Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 127. Kehilangan Kendali

Share

127. Kehilangan Kendali

Author: malapalas
last update publish date: 2026-06-02 22:54:33

​BUM!

​Aura Alpha yang luar biasa dahsyat meledak dari tubuh Aaron tanpa kendali, terlepas seperti gelombang yang tak kasatmata. Dinding-dinding penjara bawah tanah yang sudah retak kini semakin hancur, menjatuhkan bebatuan kecil.

Lampu-lampu bohlam yang menggantung di langit-langit seketika pecah beruntun, menimbulkan percikan api sebelum meredup total.

Beberapa pemburu elit langsung terdorong mundur akibat tekanan yang mengerikan. Sebagian lainnya refleks berlutut dengan wajah pucat.

Udara te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Sang Alpha   242. Murka Sang Ayah

    Ruangan perawatan VVIP itu sunyi. Jessi masih terbaring dengan wajah pucat, sementara suara monitor jantung terdengar teratur dari sisi ranjang.Beberapa jam sebelumnya, ia baru saja menjalani operasi setelah terluka parah akibat serangan Aaron. Pergelangan tangannya yang patah telah ditangani dan diposisikan kembali dengan prosedur medis. Namun, kondisi yang paling mengkhawatirkan bukanlah patah tulangnya.Hantaman Aaron telah menyebabkan trauma serius pada bagian dalam tubuh Jessi. Karena itu, dokter memutuskan untuk terus mengawasinya setelah operasi.Salah satu dokter yang menangani Jessi sejak awal adalah dokter spesialis yang sudah lama bekerja di rumah sakit tersebut. Bagi seluruh staf rumah sakit, ia hanyalah dokter senior dengan reputasi sangat baik. Namun, Stanley mengetahui identitas lain yang disembunyikan pria itu.Ia adalah salah satu dokter klan yang ditempatkan di rumah sakit tersebut. Keberadaannya memungkinkan beberapa anggota klan mendapatkan penanganan medis modern

  • Anak Rahasia Sang Alpha   241. Kelahiran Sang Pewaris

    Suara tangisan itu pecah membelah keheningan yang mencekam. Bukan tangisan bayi biasa, nada jeritan pertamanya menggelegar dipenuhi getaran-getaran energi gelombang murni yang tak kasatmata.Nampan stainless baja, tempat peralatan bedah, serta botol-botol sampel medis di atas meja operasi seketika bergetar hebat hingga berdenting keras. Suara itu begitu kuat hingga kaca jendela berderit kencang, menampakkan retakan-retakan halus bagaikan disapu gelombang kejut infrasonik.Tangisan itu kembali menggema.Udara di dalam ruangan mendadak terasa berat.Lampu-lampu indikator menyala liar, monitor-monitor medis berbunyi bersamaan, beberapa layar bahkan sempat mengalami gangguan sebelum kembali menyala, menandakan lonjakan aura yang belum pernah tercatat dalam sejarah laboratorium rahasia itu.Dokter Reynard membelalakkan mata. "Semua tetap tenang!"Namun suaranya sendiri terdengar tegang.Di luar ruangan, Aldrick yang berdiri menempel pada dinding kaca refleks melangkah mundur dua langkah. T

  • Anak Rahasia Sang Alpha   240. Sang Pewaris Mendengar Ayahnya

    ​"AAAAARRRGGHH!!"Fay kembali menjerit histeris.Rasa sakit itu tidak memberikan ruang untuk bernegosiasi. Rahim Fay terasa seperti dicabik-cabik dari dalam, seolah tekanan dari tubuh mungil sang pewaris mencengkeram dinding rahimnya, menghantam panggul, lalu menjalar ke seluruh saraf tubuhnya dengan kekuatan yang tidak seharusnya dimiliki janin mana pun."Aaron! Sakit!" Tubuhnya menegang hebat.Aaron langsung mencengkeram tangan Fay. "Aku di sini, Sayang!"Tangisan Fay mengguncang seluruh ruangan.Setiap kali kontraksi hebat itu datang, paru-paru Fay serasa kehabisan udara. Tubuhnya terangkat dari meja operasi saat gelombang kontraksi berikutnya menghantam bagaikan pukulan palu godam.Sementara Aaron, setiap mendengar jeritan Fay, jiwanya seolah-olah direnggut paksa.Dokter Reynard melangkah mendekati Aaron, menatap lurus ke arah sang Alpha yang semakin sulit mengendalikan emosinya."Hanya Anda yang bisa menyelamatkannya, Alpha!"Aaron menoleh tajam. "Apa yang harus kulakukan?""Bayi

