مشاركة

Bab 274

مؤلف: Rizu Key
last update تاريخ النشر: 2026-05-22 22:20:26

Suara proyektor di ujung ruang rapat berdesis pelan, memproyeksikan angka-angka grafik, diagram batang, dan estimasi keuntungan kuartal kedua yang tampak begitu megah di atas layar putih.

Di sekeliling meja panjang yang dipoles mengkilap itu, belasan kepala saling berbisik, berdebat, dan sesekali melemparkan argumen sengit. Ini adalah rapat koordinasi tingkat tinggi antara jajaran direksi eksekutif perusahaan milik Ibra dengan tim delegasi dari Perusahaan KL, yang baru saja menandatangani kerja
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 276

    "Baik, Pak. Perintah Anda akan segera saya laksanakan dan saya beri tahu ke bagian keamanan dalam waktu sepuluh menit," jawab Samuel sambil mengetik cepat di tablet kerjanya.Pintu lift pun terbuka secara otomatis dengan dentingan halus. Ibra masuk ke dalam, diikuti oleh Samuel. Begitu pintu lift tertutup dan lift mulai bergerak naik menuju lantai teratas tempat ruang Presdir berada, atmosfer di dalam lift itu terasa sedikit merenggang, meski ketegangan di wajah Ibra belum sepenuhnya hilang.Ibra melonggarkan sedikit dasinya, memberikan ruang bagi napasnya yang terasa panas setelah meladeni Kaila. Pikirannya langsung beralih kembali ke fokus utamanya yang paling mendesak."Bagaimana perkembangan proyek kita di lapangan?" tanya Ibra, memulai pembahasan bisnis seolah insiden dengan Kaila beberapa menit lalu tidak pernah terjadi."Semua berjalan sesuai jadwal, Pak. Tim di lapangan sudah menyelesaikan pembebasan lahan tahap pertama, dan logistik untuk material utama akan tiba di tempat be

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 275

    "Tidak," tolak Ibra. Singkat, padat, tegas, dan sama sekali tidak menyisakan ruang untuk negosiasi.Senyum di wajah Kaila sempat membeku sesaat, namun ia dengan cepat menguasai diri. Wanita itu mencoba tertawa kecil, melangkah satu kali lagi lebih dekat hingga aroma parfumnya kian menusuk hidung Ibra yang membuat pria itu mengernyitkan dahi tanda jijik."Kenapa, Pak Ibra? Ini hanya makan siang bisnis biasa. Lagipula, bukankah kita perlu membangun chemistry yang baik agar proyek ratusan miliar ini berjalan lancar? Anda tidak perlu sekaku itu, Pak," ucap Kaila sambil mencoba mengulurkan tangannya, berniat menyentuh lengan jas Ibra.PlakIbra menepis tangan Kaila dengan gerakan kasar sebelum jemari wanita itu sempat menyentuh kain jasnya. Gerakan itu begitu tiba-tiba hingga membuat Kaila terpekik pelan dan mundur selangkah karena terkejut. Sementara Samuel yang berdiri di belakangnya juga kaget."Jaga batasan Anda, Bu Kaila," desis Ibra, suaranya begitu rendah namun sarat akan ancaman ya

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 274

    Suara proyektor di ujung ruang rapat berdesis pelan, memproyeksikan angka-angka grafik, diagram batang, dan estimasi keuntungan kuartal kedua yang tampak begitu megah di atas layar putih.Di sekeliling meja panjang yang dipoles mengkilap itu, belasan kepala saling berbisik, berdebat, dan sesekali melemparkan argumen sengit. Ini adalah rapat koordinasi tingkat tinggi antara jajaran direksi eksekutif perusahaan milik Ibra dengan tim delegasi dari Perusahaan KL, yang baru saja menandatangani kerja sama investasi bernilai ratusan miliar rupiah.Namun, di tengah hiruk-pikuk perdebatan tentang keuntungan tersebut, Ibra yang merupakan seorang Presdir muda yang terkenal bertangan dingin hanya diam membisu di tempat duduknya.Ibra duduk di kursi kebesarannya di ujung meja. Tubuhnya yang tegap dibalut setelan jas hitam sempurna, dengan kemeja putih kaku dan dasi senada. Sikap tubuhnya begitu tenang, bersandar pada sandaran kursi dengan kedua tangan yang sesekali bertaut di atas meja.Tatapan ma

