu akhirnya datang. Cepat bilang pada manajer untuk membiarkan kami ...."Aku menepis tangan Kevin dengan dingin, lalu melangkah mundur. Aku berkata dengan nada tenang, "Kevin, karena kamu sudah memecatku, wajar saja kartu VIP milikku nggak bisa dipakai perusahaan lagi. Bukankah itu logika bisnis yang sangat standar?"Wajah Kevin langsung pucat pasi. "Kamu ... nggak bisa melakukan ini."Lia yang berdiri di dekat Kevin malah membuat keadaannya menjadi makin buruk. Dia melangkah mendekat dengan sepatu hak tingginya, lalu berkata dengan nada menuduh, "Karina, kamu harusnya nggak melibatkan perasaan pribadimu. Ini investasi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Kenapa kamu

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 5

    Untuk minggu berikutnya, aku mengikuti aturan perusahaan secara ketat. Aku masuk kerja pukul 08.59 dan pulang pukul 17.01. Tidak satu menit lebih awal, tidak satu menit lebih lambat. Aku juga tidak keluar kantor sekali pun untuk menemui klien.Aku diberi meja kerja kecil di sudut ruangan yang terlup

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 4

    Keesokan paginya, Linda dari bagian humas menghampiriku begitu aku tiba di kantor."Karina, aku mau bicara denganmu," kata Linda dengan ekspresi canggung.Setelah itu, Linda mengeluarkan sebuah dokumen dari tas kerjanya dan berkata sambil menghindari tatapanku, "Perusahaan memutuskan untuk menempatk

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 2

    Aku menatap Kevin dalam diam, lalu tertawa kecil yang lembut. "Bagaimana menurutmu?"Aku menunggu Kevin untuk membuat pilihannya.Tatapan Kevin terpaku di wajahku selama tiga detik, lalu akhirnya mengalihkan pandangannya dan keputusannya pun akhirnya bulat. Dia berdeham, lalu berkata dengan nada yan

  • Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan   Bab 3

    Aku mengambil tagihan itu dan membacanya dengan saksama. Aku tertawa kecil dan berkata, "Menarik. Lia, kamu tahu angka-angka ini apa?"Lia mengernyitkan alis, jelas tidak menyangka aku akan bertanya begitu. "Maksudmu?"Aku meletakkan tagihan itu kembali sambil berkata, "Itu daftar harga. Tapi, aku p

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status