  • Anak Rahasia Sang Alpha   239. Pertarungan Hidup dan Mati Sang Pewaris

    Jauh di balik benteng tebing-tebing batu yang menjulang membelah awan, tersembunyi sebuah lembah terisolasi yang sama sekali tidak tersentuh oleh peta peradaban manusia.Tempat itu terkunci rapi di tengah hutan yang lebat, diselimuti kabut alami yang berbahaya bagi siapa pun tanpa insting bertahan hidup yang tajam. Hutan ini sepenuhnya steril dari wilayah kekuasaan klan werewolf mana pun, sebuah tanah tak bertuan yang terlupakan oleh zaman.Dahulu, tempat inilah yang tak sengaja ditemukan oleh Aaron dalam pelarian masa kecilnya yang kelam. Kala itu, sebagai seorang anak yang baru terbangun dengan kekuatan Alpha Murni, Aaron belum mampu mengendalikan gejolak aura serigalanya hingga ia terasingkan dan tersesat di tempat asing ini.Namun kini, lembah terasing yang sunyi tersebut telah disulap menjadi benteng medis rahasia berteknologi paling canggih milik Sang Alpha. Sebuah laboratorium rahasia yang selama bertahun-tahun menjadi tempat paling aman yang pernah dimiliki Sang Alpha.Wuuusss

  • Anak Rahasia Sang Alpha   238. Sang Pewaris Memilih Waktunya

    Rasa sakit itu datang tanpa peringatan. Perut Fay mengeras seketika, diikuti tekanan hebat yang menjalar hingga ke pinggang dan panggulnya. Seolah ada kekuatan besar dari dalam tubuhnya yang terus mendorong keluar tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat.​"A-aku nggak kuat, Aaron...," bisik Fay, pandangannya memburam.Aaron memeluknya lebih erat. ​"Dengar aku, Sayang. Jangan menyerah. Kamu pasti bisa!"Aaron menyalurkan aura Alpha melalui ikatan mereka, berusaha menstabilkan tubuh Fay dan menjaga kesadarannya agar tidak tenggelam akibat rasa sakit.Namun, aura sang calon pewaris begitu dominan, menolak tenang dan makin ganas meremukkan organ dalam ibunya demi sebuah kebebasan.Aaron menoleh tajam kepada dokter. "Lakukan sesuatu!"Dokter yang berlutut di hadapan Fay terlihat panik. Wajahnya pucat pasi dibasahi keringat dingin saat tatapan penuh dorongan membunuh milik Aaron mengunci pergerakannya.​"A-ampun, Alpha!" gagap dokter klan itu, suaranya bergetar hebat. "Saya ... saya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   237. Napas Terakhir Sang Penjaga

    Aaron melangkah mendekat dengan mata memancarkan kematian murni. Namun tepat sebelum cakar Aaron merobek leher Jessi, sesosok tubuh bayangan melesat dengan kecepatan tinggi."Jessi!"Sosok Stanley melesat keluar dari kegelapan. Barisan prajurit elit yang mengepung dari kejauhan refleks menghunuskan belati gading mereka, siap menyerang, tetapi tertahan oleh kibasan tangan tenang sang Alpha.Stanley muncul dari balik pepohonan. Dalam sekejap, ia meraih putrinya dan menariknya menjauh."Ayah....""Diam! Kita pergi!"Aaron tidak mengejar. Ia hanya berdiri diam, menatap keduanya menghilang di antara pepohonan.Lucien yang baru tiba langsung berhenti di sampingnya."Tuan!"Aaron masih menatap ke arah Stanley dan Jessi yang menghilang."Biarkan."Lucien mengerutkan kening. Di belakangnya, para prajurit elit saling bertukar pandang penuh ketegangan, menanti perintah pengejaran yang tak kunjung keluar."Tapi mereka—""Aku tahu."Jawaban Aaron begitu tenang hingga Lucien dan para prajurit elit

  • Anak Rahasia Sang Alpha   83. Pelukan yang Terasa Berbeda

    Aku masih bisa merasakan sisa-sisa nyeri di tubuhku saat Aaron duduk di kursi, persis di samping ranjangku. Tangannya belum berpindah dari perutku, seolah ia takut rasa sakit itu akan kembali menyerang begitu saja jika ia melepaskannya.Dan anehnya ... kehangatan itu benar-benar menenangkan.Janin

  • Anak Rahasia Sang Alpha   81. Ancaman dari Dalam Rahim

    "Aku nggak akan gagal," ucap Hendra dingin.​Pria bermantel hitam itu memperhatikannya selama beberapa saat, seolah sedang menakar kadar keyakinan di mata Hendra, sebelum akhirnya terkekeh pelan."Aku sangat berharap begitu, demi keselamatan nyawamu sendiri."​Ia berbalik perlahan, mantel hitamnya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   77. Saat Bulan Merah Naik

    Pagi tadi seharusnya berjalan biasa. Aku bangun, meregangkan otot, membantu nenek di dapur, lalu bersiap menjalani hari tanpa memikirkan apa pun yang aneh. Namun sejak membuka mata, ada perasaan ganjil yang tidak bisa kujelaskan. Seperti sisa mimpi buruk yang enggan pergi meski aku sudah sepenuhnya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   75. Potongan yang Menyatu

    ​"Tuan."​Suara Aldrick memecah keheningan ruang kerja itu.Aaron mengangkat pandangan perlahan. “Ada perkembangan?”“Ya.” Aldrick melangkah mendekat. “Orang bermantel hitam itu kembali bergerak.”Tatapan Aaron langsung berubah tajam. “Lanjutkan.”Aldrick mengangguk singkat. “Setelah pengamanan kit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status