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 273

    Jantung Aya berdegup dua kali lebih cepat. Tangan kanannya yang sedikit gemetar perlahan membuka lembar pertama dari map abu-abu tersebut. Begitu matanya membaca baris-baris kalimat di dalamnya, napas Aya seolah tercekat di tenggorokan. Itu bukan dokumen perusahaan. Itu adalah laporan investigasi siber dan hukum.Lembar demi lembar menampilkan cetakan layar atau screenshot dari beberapa forum diskusi daring tersembunyi, blog-blog gosip lama, serta draf artikel berita digital yang siap tayang. Judul-judul di sana sangat mengerikan, membawa kembali bayang-bayang masa lalu yang paling ingin Aya lupakan.[Skandal Masa Lalu Istri Presdir Bagaskara Group: Benarkah Mantan Wanita Malam?][Rekam Jejak Kelam Istri Presdir Terkemuka, Manipulasi Presdir demi Mendapatkan Kekuasaan dan Cinta.]Aya menutup mulutnya sendiri dengan satu tangarn, sementara kedua matanya mulai kembali berkaca-kaca. Seluruh tubuhnya mendadak lemas. Berita-berita lama itu merupakan kasus yang sudah sempat muncul karena ma

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 272

    Aya merasa dibohongi. Ia merasa tidak dipercayai dan dikhianati oleh suaminya sendiri. Sikap Ibra yang dingin, larangan membaca map abu-abu, pesan misterius dari Kaila yang tiba-tiba hilang, semuanya seperti potongan teka-teki yang mengarah pada satu kesimpulan menyakitkan. 'Apa Mas Ibra sedang bermain gila di belakangku dengan wanita lain setelah kurang puas padaku?' Aya bertanya-tanya dalam hati.Di tengah tangisannya, ingatan Aya melayang pada bulan-bulan terakhir kehamilannya. Sebuah kenyataan pahit menghampiri kesadarannya, membuat dadanya semakin sesak.Selama ia hamil anak kedua ini, Ibra benar-benar menyentuhnya hanya sekali saja. Itu pun terjadi dengan begitu dingin dan terasa seperti sebuah kewajiban yang terpaksa dipenuhi, bukan karena landasan cinta atau gairah seorang suami kepada istrinya. Bahkan karena itu, sikap Ibra malah berubah menjauhinya.Lalu Aya teringat dengan isi postingan yang tak sengaja ia temukan. Di mana ia teringat bahwa selama ini Ibra tak pernah meman

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 271

    Ibra mengernyitkan dahi. Ekspresi wajahnya tampak terkejut, namun bukan terkejut karena ketahuan, melainkan karena bingung. Ia segera meletakkan map abu-abu itu di atas meja rias, lalu menyambar ponselnya yang terletak di samping ponsel Aya.Dengan cepat, jemarinya membuka kunci layar dan memeriksa notifikasi serta aplikasi pesan singkatnya. Aya diam memerhatikan setiap pergerakan suaminya dengan napas memburu, berharap ada penjelasan logis, namun sekaligus takut jika Ibra akan membenarkan segalanya.Setelah beberapa saat memeriksa, Ibra menurunkan ponselnya. Ia menatap Aya dengan tatapan dingin dan lelah."Nggak ada pesan apa pun di sini, Aya. Kamu pasti salah lihat," kata Ibra datar. Ia bahkan menunjukkan layar ponselnya pada sang istri."Salah lihat?" Aya tertawa sinis. "Aku belum buta, Mas... Aku membaca dengan mata kepalaku sendiri! Nama pengirimnya 'CEO Kaila'. Isinya sangat jelas kalau dia suka padamu. Jangan mencoba membohongiku lagi, Mas....""Aku tidak

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 106

    Di saat yang sama, tepatnya di kamar VIP Irish Grand Hotel, suasana sangat berbeda. Tirai jendela masih tertutup rapat, membuat ruangan itu tampak temaram.Di atas tempat tidur king size, Ibra terbaring dengan napas yang tidak teratur. Keringat dingin membasahi dahinya, dan wajahnya nampak memerah

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 97

    Ibra langsung menoleh pada anaknya, wajahnya berubah lembut seketika. "Bunda bilang dagingnya enak sekali, sampai dia ingin berterima kasih pada Ayah dengan cara... memijat bahu Ayah nanti di rumah," ucap pria itu dengan seenaknya.Kedua mata Aya membulat. "Aku nggak bilang begitu.""Benarkah, Bund

    last updateآخر تحديث : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 28 (18+)

    [Pastikan kamu ada di kantorku jam 7 tepat. Jangan terlambat satu detik pun.]Aya menghela napas, menatap bubur ayam yang sedang ia siapkan untuk Putra. Ia harus mengantar Putra ke sekolah lebih awal dari biasanya setelah menerima pesan singkat dari sang Presdir."Putra, bangun, Sayang," bisik Aya

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 33

    Putra mengerutkan kening kecilnya, tampak berpikir keras. "Emm... Bunda bilang tempat kerjanya besar sekali, Nek. Banyak orang pakai baju bagus. Tapi Putra nggak tahu namanya apa. Bunda nggak pernah ajak Putra ke sana."Dewi menghela napas panjang. Hatinya mencelos mendengar jawaban polos itu

    last updateآخر تحديث : 2026-03-19
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status